
Di Mansion Alexander Lemos
Belum lama mereka kembali ke mansion ini, tiba-tiba saja Alex malah mengalami ngidam. Yang membuat mereka shock dan terkejut adalah saat mendengar keinginan Alex yang benar-benar di luar pikiran mereka. Mau tidak mau mereka dengan terpaksa memenuhi keinginan Alex itu walaupun terasa berat bagi mereka.
"Ma, aku sangat menginginkan sesuatu." Angelina langsung menatap putranya dengan perasaan was-was, begitu juga dengan David dan Claudia.
"Apa sayang? Kau menginginkan apa?" tanya Angelina dengan tersenyum. Namun, dalam hatinya sangat khawatir. Ia takut putranya akan meminta hal yang aneh lagi.
"Aku ingin makan mangga muda, ma! Dan harus papa yang mencarinya. Lalu buahnya harus memetik langsung dari pohonnya! Bisa kan ma?" tanya Alex dengan mata berbinar.
Deg
Mereka semua langsung berpandangan dan beralih menatap Alex." Yakk! Kau yang benar saja, Lex! Apa kau sudah gila huh?" pekik David saat mengetahui keinginan random putranya.
Claudia dan Angelina menunduk, mereka berdua menahan tawanya. Sungguh, benih Alex sangatlah menyebalkan.
"Aduh, nak! Kenapa kamu malah menyusahkan opa? Astaga! Aku ingin sekali tertawa," batin Claudia dengan mengigit bibir bawahnya.
"Wah asik, mas David semakin tersiksa," batin Angelina dengan menahan tawanya.
Dua wanita itu sangat ingin tertawa keras saat melihat wajah melas Alex dan wajah kesal David.
"Ouh, ayolah pa! Aku sangat menginginkan nya," ujar Alex dengan memohon, bahkan matanya mengerjap berkali-kali. Sungguh, itu bukan seperti Alex. Dan Alex terlihat seperti anak kecil yang merengek karena tidak di belikan mainan.
"Tidak! Di sini pohon mangga sangat susah dan jauh dari lingkungan mu! Kau suruh saja anak buah mu untuk mencarinya," hardik David dengan kesal dan menatap tajam putranya.
"Ma." Rengek Alex dan beralih menatap ibunya dengan tatapan memohon.
Angelina yang tidak tega melihat putranya dan dia ingin sekali melihat David memanjat pohon mangga, mau tidak mau ia akhirnya membujuk suaminya.
"Turuti saja sayang, kau tidak mau kan jika nanti cucumu terus saja mengeluarkan air liurnya. Karena keinginan nya tidak di penuhi oleh opanya." Bujuk Angelina dengan lembut sembari mengelus lengan suaminya, David yang sangat mencintai istrinya pun akhirnya luluh dengan keinginan istrinya.
"Oke, baiklah. Nanti papa carikan, dan awas saja jika kau meminta hal aneh-aneh lagi akan papa kirim kamu ke planet pluto." Kesal David dan menatap putranya sangat tajam, Alex yang mendengar ucapan ayahnya sontak tersenyum dan matanya berbinar.
"Terima kasih pa! Aku sayang papa." David dan Angelina sontak melototkan matanya dan menganga tidak percaya karena ucapan yang terlontar dari bibir Alex barusan.
"Apa dia kesurupan, ma? tanya David seraya berbisik.
"Sudah, biarkan saja. Kapan lagi putramu mengungkapkan rasa sayangnya kepadamu," balas Angelina dengan terkekeh. Claudia yang melihat perdebatan kecil yang di sebabkan kemauan anaknya hanya tersenyum lembut.
"Ma, pa. Ayo kita pergi," ajak Alex dengan antusias.
"Ya sudah, mama dan papa bersiap dulu." David dan Angelina langsung menuju kamarnya untuk bersiap.
"Ma, aku tidak mungkin kan memanjat pohon. Astaga nanti joni tergesek bagaimana? Rengek David.
__ADS_1
"Tergesek bagaimana sih dad! Kau kan pakai celana. Mana mungkin akan tergesek huh? Angelina merasa heran dengan perkataan konyol suaminya
"Kau tidak mau membujuk putramu, sayang?" tanya David.
"Putra kita sayang. sudah ayo kita turun." David mengikuti langkah istrinya dengan wajah tertekuk lesu. Sungguh, ia sangat tertekan dengan keinginan Alex yang di luar nalar.
Kedua orang tua Alex langsung menghampiri putranya dan menantunya yang sedang menunggu mereka sejak tadi. Mereka langsung menuju lokasi yang sudah di tentukan oleh Alex.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di perkebunan yang pernah di lihat oleh Alex lewat hpnya itu. David dan Angelina tertegun dengan tempat yang di tunjukkan oleh Alex. Mereka tidak menyangka akan kemauan putranya.
"Pa, sepertinya dia akan menyiksamu," bisikan Angelina, David yang mendengar hanya mampu tertunduk kesal.
"Pa," panggil Alex, David langsung melihat ke arah Alex.
"Aku ingin papa memanjat pohon di sebelah sana." Tunjuk Alex ke arah pohon mangga tinggi di ujung sana.
"Kau yakin dengan keinginan mu, Lex?" tanya David sekali lagi, ia berharap putranya mau merubah keputusan nya itu.
"Hmmm." Alex berdehem dan mengangguk pelan, Angelina dan Claudia hanya terdiam saat mendengar perdebatan ayah dan anak.
"Lex, kau tau kan jika papa sudah tua?" Rengek David dengan wajah memelas.
"Pa, kau itu masih perkasa. Buktinya kau masih bisa menggempur mama bukan? Jadi tidak ada alasan papa untuk tidak memanjat." David yang mendengar perkataan putranya langsung memelotkan matanya, sedangkan Angelina dan Claudia merasa malu dengan ucapan Alex.
David mengusap wajahnya kasar, ia sangat tertekan dengan keinginan konyol putranya. Akhirnya mau tidak mau dia harus segera mengambil mangga muda keinginan putranya.
"Papa tidak bisa, Lex," teriak David seraya memeluk pohon mangga.
"Papa pasti bisa, ayo pa. Keburu malam," teriak Alex dengan suara keras.
Angelina dan Claudia mengigit bibir bawahnya agar tidak tertawa melihat bagaimana perjuangan David untuk naik ke atas pohon mangga.
Setelah mengerahkan seluruh kekuatan nya, David berusaha memanjat kembali. Dan akhirnya perjuangan nya tidak sia-sia, David sampai di puncak pohon dan memetik mangga muda sebanyak-banyaknya agar putranya tidak meminta lagi. Ia melempar mangga tersebut ke bawah. Lalu ia turun dari pohon dengan nafas tersengal.
Mata Alex berbinar saat melihat keberhasilan ayahnya, ia langsung memasukkan mangga muda tersebut ke dalam wajah yang sudah ia bawah. Ia menyuruh anak buahnya untuk membawa buah mangga tersebut ke dalam bagasi mobil.
"Terima kasih papa," ujar Alex seraya memeluk tubuh ayah nya dengan erat.
"Hemmm." David hanya berdehem. Sungguh, badannya sekarang terasa remuk.
"Baiklah kalau begitu sekarang kita ke moll, karena aku ingin mengajak kalian untuk makan makanan Jepang. Aku sangat ingin makan sushi." David, Angelina dan juga Claudia langsung melongo mendengar permintaan Alex yang lagi-lagi terdengar aneh bagi mereka. Karena mereka tahu jika sang putra sebelumnya tidak pernah menyukai makanan Jepang.
Akhirnya mereka melangkah pergi meninggalkan halaman perkebunan tersebut.
"Aku butuh vitamin, ma," bisikan David dengan memelas, Angelina yang mendengar perkataan suaminya langsung terkekeh geli. Ia mengusap lengan suaminya.
__ADS_1
"Nanti malam, oke," ujar Angelina seraya mengedipkan sebelah matanya, David yang mendengar langsung tersenyum sumringah.
40 menit kemudian mereka telah sampai di moll, mereka langsung menuju ke restauran Jepang yang di inginkan Alex. Alex langsung pesan ruangan VIP dan memesan beberapa menu yang ia inginkan.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya menu yang di pesan sudah tersaji dengan rapi di atas meja, mereka berempat menikmati hidangan tersebut. Alex dengan lahap memakan semua hidangan di depannya.
David dan Angelina kembali tertegun atas sikap Alex yang memakan hidangan dengan lahap.
"Pelan-pelan, Lex! Kamu tenang saja, tidak ada yang akan merebut makanan kamu." Ejek David pada putranya, Alex yang mendengar perkataan ayahnya hanya menatap dengan tatapan datar setelah itu dia langsung melanjutkan makanan yang tadi sempat terhenti gara-gara di ejek oleh ayahnya.
Setelah beberapa menit mereka akhirnya selesai menyantap semua hidangan, Mereka langsung melangkah pergi dari sana.
"Kamu mau belanja , Honey?" tanya Alex pada istrinya.
"Boleh?" tanya Claudia, ia mendongak menatap Alex.
"Boleh, Honey," jawab Alex.
"Baiklah, aku ingin membeli beberapa camilan saja." Akhirnya mereka melangkah ke arah toko cemilan, David dan Angelina hanya mengikuti kemanapun pasangan muda itu berjalan.
Claudia mengambil beberapa camilan yang ia inginkan, setelahnya Alex langsung membayar semua belanjaan Claudia.
Setelah berbelanja mereka langsung melangkah ke luar dari moll dan memutuskan untuk pulang. Sopir yang bertugas langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah beberapa menit akhirnya mereka semua sampai di mansion.
Para bodyguard langsung mengeluarkan barang-barang tuan nya. Alex yang mengingat mangganya, langsung mengambil tiga buah dan menyuruh pembantu untuk mengupasnya. Alex juga menyuruh pembantu untuk membawakan kecap manis, cabai rawit dan gula sedikit di atas piring.
Mereka menuju ruang keluarga, tidak lama kemudian pembantu yang di utus oleh Alex langsung masuk ke dalam dan membawa mangga juga bahan yang tadi di minta oleh Alex.
Pembantu itu langsung menyajikan diatas meja yang ada di ruang keluarga. Angelina yang melihat bahan yang di minta Alex lantas bertanya." Untuk apa bahan itu Lex?" tanya Angelina.
"Tentu saja mau membuat alatnya agar bisa memakan mangganya nanti," jawab Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Angelina merasa heran dengan tingkah laku putranya itu.
"Ternyata Alex lucu juga kalau sedang ngidam seperti ini. Baguslah, kalau Alex yang mengalami ngidam. Itu berarti menantu ku tidak perlu merasa capek mengalami ngidam seperti ini," batin Angelina.
"Ya, sudah. Kamu makan saja itu, mama mau ke kamar dulu," ujar Angelina yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex. Setelah itu dia langsung pergi dari sana meninggalkan Alex sendiri yang sedang memakan mangga muda yang habis di petik tadi.
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺