
Di Mansion Alexander
Saat ini mereka semua sudah siap untuk pergi menjalankan misi yang ingin memisahkan wanita yang saat ini sedang dekat dengan Alexander.
"Ara sayang, kamu yakin kita akan memakai baju seperti ini?" tanya Claudia yang merasa risih saat memakai pakaian tertutup seperti ini.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tentu saja mommy. Bial daddy ndak mengenal kita nanti," ujar Ara seraya meyakinkan ibunya agar mau memakai pakaian yang dia siapkan.
"Baiklah. Mommy akan memakai pakaian ini sekarang," ujar Claudia seraya memakai pakaian yang sudah di persiapkan oleh anaknya.
"Oke. Kalena semua na sudah siap. Sekalang kita semua langsung belangkat saja, sebelum daddy pelgi dali negala ini," titah Ara dengan tegas.
"Ok," jawab mereka dengan serentak.
Beberapa Jam Kemudian
Saat ini mereka sudah sampai di bandara Internasional California Amerika Serikat. Setelah itu mereka langsung menuju ke tempat dimana letaknya pesawat pribadi Alexander Lemos berada saat ini.
"Ara sayang, kita mau kemana? Bukannya seharusnya kita beli tiket dulu baru bisa masuk ke dalam sini? Ini kenapa kita bisa langsung masuk ke sini tanpa harus antri dulu seperti orang lain?" tanya Claudia dengan kening mengkerut.
"Tentu saja bisa. Olang Ala sudah kasih tahu cama daddy kalau kami mau masuk ke dalam pesawat plibadi na daddy. Siapa juga yang belani melangal pelintah daddy. Jika ada, belalti olang itu sudah siap hidup na di hanculkan oleh daddy," batin Ara.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Mommy ini gimana sih. Kita ini mau naik pesawat pribadinya Daddy, jadi ndak pelu anteli sepelti olang lain," ujar Ara dengan penuh keyakinan agar ibunya tidak curiga dengan nya.
Mendengar perkataan anaknya membuat Claudia terdiam seperti patung. Dan dia hanya bisa mengikuti anaknya. Dan saat ini mereka sudah berada di dekat pesawat pribadinya Alexander.
Pesawat Pribadinya Alexander
"Selamat datang nona kecil..."
"Selamat datang nyonya muda..."
Itulah sapaan dari anak buah Alexander seraya membungkukkan kepalanya dengan hormat.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa daddy Ala sudah sampai sini?" tanya Ara dengan tegas.
"Belum nona kecil," jawab mereka dengan sopan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ya, sudah. Kami mau masuk ke dalam pesawat ini. Ingat, kalian ndak boleh kasih tahu cama daddy kalau kami ada di dalam pesawat ini."
"Apa kalian mengelti," titah Ara dengan tegas.
"Tapi nona kecil. Pesawat ini saat ini sedang di pakai oleh tuan muda untuk pergi berlibur bersama dengan wanita kesayangannya itu," ujar anak buah Alex dengan sopan.
"Sial. Ternyata apa yang di katakan oleh Ara benar adanya. Kalau mas Alex mau pergi berlibur bersama dengan wanita pelakor itu. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan dia bersenang-senang dengan pelakor itu," batin Claudia dengan wajah kesal.
"Apa kamu tahu siapa aku? Aku ini, istri sah dari atasan kamu itu. Beraninya kamu menghalangi aku untuk masuk ke dalam pesawat pribadi suami aku sendiri. Apa kamu mau saya pecat," ancam Claudia.
"Maaf nyonya muda.Tolong jangan pecat saya," ujar anak buah Alex dengan tatapan memelas.
__ADS_1
"Jika kamu mau saya maafkan, izinkan kami masuk ke dalam pesawat ini," ujar Claudia dengan tegas.
"Baiklah. Silahkan masuk nyonya muda," ujar petugas itu dengan sopan.
"Ayo Ara sayang. Kita masuk ke dalam sekarang," ujar Claudia dengan lembut.
"Mommy masuk saja duluan. Ingat, mommy halus duduk di belakang agal daddy ndak bisa melihat mommy nanti," ujar Ara.
"Kenapa mommy harus duduk di belakang? Bukannya lebih enak duduk di depan?" tanya Claudia dengan wajah polos.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa mommy lupa, kalau kita saat ini sedang menyamal agal daddy ndak tahu kebeladaan kita," ujar Ara dengan sabar walaupun dalam hati sudah kesal dengan ibunya yang polos ini.
"Oh... iya. Mommy lupa tadi," ujar Claudia seraya terkekeh.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Mommy masuk saja dulu ke dalam. Nanti Ala menyusul mommy di belakang," ujar Ara yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.
Setelah melihat ibunya sudah masuk ke dalam pesawat pribadinya Alex. Ara langsung menghubungi Ayahnya agar segera menyusul mereka kesini.
•
•
•
Di Perjalanan
Dreet... Dreet... Dreet...
📞 "Hallo," ujar seseorang yang ada di sebrang sana.
📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."
📞 "Ini Daddy masih ada di perjalanan mau sampai di bandara." Alex menjawab dengan cepat.
📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."
📞 "Setelah daddy sampai di sini. Daddy hanya pelu pula-pula ndak melihat kami di dalam pesawat ini. Dan daddy halus belsandiwala dengan Aunty Nabila cepelti yang ada di film kemalin kita tonton. Apa daddy mengelti," titah Ara dengan tegas.
📞 "Ok. Daddy akan usahakan untuk bersikap romantis sama wanita jelek ini," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa.
"Berhenti bilang aku jelek. Jika tidak, aku tidak akan mau membantu kak Alex nanti," ancam Nabila dengan wajah kesal.
"Hey cewek aneh. Yang meminta kamu untuk pura-pura jadi pacar sewaan aku siapa? tanya Alex dengan wajah datar.
Glek
"Kenapa laki-laki ini sangat menakutkan? Jika tidak ingat Ara yang sudah tahu rahasia aku kemarin. Aku juga tidak akan mau membantu laki-laki menyebalkan ini," batin Nabila dengan wajah kesal.
📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."
📞 "Apa kalian bisa diam ndak? Ala pucing mendengal suala jelek kalian ini," ujar Ara dengan wajah kesal saat mendengar perdebatan mereka sejak tadi.
Mendengar perkataan Ara membuat Alex tersadar kalau sejak tadi anaknya mendengar perdebatan mereka.
📞 "Sekarang Ara di mana? Kenapa Ara bisa menelpon daddy? Bagaimana kalau mommy mendengar perkataan kita? tanya Alex seraya mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
📞 "Ihhh, pucing pala Ala..."
📞 "Ini Ala masih di bawah pesawat pribadinya daddy. Jadi mommy ndak mungkin bica mendengal suala Ala." Ara menjawab dengan tenang.
📞 "Baiklah. Daddy tutup telpon dulu karena sebentar lagi mau sampai di bandara," ujar Alex dengan lembut.
📞 "Oc," jawab Ara seraya mematikan hpnya.
"Bagaimana akting Om tadi nona kecil? tanya anak buah Alex dengan penasaran.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Lumayan juga. Nanti om Liam minta saja bonus dali daddy na Ala saat dia sudah sampai di sini nanti," ujar Ara dengan cepat.
"Baik nona kecil. Sebaiknya nona kecil masuk ke dalam saja, karena sebentar lagi tuan Alex akan datang ke sini," ujar Liam anak buah Alexander.
"Baik. Ala masuk ke dalam dulu," ujar Ara seraya masuk ke dalam pesawat pribadi Alexander yang di jawab anggukan kepala oleh Liam.
Di Dalam Pesawat Pribadi Alexander
Beberapa Jam Kemudian
Saat ini Alex sudah sampai di bandara internasional California Amerika Serikat. Setelah itu dia langsung bergegas menuju di mana letak pesawat pribadinya itu berada.
"Selamat datang tuan Alex," ujar Liam seraya membungkukkan kepalanya dengan hormat.
"Di mana mereka? tanya Alex tanpa basa-basi.
"Nyonya muda sama nona kecil ada di dalam tuan," jawab Liam dengan sopan.
"Kerja bagus. Ini bonus untuk kamu," ujar Alex seraya memberikan bonus pada Liam karena sudah menjalankan perintahnya.
"Terima kasih tuan Alex," ujar Liam dengan sopan yang di jawab anggukan kepala oleh Alex.
"Tuan mau berlibur berapa hari?" tanya Andre asisten pribadinya Alex dengan sopan.
"Belum tahu. Selama aku berlibur, kamu yang aku percayakan untuk mengurus perusahaan dengan baik. Jika ada sesuatu dengan perusahaan, kamu harus menghubungi aku secepatnya. Apa kamu mengerti Ndre." titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan Alex." Andre menjawab dengan penuh keyakinan.
"Kami pergi dulu. Kamu bisa kembali sekarang," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan Alex." Andre menjawab dengan cepat, seraya pergi dari sana.
"Dan kau nona. Ingat, ini hanya sandiwara jadi kamu jangan pernah berpikir kalau saya akan suka dengan wajah jelek kamu itu. Karena bagi saya, hanya Claudia satu-satunya wanita yang saya cintai, yang pasti lebih cantik dari pada kamu," ujar Alex seraya menghina Nabila.
"Aku tidak mungkin suka sama kamu. Karena aku sudah punya pacar yang pasti lebih segalanya di bandingkan kamu," ujar Nabila dengan wajah kesal.
Mendengar perkataan wanita ini membuat Alex menahan emosi, agar tidak meledak. Jika dia tidak ingat dengan misi ini, sudah dia pastikan akan membuat hidup wanita ini hancur tanpa sisa.
"Sebaiknya tuan Alex bergegas masuk ke dalam pesawat ini, agar kita bisa berangkat secepatnya," ujar anak buah Alex dengan sopan, yang di jawab anggukan kepala oleh Alex seraya menaiki pesawat pribadinya itu.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷