One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Memiliki Niat Lain )


__ADS_3

Di Ruangan Meeting


"Apa itu artinya waktu kami pulang dari restoran itu kamu datang ke sana? Dan kamu malah meminum minuman yang sudah di campurkan obat perangsang?" Walaupun Alex sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada temannya dia tetap saja berpura-pura di depannya.


"Iya, saat itu aku sangat haus karena habis lari-lari untuk bisa menemui kamu. Pas sampai di sana kamu justru malah tidak ada lagi dan sialnya aku malah meminum minuman yang sudah di campurkan obat perangsang yang seharusnya di berikan padamu malah aku yang minum dan setelahnya kamu pasti sudah tahu tanpa aku jelaskan," ujar Daffa.


"Bagaimana rasanya melakukan dengan wanita yang masih perawan dengan wanita yang sudah longgar?" Bukan Alex yang bertanya melainkan Andre seraya menahan tawanya saat mendengar perkataan nya sendiri.


"Tentu saja lebih enak dan nikmat wanita perawan di bandingkan dengan wanita yang sudah longgar," jawab Daffa yang merasa bangga karena bisa merasakan gadis perawan.


"Ck! Dasar laki-laki pling plang, bukannya kamu dulu pernah mengatakan tidak mau bermain dengan wanita perawan?" tanya Alex dengan tatapan mengejek.


"Itu dulu Lex, sebelum aku merasakan bagaimana nikmatnya gadis perawan," ujar Daffa yang tidak mau di salahkan.


Sekarang di ruang meeting bukan lagi membahas masalah pekerjaan melainkan membahas masalah wanita itu sedangkan wanita yang mereka bicarakan sekarang sedang sibuk bekerja di perusahaan Daffa.


Yah, hari ini Aluna mulai bekerja di perusahaan Intel Group sebagai sekretaris Daffa Roberto. Ada yang suka dia menjadi sekretaris Ceo mereka ada pula yang membenci dirinya. Tetapi walaupun begitu dia sama sekali tidak peduli karena dia bekerja demi membahagiakan orang tuanya agar tidak lagi menderita seperti saat ini.


"Jadi bagaimana Lex? Apa kamu mau menerima tawaran kerjasama dengan perusahaan ku?" Daffa berharap Alex mau menerima tawaran kerjasama perusahaan nya itu. Dia tidak mau gara-gara menolong wanita itu, Alex malah membatalkan kerjasama mereka.


"Oke, aku mau bekerjasama dengan perusahaan kamu itu asal kamu mau memberikan aku keuntungan sebesar 80%, bagaimana hemmm?" tanya Alex dengan seringai liciknya.


Mendengar perkataan Alex membuat Daffa terkejut dan juga shock. Walaupun dia tidak berpengalaman dalam berbisnis tetapi dia tidak akan bodoh mengenai masalah ini. Dia sangat tahu jika memberikan keuntungan sebesar itu pada Alex itu sama saja membuat perusahaan dia gulung tikar. Dia tidak menyangka temannya bisa selicik itu, dia tidak hanya licik pada orang lain tetapi pada temannya sendiri pun dia berbuat licik seperti ini.


"Gila kamu Lex, apa kamu ingin perusahaan ku bangkrut?" tanya Daffa yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.


"Kalau kamu tidak mau juga tidak masalah, karena aku tidak akan rugi juga jika tidak bekerjasama dengan perusahaan kamu," ujar Alex dengan cuek.


"Jangan begitu Lex, kamu tahu sendiri aku baru bekerja di perusahaan orang tua ku jika aku memberikan keuntungan sebesar itu pada mu otomatis perusahaan ku langsung terguncang dan akhirnya malah bangkrut. Jika sampai itu terjadi bisa habis aku sama papaku," jelas Daffa dengan wajah frustasi.


"Oke, bagaimana dengan 60%?" tanya Alex.


"Lex! Bisa kurangi sedikit? Bagaimana kalau 55% untuk kamu dan 45% untuk ku?" tanya Daffa seraya membujuk Alex agar mau menerima tawaran nya.


"Kau tahu, biasanya aku langsung menghancurkan seseorang yang telah berani melawan ku tetapi pada mu aku memberikan keringanan karena kamu sebagai teman baik ku. Saat aku tahu kau membantu wanita ondel-ondel itu ingin sekali aku hancurkan perusahaan kamu saat itu juga."

__ADS_1


"Tetapi lagi-lagi aku merasa kasihan padamu dan juga keluarga mu sehingga aku tidak jadi menghancurkan perusahaan kalian. Tapi sebagai imbalan karena kamu sudah memperkerjakan wanita ondel-ondel itu di perusahaan mu maka kamu harus memberikan aku keuntungan 60% dan 5% lagi saham yang ada di perusahaan kamu."


"Jadi totalnya 65%, ya atau tidak saat ini perusahaan kamu aku ratakan dengan tanah." Inilah alasan lain kenapa Alex membiarkan Daffa membantu wanita itu karena selain ingin temannya berubah menjadi laki-laki baik dan tidak lagi bermain wanita sebarangan, dia juga memiliki niat lain yaitu ingin mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan juga saham perusahaan orang tuanya Daffa Roberto.


Makanya dia sengaja mengulurkan waktu untuk menjawab tawaran kerjasama dari Daffa kemarin karena dia sedang menunggu momen saat ini agar bisa menekan temannya untuk memberikan keuntungan yang banyak padanya.


Itulah kenapa Alexander Lemos di sebut raja bisnis dan sang penguasa negara ini karena dia benar-benar sangat pandai dalam hal mencari keuntungan sehingga perusahaan nya semakin hari semakin besar hingga perusahaan lain tidak bisa menandingi perusahaan milik Alexander Lemos sang penguasa negara ini.


"Lex! Kenapa kamu sangat licik sekali?" tanya Daffa dengan wajah kesal.


"Jika tidak licik maka perusahaan ku pasti sudah bangkrut sejak dulu karena memiliki pemimpin yang bodoh seperti kamu yang kerjaan nya hanya bermain wanita," ujar Alex seraya menyindir temannya.


"Apa kamu tidak kasihan padaku?" tanya Daffa yang masih membujuk temannya.


"Jika kau masih ingin tawar menawar padaku maka aku akan naikkan lagi keuntungan nya yang tadinya 60% sekarang berubah 65%. Dan bisa jadi sekarang aku naikkan lagi menjadi 80% seperti di awal tadi," ujar Alex dengan seringai liciknya.


Mendengar perkataan Alex membuat Daffa tidak memiliki pilihan lain. Masih untung temannya tidak menghancurkan perusahaan milik orang tuanya karena sudah membantu wanita yang sudah di cap musuh oleh Alexander Lemos. Jika orang lain yang membantu wanita itu pasti saat ini perusahaan mereka sudah di nyatakan bangkrut.


"Oke, aku terima tawaran kerjasama ini," jawab Daffa dengan pasrah.


"Pilihan yang tepat," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa. Sedangkan Daffa ingin sekali melempar temannya dari atas gedung ini biar mati sekalian.


"Andre panggil Laura kemari, dan suruh dia siapkan berkas kerjasama dengan perusahaan Intel Group sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Andre seraya melakukan perintah atasannya segera.


"Apa tadi kamu tidak membawa berkas kerjasama dengan perusahaan ku Lex?" tanya Daffa yang terkejut saat mendengar perkataan Alex tadi.


"Untuk apa aku membawa berkas kerjasama itu jika niat aku tadi ingin menghancurkan perusahaan kamu karena kamu sudah berani membantu wanita itu," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa.


Glek


"Terus kenapa kamu sekarang berubah pikiran?"


"Sial kenapa aku harus menanyakan pertanyaan seperti itu pada Alex? Bagaimana kalau dia berubah pikiran dan akhirnya malah menghancurkan perusahaan orang tua ku detik ini juga? Bisa di cincang aku oleh papa dan mama jika sampai Alex menghancurkan perusahaan keluarga ku," batin Daffa dengan perasaan cemas.

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan ini? Apa kamu ingin aku menghancurkan perusahaan kamu?" tanya Alex dengan tatapan tajam.


Glek


Hehehehe


"Tidak Lex, aku hanya bercanda. Sebaiknya kamu lupakan saja pertanyaan aku tadi," ujar Daffa seraya terkekeh untuk menutupi ketakutan nya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ini tuan berkas yang anda minta tadi," ujar Laura seraya memberikan berkas kerjasama perusahaan atasannya dengan perusahaan milik Daffa.


"Taruh saja di sini," titah Alex seraya menyuruh Laura meletakkan berkas itu di atas meja.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi," jawab Laura seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala dari atasannya.


"Baca, setelah itu tanda tangan sebagai kesepakatan kerjasama perusahaan kita," titah Alex seraya menyodorkan berkas kerjasama itu pada Daffa yang langsung di terima olehnya.


"Ini, sekarang giliran kamu yang tanda tangan," ujar Daffa setelah menandatangani kontrak perjanjian itu.


Setelah melihat Alex sudah selesai menandatangani kontrak perjanjian itu baru Daffa meminta izin untuk kembali ke perusahaan miliknya.


"Oke, kalau begitu aku pergi dulu permisi," ujar Daffa seraya pergi dari sana.


"Hemmm," jawab Alex dengan singkat.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2