One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Fitting Baju Pengantin )


__ADS_3

Di Butik DIOR


Saat ini mereka sedang berada di butik DIOR untuk melakukan fitting baju pengantin. Butik yang sangat mewah dan elegan dengan harga barang yang dapat menguras isi dompet yang tidak main-main.



"Permisi nyonya... nona? Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan toko itu dengan sopan.


"Tentu saja kak. Kami ingin melihat baju pengantin yang ada di butik ini." Claudia menjawab dengan sopan.


"Kalau begitu anda bisa pergi ke ruangan yang ada di sebelah kanan. Karena di sini tempat menjual tas branded nona," ujar pelayanan itu dengan sopan.


"Terima kasih kak," ujar Claudia dengan lembut.


"Sama-sama nona. pelayanan toko itu menjawab dengan sopan.


"Clau! Apa kamu sudah menelpon Alex untuk datang ke sini?" tanya Angelina.


"Sudah tante. Sebentar lagi dia sampai ke sini." Claudia menjawab dengan cepat.


"Ya sudah. Sambil menunggu Alex datang ke sini, lebih baik kita membeli tas branded keluaran terbaru saja," ujar Angelina.


"Terserah tante saja," ujar Claudia seraya melihat tas yang ada di depan nya.



"Kamu mau yang mana sayang. Pilih apa saja yang kamu suka. Jika kamu mau semuanya juga tidak masalah. Biar tante yang bayar nanti," ujar Angelina.


"Tidak usah tan... Aku sudah banyak tas di rumah." Claudia menolak dengan sopan.


"Tante tidak mau tahu, kamu tetap harus menerima pemberian tante. Kalau tidak, tante akan memborong semua tas ini untuk kamu bawa pulang." Angelina mengancam dengan tegas.


"Oh Tuhan... Ibu dan anak, bisanya mengancam orang saja. Apa orang kaya sifatnya emang seperti ini, sukanya menghamburkan uang sesuka hati mereka," batin Claudia dengan kesal.


"Ya sudah. Aku pilih yang ini saja," ujar Claudia seraya memilih tas yang menurut dia menarik dan cantik.



"Apa kamu tidak ada keinginan menambah satu tas lagi?" tanya Angelina yang berharap calon menantunya berubah pikiran.


"Tidak tan... Satu saja sudah cukup." Claudia menjawab dengan penuh keyakinan.


Mendengar perkataan calon menantunya membuat Angelina hanya bisa menghela nafas pasrah. Dia sangat bersyukur bisa mendapat calon menantu yang baik dan tidak matre. Jika orang lain mungkin sudah memanfaatkan dia untuk kepentingannya sendiri.


Dreet... Dreet... Dreet...


"Sebentar tante. Aku angkat telpon dulu," ujar Claudia yang di jawab anggukan kepala oleh Angelina.


📞 "Hallo," ujar Claudia seraya mengangkat telpon dari Alex.


📞 "Kalian ada di mana? Ini aku sudah sampai di butik DIOR?" tanya Alex.


📞 "Mas Alex tunggu di ruangan perlengkapan baju pengantin saja, kami akan pergi ke sana nanti." Claudia menjawab dengan cepat.


📞 "Baiklah. Cepatlah kemari, aku paling benci yang namanya menunggu," titah Alex seraya mematikan hpnya.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia sangat kesal setengah mati. Tapi, untuk marah pun dia tidak berani karena ada calon mertuanya di sini.


"Apa Alex sudah sampai?" tanya Angelina saat mendengar pembicaraan mereka tadi.


"Sudah tan... Lebih baik kita pergi ke ruang perlengkapan baju pengantin saja," ujar Claudia yang di jawab anggukan kepala oleh Angelina.


Di Ruangan Perlengkapan Baju Pengantin

__ADS_1



"Permisi tuan... Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Alena pemilik butik itu saat melihat orang berpengaruh ada di butik nya.


"Cepat carikan baju pengantin yang paling mewah dan mahal untuk calon istri saya segera," titah Alex dengan tegas.


"Tapi di mana calon istri tuan saat ini? Biar saya bisa melihat baju apa yang cocok untuk di pakai oleh dia nanti," ujar Alena dengan hati-hati.


"Tunggu sebentar lagi mereka akan datang kesini," ujar Alex dengan tegas.


"Mereka. Apa calon istri tuan Alex lebih dari satu? Wah... Aku tidak menyangka ternyata tuan Alex playboy juga jadi orang," batin Alena terkejut saat mendengar perkataan Alex.


Tak Lama Kemudian


"Sayang? Kamu dari mana tadi?" tanya Alex saat melihat calon istrinya ada di depannya.


"Tadi habis dibeliin tas baru sama tante." Claudia menjawab dengan cepat.


"Kenapa cuman satu yang kamu pilih? Apa mama melarang kamu membeli barang yang banyak?" tanya Alex dengan penasaran.


"Ini bukan salah tante Angel. Tapi aku sendiri yang ingin beli satu tas saja yang menurut aku paling bagus." Claudia menjawab dengan cepat.


"Apa kamu menuduh mama pelit Lex?" tanya Angelina dengan tatapan tajamnya.


Glek


"Gawat. Singa betina lagi ngamuk. Aku harus pikirkan cara yang masuk akal agar mama tidak marah padaku," batin Alex dengan cemas.


"Mana mungkin aku menuduh mama pelit. Aku tahu mama orangnya sangat baik pada siapapun. Apalagi ini sama calon menantu sendiri. Pasti mama akan membelikan apapun keinginan dia." Alex menjawab seraya terkekeh. Sementara Angelina hanya memutar bola matanya malas.


"Apa kamu sudah pilihkan gaun pengantin untuk Claudia?" tanya Angelina.


"Belum ma... Ini aku lagi menyuruh mereka pilihkan gaun yang bagus buat Claudia pakai nanti di acara pernikahan kami." Alex menjawab dengan cepat.


"Hey kamu. Cepat pilihkan baju terbaru dan mahal yang ada di butik ini untuk calon istri saya ini," titah Alex seraya menunjuk ke arah Claudia.


"Jadi calon istri tuan Alex hanya nona ini saja. Berarti yang aku pikirkan tadi semuanya tidak benar. Untung saja aku tidak keceplosan bicara sama tuan Alex. Kalau tidak, bisa tamat riwayat aku," batin Alena seraya bernafas lega.


"Baik tuan Alex." Alena menjawab dengan cepat.


"Mari nona... Kita masuk ke ruang nganti untuk mencoba gaun pengantin untuk nona," ajak Alena dengan sopan.


"Baik kak." Claudia menjawab dengan lembut, seraya berjalan ke arah ruang nganti.


Beberapa Menit Kemudian


"Bagaimana tuan Alex? Apa gaun ini cocok untuk calon istri anda?" tanya Alena dengan sopan.


"Pilih yang lain, aku tidak suka baju jelek seperti itu," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," Alena menjawab dengan sopan.


"Kalau yang ini bagaimana tuan?" tanya Alena lagi.


"Apa cuman ini baju yang bisa kamu perlihatkan pada saya, hah. Cepat cari yang lain yang lebih bagus. Kalau tidak, akan aku hancurkan butik kamu ini." Alex mengancam dengan tatapan tajamnya.


"Ba... baik tuan." Alena menjawab dengan terbata-bata dengan wajah ketakutan.


"Dasar laki-laki kejam, bisanya mengancam orang saja. Jika aku tidak mengingat keinginan Ara yang menyuruh aku menikah dengannya, aku pasti sudah membatalkan pernikahan ini sekarang juga," batin Claudia dengan kesal.


"Kenapa kamu bicara seperti itu sama pemilik butik tadi? Apa kamu mau membuat calon menantu mama takut sama kamu dan bisa saja dia membatalkan pernikahan ini?" tanya Angelina seraya menakuti anaknya.


"Maaf ma. Aku keceplosan tadi, saat melihat dia memperlihatkan gaun jelek seperti itu," Alex menjawab dengan cepat, karena dia tidak mau di salahkan.

__ADS_1


"Ini yang terakhir mama menyuruh Claudia memakai gaun pengantin. Jika kamu tidak menyukai nya juga.aka mama akan membatalkan pernikahan kalian," ancam Angelina yang sudah kesal dengan ulah anaknya itu.


Glek


"Enak saja mama membatalkan pernikahan kami. Apa mama tidak tahu, sudah lama aku menunggu Claudia. Setelah dia ada di depan mataku. Mama malah ingin memisahkan kami," ujar Alex yang kesal dengan mamanya.


"Makanya kamu jangan banyak tingkah jika ingin pernikahan ini tetap berlanjut. Ingat, ini gaun terakhir Claudia kenakan. Jika kamu tidak suka juga, mau tidak mau mama tetap akan membatalkan pernikahan kalian," ancam Angelina lagi.


"Oke. Apapun gaun yang akan di kenakan oleh Claudia, aku akan setuju," ujar Alex dengan pasrah, dari pada dia tidak jadi menikah.


Beberapa Menit Kemudian


"Kalau yang ini bagaimana tuan?" tanya Alena dengan sopan.


"Oh Tuhan... Semoga tuan Alex menyukai gaun ini. Jika tidak, habislah butik aku di hancurkan olehnya," batin Alena dengan raut wajah ketakutan.


Alex yang melihat penampilan Claudia hanya bisa melongo dan terdiam seperti patung. Dia tidak menyangka ternyata calon istrinya sangat cantik saat mengenakan gaun ini.


Padahal dia sudah pasrah, apapun gaun yang di kenakan oleh calon istrinya dia tetap akan menerima nya walaupun terlihat jelek di matanya. Tapi sekarang, Claudia malah terlihat cantik, dan memukau.


"Bagaimana dengan gaun ini tuan?" tanya Alena lagi saat melihat Alex hanya diam saja sejak tadi.


"Lex... Kamu sudah di tanya sejak tadi. Bagaimana dengan gaun ini apa kamu suka?"


"Kalau tidak, Mama akan membatalkan pernikahan kalian," ancam Angelina dengan berbisik.


"Hemmmh... lumayan lah... dari pada yang tadi. Saya pilih gaun ini saja dari pada gaun yang tadi kamu perlihatkan tidak ada yang bagus satu pun," ujar Alex yang tidak mau mengakui kalau dia sangat suka dengan gaun yang saat ini di kenakan oleh Claudia yang terlihat sangat indah dan cantik.


"Syukur lah kalau tuan menyukai gaun ini," ujar Alena dengan lega.


"Siapa bilang aku menyukai gaun ini. Aku bilang terpaksa menerima gaun ini karena tidak ada pilihan lain lagi," ujar Alex dengan gengsi.


"Dasar laki-laki aneh. Bilang saja dia menyukai gaun ini, apa susahnya sih," batin Claudia dengan kesal dengan tingkah laku Alex sejak tadi.


"Maaf tuan jika saya salah bicara," ujar Alena seraya menundukkan kepalanya.


"Lupakan ucapan Alex. Lebih baik kamu bantu calon menantu saya ganti baju saja. Lihat calon menantu saya sudah gerah, dan capek bolak-balik ganti baju sejak tadi," sahut Angelina dengan cepat.


"Baik nyonya. Ayo nona... saya bantu anda ganti baju dulu," ujar Alena dengan sopan yang di jawab anggukan kepala oleh Claudia.


"Sekarang giliran kamu pilih jas yang cocok dengan gaun pengantin Claudia. Ingat jangan banyak drama lagi, jika tidak...


"Oke. Aku sudah mengerti," potong Alex dengan cepat karena dia sudah tahu apa yang akan di katakan oleh mamanya.


"Baguslah kalau kamu sudah paham maksud mama," ujar Angelina.


Beberapa Menit Kemudian


"Bagaimana Lex. Apa kamu sudah dapat jas yang cocok dengan gaun Claudia?" tanya Angelina.


"Sudah." Alex menjawab dengan singkat.


"Baguslah kalau semuanya sudah selesai. Sebaiknya kita pergi ke toko cincin dulu, setelah itu kita pergi makan siang karena mama sudah lapar sejak tadi, habis itu baru kita pulang ke mansion," ujar Angelina.


"Baik ma." Mereka menjawab dengan serentak, seraya pergi dari sana.





Bersambung....

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2