
Dua Bulan Kemudian
Tak terasa sudah dua bulan berlalu. Claudia sengaja memberikan mereka waktu dua bulan agar bisa saling mengenal satu sama lain.
Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu oleh Claudia untuk mempersatukan mereka dalam ikatan pernikahan. Entah ide dari mana dia dapatkan sehingga dia menyuruh tiga pasangan itu untuk menikah di hari yang sama.
Setelah melangsungkan akad nikah dipinggir pantai tadi pagi, sekarang tiga pasangan itu sudah sah menjadi pasangan suami dan istri.
Dan malam ini acara resepsi pernikahan mereka akan dilangsungkan di sebuah ballroom hotel yang sangat mewah milik Alexander Lemos.
Sedangkan ayahnya dan juga mama angkat nya lebih dulu menikah di bandingkan dengan tiga pasangan itu. Dia sengaja mengadakan pernikahan orang tuanya dulu agar ayah dan ibunya tidak perlu merasakan kecapean di karenakan harus berdiri di tengah banyak tamu yang mereka undang.
"Baru kali ini saya melihat orang mengadakan pernikahan secara barengan begini. Pantas saja pestanya sangat meriah dan tamu yang datang pun sangat banyak," ujar tamu yang ada di sana.
"Mungkin mereka tiga sahabat yang tidak bisa di pisahkan. Itu sebabnya saat menikah pun harus barengan," sahut tamu yang lain yang di tanggapi anggukan kepala oleh yang lain.
Saat ini ketiga pasangan pengantin sedang berdiri di atas pelaminan untuk menyambut para tamu yang berdatangan untuk memberikan selamat atas pernikahan mereka.
"Selamat tuan Maxim. Semoga kalian selalu bahagia sampai tua, dan mudah-mudahan tuan dan nyonya Alice dapat diberikan kepercayaan untuk memiliki anak nanti," ujar tamu itu dengan tulus yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
"Selamat nyonya Alice," sambungnya lagi.
"Selamat tuan Andre. Semoga kalian selalu bahagia sampai tua, dan mudah-mudahan tuan dan nyonya Nabila dapat diberikan kepercayaan untuk memiliki anak nanti," ujar tamu itu dengan tulus yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
"Selamat nyonya Nabila," sambungnya lagi.
"Selamat tuan Ryan. Semoga kalian selalu bahagia sampai tua, dan mudah-mudahan tuan dan nyonya Laura dapat diberikan kepercayaan untuk memiliki anak nanti," ujar tamu itu dengan tulus yang di jawab anggukan kepala oleh mereka.
"Selamat nyonya Laura," sambungnya lagi.
Para keluarga, teman dan juga kolega mereka berbondong-bondong memberikan ucapan selamat untuk tiga pasangan pengantin yang sedang berdiri di atas pelaminan.
Setelah melihat para tamu undangan yang mulai berkurang barulah giliran Claudia dan juga Alex yang memberikan ucapan selamat pada tiga pasangan pengantin yang ada di atas pelaminan.
"Selamat kak Maxim. Semoga kalian selalu bahagia sampai tua, dan mudah-mudahan kak Maxim dan juga kak Alice dapat diberikan kepercayaan untuk memiliki anak nanti," ujar Claudia dengan antusias.
Saat Claudia ingin bersalaman dengan Maxim langsung di cegah oleh Alex. Karena dia tidak akan rela jika istrinya menyentuh tangan laki-laki lain selain dirinya.
Melihat tingkah laku suaminya membuat Claudia menghela nafas pasrah. Dia sangat tahu bagaimana posesif nya suaminya. Lebih baik dia mengalah dari pada acara resepsi pernikahan mereka menjadi berantakan gara-gara ulah suaminya itu.
"Terima kasih." ucap Maxim.
"Selamat kak Alice. Akhirnya kak Alice menikah juga. Semoga pernikahan kak Alice selalu langen sampai tua nanti," ujar Claudia seraya memeluk Alice dengan erat.
__ADS_1
"Terima kasih Clau," ujar Alice dengan senyum terpaksa.
"Sayang! Jangan terlalu erat pelukannya. Ingat sayang, kamu sedang hamil. Aku tidak mau anak kita terluka," ujar Alex seraya melepaskan istrinya dari pelukan Alice.
Mendengar perkataan suaminya membuat Claudia memutar bola matanya malas. Awalnya dia sangat senang karena kehamilan ke dua ini ada suaminya yang selalu mendampingi nya. Tapi, saat melihat betapa posesif nya suaminya itu sehingga membuat dia kesal setengah mati.
"Selamat tuan Maxim," ujar Alex seraya mengulurkan tangannya.
"Terima kasih tuan Alex," ujar Maxim seraya menerima uluran tangan Alex.
"Selamat nona Alice," ujar Alex dengan wajah datar.
"Terima kasih tuan Alex," ujar Alice.
Saat Claudia ingin memberikan selamat pada Andre langsung di cegah oleh Alex sama seperti saat Claudia yang ingin memberikan selamat pada Maxim tadi.
"Sebaiknya kamu turun saja sayang. Ingat, kamu sedang hamil tidak boleh terlalu lama berdiri di sini. Biar aku saja yang memberikan ucapan selamat pada mereka.
"Tapi mas..."
"Nurut saja apa kata aku sayang," ujar Alex dengan tegas.
"Baiklah mas," ujar Claudia dengan pasrah seraya turun dari sana.
"Terima kasih tuan," ujar Andre dengan sopan.
"Ini hadiah untuk kamu," ujar Alex seraya memberikan hadiah untuk Andre.
"Apa ini tuan?" tanya Andre dengan penasaran.
"Ini adalah kunci Mansion yang sengaja aku beli untuk kamu tinggali bersama istri kamu nanti. Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu lagi tinggal di Apartemen. Dan satu lagi, mulai sekarang aku akan menaiki ngaji kamu dua kali lipat dari pada ngaji kamu yang dulu. Anggap saja itu bonus untuk kamu. Karena selama ini kamu sudah banyak membantu keluarga Lemos," ujar Alex.
"Tapi tuan. Aku tidak pantas mendapatkan hadiah sebesar ini dari tuan," ujar Andre.
"Kamu sangat pantas mendapatkan hadiah ini. Karena kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Lemos," ujar Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Andre terharu. Dia sungguh beruntung bisa bekerja di perusahaan Alex. Mereka bahkan tidak pernah merendahkan dia yang berasal dari kalangan bawah. Selama ini keluarga Lemos lah yang selalu membantu dia hingga menjadi orang sukses seperti sekarang. Jika tidak ada mereka, mungkin sampai saat ini dia masih menjadi orang yang selalu di hina oleh orang lain.
"Terima kasih tuan," ujar Andre yang merasa terharu atas kebaikan tuan nya yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.
"Selamat nona Nabila," ujar Alex dengan wajah datar.
"Kenapa kak Alex saat bicara dengan aku wajahnya datar banget? Tapi saat bicara dengan kak Andre wajahnya malah sangat ramah," batin Nabila.
__ADS_1
"Terima kasih," ujar Nabila dengan sopan.
"Selamat tuan Ryan," ujar Alex seraya mengulurkan tangannya.
"Terima kasih," ujar Ryan seraya menerima uluran tangan Alex.
"Selamat. Ini hadiah untuk kamu," ujar Alex seraya memberikan hadiah pada Laura.
"Apa ini tuan?" tanya Laura dengan penasaran.
"Ini adalah kunci rumah yang sengaja aku beli untuk kamu tinggali bersama suami kamu nanti. Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu lagi tinggal di Apartemen. Satu lagi, kamu bisa mengajak keluarga kamu untuk tinggal bersama dengan kamu nanti," ujar Alex.
"Terima kasih tuan," ujar Laura dengan perasaan terharu.
Dia tidak menyangka bosnya yang terkenal kejam ternyata saat baik padanya. Padahal dia hanyalah karyawan rendahan tapi bosnya malah memberikan hadiah yang sangat besar seperti ini. Jujur saja, sudah lama dia ingin membelikan rumah untuk keluarga nya tapi tidak pernah kesampaian gara-gara uangnya yang tidak cukup.
"Baiklah. Aku turun dulu," ujar Alex yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Kenapa kamu di sini Clau? Alex mana?" tanya Angelina saat melihat menantunya yang sedang duduk sendirian.
"Mas Alex sedang berada di atas pelaminan ma. Aku di suruh mas Alex untuk duduk di sini saja. Karena dia takut kalau aku kecapean gara-gara terlalu lama berdiri di sana." Jelas Claudia dengan lembut.
Mendengar perkataan Claudia membuat Angelina menghela nafas pasrah. Dia sudah tahu bagaimana sifat anaknya itu jika sudah mencintai seseorang. Maka sifatnya akan berubah posesif seperti ini.
"Dari pada kamu menunggu di sini. Lebih baik kamu istirahat di kamar saja," ujar Angelina dengan lembut.
"Aku tunggu mas Alex saja ma," ujar Claudia seraya menolak dengan sopan.
"Dia masih lama di sana. Lebih baik kamu istirahat saja di kamar. Ayo, biar mama antar kamu ke kamar," ujar Angelina yang tidak mau di bantah.
"Baik ma," jawab Claudia seraya pergi dari sana.
•
•
•
Bersambung.....
Maaf ya guys. Di Bab ini Author gabung saja pernikahan mereka. Biar lebih cepat. Semoga kalian suka. Terima kasih.
Selamat Membaca.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺