
Di Ruangan Alexander
"Lebih baik kamu pergi dari sini, karena aku tidak mau sampai istriku marah dan malah berpikir kalau aku sedang selingkuh dengan kamu," ujar Alex seraya mengusir wanita itu.
"Itu yang aku inginkan. Aku ingin membuat hubungan kalian hancur agar aku bisa mengantikan posisi wanita murahan itu," batin Aluna dengan seringai liciknya.
"Kak Alex tenang saja aku tidak ada niatan untuk menganggu hubungan kalian. Aku ikhlas jika kak Alex menikah dengan wanita lain karena aku tahu cinta tidak bisa di paksakan. Aku hanya ingin berteman dengan kak Alex, itu saja tidak lebih," ujar Aluna dengan senyum palsu.
"Aku harap apa yang kamu katakan benar adanya, karena aku tidak akan pernah memaafkan kamu dan juga keluarga kamu jika sampai kamu melakukan sesuatu yang dapat merusak rumah tangga kami," ujar Alex dengan tatapan tajam.
Glek
"Gila.Ternyata kak Alex benar-benar menakutkan, tapi entah kenapa aku malah makin cinta padanya," batin Aluna dengan tersenyum.
"Cepatlah pergi dari sini. Aku tidak ada waktu menemani kamu bicara karena pekerjaan aku sangat banyak." Alex mengusir Aluna, karena dia sudah tidak tahan melihat wanita ini ada di depannya.
"Sial. Sudah dua kali aku di usir dari sini. Tapi aku tetap tidak mau menyerah, karena aku sangat yakin kak Alex pasti akan menjadi milik ku nanti," batin Aluna dengan wajah kesal.
"Baik, aku pergi dulu permisi," ujar Aluna seraya pergi dari sana.
"Hufff, syukurlah wanita ondel-ondel itu sudah pergi dari sini," ujar Alex seraya menghela nafas lega.
Pada saat Andre mau memasuki ruangan Alexander dia tidak sengaja melihat seorang perempuan yang baru saja keluar dari ruangan atasannya, sehingga membuat dia penasaran.
"Siapa wanita tadi?" tanya Andre pada Laura sekretaris Alexander.
"Aku juga tidak tahu tuan. Jika tuan penasaran kenapa tidak tanya saja pada tuan Alex," ujar Laura dengan cuek.
"Bukannya kamu sekretaris nya tuan Alex? Seharusnya kamu tahu siapa saja orang yang ingin menemui tuan Alex?" tanya Andre.
"Tuan juga asisten pribadinya tuan Alex. Seharusnya tuan lebih tahu dari pada aku?" Laura membalikkan pertanyaannya pada Andre.
"Kau..." ujar Andre dengan wajah kesal.
"Apa?" tanya Laura seraya menatap Andre dengan tatapan tajam.
"Jika tidak ingat dosa sudah dari dulu aku bunuh wanita ini. Dari pada aku makin emosi gara-gara wanita ini lebih baik aku menemui tuan Alex saja," batin Andre dengan wajah kesal.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
__ADS_1
"Ada apa Ndre?" tanya Alex dengan penasaran.
"Saya mau meminta tanda tangan tuan." Jelas Andre seraya memberikan berkas pada Alex.
"Apa ada lagi?" tanya Alex setelah menandatangani berkas tersebut.
"Siapa perempuan yang baru saja keluar dari ruangan tuan?" tanya Andre seraya duduk di depan meja Alex.
"Dia wanita masa lalu ku," jawab Alex dengan tenang.
"Apa?" teriak Andre yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.
"Ma... maksud tuan dia mantan pacar tuan? Apa dia ke sini mau minta balikan lagi sama tuan?" tanya Andre dengan terbata-bata.
"Bukan. Aku tidak pernah pacaran sama wanita ondel-ondel itu. Karena wanita pertama yang aku cintai hanyalah Claudia. Jadi, tidak ada wanita lain yang bisa membuat aku tertarik selain Claudia," ujar Alex dengan cepat.
"Maksud tuan tadi apa yang mengatakan kalau dia wanita masa lalu tuan?" tanya Andre dengan penasaran.
"Dia teman masa kecil ku dulu." Jelas Alex dengan cuek.
"Teman masa kecil? Apa dia menyukai tuan?" tanya Andre dengan penasaran.
"Tentu saja dia menyukai aku. Kamu tahu sendiri kalau aku ini laki-laki yang sangat tampan dan juga kaya raya, jadi mana mungkin ada perempuan yang tidak tertarik dengan pesona ku ini," ujar Alex dengan sombong.
"Ck! Menyesal aku bertanya seperti itu pada tuan Alex. Kenapa semakin hari kadar kesombongannya malah bertambah parah. Pantas saja anaknya juga ikutan sombong. Orang daddynya saja seperti ini," batin Andre dengan wajah kesal.
"Jika dia sampai berani menganggu rumah tangga ku, maka aku akan pastikan hidupnya dan juga keluarga nya akan hancur. Karena pantang bagiku memaafkan orang yang sudah berani menganggu keluarga ku," ujar Alex dengan wajah datar.
Glek
Mendengar perkataan Alex membuat Andre menelan ludahnya sendiri. Karena dia sudah tahu bagaimana sifat atasannya itu jika ada orang yang berani macam-macam pada keluarga nya itu.
"Sebaiknya tuan harus hati-hati dengan perempuan itu. Karena aku takut dia memiliki niat jahat untuk memisahkan tuan dengan nyonya Claudia," ujar Andre seraya mengingatkan atasannya agar berhati-hati dengan wanita itu.
"Kau tenang saja Ndre. Aku tidak akan membiarkan wanita ondel-ondel itu menghancurkan rumah tangga kami," ujar Alex dengan tenang.
"Ya, sudah. Kalau begitu saya pamit dulu, permisi," ujar Andre seraya pergi dari sana.
"Oke," jawab Alex dengan cepat.
•
•
__ADS_1
•
Di Mansion Keluarga Felix Arkatama
Saat ini Aluna sudah sampai di mansion keluarga nya. Dia pulang dalam keadaan kacau make up yang tadinya rapi sekarang sudah berantakan akibat sedari tadi menangis tiada henti. Sungguh, Dia tidak terima jika Alex malah menjadi milik wanita itu. Karena baginya Alex hanya boleh menjadi milik dia seutuhnya.
"Ada apa dengan kamu sayang? Kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya Maura ibunya Aluna saat melihat anaknya yang sedang menangis.
"Kak Alex ma. Kak Alex... Hiks... Hiks..." Aluna berucap seraya terisak.
"Ada apa dengan Alex? Apa dia menolak kamu lagi sama seperti dulu?" tanya Maura yang berpikir anaknya pasti di tolak lagi sama seperti dulu.
"Kak Alex sudah menikah ma. Dia melupakan aku padahal dulu kami sudah berjanji setelah dewasa nanti kami akan menikah. Tapi dia malah melupakan janjinya itu, aku sakit hati ma... saat tau kak Alex menikahi wanita lain... Hiks... Hiks..." Aluna berucap seraya terisak.
"Sudah sayang! Jangan menangis lagi, lupakan laki-laki itu. Kamu sudah tahu dari dulu dia tidak pernah menyukai kamu tapi kamu masih saja mengharapkan laki-laki itu. Mama yakin kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dari pada laki-laki itu," ujar Maura seraya menenangkan anaknya.
"Tidak ma. Sampai kapanpun aku tidak akan menyerah, aku akan merebut kak Alex dari tangan wanita murahan itu," ujar Aluna seraya menahan emosi.
"Jangan pernah mencari masalah dengan keluarga Lemos Luna. Apa kamu lupa siapa mereka? Mereka bukan keluarga biasa yang bisa kita nganggu mama tidak mau gara-gara perbuatan kamu Alex malah menghancurkan kita semua," ujar Maura seraya mengingatkan anaknya agar tidak berbuat sesuatu pada mereka yang akhirnya malah berimbas pada keluarga nya.
"Mama tenang saja, aku akan bermain cantik. Aku sangat yakin cepat atau lambat kak Alex akan menjadi milik ku sepenuhnya," ujar Aluna dengan seringai liciknya.
"Terserah kamu mau melakukan apa. Mama harap kamu tidak akan menyesal bila Alexander menghancurkan keluarga kita tanpa sisa," ujar Maura seraya menghela pasrah karena percuma dia mengingatkan anaknya yang keras kepala itu.
"Mama tenang saja, aku sangat yakin kak Alex tidak akan melakukan apapun pada kita," ujar Aluna dengan penuh keyakinan.
"Kenapa kamu bisa berpikir Alex tidak akan menghancurkan keluarga kita?" tanya Maura dengan penasaran.
"Karena dia berpikir kalau aku sudah mengikhlaskan dia untuk di miliki oleh perempuan murahan itu. Itu sebabnya jika terjadi sesuatu pada hubungan mereka maka aku tidak akan di persalahkan," ujar Aluna dengan seringai liciknya.
"Kenapa anak ini keras kepala sekali? Apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan anak ini agar tidak menganggu keluarga penguasa negara ini. Aku takut gara-gara perbuatan anak ini maka keluarga ini akan terkenak imbasnya," batin Maura dengan perasaan cemas.
"Apa kamu pikir rencana yang kamu lakukan ini bisa berhasil? Mama rasa tidak, karena rencana licik kamu lama kelamaan pasti akan terbongkar juga. Jika hal itu terjadi, maka kamu harus siap jika keluarga kita di hancurkan oleh Alex. Mama sudah mengatakan apa yang ingin mama katakan jika kamu tetap tidak mau mendengarkan perkataan mama terserah. Karena mama sudah capek menasehati kamu tapi kamu justru malah tidak peduli. Lebih baik mama pergi saja dari sini," ujar Maura seraya pergi dari sana.
Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna merasa cemas. Dia takut apa yang di katakan oleh ibunya malah menjadi kenyataan. Tapi untuk mundur pun dia tidak mau melakukan nya karena dia tidak rela laki-laki yang dari dulu dia cintai malah menjadi milik orang lain.
"Jangan takut Luna. Percayalah kalau kamu pasti bisa memisahkan mereka berdua," batin Aluna seraya menyakini dirinya sendiri kalau dia pasti berhasil memisahkan Alex dan istrinya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung....
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺