One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mengikuti Sandiwara Ara )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Alexander Lemos


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana kalau sampai daddy tahu kalau aku cuma pula-pula telluka? Aku takut daddy akan memalahi aku kalena sudah membohongi dia sepelti ini," batin Ara dengan cemas.


"Apa kak Alex sudah percaya pada ku kalau aku sama sekali tidak pernah melukai anak kak Alex?" Aluna sangat yakin kalau Alex pasti lebih percaya padanya di bandingkan anak kandung nya sendiri.


"Diam kamu. Aku lebih percaya pada anak ku sendiri dari pada kamu," ujar Alex yang mulai mengikuti sandiwara Ara.


"Tapi kak. Apa kak Alex tidak bisa membedakan mana yang darah dan mana yang lipstik? Jika benar itu darah pasti Ara sekarang sudah lemas dan jatuh pingsan karena tidak sanggup menahannya. Sedangkan Ara dari tadi baik-baik saja bahkan wajahnya tidak pucat sedikitpun." Aluna masih saja menyakinkan Alex agar percaya padanya.


Dia sangat takut jika Alex lebih percaya pada anaknya di bandingkan dirinya karena jika Alex percaya pada Ara maka Alex pasti akan membenci dirinya bahkan lebih parah lagi dia akan menjauh darinya.


"Aku harus bisa menyakinkan kak Alex agar percaya pada ku karena jika dia membenci diriku itu artinya aku tidak memiliki kesempatan untuk bisa mendekati kak Alex lagi," batin Aluna dengan perasaan cemas.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Jangan pelcaya pada siluman ulal itu dad. Dia sengaja bicala sepelti itu agal daddy membenci Ala kalena telah membohongi daddy. Padahal kenyataan na dia yang belsalah tapi malah menuduh Ala yang pula-pula telluka."


"Coba daddy pikilkan, apa guna na Ala membohongi daddy dengan belpula-pula telluka? Ala ini cuma anak kecil yang sangat polos mana mungkin Ala bicala yang tidak benal, apalagi daddy bisa melihat sendili wajah Ala sekalang telluka palah jadi mana mungkin Ala menipu daddy."


"Sakit hati Ala dad? Tenapa semua olang selalu menyakiti hati Ala? Apa Ala ndak belhak bahagia... Hiks... Hiks..."


"Ala ingin daddy membelikan pelajalan pada siluman ulal itu bial dia ndak lagi menyakiti Ala. Ala takut dia akan menyakiti Ala lagi di saat ndak ada daddy di dekat Ala," ujar Ara seraya terisak.


"Dasar bocah licik. Aku tidak menyangka dia pintar sekali berakting seperti ini. Aku pikir anak ini punya penyakit ganda saat melihat tingkah dia yang aneh. Tapi sekarang aku sudah tahu dia melakukan itu agar kak Alex membenci aku. Bagaimana kalau kak Alex lebih percaya padanya dari pada aku? Itu artinya impian aku yang ingin menikah dengan kak Alex tidak akan terwujud," batin Aluna dengan perasaan cemas.


"Ck! Pintar sekali bocah ini berakting seperti ini. Jika saja wanita ondel-ondel itu tidak memberitahukan pada ku kalau Ara tidak terluka pasti aku akan masuk dalam jebakan dia lagi," batin Alex dengan wajah kesal.


"Kamu ingin daddy lakukan apa pada wanita itu?" tanya Alex yang masih mengikuti sandiwara anaknya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."

__ADS_1


"Ala ingin daddy mengusil siluman ulal itu dali pelusahaan daddy. Ala takut jika siluman itu masih ada di dekat kita dia pasti akan mengigit kita dengan bisa na itu. Itu sebab na daddy mengusil dia bial kita bisa aman dali siluman ulal itu," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar perkataan Ara membuat Alex menahan tawanya agar tidak keluar. Dia tidak menyangka anaknya bisa membalas wanita itu dengan cara berakting menyedihkan seperti ini.


Berbeda dengan nya yang membalas musuhnya dengan cara penyiksaan sedangkan anaknya selalu mengunakan otak liciknya maka musuhnya pasti akan langsung kalah.


"Apa kamu dengar apa yang di katakan oleh anak ku tadi? Mulai sekarang jangan pernah menampakkan wajah mu lagi di hadapan ku. Jika kamu masih berani datang ke perusahaan ini maupun ke mansion ku maka aku pastikan perusahaan ayahmu akan aku hancurkan menjadi debu," ujar Alex seraya mengancam Aluna.


"Aku mohon kak Alex tolong percaya padaku. Aku tidak mungkin melukai anak kak Alex, jika kak Alex tidak percaya pada perkataan ku. Kak Alex bisa cek CCTV di dalam ruangan ini maka kak Alex akan tahu siapa yang berbohong di sini," ujar Aluna yang masih bersikeras menyakinkan Alex agar percaya padanya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Gawat. Bagaimana kalau daddy sampai mengecek CCTV di dalam luangan ini? Jika sampai itu teljadi daddy akan tahu kalau Ala lah yang salah di sini. Bagaimana kalau daddy sampai memalahi Ala? Ala halus cali cala agal daddy ndak mendengal pelkataan siluman ulal itu," batin Ara dengan perasaan cemas.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Jangan pelcaya pada na dad. Mungkin saja dia sudah menuluh seseorang untuk mengubah isi lekaman CCTV luangan daddy seolah-olah Ala lah yang belsalah. Padahal sebenal na yang salah dia tapi malah menuduh olang lain yang salah. Dia benal-benal wanita yang sangat licik itu sebabnya kita halus menjauhi dia bial kita ndak masuk ke dalam jebakan yang dia buat," ujar Ara seraya mempengaruhi ayahnya agar lebih percaya padanya dari pada wanita itu.


Mendengar perkataan Ara membuat Aluna melongo dan juga terkejut. Dia tidak menyangka anak ini pintar sekali membalikkan fakta. Sedangkan Alex hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia akui anaknya selain licik dia juga sangat cerdik.


"Diam kamu," bentak Aluna dengan suara keras.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Lihat dad? Di depan daddy saja dia belani membentak Ala. Daddy bisa melihat sendili kalau wanita ini bukanlah wanita baik-baik? Ala sangat takut jika daddy pelcaya pada nya dan membialkan dia belkelialan di dekat kita maka dia bisa saja mencelakakan Ala lebih palah dali pada ini," ujar Ara dengan wajah sendu.


"Sungguh luar biasa akting nona kecil. Aku akui tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kelicikan nona kecil. Bahkan daddy nya saja bisa kalah dari nona kecil," batin Andre yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.


"Andre? Usir wanita ini dari perusahaan saya sekarang juga. Dan beritahu pada mereka jangan biarkan dia masuk ke dalam perusahaan saya lagi," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Andre seraya mengikuti perintah atasannya.


"Aku mohon kak Alex tolong percaya pada ku. Aku tidak mungkin mencelakakan anak kak Alex." Aluna masih berusaha menyakinkan Alex agar percaya padanya. Tetapi Alex sama sekali tidak peduli pada perkataan Aluna.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya satpam perusahaan itu dengan sopan.


"Usir wanita ini dari perusahaan saya sekarang juga. Jangan biarkan dia menginjakkan kakinya lagi di perusahaan saya ini, mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab satpam perusahaan itu seraya menyeret Aluna agar keluar dari ruangan Alexander.


"Lepaskan aku. Aku mohon jangan usir aku dari sini," ujar Aluna seraya berontak.


"Seret dia keluar dari sini," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab satpam itu dengan serentak.


"Hey, lepaskan aku. Aku bisa pergi sendiri," ujar Aluna seraya berontak.


Aluna yang di seret oleh satpam yang bekerja di perusahaan Alexander terpaksa memilih pergi sendiri dari pada dia di seret oleh mereka yang ada dia akan sangat malu jika sampai di lihat oleh karyawan Alexander.


Mendengar perkataan Aluna satpam itu justru melihat kearah Alexander. Saat melihat anggukan kepala dari Alex mereka langsung melepaskan Aluna sesuai perintah dari atasan mereka.


"Aku akan buktikan pada kak Alex kalau aku tidak bersalah melainkan anak kak Alex lah yang bersalah di sini." Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dari sana seraya menghentakkan kakinya karena kesal gara-gara Alex lebih percaya pada anaknya yang licik itu dari pada dirinya. Padahal dia sudah bicara jujur pada Alex tapi tetap saja Alex tidak percaya padanya.


"Kalau begitu kami pergi dulu tuan, permisi," ujar satpam itu seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala dari atasan mereka.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2