One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kelakuan Daddy Alex )


__ADS_3

Claudia menatap karangan bunga dan kado yang bertumpuk di sudut ruangan. Seminggu semenjak dirinya selesai melahirkan bayi, kado-kado dan ucapan selamat masih terus berdatangan.


Sebagian berasal dari para teman-teman dan keluarga, sebagian lagi dari para petinggi serta karyawan Apple Inc. Alex sendiri tidak lupa memberikan kado untuk istrinya. Sebuah villa dengan taman bunga yang luas dibelinya atas nama Claudia.


"Disana udaranya bagus dan cocok sebagai tempat berlibur jika lelah," ujar Alex menjelaskan kenapa dia membeli villa dibandingkan memberi berlian seperti sebelum nya.


"Terima kasih, mas. Nanti kita bisa berlibur menghabiskan waktu bersama anak-anak kita di sana," balas Claudia.


"Tentu sayang. Kita akan mengajak Ara dan baby Reagan ke villa yang baru aku beli untuk mu," jawab Alex.


Claudia menatap suaminya dengan penuh rasa sayang. Mereka sudah berjanji akan saling mendukung dan berbagi satu sama lain. Jadi, tidak ada yang merasa berjuang sendirian dalam menjalani rumah tangga ini.


Meskipun kadang Claudia kerap menemukan kekhawatiran Alex terhadap dirinya. Tapi Claudia selalu meyakinkan bahwa sumber kekuatannya adalah Alex sendiri.





"Sayang, kenapa anak kita nggak bangun-bangun dari tadi?" tanya Alex dengan nada sedikit tinggi dan cemas.


"Namanya juga bayi, mas," jawab Claudia singkat." Kerjanya cuma tidur, bangun, nangis, dan minta susu."


"Maksudku, sejak tadi belum bangun, lho. Aman nggak, sih?" tanya Alex dengan perasaan cemas.


"Aman, mas. Lagipula anak kita juga baru tidur setelah mandi dan minum susu. Terus mas ngapain nungguin dia bangun sampai berjongkok di depan box bayi selama itu?" tanya Claudia lagi dengan tatapan heran.


"Cuma ngecek aja," jawab Alex pelan.


Alex meletakkan punggung ibu jarinya di bawah hidung bayi mungil itu, mencoba memeriksa apakah masih bernafas atau tidak. Claudia sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan Daddy Alex suaminya.


"Memangnya mas Alex pikir anak kita bakal kenapa sih?" tanya Claudia lagi.


"Aku pengen dia bangun." Alex berujar pelan." Pengen gendong dia..."


"Sabar, mas. Biarin dia istirahat dulu, ya. Nanti juga bakal ada masanya mas gendong dia seharian pegal," ujar Claudia.

__ADS_1


"Kamu kok tahu?" Alex bertanya sambil menghadap istrinya.


"Apa mas Alex lupa kalau aku dulu pernah melahirkan anak kita? Yang pasti aku sudah lebih dulu berpengalaman karena sudah pernah melahirkan anak kita Arrabella," jelas Claudia sedangkan Alex hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Mas mending mandi, deh. Biar waktu bayinya bangun nanti, daddy nya sudah wangi dan dia nggak muntah karena cium bau keringat," ujar Claudia.


"Keringatku nggak seburuk itu, ya..." serah Alex tidak terima sama perkataan istrinya.


"Penciuman bayi itu sensitif loh, mas. Bisa jadi menurut mas wangi tapi bayi nggak suka," ujar Claudia lagi.


"Kalau begitu, ayo temani aku mandi," Alex langsung menarik Claudia dan perempuan itu tidak bisa menolak ajakan suaminya.


Semenjak Alex memiliki bayi kadang dia bisa melupakan hal-hal yang selama ini dilakukannya dengan teratur. Biasanya sepulang kerja, Alex akan berganti pakaian, mandi, lalu makan atau melakukan hal lain.


Semenjak Reagan lahir, segalanya mulai berubah. Alex tidak lagi menjalani urutan aktivitasnya seperti biasa. Contohnya, beberapa hari yang lalu Alex lupa makan karena keasikan bermain dengan bayinya. Hari ini, Alex sampai lupa mandi karena sibuk menunggu bayinya bangun.


"Masa nifasmu masih lama, ya?" tanya Alex saat mereka duduk di dalam bathtube berdua.


"Aku baru melahirkan dua minggu yang lalu, jadi masih ada dua puluh enam hari lagi," jawab Claudia. Claudia mengusap dada dan juga lengan Alex dengan perlahan.


"Ya ampun, lamanya," keluh Alex.


"Caranya?" tanya Alex sedikit penasaran.


"Pakai tangan atau oral seex," jawab Claudia.


Alex tertawa kecil melihat kesungguhan istrinya." Aku juga pengen kamu merasakan enak, sayang, nggak cuma aku saja," ujar Alex.


"Kalau gitu, sabar dulu ya," ujar Claudia.


"Cuma sisa dua puluh enam hari lagi, kan? Pasti sabar, kok. Setelah itu kamu yang harus bersabar menghadapiku," ujar Alex dengan tatapan mesum.


"Jangan pernah berpikir untuk mencari pelampiasan di luar selama aku tidak bisa melayani hasratmu," tukas Claudia memperingati Alex.


"Tidak akan pernah, sayang. Aku memang laki-laki normal yang menginginkan kepuasan seeksual. Tapi aku juga laki-laki waras yang masih bisa mengendalikan hasrat."


"Lagipula, kamu berada dalam keadaan seperti ini karena melahirkan anak kita. Akan sangat kejam aku mencari pelepasan bersama perempuan lain disaat dirimu sedang berjuang." Alex mengusap punggung istrinya yang teelanjang.

__ADS_1


Claudia menggerakkan jemarinya dari dada melewati leher Alex, setelah itu mengelus rahang suaminya dengan perlahan." Terima kasih, mas Alex," ujar Claudia dengan tersenyum.


"Harusnya aku yang berterima kasih padamu. Karena sudah melahirkan anak-anak ku dan kalian bertiga sehat sampai detik ini," balas Alex.


Claudia bergerak lebih dulu untuk mencium bibir Alex, dan suaminya menyambut dengan begitu terbuka. Pagutan mereka terasa begitu lekat dan hangat, apalagi saat tangan Claudia melingkari leher Alex dan tangan Alex memeluk pinggang Claudia.


"Jadi, mau haand job atau bloowjob?" tanya Claudia sambil meraba burung suaminya.


Alex menahan tangan Claudia agar tidak berbuat lebih jauh." Not now, honey. Nanti saja..."


"Kenapa?" tanya Claudia dengan kedua alis sedikit terangkat.


"Karena..." Suara Alex terhenti sejenak saat mendengar rengekan bayi dari arah luar." Reagan sedang mencari kita."


"Oh, iya... kalau begitu aku keluar duluan," seru Claudia sambil berdiri.


Claudia keluar dari bathtube dengan hati-hati karena kakinya masih licin. Dia mencuci badan sekilas dibawah shower, lalu buru-buru mengambil jubah handuk untuk membungkus tubuhnya.


"Tunggu, sayangku," seru Claudia sembari menyimpulkan jubahnya.


Setelah itu, Claudia memeriksa Reagan dan menemukan popok bayi itu penuh sehingga membuatnya menangis karena tidak nyaman. Claudia lalu mengganti popok bayinya dengan hati-hati.


Setelah selesai mengganti popok, Claudia kemudian meenyusui bayinya. Alex datang beberapa menit kemudian dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut istrinya.


"Mama sudah menghubungi agen penyalur tenaga kerja untuk mencari baby sister untuk membantu kita merawat baby Reagan. Selama kita mencari baby sister untuk mengurus anak kedua kita, maka untuk sementara waktu kita bisa meminta pada Dian untuk mengurus baby Reagan. Lagian Ara juga sudah besar dia tidak terlalu membutuhkan baby sister tidak seperti baby Reagan yang masih bayi yang sangat membutuhkan Dian," ujar Alex.


"Apa Ara akan marah pada kita karena menyuruh baby suster dia untuk mengurus baby Reagan?" tanya Claudia yang merasa takut anak perempuan nya merasa tersinggung dan marah pada mereka.


"Aku yakin Ara tidak akan marah pada kita. Lagian kita hanya meminta Dian selama kita belum menemukan baby sister yang cocok untuk anak kita. Jika kita sudah menemukannya maka kita tidak akan meminta Dian untuk mengurus baby Reagan lagi," ujar Alex.


"Baiklah, kalau begitu kita akan meminta bantuan Dian untuk merawat baby Reagan. Setelah kita menemukan baby sister baru, maka kita tidak akan meminta bantuan Dian lagi," ujar Claudia yang mengikuti saran dari suaminya.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2