
Di Perjalanan
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo Clau! Ada apa kamu menghubungi aku?" tanya seseorang yang ada di sebrang sana.
π "Apa kak Alice bisa datang ke mansion aku sekarang juga?" tanya Claudia dengan penasaran.
π "Ada apa kamu menyuruh aku datang ke sana? Apa terjadi sesuatu pada kamu?" tanya Alice dengan wajah khawatir.
π "Iya, tolong cepat datang ke sini. Dan jangan beritahu pada siapapun kalau kak Alice mau ke sini," ujar Claudia dengan cepat.
π "Baik, aku akan datang ke sana sekarang juga," jawab Alice seraya mematikan smartphone nya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu terlihat cemas seperti itu?" tanya Maxim dengan penasaran.
"Ini, ada masalah di restoran kami. Itu sebabnya aku ingin mengecek sendiri apa yang sebenarnya terjadi di sana." Jelas Alice yang terpaksa berbohong pada suaminya.
"Apa kamu butuh bantuan aku untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di restoran kamu?" tanya Maxim yang ingin membantu istrinya.
"Tidak perlu mas, aku masih bisa mengatasinya sendiri," jawab Alice yang di tanggapi anggukan kepala oleh Maxim.
"Maaf mas karena aku sudah berbohong pada kamu. Tapi aku sudah berjanji pada Claudia untuk tidak bilang pada siapapun kalau aku pergi menemui dia di mansion nya itu," batin Alice dengan perasaan bersalah karena sudah berbohong pada suaminya.
"Kalau begitu aku pergi dulu," ujar Alice.
"Iya, hati-hati di jalan," ujar Maxim dengan lembut.
"Iya, mas," jawab Alice seraya pergi dari sana.
β’
β’
β’
Di Mansion Alexander Lemos
Beberapa jam kemudian sampailah Claudia di mansion Alexander Lemos. Claudia yang sedang melamun di kejutkan oleh supir pribadinya sehingga membuat dia tersadar dari lamunannya.
"Kita sudah sampai nyonya," ujar supir itu dengan sopan.
"Ah... iya pak! Ada apa?" tanya Claudia saat tersadar dari lamunannya.
"Kita sudah sampai nyonya," ujar supir itu lagi.
"Terima kasih pak," ujar Claudia seraya turun dari mobil.
"Sama-sama nyonya," ujar supir itu seraya melihat majikannya yang masuk ke dalam mansion nya.
__ADS_1
Di Ruang Keluarga
"Clau! Ada apa kamu menyuruh aku datang ke sini? Apa kamu ada masalah?" tanya Alice dengan perasaan khawatir.
"Mas Alex kak! Mas Alex... Hiks... Hiks..." Claudia berucap seraya terisak.
"Ada apa dengan suami kamu? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Alice dengan perasaan cemas.
"Mas Alex selingkuh dengan perempuan lain kak... Hiks... Hiks..." Jelas Claudia seraya terisak.
"Apa?" teriak Alice yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
"Apa yang kamu katakan Clau? Aku tidak percaya kalau suami kamu selingkuh di belakang kamu," ujar Alice yang tidak menyangka kalau suami adiknya bisa selingkuh dengan perempuan lain padahal selama ini dia sangat tahu bagaimana suaminya adiknya begitu mencintai dia.
"Ini benar terjadi kak. Aku lihat dengan mata kelapa aku sendiri kalau mas Alex sedang berpelukan di atas sofa di ruangan nya. Aku sangat yakin mereka pasti habis bercinta di raungan itu," ujar Claudia seraya menahan emosi.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa benal daddy selingkuh dengan pelempuan lain mom?" tanya Ara yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Iya, sayang! Daddy kamu tidak sayang lagi pada mommy sehingga dia selingkuh dengan perempuan lain," ujar Claudia seraya menahan emosi saat mengingat kejadian saat perempuan itu berpelukan dengan suaminya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ya wajal lah daddy lebih memilih pelempuan lain dali pada mommy. Lihat keadaan tubuh mommy sekalang mana mungkin daddy menyukai mommy yang sudah menjadi ngendut sepelti itu. Pasti daddy sudah bosan cama mommy. Itu sebab na daddy mencali pelempuan yang lebih antik dan sexy dali pada mommy," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Apa benar kak Al kalau mas Alex mencari perempuan lain karena aku sudah tidak cantik dan menarik lagi?" tanya Claudia dengan wajah sendu.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ya, sudah. Kalau ndak pelcaya apa kata Ala, yang penting Ala sudah kasih tau penyebab daddy belpaling dali mommy," sahut Ara dengan wajah tanpa bersalah.
"Ini bocah bukan nya menenangkan ibunya agar tidak sedih lagi tapi dia justru malah menambah masalah," batin Alice dengan wajah kesal.
"Hey bocah, apa kamu bisa diam? Bukannya menenangkan mommy nya yang sedang sedih ini kamu malah membuat dia tambah sakit hati gara-gara ucapan kamu yang pedas itu," ujar Alice dengan wajah kesal.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Solly aunty lilis, kita ini ndak boleh belbohong itu sebab na Ala lebih baik bicala sesuai fakta kalau mommy itu emang sudah ndak menalik lagi," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.
"Kau..." Alice sangat kesal pada keponakan nya itu yang suka bicara sembarangan. Ingin sekali dia membuang keponakan nya itu ke laut biar mati sekalian.
"Apa?" tanya Ara dengan wajah polos.
"Kenapa mas Alex jahat banget sama aku kak Al? Aku begini juga gara-gara dia yang sudah membuat aku hamil. Jika bukan karena dia aku tidak akan menjadi seperti ini. Aku ingin seperti dulu tapi bagaimana caranya sedangkan aku sedang hamil?" tanya Claudia dengan bingung.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Itu salah mommy sendili yang ndak mendengalkan perkataan Ala. Sudah Ala bilang mommy ndak usah memiliki anak lain lagi tapi mommy malah ndak mau mendengalkan na. Jadi tanggung sendili akibat na. Lihat sekalang daddy malah belpaling pada cewek lain kan," sahut Ara.
__ADS_1
"Bukan mommy yang ingin memiliki anak lagi tapi daddy kamu. Jika kamu mau, salahkan saja daddy kamu," ujar Claudia dengan wajah kesal.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Itu kalena mommy sangat mudah di bodohin cama daddy. Padahal daddy sengaja menuluh mommy hamil lagi bial dia puna alasan buat selingkuh dengan cewek lain," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa karena sudah meracuni pikiran ibunya agar semakin membenci ayahnya.
"Hiks... Hiks... Apa benar yang di katakan oleh Ara kalau mas Alex sengaja menyuruh aku hamil lagi agar dia bisa bebas selingkuh dengan wanita lain, kak Al?"
"Karena semenjak aku hamil aku sama sekali tidak di bolehin kemana-mana bahkan perusahaan aku pun dia yang mengurusnya. Sedangkan aku di suruh duduk di mansion saja bahkan untuk keluar saja harus meminta izin dulu darinya."
"Baru hari ini aku tidak meminta izin padanya, tapi apa yang aku lihat dia justru malah asyik berduaan dengan perempuan murahan itu. Sekarang aku sudah tahu kenapa mas Alex tidak memperbolehkan aku ke luar dari mansion ini pasti dia takut ketahuan selingkuh di belakang aku," ujar Claudia dengan wajah kesal.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Clau! Belum tentu yang kamu pikirkan itu benar. Mungkin saja suami kamu ada alasan lain kenapa sampai tidak memperbolehkan kamu keluar dari mansion ini," ujar Alice.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Jangan pelcaya pelkataan aunty Lilis mom. Mungkin saja aunty Lilis sengaja membela daddy kalena dia sudah di suap cama daddy agal selalu membela na. Tujuan na hanya satu agal mommy ndak malah cama daddy jika sampai daddy ketahuan selingkuh di belakang mommy," sahut Ara yang semakin memanasi ibunya agar membenci ayahnya.
Sekarang dia sangat membenci ayahnya yang sudah menyakiti ibunya. Jika dulu dia yang mendekatkan ayahnya agar mau menerima ayahnya tapi sekarang malah dia yang ingin menjauhkan ayahnya karena sudah selingkuh di belakang ibunya.
"Awas saja jika daddy telbukti selingkuh di belakang mommy, maka jangan salahkan Ala jika daddy kehilangan mommy. Dan lihat saja apa yang akan Ala lakukan pada selingkuhan daddy nanti," batin Ara dengan seringai liciknya.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia semakin yakin untuk pergi meninggalkan suaminya. Dia tidak sanggup jika harus melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.
"Kak Al... bawa aku pergi dari sini. Aku tidak sanggup jika melihat mas Alex lebih memilih perempuan itu dari pada aku," ujar Claudia.
"Clau! Jangan ulangi kesalahan seperti dulu lagi. Apa kamu tega memisahkan anak dari ayah kandungnya sendiri?" tanya Alice.
"Keputusan aku sudah bulat kak. Untuk apa aku tinggal di sini sedangkan mas Alex sudah tidak peduli lagi pada aku dan anaknya sendiri. Jika kak Alice tidak mau membantu aku maka aku akan pergi sendiri," ujar Claudia seraya mengancam Alice agar mau membantunya lepas dari Alex suaminya sendiri.
"Oke, aku akan membantu kamu pergi dari sini tapi aku tidak bisa ikut dengan kamu Clau karena kamu tau sendiri kalau aku sekarang sudah menikah jadi tidak mungkin aku meninggalkan mas Maxim di sini sendiri," ujar Alice dengan wajah bersalah.
"Tidak apa-apa kak, aku bisa jaga diri sendiri. Kak Alice tidak usah khawatir padaku," ujar Claudia yang merasa lega saat mendengar kalau Alice mau membantunya pergi dari sini.
"Clau! Aku mohon pikirkan sekali lagi keputusan kamu itu. Aku tidak mau kamu menyesal nanti," ujar Alice.
"Aku sudah yakin dengan keputusan aku kak. Untuk apa aku tinggal di sini yang ada aku malah tambah sakit hati jika melihat mas Alex hidup bersama dengan wanita murahan itu," ujar Claudia seraya menahan emosi.
"Terserah kamu saja Clau," ujar Alice dengan wajah kesal.
Dia tidak tau lagi bagaimana cara membujuk adiknya agar jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti dulu. Tapi tetap saja adiknya tidak mau mendengarkan dia. Mau tidak mau dia terpaksa membantu Claudia untuk pergi dari mansion ini.
"Oh Tuhan... buatlah adik aku berubah pikiran. Aku takut dia menyesal karena sudah meninggalkan suaminya gara-gara salah paham. Aku sangat yakin tuan Alex tidak mungkin selingkuh dengan wanita lain. Tapi apa yang bisa aku lakukan untuk mencegah kepergian Claudia?" batin Alice dengan bingung.
β’
β’
β’
__ADS_1
Bersambung....
πΏ πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΏ