One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Meninggalkan Alex )


__ADS_3

Di Kamar Alexander Lemos


Saat ini Claudia sedang memasukkan semua bajunya kedalam koper karena dia sudah bertekad ingin meninggalkan suaminya. Baginya percuma hidup dengan Alex jika dia sudah berpaling pada wanita lain yang ada hatinya akan sakit saat tau suaminya lebih memilih perempuan lain dari pada dirinya.


Sementara Alice tidak bisa berbuat apa-apa karena ini sudah menjadi keputusan adiknya untuk meninggalkan Alex dia hanya bisa berdoa agar adiknya bisa hidup bahagia di mana pun dia berada.


"Clau! kamu yakin mau pergi dari sini? Aku takut suatu saat nanti kamu akan menyesal? Jadi, pikirkan lagi keputusan kamu yang ingin pergi dari sini," ujar Alice.


"Aku sudah yakin kak," jawab Claudia dengan penuh keyakinan.


"Oh Tuhan... kenapa kamu melakukan kesalahan yang sama Clau? Apa kamu tidak kasihan dengan bayi yang ada di dalam kandungan kamu? Apa kamu sudah siap jika melahirkan tanpa di dampingi oleh suami kamu?" tanya Alice.


"Aku sudah siap kak, mungkin ini sudah menjadi takdir aku yang harus berjuang sendiri lagi sama seperti dulu," jawab Claudia dengan sendu.


"Kenapa kamu sangat keras kepala Clau? Kamu hanya peduli pada diri kamu sendiri tanpa peduli pada anak yang sedang kamu kandung."


"Bagaimana jika anak kamu sudah lahir dia pasti akan menanyakan keberadaan ayahnya? Atau bagaimana kalau dia di hina karena berpikir anak kamu lahir di luar nikah? Apa kamu sudah siap di caci maki oleh orang lain?" tanya Alice dengan penasaran.


Mendengar perkataan Alice membuat Claudia merasa bimbang antara pergi atau menetap di sini. Cukup lama Claudia berpikir akhirnya dia memutuskan tetap pergi meninggalkan suami yang sangat dia cintai karena dia tidak sanggup melihat suaminya bermesraan dengan wanita selingkuhan nya itu.


"Maaf kak, aku tetap akan pergi dari sini," ujar Claudia.


Mendengar perkataan Claudia membuat Alice menghela nafas pasrah. Dia sudah berusaha membujuk adiknya tapi tetap saja adiknya tidak mau mendengarkan perkataan nya mau tidak mau dia terpaksa membiarkan adiknya pergi dari mansion ini.


"Biarkan aku yang membereskan barang kamu. Kamu duduk saja di sana karena aku tidak mau terjadi sesuatu pada keponakan aku nanti," ujar Alice seraya menuntun adiknya agar duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.


"Baik, kak. Terima Kasih," ujar Claudia dengan tulus.


"Iya, sama-sama," ujar Alice.





Di Ruangan Kerja Alexander



"Ngapain kamu masih di sini? Pergi kamu dari perusahaan saya," titah Alex seraya menahan emosi.


"Maafkan aku kak Al, aku benar-benar tidak sengaja tadi. Jika kak Alex mau aku menjelaskan pada istri kak Alex akan aku lakukan karena aku tidak mau kak Alex bertengkar gara-gara masalah ini," ujar Aluna yang pura-pura baik agar Alex tidak curiga padanya kalau dia ingin menghancurkan hubungan mereka.


"Saya tidak butuh bantuan kamu, lebih baik kamu pergi dari sini," titah Alex seraya mengusir Aluna.


Mendengar perkataan Alex dengan berat hati Aluna terpaksa pergi dari perusahaan Alex. Karena dia sangat tahu kalau Alex saat ini sedang emosi. Jika dia memaksa tinggal di sini yang ada Alex akan melampiaskan kemarahannya pada dirinya.


"Lebih baik aku pergi dari sini yang penting aku sudah berhasil merusak rumah tangga mereka," batin Aluna dengan bahagia karena misi dia untuk memisahkan mereka sebentar lagi akan terwujud.


Dia sangat yakin Claudia pasti akan membenci Alex kalau perlu dia berharap istrinya Alex pergi dari hidup Alex untuk selamanya.


"Baik kak, aku akan pergi dari sini," ujar Aluna seraya pergi dari sana.

__ADS_1


"Akkhh..." teriak Alex dengan suara keras.


Prang


Bruk


Pyar


Alex yang sedang emosi dia justru malah melampiaskan pada barang-barang yang ada di dalam ruangan kerjanya. Dia sangat takut jika sampai istrinya salah paham dan malah meninggalkan nya seperti dulu.


Cklek


"Apa yang terjadi tuan?" tanya Andre yang terkejut saat melihat ruangan atasannya seperti kapal pecah.


"Claudia Ndre... dia melihat aku berpelukan dengan wanita ondel-ondel itu hingga membuat dia salah paham pada ku," Jelas Alex dengan frustasi.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka atasannya bisa membuat kesalahan sebesar ini. Apalagi istrinya sudah melihat masalah ini maka bisa di pastikan ini akan berimbas pada rumah tangga mereka.


"Apa tuan selingkuh dengan perempuan itu?" Andre bertanya dengan hati-hati.


"Mana mungkin aku selingkuh dengan wanita ondel-ondel itu, karena aku sangat mencintai Claudia." Jelas Alex.


"Jika tuan tidak mencintai wanita itu, kenapa juga tuan berpelukan dengan wanita itu tadi?" tanya Andre dengan penasaran.


"Tadi aku hanya ingin menolong dia saat kakinya terpeleset nggak tahunya malah kami jatuh di atas sofa sambil berpelukan dan sialnya Claudia malah melihat keadaan kami yang sedang berpelukan di atas sofa. Jangankan Claudia siapapun yang melihat keadaan kami pasti akan salah paham." Jelas Alex dengan frustasi.


"Apa tuan sudah menjelaskan pada nyonya Claudia?" tanya Andre dengan penasaran.


"Dia tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari ku. Itu sebabnya aku pusing bagaimana caranya membuat dia tidak marah lagi pada ku," ujar Alex.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Tuan, saya mau mengabarkan klien yang anda tunggu sudah datang," ujar Laura dengan sopan.


"Baik, siapkan berkas yang kita butuhkan." Bukan Alex yang menjawab melainkan Andre asisten pribadinya Alexander.


"Baik Pak Andre," jawab Laura dengan sopan.


"Ayo tuan kita pergi ke ruang meeting," ajak Andre dengan sopan.


Tanpa kata apapun Alex langsung pergi dari sana menuju ke ruang meeting yang di ikuti oleh Andre di belakang atasannya.


Ruang Meeting


"Bagaimana pak Alex? Apa anda puas dengan tawaran kerjasama dengan perusahaan kami?" tanya Klien Alex dengan penasaran.


Sementara Alex justru malah melamun sedari tadi. Dia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dari klien nya karena pikiran dia justru tertuju pada istrinya yang ada di mansion.


"Tuan Alex! Pak Messi bertanya pada tuan," ujar Andre seraya berbisik.

__ADS_1


"Ahh... ya. Ada apa Ndre?" tanya Alex saat baru sadar dari lamun nya.


"Pak Messi bertanya? Apa anda puas dengan tawaran kerjasama dengan perusahaan mereka? tanya Andre seraya berbisik.


"Bagaimana aku mau menjawabnya sementara aku tidak mendengarkan apa yang mereka katakan tadi," ujar Alex dengan bingung.


"Sejak kapan tuan tidak profesional seperti ini? Jika tuan ada masalah sebaiknya tuan selesaikan di luar jangan anda bawa ke perusahaan," ujar Andre yang keceplosan bicara.


"Apa kau mau mati Ndre?" tanya Alex dengan tatapan tajam.


Glek


"Oh Tuhan... kenapa aku bicara seperti itu pada tuan Alex? Lihat tatapan nya seperti singa yang ingin memangsa buruannya. Apa lagi tuan sedang emosi sekarang? Bagaimana kalau dia memecat aku dari perusahaan ini? Jika sampai aku di pecat dari perusahaan ini bisa stres aku karena tidak bisa menafkahi istri aku apalagi saat ini dia sedang hamil anak kami. Ayo berpikir Ndre supaya kamu bisa membujuk tuan Alex agar mau memaafkan kamu nanti," batin Andre seraya menelan ludahnya sendiri.


"Maaf tuan, aku tidak ada maksud bicara seperti itu pada tuan. Tolong jangan pecat aku dari perusahaan ini karena istri aku saat ini sedang hamil. Jika aku di pecat maka aku tidak bisa menghidupi istri aku tuan," ujar Andre dengan wajah cemas.


"Jika kamu tidak mau aku pecat urus klien kita ini karena aku tidak bisa melanjutkan meeting ini di saat pikiran aku sedang kacau seperti ini," ujar Alex.


"Tuan mau kemana?" tanya Andre dengan penasaran.


"Aku mau kembali ke ruangan ku." Jelas Alex dengan cepat.


"Baik tuan, aku akan menggantikan tuan.Tuan bisa pergi sekarang," ujar Andre dengan sopan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.


Tanpa kata apapun Alex langsung pergi dari ruangan meeting menuju ruangannya sendiri. Dia tidak peduli apa tanggapan mereka terhadapnya karena pergi dari sana tanpa pamit pada mereka. Karena pikirannya saat ini tidak tenang dia ingin pulang dan menemui istrinya tapi dia sudah berjanji untuk memberikan waktu pada istrinya untuk sendiri.


"Ada apa dengan pak Alex? Kenapa dia pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan saya tadi?" tanya pak Messi dengan penasaran.


"Maaf pak Messi tuan Alex saat ini ada masalah pribadi. Itu sebabnya dia tidak bisa fokus pada meeting ini. Tapi pak Messi tidak perlu khawatir ada saya yang akan menggantikan tuan Alex, jadi kalian bisa melanjutkan pembahasan yang ingin kalian jelaskan di sini. Nanti biar saya yang menjelaskan pada tuan Alex setuju atau tidak nya dengan proyek ini saya akan mengabarkan pada asisten pribadi pak Messi nanti." Jelas Andre yang di tanggapi anggukan kepala oleh pak Messi.


Beberapa menit kemudian


"Bagaimana pak Andre? Apa anda setuju dengan proyek ini?" tanya pak Messi.


"Seperti yang saya katakan tadi, saya hanya mendengarkan penjelasan dari kalian yang menentukan nya hanya tuan Alex saja. Karena saya hanya asisten kepercayaan tuan Alex saja," ujar Andre.


"Oke, kalau begitu kami pamit dulu. Kabari kami jika pak Alex sudah memiliki jawaban atas proyek ini," ujar pak Messi seraya mengulurkan tangan tanda salaman.


"Oke," jawab Andre seraya menerima jabat tangan pak Messi, setelah itu mereka pergi dari sana di ikuti asisten pribadinya.





Bersambung....


Hay para reader yang cantik dan tampan. Hari ini Author lagi mengalami sakit demam karena kelelahan. Tapi jangan khawatir walaupun Author lagi sakit insyaallah akan usahakan Update setiap hari seperti biasanya. Karena author tidak mau mengecewakan para reader yang setia menunggu update dari novel ini. Terima kasih banyak karena kalian sudah setia meluangkan waktu buat membaca novel author yang masih amatir ini. Jika ada salah di maklumi saja ya. Karena author masih baru hehehehe.


Dan author hanya butuh doa dari kalian agar author selalu di beri kesehatan supaya bisa update setiap hari. Maaf jika author hari ini agak cerewet sedikit hehehehe. Sekali lagi Terima kasih banyak salam untuk kalian semua nya.


Selamat Membaca....

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2