
Di Rumah profesor Antonio
Saat ini Claudia, dan Alice sudah berada di rumahnya Professor Antonio. Mereka kesana ingin mengambil obat penawar racun yang sudah di buat oleh profesor Antonio selama satu bulan ini.
Membuat obat penawar racun. Tidak lah mudah seperti yang kita bayangkan selama ini. Butuh beberapa bulan atau pun tahun hanya untuk membuat penawar racun. Beruntung racun yang di berikan kepada Henry tidak terlalu berbahaya hingga profesor Antonio lebih cepat mendapatkan penawar racun tersebut.
"Apa kamu sudah membuat penawar racun untuk daddy?" tanya Claudia.
"Tentu saja sudah Clau. Itu sebabnya aku menyuruh kamu datang kesini," ujar Antonio.
"Syukurlah kalau begitu. Apa penawar racun itu bisa langsung membuat daddy aku sembuh Antonio?" tanya Claudia.
"Tidak Clau. Karena Daddy kamu sudah lama meminum racun itu. Hingga menyebabkan dia mangalami lumpuh. Butuh beberapa bulan agar daddy kamu bisa berjalan normal lagi seperti dulu Clau." Jelas Antonio.
"Bagaimana aku bisa mengobati daddy aku, Jika dia masih berada di rumah neraka itu?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Kamu harus bisa membawa keluar daddy kamu dari sana. Setelah itu, kamu bawa daddy kamu ke rumah ini. Biar aku bisa menjaga, dan merawat daddy kamu agar dia lebih cepat sembuh," sahut Antonio.
"Tapi bagaimana caranya mengeluarkan daddy dari sana? Aku takut mereka akan curiga saat melihat tidak ada lagi daddy di sana," ujar Claudia.
"Begini saja Clau. Kamu suruh saja bibi Ani pembantu kamu itu untuk mengeluarkan daddy kamu dari sana," sahut Alice.
"Nggak semudah itu kita membawa daddy dari sana kak Al. Kamu pikir daddy akan mau ikut bibi Ani keluar dari rumah itu," kata Claudia.
"Kalau daddy kamu tidak bisa di ajak keluar baik-baik. Kita bisa memberi daddy kamu obat tidur, dengan begitu kita bisa mengeluarkan daddy kamu dari sana," ujar Alice.
"Apa yang dikatakan oleh Alice benar sekali Clau. Kita tidak punya rencana lain lagi selain rencana itu," sahut Antonio.
"Tapi bagaimana caranya kita mengeluarkan daddy dari sana sementara wanita ular itu ada di rumah itu?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Kita tunggu wanita ular itu keluar dari rumah kamu dulu, baru setelah itu kita bawa daddy kamu ke rumah Antonio." Jelas Alice.
"Baiklah. Aku akan ikutin rencana dari kalian, " ujar Claudia.
•
•
•
Di mansion Henry Abraham
Saat ini bibi Ani sedang membuat sarapan untuk tuan Henry. Karena Barbara yang biasanya tak pernah lupa untuk memberikan sarapan untuk tuan Henry malah pergi entah kemana.
Dreet... Dreet... Dreet...
"Aduh. Siapa sih yang menelpon? Tidak tahu apa kalau aku lagi sibuk," ujar bibi Ani dengan kesal karena kegiatannya terganggu.
__ADS_1
📞 "Hallo... ada apa nona Clau?" tanya bibi Ani setelah melihat orang yang menelponnya ternyata Claudia anak dari majikannya sendiri.
📞 "Hallo bibi Ani. Apa aku mengganggu bibi Ani saat ini?" tanya Claudia.
📞 "Tidak nona Clau. Ada yang bisa bibi bantu untuk nona Clau?" tanya bibi Ani.
📞 "Begini Bi. Apa daddy sudah makan saat ini?" tanya Claudia.
📞 "Ini bibi lagi buat sarapan buat tuan Henry nona Clau," ujar bibi Ani.
📞 "Kenapa bibi yang membuat sarapan nya? Bukannya kata bibi, wanita ular itu yang selalu membuat sarapan buat daddy?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.
📞 "Itu karena Nyonya Barbara sedang pergi saat ini nona. Makanya bibi yang buatkan sarapan untuk tuan Henry." Jelas bibi Ani.
📞 "Emangnya wanita ular itu pergi ke mana?" tanya Claudia dengan penasaran.
📞 "Bibi juga tidak tahu nona. Mungkin lagi bersenang-senang kali non," ujar bibi Ani.
📞 "Ya, sudah biarkan mereka bersenang-senang dulu. Sebelum aku lemparkan mereka ke tempat asalnya," ujar Claudia dengan cepat.
📞 "Ada apa nona Clau, menelpon bibi?" tanya bibi Ani.
📞 "Oh ya ampun... aku malah lupa lagi, gara-gara membahas wanita ular itu. Bibi sebaiknya jangan dulu memberikan makanan itu untuk daddy. Tunggu aku sampai dulu kesana," ujar Claudia.
📞 "Apa?" teriak bibi Ani yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
📞 "Nggak bi... aku bukannya mau kembali ke rumah itu. Tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan di sana. Bibi hanya perlu menunggu aku datang kesana, mengerti." Jelas Claudia.
📞 "Baiklah nona Clau," jawab bibi Ani seraya mematikan smartphone nya.
Beberapa Jam kemudian
Sampai lah Claudia, Antonio, dan Alice ke mansion Henry Abraham.
"Clau! Bagaimana kita bisa masuk ke dalam, sementara di luar ada satpam yang berjaga, jika kita membawa keluar daddy kamu aku yakin kita bisa ketahuan?" tanya Alice.
"Sebentar aku telepon bibi Ani dulu untuk menyuruh satpam itu pergi dari sana sebentar," kata Claudia.
📞 "Hallo.... apa nona Clau sudah sampai kesini?" tanya bibi Ani.
📞 "Iya bi... Aku sudah sampai disini. Sekarang bibi lakukan perintah aku untuk menyuruh satpam di depan rumah agar pergi dari rumah ini. Biar kami bisa masuk ke dalam rumah ini, tanpa ketahuan oleh siapapun," kata Claudia dengan nada perintah.
📞 "Oke. Nona Clau. Kalau itu urusan gampang. Serahkan saja sama bibi Ani," ujar bibi Ani dengan antusias.
📞 "Baiklah. Terima kasih, karena bibi sudah membantu aku, dan daddy," ujar Claudia.
📞 "Sama-sama nona Clau. Bibi juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan keluarga nona selama ini pada bibi, dan keluarga bibi yang ada di kampung. Baiklah bibi matikan dulu hpnya," ujar bibi Ani seraya mematikan smartphone nya.
__ADS_1
"Bagaimana Clau? Apa yang bibi katakan?" tanya Alice dengan wajah penasaran.
"Soal satpam yang ada di sana. Biar menjadi urusan bibi Ani. Jadi kita hanya perlu menunggu disini," ujar Claudia.
"Ibu tiri kamu tidak ada di rumah ini kan Clau?" tanya Antonio.
"Tidak ada. Bukankah itu suatu keuntungan untuk kita, dengan begitu kita bisa membawa daddy keluar dari rumah ini, tanpa takut ketahuan sama mereka," ujar Claudia.
"Kamu benar juga Clau," ujar Antonio.
Tok... Tok... Tok...
"Nona Clau. Ini bibi Ani," ujar bibi Ani seraya mengetuk kaca jendela mobilnya Antonio.
"Ada apa bi?" tanya Claudia setelah membuka kaca mobilnya.
"Itu non... bibi sudah menyuruh satpam itu untuk keluar dari rumah ini. Jadi nona Clau... bisa masuk ke dalam segera. Tapi ingat non... jangan terlalu lama, karena bibi takut satpam tadi balik lagi ke rumah ini," ujar bibi Ani.
"Baik bi... kami mengerti," ujar Claudia.
"Ayo kak Al... Antonio. Lebih baik kita cepat masuk ke dalam rumah ini sebelum satpam, dan wanita ular itu kembali ke rumah ini," sambungnya lagi.
Di dalam Mansion Henry Abraham
Saat ini mereka semua sudah berada di dalam rumah itu untuk menjalankan rencana yang sudah mereka rencanakan tadi.
"Bibi cepat masukkan obat ini ke dalam makanan daddy. Dan pastikan daddy memakan makanan itu sampai habis. Jika bibi melihat daddy sudah pingsan. Maka bibi harus memanggil kami dengan segera," ujar Claudia.
"Oke. Non... akan bibi laksanakan perintah nona Clau," ujar bibi Ani seraya menerima bungkus obat yang di berikan oleh Claudia dan setelah itu pergi dari sana.
"Clau! Semoga dengan membawa daddy kamu dari sini. Daddy kamu bisa cepat pulih, dan bisa berjalan normal seperti dulu lagi," ujar Alice.
"Iya, kak Al... aku juga berharap seperti itu. Karena selama Daddy masih tinggal di rumah ini aku selalu merasa takut kalau mereka akan melakukan hal yang jauh lebih parah dari pada ini," ujar Claudia.
"Kamu tenang saja Clau... sebentar lagi kita akan membawa daddy kamu pergi dari rumah ini," sahut Antonio dengan cepat.
"Terima kasih banyak Antonio. Karena kamu lagi-lagi menjadi penyelamat keluarga kami. Juka tidak ada bantuan kamu. Mungkin aku tidak bisa menolong daddy saat ini. Kamu emang penyelamat yang di kirim tuhan untuk menolong kami Antonio," ujar Claudia dengan senyum bahagia.
"Sama-sama Clau... aku senang bisa membantu kamu. Karena aku sudah mengganggap kamu seperti adik aku sendiri," ujar Antonio.
•
•
•
Bersambung.....
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁