
Di Mansion Keluarga Abraham
Setelah menjobloskan Barbara dan juga Audrey ke penjara membuat mereka merasa lega. Karena sudah tidak ada lagi orang yang bikin masalah dalam keluarga ini.
"Bagaimana cara Ara menghubungi polisi hingga mereka datang kemari?" tanya Alice dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Untuk apa aunty Lilis menanyakan masalah ini lagi. Yang penting olang jahat itu sudah di tangkap cama om polici," ujar Ara dengan malas.
"Kenapa bocah ini sangat menyebalkan sekali. Tahan emosi kamu Alice. Jika kamu tidak mau di hina oleh Ara lagi," batin Alice.
"Tadi nona kecil yang meminta tolong sama bibi buat telpon polisi. Kata dia cuman itu satu-satunya cara agar kalian bisa selamat dari mereka." Jelas bibi Ani.
"Terima kasih karena bibi sudah membantu kami tadi. Juka tidak ada bibi sama Ara entah apa yang terjadi sama kami tadi," sahut Claudia dengan tulus.
"Sama-sama nona. Sebenarnya bibi juga lupa untuk menelpon polisi. Jika tidak diingatkan oleh nona kecil pasti polisi tidak akan datang ke mansion ini," ujar bibi Ani.
"Terima kasih Ara sayang. Karena kamu sudah membantu mommy lagi. Kamu memang anak yang sangat pintar," ujar Claudia yang merasa bangga terhadap anaknya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Sudahlah mommy. Ndak Pelu memuji Ala cepelti itu. Ala melakukan itu kalena Ala ndak Lela halta Ala dimiliki cama olang lain," ujar Ara dengan cuek.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia menghela nafas pasrah. Berbeda dengan bibi Ani yang syok saat mendengar Ara menyebut Claudia dengan sebutan mommy.
"Maaf nona clau. Siapa anak kecil ini? Kenapa dia memanggil nona dengan sebutan mommy?" tanya bibi Ani dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Dengal ya bibi. Jika Ala menyebut dia dengan panggilan mommy. Itu tanda na dia adalah mommy na Ala. Helan deuh Ala cama bibi ini. Itu saja ndak ngelti," sahut Ara dengan wajah kesal.
"Apa?" teriak bibi Ani yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.
"Kapan nona Claudia menikah? Kenapa nona tidak mengabari tuan Henry jika nona sudah menikah dan sekarang sudah memiliki anak?" tanya bibi Ani yang penasaran.
"Sebaiknya bibi lupakan saja masalah ini. Tolong jangan bilang pada siapapun kalau aku sudah memiliki anak."
"Apa bibi bisa menjaga rahasia ini?" tanya Claudia dengan perasaan cemas. Dia sangat takut rahasia yang dia simpan dulu terbongkar di depan bibi Ani.
"Baik. Bibi janji tidak akan mengungkit masalah ini sama siapapun," ujar bibi Ani dengan pasrah.
"Terima kasih, kami pamit pulang dulu. Tolong bibi jaga mansion ini dengan baik. Jika daddy sudah sembuh aku akan membawa daddy tinggal disini lagi," perintah Claudia dengan tegas.
"Baik nona Clau," jawab bibi Ani dengan cepat.
"Ayo kita pergi dari sini," ujar Claudia yang di jawab anggukkan kepala oleh mereka.
•
•
•
Di Perusahaan MH Group
__ADS_1
Saat ini mereka sudah berada di perusahaan MH Group perusahaan yang dulu di kelola oleh kedua orang tuanya Claudia yang sempat dikuasai oleh ibu tirinya. Akhirnya dia bisa merebut kembali perusahaan ini dari tangan mereka.
Saat mereka berada di lobby perusahaan. Membuat semua orang penasaran karena mereka tidak mengenal siapa Claudia apalagi dengan Alice dan juga Ara.
"Permisi!" Apa tuan Akas Arsyad ada di perusahaan ini?" tanya Claudia pada resepsionis perusahaan itu.
"Maaf dengan siapa ini?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
"Bilang saja Claudia Henry Abraham ingin bertemu dengan nya," sahut Claudia dengan cepat.
Mendengar nama Henry Abraham membuat resepsionis ini terkejut dan juga penasaran. "Apa wanita ini anak kandung tuan Henry Abraham," batin resepsionis itu.
"Baik nona. Saya telpon pak Akas dulu," ujar resepsionis itu seraya menelpon Akas.
Beberapa Menit Kemudian
"Selamat siang pak Akas." Sapa resepsionis itu setelah melihat Akas berada di lobby perusahaan ini.
"Maafkan saya nona muda yang membuat nona muda menunggu lama disini," ujar Akas seraya menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah kak Akas. Saya ingin kakak mengumpulkan semua orang yang ada di perusahaan ini. Karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan sama mereka semua," perintah Claudia dengan tegas.
"Baik nona muda," jawab Akas Arsyad dengan cepat.
"Santi umumkan kepada semua staf yang ada di perusahaan ini untuk berkumpul di aula perusahaan ini. Karena ada informasi penting yang ingin di sampaikan di sana. Apa kamu mengerti." perintah Akas pada santi resepsionis itu.
"Baik pak Akas," jawab Santi seraya menundukkan kepalanya pada Akas.
"Mari nona muda ikut saya ke ruangan tuan Henry dulu sambil menunggu semua orang berkumpul di aula perusahaan nanti," ujar Akas yang di anggukkan kepala oleh Claudia.
"Apa aku tidak salah dengar saat pak Akas memangil wanita itu dengan panggilan nona muda? Apa jangan-jangan dia beneran anak kandung tuan Henry? Sebaiknya aku kerjakan perintah Pak Akas saja dari pada aku dipecat nanti," ujar santi pada dirinya sendiri.
"Kapan terakhir kali daddy aku datang ke perusahaan ini?" tanya Claudia setelah dia duduk di sofa yang ada diruangan itu, dan di susul dengan yang lain yang ikut duduk didepan nya juga.
"Sejak satu tahun lalu. Setelah tuan Henry di nyatakan lumpuh tuan tidak pernah datang lagi ke perusahaan ini."Jelas Akas Arsyad dengan cepat.
"Lalu siapa orang yang selama ini mengurus perusahaan ini?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Pak Romy. Dia adalah orang kepercayaan nyonya Barbara," ujar Akas sementara Claudia hanya menganggukkan kepalanya saja.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Maaf pak Akas. Saya ingin menyampaikan, semua staf yang anda perintahkan sudah berkumpul di aula perusahaan saat ini," ujar Freya sekretaris perusahaan itu.
"Baik. Kami akan segera pergi kesana." ujar Akas Arsyad dengan cepat.
"Ayo nona muda kita pergi ke aula sekarang juga," ujar Akas dengan sopan.
"Baik," jawab Claudia dengan cepat.
"Kak Al.. sama Ara... tunggu disini saja, biar aku sendiri yang pergi ke aula. Jika urusan aku sudah selesai, aku akan kembali ke ruangan ini lagi," titah Claudia yang di anggukkan kepala oleh mereka.
__ADS_1
"Ayo kak Akas kita pergi ke sana," ujar Claudia seraya pergi dari sana yang disusul oleh Akas di belakang Claudia.
Di Aula Perusahaan
"Ada masalah apa kita disuruh berkumpul di sini?" tanya karyawan di perusahaan itu pada temannya.
"Aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita tunggu saja pak Akas datang kemari," ujar karyawan di sana.
Tak Lama Kemudian
"Selamat siang semuanya. Saya Akas Arsyad asisten pribadinya tuan Henry ingin mengumumkan kepada kalian semua. Mulai hari ini CEO perusahaan ini akan digantikan oleh nona Claudia Henry Abraham sebagai pewaris sah di perusahaan ini. Kepada nona Claudia di persilahkan untuk naik ke atas panggung," ujar Akas Arsyad dengan tegas.
"Selamat siang semuanya," ucap Claudia setelah dia berdiri kelasnya di depan semua karyawannya.
"Siang Bu Ceo..."
"Siang Bu Ceo..."
"Siang Bu Ceo..."
Itulah sapaan karyawan yang ada di perusahaan tersebut.
"Seperti yang sudah dibicarakan oleh pak Akas Arsyad tadi, kalau mulai hari ini saya selaku anak tunggal dari tuan Henry Abraham akan menggantikan posisi CEO yang selama ini kosong dikarenakan daddynya mengalami kelumpuhan.
"Pasti kalian penasaran kenapa saya baru sekarang mengantikan posisi daddy saya. Itu karena selama ini perusahaan saya sudah di kuasai oleh ibu tiri saya yang sangat jahat, dan serakah itu.
"Tapi disaat saya mengetahui kalau daddy saya sudah lumpuh gara-gara perbuatan ibu tiri saya. Hingga saya merencanakan untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya, dan akhirnya saya berhasil merebut kembali harta yang pernah di rampas oleh barbara yang sangat jahat itu. bagi kalian yang penasaran di mana keberadaan Nyonya Barbara saat ini.
"Kalian bisa pergi ke kantor polisi. Karena saya sudah memasukkan dia atas kasus perencanaan pembunuhan terhadap daddy saya sendiri.
"Demikian informasi yang saya sampaikan. Selamat, semoga kalian bisa berkerja dengan jujur dan setia terhadap perusahaan ini. Jika saya mengetahui ada pengkhianat di perusahaan ini maka siap-siaplah kalian menyusul Barbara di sel tahanan penjara. sekian dan terimakasih," ujar Claudia seraya pergi dari sana.
Mendengar perkataan yang di sampaikan oleh Claudia membuka semua karyawan yang ada di perusahaan itu terkejut. Karena mereka tidak menyangka nyonya yang selama ini mereka hormati ternyata tidak lebih dari seorang pembunuh.
"Saya berharap kalian bisa menghormati CEO baru kita di perusahaan ini. Jika sampai saya mengetahui ada di antara kalian yang menjelekkan nona muda atau melakukan pengkhianatan, maka saya pastikan hidup kalian akan hancur. Apa kalian mengerti," titah Akas Arsyad dengan tegas.
"Mengerti tuan," ujar jawab karyawan di sana dengan serentak.
"Bagus jika kalian sudah paham. Sekarang kalian bisa kembali ke ruangan kalian sendiri untuk melanjutkan kerja kalian yang belum selesai," titah Akas Arsyad lagi.
"Baik tuan Akas," jawab mereka dengan serentak. Setelah itu Akas Arsyad pergi dari sana.
"Gila banget. Aku tidak menyangka ternyata nyonya barbara seorang pembunuh."
"Itu namanya karma karena selama ini dia sudah banyak merendahkan dan berbuat jahat sama karyawan yang bekerja disini."
"Aku berharap dia tidak akan pernah di bebaskan dari penjara. Biarkan saja membusuk di sel tahanan.
Itulah bisik-bisik karyawan yang ada di perusahaan itu. Karena mereka juga sangat membenci Barbara yang selama ini sudah menjadi orang sombong dan merendahkan karyawan yang ada di perusahaan itu.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁