
Claudia yang baru mengetahui kalau dirinya hamil diluar nikah, tanpa tahu siapa ayah yang di kandungnya merasa hancur dan terpukul.
"Kenapa hidupku selalu menderita ma... kak Alice? Apa kesalahan yang telah aku lakukan? Kenapa aku tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti orang lain.
"A... apa... aku tidak berhak bahagia ma... kak Alice? Bagaimana aku mengurus anak ini? Aku tidak sanggup menahan beban ini terlalu besar," ujar Claudia seraya terisak.
Alice dan Ariana yang melihat Claudia menangis hanya bisa memberikan perhatian dan semangat agar tidak lagi terpuruk seperti sekarang ini.
"Sabar clau? Kamu jangan takut, masih ada kami yang akan menjaga dan merawat kamu dan juga bayimu, jadi berhenti berpikir kalau kamu hanya sendirian.
"Kami akan selalu mendampingi kamu dan merawat kamu sampai melahirkan. Jangan nangis lagi, ibu hamil tidak boleh stress dan banyak pikiran," ujar Alice.
"Yang dikatakan Alice benar sayang, ibu hamil tidak boleh banyak pikiran karena rentan akan terjadinya keguguran. Jadi kamu harus bisa mengontrol emosi kamu biar tidak stress. kamu mengerti kan sayang." sahut Ariana.
"Terima kasih banyak, kalian selalu menyayangi, dan menjagaku selama ini. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika tidak ada kalian di sisiku ini," ujar Claudia.
"Berhenti bilang terima terus menerus. Kami ini keluarga kamu, sudah menjadi tugas kami menjaga dan selalu melindungi kamu," ujar Ariana lagi.
"Ya sudah ma... clau... lebih baik kita pulang ke rumah sekarang. Biar clau bisa beristirahat di rumah. Dan mulai sekarang kamu tidak boleh melakukan pekerjaan berat lagi.
"Biar kami yang mengurus restoran kamu. Yang perlu kamu lakukan hanya lah istirahat yang cukup. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada keponakan aku ini." ujar Alice seraya mengelus perut Claudia dengan antusias.
"Mulai sekarang kamu harus hati-hati saat melakukan sesuatu. Kamu harus makan makanan yang bergizi biar kandungan kamu selalu sehat. Mama juga tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan cucu pertama mama ini. Apa kamu mengerti," titah Ariana dengan tegas.
Claudia yang mendengar perkataan mereka hanya bisa menghela nafas pasrah. Karena untuk protes pun tidak bisa, melihat bagaimana posesif nya Alice dan Ariana terhadap dirinya.
"Untuk sementara waktu jangan mengurus restoran dulu, biar kami yang akan mengurusnya. Kamu hanya perlu istirahat biar bayi dalam kandungan kamu sehat sampai melahirkan nanti," ujar Ariana dengan lembut.
"Tapi ma... Aku tidak bisa hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa di rumah. Aku janji akan berhati-hati, jadi boleh ya aku membantu mama sama kak Alice," ujar Claudia dengan wajah memelas.
Ariana yang melihat wajah memelas Claudia mau tidak mau dia hanya bisa pasrah dan mengganggu kan kepalanya saja. Claudia yang melihat anggukan kepala Ariana sangat senang dan bahagia.
"Terima kasih kalian memang yang terbaik." Claudia berucap dengan antusias, seraya berpelukan dengan mereka.
"Ayo kita pulang sekarang. Biar kamu bisa istirahat di rumah nanti," ujar Ariana dengan lembut yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.
•
__ADS_1
•
•
Disebuah mansion yang sangat mewah nan megah dengan interior design yang unik dan elegan dengan halaman yang sangat luas.
Siapapun yang melihatnya pasti sangat terpukau akan kemegahan mansion tersebut. Hanya orang berduit yang mampu membangun mansion yang sangat mewah tersebut.
Dia adalah sang penguasa di kota California Amerika serikat yaitu keluarga Alexander Lemos. Siapa pun yang mendengar namanya akan tunduk dan takut untuk berurusan dengan keluarga nya.
Lebih baik mereka menjauh dari pada hancur gara-gara berurusan dengan orang yang berpengaruh dan berkuasa di kota ini.
"Lex? Kapan kamu menikah?" tanya Anggelina Lemos ibu kandung Alexander.
Alex yang mendengar perkataan mamanya langsung saja dia menghentikan makannya.
"Cukup ma. Alex bosan mendengar perkataan mama yang lagi-lagi menayangkan kapan aku menikah. Ingat ma, jika sudah waktunya aku juga akan menikah jadi mama tidak perlu menanyakan masalah ini terus-menerus, aku bosan mendengarnya," ujar Alex.
"Tapi, sampai kapan mama menunggu kamu menikah Lex. Umur kamu sudah 27 tahun sekarang. Kamu mau menunggu kami mati, baru kamu akan menikah hah," bentak Anggelina karena kecewa dengan jawaban Alex yang tidak mau menikah.
"Hanya saja untuk mendapatkan wanita baik-baik itu susah. Karena selama ini yang mendekati keluarga kita hanya orang yang mengincar harta kita saja ma," sahut David Lemos ayah kandung Alexander Lemos.
"Papa selalu membela anak kesayangan papa. Mama benci sama papa, dan kamu Alex jika dalam bulan ini tidak membawa calon istri kamu. Maka mama akan menjodohkan kamu dengan anak teman mama," ancam Anggelina dengan kesal dan pergi dari sana.
"Lihat istri kesayangan papa nyebelin banget. Kenapa papa tidak menikah dengan perempuan lain saja? Apa yang membuat papa jatuh cinta dengan wanita seperti mama yang tukang atur itu? Aku saja malas banget menghadapi mama selama ini, apalagi papa yang harus hidup selama nya dengan mama," ujar Alex terkekeh seraya pergi dari sana.
David yang baru sadar perkataan anaknya hanya bisa mengumpat.
"Dasar anak kurang ajar," umpat David Lemos. dia tidak habis pikir. Kenapa kelakuan istri dan anaknya tidak ada yang benar.
•
•
Saat di Perjalanan
__ADS_1
"Bagaimana perkembangan pencarian wanita itu Ndre? Ini sudah lama sekali tapi kalian belum juga menemukan wanita itu?"
"Aku sangat yakin kalau wanita itu pasti sekarang sudah hamil anak aku. Karena pada saat aku melakukan itu dengan dia, tidak menggunakan pengaman. Jadi kemungkinan dia hamil sangat besar.
"Karena benihku sangat premium. Sekali tembak langsung dor. Bukan karena mati melainkan menghasilkan bayi yang sangat mengemaskan," ujar Alex dengan kepercayaan tinggi.
"Oh tuhan... sejak kapan orang di tembak bisa menjadi bayi. Yang ada mati baru benar. Kenapa tuan akhir-akhir ini tingkat kepercayaan dirinya malah semakin meningkat," batin Andre.
"Kenapa kamu cuma diam saja hah," bentak Alex saat dia melihat Andre yang sedang melamun dari tadi.
Ckiitt
Andre yang mendengar bentakan Alex tanpa aba-aba menghentikan mobilnya yang menyebabkan Alex hampir terbentur jika saja dia tidak menggunakan sabuk pengaman.
"Kamu bisa menyetir mobil tidak? Lihat aku, hampir saja mati gara-gara kecerobohan kamu yang tidak hati-hati saat menyetir mobil. Dasar asisten bodoh," bentak Alex lagi dengan wajah emosi.
"Maafkan aku tuan. Aku tidak sengaja tadi." Andre berucap dengan wajah ketakutan saat melihat kemarahan atasannya itu.
"Sudah lupakan. Apa kalian sudah menemukan wanita itu?" tanya Alex lagi.
"Maaf tuan. Kami belum bisa menemukan keberadaan wanita itu. Karena kita tidak memiliki pentujuk apapun terhadap wanita itu. Itu sebabnya sangat susah menemukan dia tuan," ujar Andre.
"Sial. Sekarang apa yang bisa aku lakukan untuk menghindari perjodohan yang di buat oleh singa betina itu. Sementara aku belum bisa menemukan wanita yang ingin aku nikahin agar terhindar dari perjodohan yang sudah di atur oleh singa betina itu," ujar Alex dengan wajah frustasi.
"Kenapa tuan tidak mau menerima perjodohan dengan wanita pilihan nyonya besar? tanya Andre dengan penasaran.
"Itu karena wanita pilihan dari singa betina itu pasti tidak jauh dari sejenis seperti dia. Bahkan mungkin saja lebih parah dari pada dia," ucap Alex.
Andre yang mendengar perkataan tuan nya ingin sekali ketawa. Tapi dia menahannya karena takut dipecat.
Andre tau, tuan nya hanya takut kepada nyonya besar. Itu sebabnya dia tidak bisa melawan atau membantah perkataan ibunya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung.....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁