One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Jadwal Kontrol Kandungan )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


Waktu terus Bergulir, tanpa terasa kehamilan Claudia telah memasuki bulan ke tujuh. Hanya perlu menunggu tiga bulan lagi maka mereka akan segera bisa melihat buah hati mereka lahir ke dunia ini.


"Sayang, pemeriksaan kehamilan kamu jam berapa?" tanya Alex dengan lembut.


Hari ini merupakan jadwal kontrol kandungan Claudia dan Alex tentu saja tidak ingin melewatkan sekali saja pemeriksaaan kehamilan istrinya itu. Dia sudah cukup melewati kehamilan anak pertama mereka sekarang dia ingin menebus kesalahan dulu karena tidak ada di saat istrinya hamil anak pertama mereka hingga dia besar tanpa merasakan kasih sayang seorang ayah.


Ia ingin selalu menemani tumbuh kembang calon anak mereka yang masih ada di dalam kandungan istrinya. Bahkan Alex telah menjadwalkan cuti menjelang kelahiran sang istri tercinta. Ia ingin menjadi suami siaga dan menjadi orang pertama yang tahu kalau istrinya akan segera melahirkan.


"Jam 2 siang, apa kamu bisa menemaniku?" tanya Claudia dengan penasaran.


Alex tampak sedang berpikir sejenak, sebenarnya ia sedang ada meeting tetapi demi menemani sang istri memeriksakan kehamilannya, ia akan mengundur waktu meeting.


Alex berjalan menuju Istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang dasi. Claudia segera berdiri dan mulai melingkarkan dasi itu di leher Alex dan mulai membuat simpul saat laki-laki itu telah menjulang tinggi di hadapannya.


"Tentu, sayang. Aku sudah bilang, takkan pernah melewatkan satupun pemeriksaan kehamilan kamu. Kamu dan anak kita adalah tanggung jawabku jadi sudah semestinya aku mendampingimu selalu," ujar Alex sambil terus menatap wajah cantik sang istri.


"Kamu kenapa melihatku sampai segitunya? Aku gemukan ya?" Claudia mencebikkan bibirnya. Akhir-akhir ini ia merasa insecure dengan tubuhnya yang terlihat sangat gemuk.


"Kalau iya kenapa?" Alex tidak peka kalau Claudia sedang merasa tidak percaya diri dengan bobot tubuhnya yang naik drastis.


"Apa mas Alex akan meninggalkan aku?" Claudia sangat takut jika sampai suaminya meninggalkan dirinya karena merasa malu memiliki istri yang gemukan seperti dirinya.


"Maksudnya?" Alex merasa heran saat mendengar perkataan istrinya.


"Tubuhku sekarang sudah gemuk, apa kau akan meninggalkan ku setelah aku melahirkan anak kamu?" tanya Claudia dengan perasaan cemas.


"Kenapa aku harus meninggalkan kamu?" tanya Alex dengan kening mengkerut.


"Ya, karena aku gemuk. Tidak cantik dan tubuhku tidak akan bagus lagi seperti dulu, pasti kamu akan ilfil dengan tubuhku yang semakin gemuk, iya kan?" tanya Claudia dengan perasaan cemas takut suaminya tidak akan tertarik dengan nya lagi saat melihat tubuh nya tidak bagus dan seksi seperti dulu lagi.

__ADS_1


Alex terkekeh, lalu mengecup singkat bibir Claudia. Sebenarnya ia ingin menciumnya lebih dalam, tapi ia takut burungnya tiba-tiba terbangun dan menuntut untuk masuk ke sarangnya, jadi ia memilih aman dengan mengecupnya saja.


"Kau tahu, aku tidak mungkin meninggalkan wanita yang sangat aku cintai hanya karena melihat tubuhmu sudah berubah menjadi gemuk seperti yang kamu takutkan itu."


"Meninggalkanmu, sesuatu yang mustahil aku lakukan. Kamu adalah hidupku dan aku harap kita bisa sehidup semati selamanya," ujar Alex penuh kesungguhan. Claudia sampai tertegun mendengar pernyataan Alex yang tak pernah terduga dan sungguh di luar ekspektasi. Dari kalimat sederhana itu saja Claudia bisa menyimpulkan kalau Alex ingin bersama dirinya untuk selamanya.


Siangnya, Alex menjemput Istrinya di mansion. Mereka akan makan siang dulu, setelahnya baru memeriksa kandungan.


"Bagaimana dok keadaan anak saya?" tanya Alex pada dokter yang baru saja memeriksa kandungan istrinya.


Dokter itu tersenyum lembut." Pertumbuhan dan perkembangan anak tuan sangat baik. Air ketuban nya bagus, posisinya juga bagus. Berat badan dan organ-organ lainnya pun bagus. Tak ada yang perlu dikhianati. Seperti biasa, nyonya terus jaga pola makan. Untuk sementara, kurangi makan makanan yang manis ya sebab bobot bayi anda tergolong besar untuk bayi tujuh bulan," ujar dokter itu memaparkan keadaan kandungan Claudia.


Claudia dan Alex tersenyum lega. Kemudian merekapun berpamitan pada dokter itu. Sebelum pulang, mereka menebus vitamin terlebih dahulu setelah selesai, barulah mereka berjalan melintasi koridor menuju loby untuk segera pulang ke mansion miliknya.





"Kalian habis dari mana? Kenapa jam segini baru pulang? Apa kalian tidak ingat ada anak kalian di sini sendirian?" tanya Angelina dengan wajah kesal.


Yah, hari ini Angelina sengaja datang ke mansion anaknya ingin melihat keadaan cucu kesayangannya Arrabella. Dan juga ingin melihat perkembangan calon cucu barunya yang saat ini di kandung oleh Claudia.


Dia tidak sabar menantikan cucu keduanya lahir ke dunia ini. Karena dulu dia tidak sempat melihat tumbuh kembang nya cucu pertama nya hingga dia lahir ke dunia ini. Itu sebabnya dia tidak ingin melewatkan perkembangan tumbuh kembangnya calon cucu keduanya yang saat ini sedang di kandung oleh Claudia.


"Kami baru pulang dari rumah sakit ma," jawab Claudia dengan lembut.


"Ngapain kalian pergi ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Kami habis menemui dokter untuk melihat perkembangan calon anak kami ma," jelas Claudia.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan cucu mama? Dia baik-baik saja kan." Angelina sangat takut jika sampai terjadi sesuatu pada calon cucu keduanya.


"Kata dokter dia baik-baik saja," jawab Claudia dengan lembut.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja," ujar Angelina yang merasa lega saat mendengar perkataan Claudia.


"Kalau begitu kami pamit ke kamar dulu, karena aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada istri dan calon anak kami," ujar Alex yang sedari tadi hanya mendengarkan perkataan mereka akhirnya akan bicara. Sedangkan Angelina hanya menganggukkan kepalanya saja.


Di Kamar Alexander


"Mas, kira-kira anak kita laki-laki apa perempuan?" tanya Claudia yang penasaran dengan jenis kelamin anaknya. Sebenarnya dia ingin sekali melihat jenis kelamin anaknya tadi tetapi Alex malah tidak mengizinkan dokter untuk mengatakan apa jenis kelamin anak mereka katanya biar itu menjadi kejutan buat mereka nanti saat kelahiran anak mereka.


"Sepertinya dia laki-laki," balas Alex yang merasa kalau anak kedua mereka berjenis kelamin laki-laki.


"Kenapa mas Alex bisa sangat yakin kalau anak kita berjenis kelamin laki-laki?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Entahlah, aku filing saja kalau anak kedua kita berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika Tuhan memberikan kita anak perempuan lagi maka aku akan terima juga. Bagaimana pun dia tetap anak ku darah daging ku sendiri. Itu sebabnya aku sangat sayang dan mencintai anak-anakku," ujar Alex.


"Kita tunggu anak kita lahir saja semoga dia laki-laki sesuai perkataan mas Alex," ujar Claudia.


"Aku sangat yakin anak kita kali ini pasti anak laki-laki," balas Alex dengan penuh keyakinan.


"Ya, sudah. Sebaiknya kita istirahat saja," ujar Claudia yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2