One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kata Terima Kasih )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Alexander


"Apa tuan lupa, kalau nona kecil saat ini ada bersama tuan? Jika tuan bersedih seperti ini, bagaimana dengan nona kecil? Saat ini dia hanya memiliki tuan saja." Andre sengaja bicara seperti ini agar atasannya bisa sadar kalau dia tidak sendiri. Masih ada anak yang perlu perhatian dia, jika dia bersedih maka anaknya akan kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya.


"Kamu seperti tidak tahu Ara saja Ndre! Mana peduli dia pada orang lain. Kamu tahu Ara itu tidak memiliki perasaan bahkan pada daddy nya sendiri. Dia bukannya kasihan padaku karena di tinggal pergi oleh Claudia tapi dia justru berharap agar istri ku menikah lagi dengan laki-laki yang lebih kaya dari pada aku." ujar Alex dengan wajah kesal saat mengingat perkataan anaknya.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre menahan tawanya agar tidak keluar. Dia tidak menyangka anak atasannya bisa bicara seperti itu pada ayahnya sendiri. Jika anak lain pasti tidak ingin orang tuanya berpisah sementara anak atasannya justru berharap ibunya menikah lagi dengan laki-laki yang lebih kaya dari pada ayahnya sendiri.


"Apa tuan tidak sadar, kalau sifat nona kecil itu sangat mirip dengan tuan? Kalian sama-sama tidak memiliki perasaan pada orang lain jika ada orang yang menganggu ketenangan keluarga kalian," ujar Andre seraya menyindir atasannya.


"kamu benar Ndre. Mungkin ini karma untuk aku. Karena dulu aku selalu melakukan kejahatan pada orang lain sehingga anak ku sendiri tidak peduli pada ku," ujar Alex yang baru sadar kalau sifat dia dulu tidak pantas untuk di tiru. Tapi sekarang malah anaknya sendiri yang meniru sifat dia.


"Lupakan masa lalu. Sekarang tuan perbaiki sifat tuan agar anak kedua tuan tidak mengikuti jejak tuan dan juga nona kecil," ujar Andre yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ada apa Laura?" Bukan Alex yang bertanya melainkan Andre asisten pribadinya Alex.


"Saya mau mengabari klien yang anda tunggu sudah ada di dalam ruangan meeting tuan," ujar Laura sekretaris Alex dengan sopan.


"Siapkan berkas yang kita perlukan sekarang juga," titah Andre dengan tegas.


"Baik tuan Andre," balas Laura seraya pergi dari sana.


"Ayo tuan kita pergi ke ruang meeting," ujar Andre dengan sopan.


"Kamu saja yang pergi Ndre, aku tidak bisa fokus jika pergi ke ruang meeting," ujar Alex.


"Tapi tuan..."


Andre langsung terdiam saat melihat tatapan tajam dari atasannya. Dia sudah paham kalau atasannya saat ini tidak mau di nganggu oleh siapapun. Mau tidak mau dia terpaksa menemui klien atasannya sendiri.


"Tuan istirahat saja di sini, biar aku yang menemui mereka," ujar Andre yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.


Di Ruang Meeting

__ADS_1


Cklek


"Selamat pagi tuan Andre..." Sapa Klien Alex dengan sopan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Andre.


"Silahkan duduk," titah Andre dengan tegas.


"Baik tuan Andre," balas pak Aska seraya duduk di ruang meeting.


"Di mana tuan Alex ? Kenapa dia tidak datang ke kesini?" tanya pak Aska dengan penasaran.


"Maaf pak Aska, tuan Alex lagi sakit sehingga beliau menyuruh saya untuk mewakili dirinya." Jelas Andre dengan sopan.


"Semoga pak Alex cepat pulih," ujar pak Aska dengan tulus.


"Terima kasih," ujar Andre dengan sopan.


"Sama-sama," balas pak Aska.


"Silahkan mulai meeting nya," titah Andre dengan tegas.


"Baik," balas pak Aska dengan singkat.


"Bagaimana produk yang kami tawarkan ini? Apa ada yang perlu di perbaiki? Jika ada, biar kami segera perbaiki agar kita bisa secepatnya meluncurkan produk ini bulan depan?" tanya pak Aska dengan penasaran.


"Sepertinya produk yang anda tawarkan ini masih belum sempurna. Masih banyak yang perlu anda perbaiki agar bisa menarik masyarakat untuk membeli barang yang akan kita luncurkan nanti," ujar Andre seraya memberitahukan di mana saja yang perlu di perbaiki oleh mereka.


"Baik tuan Andre, kami akan memperbaiki produk ini secepatnya," ujar pak Aska dengan cepat.


"Kalian hanya memiliki waktu satu bulan untuk bisa memperbaiki produk kalian yang cacat ini. Jika dalam satu bulan produk kalian belum selesai juga maka terpaksa kami membatalkan kerjasama kita dengan sepihak. Dan mengenai kerugian, kami tidak akan menggantinya karena itu bukan murni salah kami melainkan salah kalian sendiri yang lalai dalam menjalankan tugas yang di berikan oleh tuan Alex," ujar Andre dengan tegas.


"Baik, kami berjanji akan menjalankan perintah tuan Alex dengan semaksimal mungkin," balas pak Aska dengan penuh keyakinan.


"Satu yang perlu anda ingat pak Aska, jangan pernah berani mengkhianati tuan Alex. Jika sekali saja anda mengkhianati tuan Alex maka anda akan segera tamat di tangan tuan Alex," ujar Andre dengan tatapan tajam.


Glek


Mendengar perkataan Andre membuat pak Aska menelan ludahnya sendiri. Dia sangat tahu bagaimana sifat Alex jika ada orang yang berani mengkhianati dia. Itu sebabnya dia sangat takut melakukan kecurangan dalam melakukan kerjasama dengan Alex. Lebih baik dia melakukan dengan jujur dari pada dia menerima kemarahan Alexander yang unjung-ujungnya dia sendiri yang rugi.


"Anda tenang saja tuan Andre, saya tidak berani mengkhianati tuan Alex," ujar pak Aska.

__ADS_1


"Bagus. Saya harap apa yang anda katakan benar adanya," ujar Andre.


"Itu sudah pasti tuan Andre. Kalau begitu kami pergi dulu permisi," ujar pak Aska yang di tanggapi anggukan kepala oleh Andre.


Di Ruangan Kerja Alexander


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Bagaimana meeting nya? Apa lancar?" tanya Alex dengan penasaran.


"Tidak sepenuhnya lancar tuan, karena produk yang mereka tawarkan banyak sekali mengalami kecacatan sehingga saya memberikan mereka waktu selama sebulan untuk memperbaikinya."


"Maafkan saya tuan, karena sudah mengambil keputusan ini tanpa diskusi dengan tuan dulu." Andre merasa takut jika atasannya memarahi dirinya karena mengambil keputusan ini tanpa bertanya dulu pada atasannya.


"Untuk apa kamu minta maaf, bukannya aku sudah menyerahkan proyek ini padamu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Tetap saja aku merasa lancang karena sudah mengambil keputusan sendiri tanpa meminta izin dari tuan," ujar Andre dengan perasaan tidak enak.


"Sudah, lupakan saja. Justru aku merasa berterima kasih padamu karena selama ini kamu sudah banyak membantu ku," ujar Alex dengan tulus.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre melongo. Dia tidak menyangka atasannya yang terkenal kejam dan tidak memiliki perasaan sekarang malah berterima kasih padanya.


Selama dia bekerja dengan atasannya baru kali ini dia mendengar kata terima kasih yang keluar dari mulut atasannya. Sungguh, dia sangat terharu sekali saat mendengar nya. Itu tandanya kerja keras dia selama ini di hargai oleh atasannya sendiri.


"Sama-sama tuan. Justru aku yang seharusnya berterima kasih pada tuan karena tuan sudah banyak membantu ku selama ini," ujar Andre dengan tulus yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.





Bersambung.....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2