One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Pengaruh Hormon Kehamilan )


__ADS_3

Di Mansion David Lemos


Saat ini Claudia sedang berada di ruang keluarga yang ada di mansion David Lemos mertuanya.


"Sayang! Kapan kamu memberitahukan pada Alex kalau kamu ada di mansion mama?" tanya Angelina dengan hati-hati takut membuat menantunya tersinggung.


"Aku belum tahu ma. Kenapa mama menanyakan itu? Apa mama keberatan jika aku tinggal di sini? Jika mama keberatan aku tinggal di mansion mama maka aku akan pergi dari sini." Claudia yang pada dasarnya sedang hamil sehingga membuat moodnya mudah berubah. Salah sedikit saja bicara maka dia langsung menangis dan marah tanpa tahu penyebab nya.


Sama halnya dengan sekarang dia malah salah paham pada Angelina dan berpikir Angelina tidak suka melihat dia tinggal di mansion ini. Padahal Angelina tidak ada maksud apapun, dia menayangkan itu hanya agar anak dan menantunya bisa kembali bahagia seperti dulu. Dan bisa tinggal bersama lagi bukan malah tinggal terpisah seperti ini.


"Apa yang kamu katakan sayang! Mana mungkin mama tidak suka kamu tinggal di sini, justru mama senang jika kamu tinggal selama nya di mansion mama. Hanya saja mama tidak mau melihat kalian bertengkar seperti ini mama cuman ingin kalian bisa kembali bersama seperti dulu." Jelas Angelina agar menantunya tidak salah paham lagi padanya.


Mendengar perkataan Angelina membuat Claudia merasa bersalah karena sudah bicara seperti itu pada ibu mertuanya yang selama ini sudah sangat baik dan sayang padanya.


"Maafkan aku ma karena sudah bicara seperti itu pada mama. Aku juga tidak tahu kenapa bisa bicara seperti itu pada mama," ujar Claudia yang merasa bersalah.


"Sudah tidak apa-apa. Mama bisa mengerti mungkin ini karena pengaruh hormon kehamilan sehingga membuat kamu sangat sensitif seperti ini," ujar Angelina seraya menenangkan menantunya.


Mendengar perkataan Angelina membuat Claudia terharu. Dia sangat bersyukur bisa mendapatkan ibu mertua seperti Angelina. Bahkan dia sudah menganggap dia sebagai anak kandung nya sendiri.


"Terima kasih ma," ujar Claudia dengan tersenyum.


"Terima kasih untuk apa?" Angelina merasa bingung saat mendengar perkataan menantunya.


"Terima kasih karena mama sudah sayang sama aku bahkan mama sudah menganggap aku seperti anak kandung mama sendiri." ujar Claudia dengan tulus.


"Sama-sama sayang," jawab Angelina dengan tersenyum.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo! Ada apa kak Al?" tanya Claudia dengan penasaran.

__ADS_1


πŸ“ž "Clau? Apa kamu masih tinggal di mansion tante Angel?" tanya Alice dengan penasaran.


πŸ“ž "Iya kak. Kenapa kakak menanyakan itu pada ku? Apa ada sesuatu yang ingin kakak beritahu padaku?" tanya Claudia dengan penasaran.


πŸ“ž "Iya Clau? Aku mau beritahu pada kamu kalau aku saat ini sedang hamil," ujar Alice dengan antusias.


Mendengar perkataan Alice membuat Claudia turut merasa bahagia. Dia berharap pernikahan kakaknya tidak mengalami masalah seperti dirinya. Dia berharap kakak angkat nya selalu bahagia dan di jauhi oleh para wanita yang berusaha menghancurkan rumah tangga kakak angkatnya.


πŸ“ž "Selamat kak Al... Aku sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki ponakan dari kak Al," ujar Claudia dengan tulus.


πŸ“ž "Terima kasih," ujar Alice dengan tersenyum.


πŸ“ž "Sama-sama," jawab Claudia dengan cepat.


πŸ“ž "Clau? Aku mau memberitahukan pada kamu selama aku hamil mas Maxim tidak mengizinkan aku untuk pergi ke restoran. Aku minta maaf karena tidak bisa mengurus restoran kamu karena aku sangat takut mas Maxim marah padaku. Karena sejak dia tahu aku hamil dia sangat protektif padaku bahkan untuk keluar rumah saja aku harus meminta izin dulu padanya karena dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada anak kami," ujar Alice yang merasa bersalah pada adiknya karena tidak bisa membantu restoran Claudia selama dia hamil.


Mendengar perkataan Alice membuat Claudia menghela nafas pasrah. Karena dia juga pernah berada di posisi seperti kakaknya saat tahu dirinya hamil maka suaminya langsung berubah posesif dan protektif pada nya.


πŸ“ž "Tidak apa-apa kak Al... Aku bisa mengerti karena aku pernah ada di posisi kakak yang memiliki suami yang protektif seperti itu."


πŸ“ž "Masalah restoran biar menjadi urusan aku nanti. Jaga diri kakak dan keponakan aku jangan sampai kakak kelelahan karena itu tidak baik buat ibu hamil," ujar Claudia seraya menasehati Alice.


πŸ“ž "Pasti Clau? Aku akan menjaga anak kami dengan baik. Kamu juga harus menjaga anak kamu dengan baik jangan sampai kamu kepikiran karena itu tidak baik untuk kandungan kamu," ujar Alice yang sangat takut kandungan adiknya kenapa-kenapa apalagi dia tahu hubungan Claudia dan Alex belum membaik itu sebabnya dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada keponakannya.


πŸ“ž "Iya, kak," jawab Claudia seraya mematikan smartphone nya.


"Apa Alice saat ini sedang hamil seperti kamu Clau?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Iya ma," jawab Claudia dengan singkat.


"Mama senang dengarnya. Mama pikir pernikahan mereka tidak akan bertahan lama karena kebanyakan orang yang menikah karena di jodohkan tidak akan bertahan lama," ujar Angelina.

__ADS_1


"Tidak semua orang yang menikah karena perjodohan akan berakhir perpisahan. Itu tergantung pada diri kita sendiri, jika kita menerima pernikahan ini dengan lapang dada maka pernikahan yang kita jalani akan terasa damai dan bahagia"


"Aku menjodohkan mereka bukan tanpa alasan. Saat itu aku sudah sangat yakin jika sebenarnya mereka saling suka hanya saja mereka belum menyadari nya. Karena jika kita tidak menyukai seseorang walaupun kita sudah melakukan berbagai macam cara agar mereka bersatu tetap saja tidak akan pernah berhasil. Sedangkan mereka tidak butuh banyak waktu langsung saja bisa menerima pernikahan ini bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki anak," ujar Claudia seraya menjelaskan alasan dia menjodohkan mereka.


"Jadi, kamu menjodohkan mereka bukan karena ngidam?" Angelina yang mendengar perkataan menantunya sangat terkejut.


"Bukan ma. Awalnya aku cuman ingin menjodohkan kak Alice dengan kak Maxim saja tapi entah kenapa aku malah kepikiran sama asisten pribadinya mas Alex dan juga asisten pribadinya kak Maxim."


"Ya, sudah. sekalian saja aku jodohkan mereka agar tidak sendiri lagi. Jika aku melakukan itu tanpa melibatkan anak aku maka mereka pasti tidak akan mau melakukan nya. Makanya aku sengaja melibatkan anak aku agar mereka mau menerima perjodohan itu walaupun awalnya terpaksa tapi lihat sekarang mereka justru terlihat mesra dan bahkan sebentar lagi akan memiliki anak sama seperti aku," ujar Claudia dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Mereka mau menerima perjodohan itu bukan karena mengikuti ngidam kamu saja tapi mereka juga sangat takut dengan ancaman suami kamu. Jika bukan karena Alex yang mengancam mereka mungkin mereka tidak mau di jodohkan," ujar Angelina.


"Aku juga tahu mereka mau menerima perjodohan itu karena ancaman mas Alex makanya aku mengunakan anak ini agar mas Alex mau mengabulkan keinginan aku. Karena aku sudah tahu sifat mas Alex yang tidak suka ikut campur masalah orang lain tapi demi mengabulkan keinginan anaknya yang pada dasarnya aku cuma pura-pura saja mas Alex langsung percaya dan dia mau mengikuti keinginan aku itu," ujar Claudia.


"Kamu ini ada-ada saja. Lain kali jangan lakukan itu lagi apalagi mengunakan anak kamu sendiri. karena itu tidak baik buat anak kamu nanti," ujar Angelina seraya menasehati menantunya.


"Iya ma," jawab Claudia dengan perasaan bersalah karena sudah melibatkan anaknya yang tidak tahu apa-apa.


"Ya, sudah. Lebih baik kamu istirahat saja di kamar, wanita hamil perlu banyak istirahat biar anak kamu selalu sehat dan kamu jangan kepikiran masalah wanita murahan itu lagi karena sekarang sudah terbukti kalau dia yang ingin menjebak Alex agar masuk ke dalam perangkap nya itu," ujar Angelina dengan lembut.


"Iya ma, aku pergi istirahat dulu," ujar Claudia seraya pergi dari sana. Sementara Angelina hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2