One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Tidur Bersama )


__ADS_3

Tidur Bersama Di Kamar Hotel


Pagi hari Claudia lebih dulu membuka matanya, dia melihat kesamping ternyata suaminya masih terlelap sambil memeluk tubuhnya dengan erat.


Claudia yang baru ingat kalau semalam dia telah menghabiskan malam yang panjang dengan Alex sangat malu. Entah kenapa dia semalam bisa terlena dengan sentuhan Alex hingga dia mau melakukan itu dengan nya.


Claudia turun dari tempat tidur dengan hati-hati takut mengganggu Alex yang masih terlelap, dan berjalan memasuki kamar mandi karena sudah kebelet mau Buang air kecil.


Sampai dikamar mandi ia tak cuma buang air kecil tapi sekalian membersihkan tubuhnya.  Tiga puluh menit berlalu Claudia keluar dari dalam kamar mandi.


Ia menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang masih tidur dengan posisi meringkuk memeluk bantal gulingnya. Setelah memakai pakaian nya Claudia berjalan menghampiri Alex yang masih betah dengan mimpinya.


"Mas Alex bangun," ujar Claudia sambil menggoyangkan tubuh Alex.


Sehingga Alex terbangun saat mendengar suara Claudia. Jam berapa sekarang?" tanya Alex sambil merenggangkan otot tubuhnya.


"Sudah jam 9 pagi mas," jawab Claudia dengan cepat.


Alex yang mendengar jam 9 pagi langsung mendudukkan tubuhnya dan bersandar di headboard ranjang.


"Mas Alex pergi mandi dulu. Aku sudah mempersiapkan air hangat untuk mas Alex di dalam kamar mandi," titah Claudia dengan suara lembut.


"Baik sayang. Aku mau mandi dulu," jawab Alex seraya pergi ke kamar mandi.


Claudia yang melihat Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi langsung mempersiapkan pakaian yang akan di pakai Alex nanti.


Walaupun dia belum mencintai Alex. Dia tetap akan mengurus keperluan suaminya dengan sepenuh hati. Karena ini sudah menjadi kewajiban dia sebagai istri Alexander.


Tiga Puluh Menit Berlalu


Alex keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, hingga terlihat otot-otot dan perut sixpacknya Alex. Claudia yang melihatnya merasa malu, karena dia belum pernah melihat tubuh laki-laki selain Alex suaminya.


"Apa kamu mau pegang ini sayang?" tanya Alex menggoda istrinya.


"Dasar mesum," teriak Claudia dengan kesal, seraya memalingkan wajahnya ke arah lain.


Hahahaha


"Kenapa sayang? Apa kamu malu? Kenapa kamu harus malu, bukannya kamu sudah pernah melihatnya bahkan merasakannya?" tanyak Alex dengan mata genitnya.


"Berhenti bicara seperti itu. Lebih baik kamu pakai baju sana," titah Claudia dengan tegas.


"Baiklah," jawab Alex seraya mengambil baju yang sudah di persiapkan oleh istrinya.


"Sayang? Kenapa kamu tidak memberikan aku pakaian dalam. Kamu ingin aku cuman pakai ini saja?" tanya Alex dengan santai.


Berbeda dengan Claudia. Saat mendengar perkataan Alex membuat dia sangat malu, bahkan wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebut.


"Oh Tuhan... Kenapa dia tidak ada malunya sedikit pun. Apa dia tidak melihat kalau aku sangat malu saat mendengar dia bicara seperti itu," batin Claudia dengan kesal.


Sementara Alex yang melihat istrinya malu seperti itu, membuat dia mati-matian menahan tawanya agar tidak keluar. Dia sangat suka menggoda istrinya karena itu menjadi hiburan baginya.


"Mas Alex ambil sendiri saja pakaian dalam nya. Mas kan punya tangan sendiri ngapain menyuruh aku yang ambilkan segala," jawab Claudia dengan cepat.


Alex yang tidak mau mempermasalahkan hal ini lagi. Akhirnya dia mengambil sendiri dan memakai nya pas di depan istrinya.


Claudia yang melihat Alex memakai baju di depannya langsung saja dia memalingkan wajahnya karena malu.


Tok... Tok... Tok...


Cklek


"Permisi nyonya... saya mau antarkan pesanan nyonya tadi," ujar pelayan hotel itu dengan sopan.

__ADS_1


"Oh... silahkan masuk.Tarok saja makannya di atas meja yang ada di sana," titah Claudia seraya menunjuk ke arah meja makan.


"Baik nyonya," jawab pelayan itu seraya menaruh makanan pesanan Claudia tadi.


"Ini tips untuk kamu," ujar Claudia seraya memberikan dia beberapa lembar uang tunai pada pelayan itu.


"Terima kasih nyonya. Saya permisi dulu," ujar pelayan itu seraya pergi dari sana yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.


"Ayo mas kita makan dulu," Ajak Claudia dengan sopan.


"Baik," jawab Alex seraya duduk di depan istrinya.


"Apa semuanya sudah siap sayang?" tanya Alex saat dia melihat istrinya sedang membereskan pakaian di dalam koper yang tadi pagi di antar kan oleh orang suruhan orang tuanya.


"Sudah mas," jawab Claudia dengan cepat.


"Ya, sudah. Kita pulang ke mansion sekarang, " titah Alex dengan tegas.


"Di mana mereka mas?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Mereka sudah pada pulang. Cuman kita yang masih ada di hotel ini," jawab Alex dengan lembut.


Beberapa Menit Kemudian


Sampailah mereka di mansion Alexander Lemos. Mansion yang sengaja dia persiapkan beberapa tahun lalu untuk calon istrinya. Tidak sia-sia dia menunggu wanita yang sangat dia cintai itu, karena sekarang Claudia sudah menjadi milik dia seutuhnya.



"Selamat datang di mansion kita sayang," ujar Alex dengan senyum bahagia.


"Ini mansion siapa mas?" tanya Claudia dengan wajah bingung.


"Ini mansion kita. Aku sengaja membeli dan merenovasi mansion ini hanya untuk kamu sayang," jawab Alex dengan lembut.


"Ayo kita masuk ke dalam sayang," ajak Alex seraya membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Tunggu mas! Di mana Ara? Apa dia ada di dalam mansion ini?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Tidak sayang! Ara ada di mansion papa dan mama. Kamu tahu sendiri, sejak mama tahu dia memiliki cucu. Ara tidak di bolehin untuk tinggal bersama kita. Itu sebabnya kita harus membuat adik untuk Ara agar rumah kita tidak sepi seperti ini," jawab Alex dengan mata genitnya.


"Awwssstt! Kenapa kamu menginjak kaki aku sayang?" tanya Alex yang kesal pada istrinya.


"Itu akibatnya kalau kamu bicara mesum," jawab Claudia dengan wajah tanpa dosa karena sudah menginjak kaki suaminya.


"Tapi kamu suka kan aku berbuat mesum. Buktinya kamu selalu memanggil nama aku di saat kamu sedang mend*s*ah," ujar Alex seraya menggoda istrinya.


"Dasar laki-laki gila. Claudia mengumpat suaminya seraya menghentakkan kakinya karena kesal dengan Alex. Setelah itu, dia langsung pergi begitu saja dari sana tanpa menunggu suaminya.


Hahahaha


"Sayang... tunggu aku," teriak Alex seraya berlari mengejar istrinya.


Di Dalam Mansion



"Selamat datang tuan muda... nyonya muda," sapa kepala Susan kepala pelayan di mansion itu dengan sopan.


"Suruh semuanya berkumpul di ruangan ini segera," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan muda," jawab Susan kepala pelayan itu seraya memanggil seluruh para pekerja untuk berkumpul di ruangan ini.


Beberapa Menit Kemudian

__ADS_1


"Mulai sekarang apapun perintah istri saya di rumah ini kalian harus menjalankan nya dengan segera. Jika di antara kalian yang tidak mendengarkan atau tidak menghormati istri saya. Saya akan pastikan hidup kalian tidak akan tenang. Apa kalian mengerti," titah Alex dengan tegas pada seluruh pekerja yang ada di mansion ini.


"Kami mengerti tuan muda," jawab mereka dengan serentak.


"Kalian bisa kembali bekerja dan kamu, cepat bawa koper istri saya ke kamar saya segera," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan muda," jawab mereka serentak seraya pergi dari sana.


"Ayo sayang! Kita ke atas," ajak Alex seraya menggandeng tangan istrinya dengan mesra.


Di Kamar Alexander



"Bagaimana sayang? Apa kamu suka dengan kamarnya? Jika tidak, aku akan merenovasi kamar ini sesuai keinginan kamu?" tanya Alex dengan lembut.


"Tidak perlu mas, aku suka dengan kamar ini," jawab Claudia dengan cepat.


"Baiklah jika kamu suka dengan kamar ini. sebaiknya kamu mandi dulu saja, aku mau pergi ke ruang kerja dulu," ujar Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.


Di Kamar Mandi



Claudia yang melihat kamar mandi yang ada di kamar Alex merasa takjub. Karena ini benar-benar mewah dan elegan.


"Oh Tuhan... Tidak salah dia di sebut sebagai penguasa negara ini. Kamar mandinya saja sangat besar seperti ini. Bagaimana dengan ruangan lain, pasti tak kalah besar dan mewah. Sudahlah, lebih baik aku mandi saja," ujar Claudia pada dirinya sendiri.


Beberapa Menit Kemudian


"Aku harus nganti baju di mana?" tanya Claudia dengan bingung.


"Seperti nya itu ruang nganti baju," sambungnya lagi seraya memasuki walk in closet.


Ruangan Walk In Closet



"Wah... punya siapa ini. Kenapa banyak sekali perlengkapan wanita di sini?" tanya Claudia yang terkejut saat melihat banyak sekali barang-barang branded.


"Itu semua milik kamu sayang," sahut Alex yang baru masuk ke dalam ruangan nganti.


"Mas serius?" tanya Claudia yang belum yakin sepenuhnya.


"Tentu sayang? Ini semua aku persiapkan untuk kamu," jawab Alex dengan lembut.


"Terima kasih mas. Sekarang mas keluar dulu dari sini. Karena aku mau nganti baju dulu," ujar Claudia seraya menyuruh Alex keluar dari ruang nganti.


"Baik. Aku keluar dulu, kalau kamu perlu sesuatu beritahu aku atau bibi saja. " Apa kamu mengerti sayang," titah Alex dengan tegas.


"Oke. Mas," jawab Claudia dengan cepat.


"Aku merasa seperti mimpi bisa menikah dengan dia. Jika seandainya ini mimpi, aku rela tidak bangun lagi asal selalu ada bersama dengan wanita yang aku cintai," batin Alex dengan raut wajah bahagia.





Bersambung.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2