
Di Bandara Internasional Amerika Serikat
Saat ini mereka semua sudah berada di dalam pesawat pribadi Alexander. Pesawat yang sangat mewah dengan interior yang sangat indah dan Elegan.
"Sayang?" Apa benar ini pesawat pribadinya kamu?" tanya Nabila dengan suara manja.
"Tentu sayang. Kamu wanita pertama yang aku bawa berlibur menggunakan pesawat ini. Apa kamu suka sayang?" tanya Alex dengan suara lembut.
"Kamu serius sayang. Apa itu artinya, istri kamu belum pernah naik pesawat ini?" tanya Nabila dengan wajah terkejut.
"Iya. Kamu wanita pertama yang menaiki pesawat ini," ujar Alex dengan lembut.
"Terima kasih sayang. Apa itu artinya aku wanita istimewa buat kamu? Karena kamu lebih memilih membawa aku berlibur dari pada istri kamu itu," ujar Nabila seraya bergelut manja dengan Alex yang di jawab anggukan kepala oleh Alex.
"Sayang, lebih baik kita duduk di sana dulu biar kamu tidak capek berdiri," ujar Alex dengan mesra seraya menggandeng tangan Nabila agar bisa duduk di sofa yang ada di pesawat tersebut.
"Ok sayang. Kamu perhatian banget sih. Aku jadi semakin cinta sama kamu," ujar Nabila dengan senyum bahagia.
"Lihat wanita itu Mom. Cepelti na dia suka cama daddy. Kita halus secepat na memisahkan meleka agal posisi mommy ndak digantikan cama pelempuan jelek itu," ujar Ara seraya menakuti ibunya.
"Kurang ajar. Beraninya wanita pelakor itu mendekati mas Alex. Bahkan dia menyebut suami aku dengan panggilan sayang. Awas saja kamu wanita pelakor. Aku tidak akan membiarkan kamu merebut posisi aku sebagai nyonya muda Alexander Lemos," batin Claudia dengan wajah kesal.
"Kamu benar sayang. Mommy tidak akan membiarkan wanita pelakor itu mengantikan posisi mommy sebagai nyonya Alexander Lemos." Claudia mengepalkan tangannya dengan saat erat.
"Yes. Cepelti na mommy sedang cembulu saat melihat daddy dekat dengan aunty Nabila," batin Ara dengan wajah bahagia.
"Awwssstt..." Perih Banget," ujar Nabila.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Alex dengan wajah cemas.
"Coba kamu lihat mata aku seperti nya ke masukan debu. Ini perih banget sayang," ujar Nabila dengan suara manja.
"Apa yang harus aku lakukan sayang?" tanya Alex dengan wajah bingung.
"Tentu saja meniup mata Aku agar tidak perih lagi." Nabila menjawab dengan suara manja.
"Kurang ajar. Berani sekali wanita ini menyuruh aku melakukan itu. Jika tidak ingat rencana untuk membuat Claudia cemburu. Sudah aku lempar dia dari atas pesawat ini," batin Alex seraya menahan emosi agar tidak meledak.
"Sini sayang. Aku tiup matanya biar tidak perih," ujar Alex seraya meniup mata Nabila dengan lembut.
"Apa sudah baikan sayang?" tanya Alex dengan penuh perhatian.
"Sudah sayang. Terima kasih karena kamu sudah perhatian sama aku," ujar Nabila seraya memeluk lengan Alex dengan mesra.
__ADS_1
"Sama-sama sayang. Bagaimana mungkin aku membiarkan wanita kesayangan aku, sakit seperti ini," ujar Alex dengan senyum terpaksa.
"Lihat mom. Cepelti na wanita jelek itu, sudah belhasil melebut pelhatian daddy. Tenapa mommy cuman diam saja sejak tadi? Apa mommy mau daddy menikah cama wanita jelek itu?" tanya Ara dengan penasaran saat melihat ibunya yang hanya diam saja sejak tadi.
"Mommy lagi menunggu momen yang tepat untuk menangkap perselingkuhan mereka. Agar mommy punya alasan kuat untuk menabrak mereka berdua," ujar Claudia dengan penuh emosi.
"Tenapa mommy menyebut daddy selingkuh cama wanita jelek itu? Bukan na mommy sendili yang membeli ijin daddy untuk mengajak wanita jelek itu agal pelgi belibul cama daddy? tanya Ara dengan bingung.
"Mana mungkin mommy mengizinkan daddy kamu dekat dengan wanita lain. Orang kemarin mommy cuman bercanda. Tapi daddy kamu malah melakukan apa yang mommy suruh. Emang dia laki-laki mesum, tidak bisa melihat wanita cantik sedikitpun," ujar Claudia seraya menahan emosi.
Mendengar perkataan ibunya membuat Ara menahan tawanya agar tidak keluar. Dia senang bisa membuat ibunya cemburu. Itu artinya misi untuk mempersatukan kedua orang tuanya akan segera terwujud.
•
•
•
Di Mansion Alexander
Saat ini Angelina sedang berada di kediaman Alexander. Pada saat dia berada di dalam mansion ternyata malah sepi.
"Bi... Bi Susan," panggil Angelina dengan suara keras.
"Kenapa rumah sangat sepi? Alex dan yang lainnya pada kemana?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Tuan Alex sedang pergi berbulan madu," jawab Bibi Susan dengan sopan.
"Terus Ara kemana? Kenapa mereka tidak mengantar Ara ke mansion saya?" tanya Angelina dengan bingung.
"I... itu nyonya besar. Nona kecil juga ikut bersama dengan mereka," jawab Bibi Susan dengan terbata-bata.
"Apa?" teriak Angelina dengan wajah terkejut saat mendengar perkataan pembantu di mansion anaknya itu.
"Kenapa mereka pergi berbulan madu malah membawa Ara?" tanya Angelina dengan penasaran.
" Aduh. Apa yang bisa aku katakan pada nyonya besar? Aku tidak mungkin memberitahukan padanya kalau tuan Alex pergi berbulan madu sama wanita lain. Sedangkan mereka berdua pergi menyusul tuan Alex hanya untuk menggagalkan acara tuan Alex bersama dengan wanita selingkuhan nya itu," batin Bibi Susan dengan wajah cemas.
"Kenapa Bibi diam? Jika mereka mau berbulan madu seharusnya Ara tidak usah di ajak. Lagian sejak kapan orang pergi berbulan madu mengajak anaknya segala. Seharusnya mereka bisa menitipkan Ara pada kami," ujar Angelina dengan wajah kesal.
"Bibi juga tidak tahu nyonya," ujar Bibi Susan dengan cepat.
"Ya sudah. Bibi lanjutkan kerjanya," ujar Angelina dengan lembut.
__ADS_1
"Baik nyonya besar," jawab Bibi Susan dengan sopan seraya pergi dari sana.
"Untuk apa aku ada di mansion ini kalau mereka tidak ada di sini. Lebih baik aku pulang ke mansion sendiri saja," ujar Angelina seraya pergi dari sana.
Beberapa Jam Kemudian
Sampailah Angelina di mansion pribadinya sendiri dengan wajah kesal. Gara-gara, tidak bisa bertemu dengan cucu kesayangannya itu.
"Mama kenapa?" tanya David dengan penasaran.
"Ini semua gara-gara Alex anak papa. Apa papa tahu, tadi mama habis dari mansion Alex. Saat mama sampai di sana ternyata mereka semua tidak ada di negara ini. Melainkan mereka semua malah pergi berbulan madu tanpa pamit sama kita.
"Yang membuat mama kesal. Kenapa mereka pergi berbulan madu harus mengajak Ara segala? Seharusnya mereka menitipkan Ara pada kita. Bukannya malah membawa cucu kita pergi bersama dengan mereka," ujar Angelina dengan wajah kesal.
Mendengar perkataan istrinya membuat David melongo dan juga terkejut. Karena dia tidak pernah mendengar, ada orang yang pergi berbulan madu mengajak anaknya sendiri.
"Mama serius Alex membawa Ara pergi berbulan madu bersama dengannya?" tanya David yang masih belum percaya kalau anaknya itu mengajak cucunya pergi berbulan madu.
"Tentu saja pa. Mama dengar sendiri dari Bibi Susan pembantu di mansion Alex," ujar Angelina dengan wajah kesal.
"Ternyata anak mama sangat aneh. Dimana-mana kalau mau pergi berbulan madu pasti dengan istri kita saja, agar kita bisa secepatnya mendapatkan penerus berikutnya.
"Ini anak mama, malah mengajak Ara ikut pergi bersama dengan mereka. Kalau begini caranya, bagaimana mereka bisa mendapatkan anak lagi jika ada Ara bersama dengan mereka," ujar David yang tidak bisa menebak jalan pikiran anaknya itu.
"Kenapa sejak tadi papa selalu menyebut Alex hanya anak mama saja? Dia juga anak papa, tanpa papa, mana mungkin Alex bisa lahir ke dunia ini," ujar Angelina seraya menahan emosi agar tidak meledak.
Mendengar perkataan istrinya membuat David sadar kalau dia salah bicara tadi. Hingga membuat istrinya marah seperti ini.
"Kenapa aku harus bicara seperti itu? Bagaimana kalau mama menghukum aku tidur di luar seperti dulu. Dari pada kenak amukan dia, lebih baik aku pergi dari sini, " batin David wajah cemas.
"Maaf ma. Papa mau ke ruang kerja dulu," ujar David mengalihkan pembicaraan seraya pergi dari sana tanpa mendengar jawaban istrinya itu.
Mendengar perkataan suaminya membuat Angelina menghela nafas pasrah. Karena dia sudah tahu, kalau suaminya itu sengaja mengalihkan pembicaraan agar dia tidak marah padanya.
•
•
•
Bersambung.....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1