
Di Ruang Meeting
"Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk di mana keberadaan Claudia?" tanya Alex dengan penasaran.
"Maaf tuan, kami sudah mengerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari keberadaan nyonya Claudia tapi sampai sekarang belum juga kami temukan. Kami bahkan sudah menanyakan keberadaan nyonya Claudia pada nona Alice tapi tetap saja dia tidak tahu di mana keberadaan nyonya Claudia," jelas Andre dengan perasaan bersalah.
Mendengar perkataan Andre membuat Alex frustasi dan dia hampir saja putus asa saat tidak bisa menemukan keberadaan istrinya Dia sungguh takut jika sampai kejadian dulu terulang lagi, apalagi sampai dia tidak bisa melihat anaknya lahir ke dunia ini.
"Apa aku tidak layak bahagia Ndre? Aku baru saja merasakan kebahagiaan dengan memiliki istri yang sangat baik bahkan beberapa bulan lagi kami akan memiliki anak lagi tapi sekarang aku malah kembali kehilangan istri yang sangat aku cintai," ujar Alex dengan wajah frustasi.
"Yang sabar tuan. Aku sangat yakin nyonya Claudia pasti akan kembali ke sisi tuan lagi." Andre selalu menyemangati atasannya agar tidak pernah menyerah dan putus semangat gara-gara kehilangan istrinya.
"Sampai kapan aku bersabar Ndre? Apa aku harus menunggu dia 4 tahun atau 6 tahun lagi? Tidak Ndre, aku tidak sanggup jika harus menunggu selama itu. Apalagi saat ini istri ku sedang hamil anak kedua kami, aku ingin menjadi orang pertama yang melihat kelahiran bayi kami Ndre," ujar Alex dengan sendu.
Mendengar perkataan atasannya membuat Andre terdiam seperti patung. Karena dia sendiri tidak bisa menjawab apalagi memberikan harapan pada atasannya tentang keberadaan istri atasannya karena dia sendiri tidak tahu di mana keberadaan istri atasannya itu.
"Aku akan berusaha mencari keberadaan nyonya Claudia sampai ketemu tuan," janji Andre.
"Kenapa Claudia bisa menghilang bagaikan di telan bumi Ndre? Apa ada orang berpengaruh yang membantu Claudia kabur dari negara ini? Karena sangat mustahil Claudia bisa kabur dari negara ini jika tidak ada orang berpengaruh yang menutupi indentitas dia agar bisa keluar dari negara ini." Alex berpikir mungkin saja ada seseorang yang membantu istrinya agar bisa melarikan diri dari negara ini tanpa sepengetahuan dirinya.
"Bisa jadi tuan. Karena sangat mustahil jika nyonya Claudia bisa kabur dari negara ini tanpa sepengetahuan kita."
"Emangnya siapa orang yang lebih berpengaruh di negara ini selain tuan Alex?" tanya Andre dengan penasaran.
"Mana aku tahu Ndre. Jika aku tahu mana mungkin aku bertanya sama kamu," ujar Alex dengan wajah kesal.
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara pesan masuk ke dalam ponsel Alexander.
Ting
__ADS_1
"Siapa tuan?" tanya Andre dengan penasaran.
"Dari Dian," jawab Alex seraya melihat isi pesan yang di kirimkan oleh Dian baby sister anaknya.
"Apa yang dia katakan tuan?" tanya Andre dengan penasaran.
"Dia bilang jika aku mau masuk ke dalam ruangan kerja maka aku harus mengetuk pintu sebanyak tiga kali katanya ini perintah dari Ara," jelas Alex dengan wajah bingung.
"Kenapa nona kecil menyuruh tuan mengetuk pintu tiga kali?" tanya Andre dengan penasaran.
"Mana aku tahu. Dari pada kita penasaran seperti ini lebih baik kita kembali ke ruangan kita saja," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Andre seraya pergi dari sana.
Di Ruangan Kerja Alexander Lemos
"Ihhh, pucing pala Ala..."
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Aduh... sakit... Hiks... Hiks..." Terdengar suara Ara yang sedang menangis terisak.
"Ara? Apa yang terjadi pada mu? Siapa yang melakukan ini pada kamu?" tanya Alex dengan wajah ketakutan saat melihat keadaan anaknya yang terluka.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
__ADS_1
"Dia yang sudah membuat Ala telluka sepelti ini daddy," balas Ara seraya menunjuk ke arah Aluna. Sedangkan orang yang di tunjuk langsung terkejut karena dia merasa tidak melakukan apapun yang di katakan oleh Ara.
Sekarang dia sudah mengerti kenapa Ara meminta lipstik padanya dan mencoret wajahnya dengan lipstik tidak lain ingin menjebak dia agar Alex membenci dirinya karena sudah mencelakai anaknya. Dia tidak menyangka anak sekecil Ara bisa memiliki sifat yang licik seperti ini.
Ara sengaja menjebak Aluna agar dia tidak lagi menganggu keluarga mereka. Dia ingin memberikan pelajaran pada wanita ini karena sudah menghancurkan hubungan orang tuanya hingga mereka terpisah seperti ini.
"Kau... Beraninya kamu mencelakai anak ku di perusahaan aku sendiri. Apa kamu lupa siapa aku? Jika aku mau saat ini juga bisa menghancurkan perusahaan ayah kamu menjadi rata," ujar Alex dengan penuh kemarahan.
"Jangan percaya pada Ara kak Alex. Aku sama sekali tidak pernah mencelakai anak kak Alex," ujar Aluna yang merasa ketakutan kalau sampai Alex akan menghancurkan keluarga nya.
"Diam kamu," bentak Alex seraya menatap Aluna dengan tatapan tajam.
Mendengar bentakan Alex malah membuat Aluna semakin ketakutan. Dia sangat takut jika sampai Alex benar-benar melakukan apa yang dia katakan pada keluarga nya. Dia tidak ingin keluarga nya terkenak imbas gara-gara ulahnya.
"Aku mohon percaya pada ku kak Alex. Aku benar-benar tidak melakukan apapun pada anak kak Alex. Jika kak Alex tidak percaya padaku coba kak Alex cek luka yang ada di wajah Ara maka kak Alex pasti akan tahu kalau itu bukan darah Ara melainkan lipstik milik ku yang di minta oleh Ara tadi." Walaupun takut tapi Aluna tetap bicara pada Alex kalau dia sama sekali tidak menyentuh Ara sedikitpun apalagi melukai Ara sampai terluka seperti itu.
Mendengar perkataan Aluna langsung saja Alex melihat ke arah Ara dan dia langsung menyentuh wajah anaknya untuk membuktikan apa benar yang di katakan oleh Aluna kalau anaknya sama sekali tidak terluka.
"Ck! Dasar bocah licik. Kenapa anak ini selalu membodohi aku seperti ini? Aku hampir saja menghancurkan orang yang tidak bersalah gara-gara pengaruh anak licik ini. Untuk apa anak ini menjebak wanita ondel-ondel itu? Apa dia ingin membalaskan dendam karena telah membuat mommy nya pergi dari kami? Lebih baik aku ikuti permainan anak ini agar aku punya alasan untuk mengusir wanita ondel-ondel ini dari hidup kami," batin Alex dengan seringai liciknya.
Walaupun dia sudah tahu anaknya tidak terluka. Dia tetap mengikuti permainan anaknya agar bisa mengusir wanita ini dari hidupnya. Jujur saja, dia sudah kesal setengah mati gara-gara melihat wanita ini yang selalu datang ke perusahaan nya.
Dia bukan orang bodoh yang tidak tahu maksud kedatangan wanita ini datang ke perusahaan nya. Itu sebabnya dia ingin wanita ini pergi menjauh dari kehidupan dia agar hidupnya bisa tenang seperti dulu sebelum adanya dia.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿