One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mengambil Sampel Rambut Alexander )


__ADS_3

Di Mansion Keluarga Lemos


"Apa papa sudah menyuruh Alex pulang ke rumah ini apa belum?" tanya Angelina.


"Sudah," jawab David dengan singkat dan padat hingga membuat Angelina kesal dengan jawaban suaminya itu.


"Papa bisa tidak, jawabnya jangan singkat seperti itu bikin Mama kesal saja," ujar Angelina.


"Di jawab salah. Tidak di jawab lebih salah lagi. Kenapa laki-laki selalu salah, sedangkan perempuan selalu benar. Untung aku cinta dengannya. Kalau tidak, sudah aku buang dia ke sungai Nil," batin David lemos dengan kesal.


"Kenapa papa cuman diam saja? Apa papa lagi mengumpat mama?" tanya Angelina dengan curiga.


David yang mendengar perkataan Angelina langsung kelimpungan dan takut ketahuan kalau dia habis mengumpat istrinya tadi dalam hati.


"Apa yang mama katakan? Mana mungkin papa mengumpat mama sih," ujar david mengelak tuduhan istrinya itu.


Karena tidak mau memperpanjang masalah akhirnya Angelina mengubah topik pembicaraan lain.


"Baiklah mama tidak akan membahas masalah itu lagi. Sebaiknya kita makan saja dulu. Mama sudah lapar sejak tadi," ujar Anggelina.


"Syukurlah aku bisa selamat dari singa betina ini. Kalau tidak, bisa habis aku di makan sama dia," batin David lemos dengan lega.


"Alex sayang kamu sudah pulang?" tanya Angelina saat melihat Alex sudah duduk di meja makan bersama dengan mereka.


"Iya ma... Alex pulang karena ada urusan perkerjaan dengan papa," ujar Alex seraya menaruh makanan ke dalam piringnya.


"Lex... apa kamu pernah menghamili seorang gadis di luar sana?" tanya Angelina.


Uhuuk... uhuuk.. uhuuk


Alex yang mendengar perkataan Angelina langsung tersedak makanan hingga menyebabkan dia batuk-batuk.


"Aduh Lex... kalau makan pelan-pelan saja. Kamu tenang saja, tidak ada yang mengambil makanan kamu," ujar Anggelina seraya mengelus rambut Alex, setelah melihat Alex sudah selesai minum tadi.


Dan tanpa aba-aba." Awwsstt... Sakit ma! Kenapa mama malah menarik rambut Alex sih?" tanya Alex seraya mengelus kepalanya yang terasa sakit saat Angelina menarik rambutnya hingga rontok.


Melihat Alex sakit bukannya merasa bersalah, tapi Angelina malah mengomeli anaknya sungguh malang sekali nasib Alexander.


"Kamu seperti anak cewek saja. Baru rambut yang mama tarik sudah teriak-teriak. Bagaimana dengan mama yang melahirkan kamu dulu. Rasanya mama mau mati saja tahu tidak.

__ADS_1


"Lihat papa kamu. Dia cuman mau enaknya saja sedangkan mama malah yang merasakan antara hidup dan mati saat melahirkan kamu dulu." Angelina mengomeli anaknya tanpa merasa sedikitpun.


"Loh... apa kesalahan papa? Kenapa mama malah menyalahin papa? Perasaan papa cuman diam saja sejak tadi," ujar David yang kesal dengan perkataan istrinya itu.


"Mama aneh sekali. Seharusnya Alex yang marah sama mama. Gara-gara mama rambut Alex jadi rontok begini," sahut Alex dengan wajah kesal terhadap Angelina.


"Kenapa kalian malah menyalahin mama sih? Mama kesal sama kalian," ujar Anggelina seraya menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.


Sementara mereka hanya bisa melongo dan geleng-geleng kepala saat melihat Angelina pergi dari sana dengan wajah kesal.


"Lihat istri papa... kalau lagi mengamuk mirip seperti singa betina, serem banget. Itu sebabnya aku saat takut pulang ke rumah ini," ujar Alex.


"Kamu benar juga Lex... seharusnya kita yang marah sama dia. Tapi kenapa malah kita yang kenak Omelan nya itu," ujar David yang membenarkan perkataan Alex.


"Ya, sudahlah pa. Lupakan singa betina itu. Sekarang papa beritahu aku. Ada masalah apa papa menyuruh aku pulang ke rumah ini?" tanya Alexander dengan penasaran.


"Gawat. Bagaimana aku bisa menjawabnya? Lagian yang menyuruh Alex pulang ke rumah ini itu mama. Sementara pelakunya malah pergi begitu saja," batin David dengan wajah cemas.


"Hemmh.... papa sudah tidak ada mood lagi membahas apapun. Lebih baik kamu pergi kerja saja, karena ini sudah telat," ujar David seraya mengalihkan pembicaraan dan dia langsung pergi dari sana agar bisa terhindar dari berbagai pertanyaan Alexander.


"Bukannya aku telat gara-gara mereka juga. Lagian itu perusahaan aku sendiri. Emang siapa yang berani memarahi atasan mereka sendiri," ujar Alex saat melihat kedua orang tuanya pergi dari sana.


Di Dalam Kamar Angelina


"Ah... rasanya aku tidak sabar lagi menunggu besok. Mudah-mudahan hasilnya mereka cocok 100% ayah dan anak," ujar Anggelina dengan wajah senang.


Cklek


"Mama kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya David lemos saat dia sudah berdiri di depan istrinya.


"Tentu saja mama senang. Karena sebentar lagi mama akan tahu. Apa Arrabella anak kandung Alex apa tidak," ujar Angelina dengan cepat.


"Bagaimana mama bisa melakukan tes DNA sedangkan mama belum mengambil sampel rambut Alex?" tanya David dengan penasaran.


"Awwwsstt! Sakit! Kenapa mama malah mencubit lengan papa sih? Kenapa mama suka sekali melakukan KDRT. Papa laporin mama ke kantor polisi, biar mama tidur di hotel yang nggak ada kasurnya," ujar David seraya mengelus lengannya yang di cubit oleh istrinya.


"Laporin saja mama tidak takut. Itu berarti papa sudah siap hidup menduda," ancam Anggelina dengan tatapan tajamnya.


David yang mendengar perkataan istrinya hanya bisa menelan ludahnya sendiri. Mana sanggup dia kehilangan istrinya itu. Yang ada dia bisa gila jika sampai istrinya benar-benar menggugat cerai dia.

__ADS_1


"Maaf sayang. Papa cuman bercanda, mana mungkin papa berani laporin mama ke kantor polisi. Papa kan sangat mencintai mama," ujar David seraya terkekeh sementara Angelina hanya memutar bola matanya malas.


"Apa papa ingat waktu mama menarik rambut Alex tadi?" tanya Angelina yang di jawab anggukan kepala oleh David.


"Itu karena mama sengaja agar mama bisa mengambil sampel rambut nya Alex buat melakukan tes DNA," ujar Angelina dengan bangga karena berhasil mengelabui anaknya sendiri.


Plok


Plok


Plok


"Wah... mama sangat hebat. Kenapa papa tidak sadar kalau mama tadi sengaja membuat masalah dengan Alex agar mama bisa melakukan rencana mama. Bahkan Alex tanpa curiga sedikitpun dengan niat mama tadi," ujar David dengan antusias.


"Tentu saja Alex tidak akan curiga. Orang mama melakukan itu disaat Alex tersedak makanan tadi. Bahkan mama sengaja menanyakan pertanyaan sensitif seperti itu agar Alex batuk-batuk. Dengan begitu mama punya alasan buat mengelus rambut Alex dan juga menarik rambutnya hingga rontok," kata Angelina dengan seringai liciknya.


"Tenyata mama licik juga," ujar David seraya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang sangat licik.


"Emangnya papa sama Alex saja yang bisa licik dan memanfaatkan orang lain. Mama seperti ini karena ikutin kelakuan kalian. Jadi salahkan saja diri kalian sendiri jangan pernah menyalahkan mama," ujar Anggelina yang tak mau di salahkan.


"Hufff... selalu begitu. Dia yang salah malah menyalahin kami lagi. Sabar Vid... mau bagaimana pun dia istri kamu," batin David.


"Oke. Papa akui itu salah papa... jadi apa yang ingin mama lakukan sekarang?" tanya David dengan wajah penasaran.


"Tentu saja pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA agar kita bisa tahu apa Arrabella anak kandung Alex atau bukan," jawab Angelina dengan antusias.


"Papa mau ikut dengan mama ke rumah sakit besok," ujar David dengan cepat.


"Terserah papa saja. Tapi ingat jangan sampai Alex tahu rencana kita, mengerti," ujar Anggelina dengan tegas.


"Oke. Papa janji tidak akan membocorkan masalah ini sama Alex," ujar David dengan antusias.


Sementara Angelina hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan suaminya seperti anak kecil yang baru di belikan mainan saja.




__ADS_1


Bersambung.....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2