One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Pembunuh Berdarah Dingin )


__ADS_3

Di Perusahaan Apple Inc


Perusahaan yang dulunya bernama Apple Computer, Inc, adalah perusahaan yang mendesain, mengembangkan, dan menjual perangkat elektronik, software komputer, dan PC. Didirikan oleh Steve Jobs, dan dua temannya Steve Wozniak dan Ronald Wayne pada tahun 1976, perusahaan ini bermarkas di Cupertino California.


Perusahaan ini terkenal dengan produk andalannya yaitu Mac untuk komputer, iPod untuk music player, iPhone untuk smarthphone, dan iPad untuk tablet. Tak hanya itu, Apple juga menyediakan media browser iTunes, dan web browser Safari.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Maaf tuan, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan Alex," ujar Laura dengan sopan.


"Suruh dia masuk," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Laura seraya pergi dari sana.


Cklek


"Bagaimana? Apa kalian sudah berhasil mencari keberadaan istri ku?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Maaf tuan, kami sudah berusaha mencari keberadaan nyonya muda tapi sampai sekarang kami belum berhasil mencarinya," ujar anak buah Alex dengan wajah ketakutan.


Brak


"Dasar bodoh. Kenapa mencari satu orang saja kalian tidak becus? Sekarang apalagi alasan kalian? Jika dulu kalian tidak bisa mencari istri ku di karenakan tidak memiliki petunjuk apapun. Sekarang aku sudah memberikan kalian foto beserta nama lengkap istri ku tapi kenapa kalian tetap saja tidak bisa menemukan keberadaan istri ku?" tanya Alex seraya menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Maaf tuan..."


"Aku tidak butuh maaf kalian bodoh," potong Alex dengan emosi.


"Walaupun tuan tidak mau mendengarkan kata maaf dari kami. Kami tetap meminta maaf pada tuan. Karena dengan kata maaf tuan pasti akan memaafkan kami," ujar anak buah Alex yang paling bodoh di antara mereka semua.


Brak


"Apa kamu mau mati, hah," bentak Alex dengan wajah emosi.

__ADS_1


"Kenapa tuan suka sekali mengancam anak buah tuan? Jika tuan tidak percaya pada kami lebih baik tuan cari saja sendiri sampai ketemu," ujar anak buah Alex yang keceplosan bicara.


Mendengar perkataan anak buahnya membuat Alex, semakin emosi. Dia tidak menyangka ada orang yang berani melawan dirinya. Apa karena dia terlalu baik pada mereka sehingga membuat mereka berani melawan dirinya seperti ini.


"Kau... beraninya kamu melawan ku." Setelah mengatakan itu dia langsung melangkah ke arah anak buahnya yang sedari tadi melawan dirinya.


Tanpa aba-aba langsung saja dia mencekik leher anak buahnya dan menyeretnya ke arah jendela yang ada di dalam ruangan kerjanya.


"To... tolong le... lepaskan aku tuan," ujar anak buah Alex dengan terbata-bata.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak bisa mendengarnya? Apa kamu mau melompat dari atas gedung ini? Jika iya, biar aku bantu kamu sekarang," ujar Alex yang sengaja membuka jendela kaca yang ada di dalam ruangan kerjanya.


"Ja... jangan tuan. Aku minta maaf tuan," ujar anak buah Alex dengan wajah ketakutan.


"Kenapa sekarang kamu takut? Bukannya kamu tadi sangat berani melawan ku?" tanya Alex yang belum melepaskan anak buahnya.


Saat ini anak buahnya sedang berada di dekat jendela kaca. Jika Alex melepaskan tangannya otomatis dia langsung terjatuh ke bawah.


Melihat Alex yang ingin membunuh temannya membuat anak buah Alex yang lain langsung memanggil Andre agar mau menolong temannya itu dari amukan singa jantan. Jika tidak di hentikan maka temannya akan meninggal saat ini juga.


Cklek


"Hentikan tuan," teriak Andre dengan suara keras.


"Kenapa kamu menghentikan aku Ndre? Apa kamu mau mengantikan dia? Jika iya, maka dengan senang hati aku membantu kamu agar cepat mati," ujar Alex yang kehilangan akal sehatnya gara-gara di tinggal istrinya.


Glek


"Oh Tuhan... Kenapa tuan Alex sekarang kembali ke sifat aslinya? Padahal sudah lama aku tidak melihat tuan Alex bersifat kejam seperti ini? Tapi sekarang, dia kembali ke wujud aslinya gara-gara kehilangan wanita yang sangat di cintai oleh nya," batin Andre dengan wajah ketakutan.


"Apa tuan sudah lupa? Kalau istri tuan saat ini sedang hamil, setahu saya jika istri kita sedang hamil pantang bagi kita membunuh orang. Karena jika tuan melakukan itu bisa saja saat anak tuan lahir ke dunia ini anak tuan akan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin ( Psikopat)," ujar Andre, walaupun ketakutan dia tetap melakukan ini untuk mencegah agar atasannya tidak lagi menjadi pembunuh seperti dulu.


Benar kata orang, jangan membangunkan singa yang sedang tertidur jika kamu tidak mau di mangsa olehnya. Sama halnya dengan Alex, dia sudah lama tidak membunuh orang tapi sekarang dia kembali menjadi seorang pembunuh berdarah dingin atau biasa di sebut psikopat.


Jika saja tidak ada Andre mungkin saat ini anak buahnya pasti sudah meninggal saat ini juga karena di lempar dari atas gedung ini.


Mendengar perkataan asisten pribadinya membuat Alex tersadar. Tanpa kata apapun dia langsung mendorong anak buahnya ke arah belakang. Sementara dirinya masih termenung di dekat jendela kaca nya.

__ADS_1


"Oh Tuhan... hampir saja tuan Alex membunuh orang. Di mana anda nyonya Claudia? Apa anda tahu, suami anda sekarang sudah menjadi orang gila gara-gara kepergian anda? Kembali lah ke sisi tuan Alex nyonya Claudia. Jika tidak, aku tidak bisa menjamin apa bisa mencegah tuan Alex melakukan sesuatu di luar nalar," batin Andre dengan wajah cemas.


"Kenapa dia pergi Ndre? Apa aku suami yang buruk untuk nya? Kamu tahu Ndre, aku tidak bisa hidup tanpa dia... Hiks... Hiks..." Alex berucap seraya terisak.


Mendengar perkataan atasannya membuat Andre geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka atasannya sekarang sangat kacau dan hancur dari pada dulu. Jika dulu dia masih bisa mengontrol emosi nya, tapi sekarang sedikit saja salah ucap dia langsung berubah seperti psikopat.


"Ayo tuan kita duduk dulu," ujar Andre seraya menuntun atasannya menuju ke arah sofa yang ada di dalam ruangan kerja Alexander."


"Hey kalian, cepat tutup jendela nya. Dan kalian bisa pergi dari sini," titah Andre dengan tegas.


Dia sengaja menyuruh anak buah atasannya untuk pergi dari sini, sebelum Alex melakukan sesuatu pada mereka.


Mendengar perkataan Andre tanpa kata apapun mereka langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Andre. Setelah itu mereka langsung pergi dari sana sebelum tuan nya melakukan sesuatu pada mereka.


"Di mana Claudia Ndre? Cepat cari dia sampai ketemu, Aku tidak sanggup jika di pisahkan dengan anak ku lagi. Cukup Ara yang dia pisahkan sekarang aku tidak sanggup kehilangan momen saat istri ku melahirkan."


"Aku ingin selalu berada di dekat anak ku Ndre! Bahkan aku sudah lama menyiapkan nama untuk anak ku, walaupun aku belum tahu apa jenis kelamin nya. Tapi aku tetap menyiapkan dua nama untuk anak ku nanti."


"Satu nama untuk bayi perempuan dan satu lagi untuk bayi laki-laki. Tapi sekarang, aku tidak bisa lagi melihat mereka Ndre. Karena sekarang istri ku sudah pergi meninggalkan aku. Untuk apa aku hidup Ndre, jika separuh hidup ku pergi meninggalkan aku sendiri di sini... Hiks... Hiks..." Alex berucap seraya terisak.


Mendengar perkataan atasannya membuat Andre ikut meneteskan air mata nya. Baru kali ini dia melihat atasannya yang sangat putus asa seperti ini. Dia ingin membantu menemukan istri atasannya, tapi tetap saja dia tidak bisa mencari keberadaan nya. Padahal mereka sudah mengerahkan semua anak buahnya tapi tetap saja tidak bisa menemukan istri atasannya.


Mereka sudah mencari di bandara, stasiun, dan masih banyak tempat lain tapi tetap saja tidak bisa di temukan. Dia sangat heran bagaimana bisa istri atasannya bisa menghilang dari negara ini tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


"Apa jangan-jangan nyonya Claudia masih berada di negara ini? Tapi, di mana? Karena nyonya Claudia hanya memiliki dua orang yang dekat dengan nya yaitu mama angkat nya dan kakak angkat nya. Mustahil jika nyonya Claudia pergi ke tempat mereka, karena jika dia pergi ke tempat mereka pasti akan mudah di temukan oleh anak buah tuan Alex," batin Andre.


Andre merasa bersalah karena lagi-lagi tidak bisa membantu atasannya. Dia merasa menjadi orang yang tidak berguna untuk atasannya. Padahal atasannya selama ini sudah begitu baik padanya, tapi dia justru tidak bisa membantu atasannya saat mengalami musibah karena kehilangan istrinya seperti ini.





Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2