
Di Hotel
Saat ini mereka masih berada di kamar hotel yang ada di negara paris. Claudia yang sudah trauma dengan negara ini langsung saja menyuruh suaminya untuk segera pulang ke negara mereka sendiri. Selama mereka masih berada di sini. Hatinya tidak bisa tenang. Dia sungguh takut jika anaknya akan di culik lagi oleh orang yang tidak dia kenal.
Sampai sekarang dia tidak tahu orang yang sudah menculik anaknya adalah mantan pacarnya Nabila. Karena Alex tidak pernah memberitahukan pada istrinya kalau mantan pacar Nabila yang sudah menculik anak mereka. Bagi Alex tidak penting memberitahukan siapa orang yang telah menculik anak mereka yang penting anaknya selamat dan bisa berkumpul lagi bersama dengan mereka.
Dreet... Dreet... Dreet...
"Hooam"
π "Hallo!" Ada apa Ndre?" tanya Alex seraya turun dari tempat tidur menuju balkon yang ada di kamar hotelnya.
π "Apa kita jadi pulang ke negara kita?" tanya Andre dengan penasaran.
π "Jadi. Claudia tidak mau tinggal di negara ini lagi karena dia sudah trauma atas penculikan terhadap anak kami. Bahkan dia tidak membiarkan anak kami tidur di kamar lain karena takut di culik oleh mereka lagi." Jelas Alex dengan wajah frustasi karena dia tidak bisa menuntaskan hasrat nya tadi malam.
Padahal dia ingin melakukan itu lagi dengan istrinya tapi karena kejadian ini, dia malah tidak bisa melakukan nya.
Hahahaha
π "Apa itu artinya tuan tidak bisa melakukan hubungan suami istri dengan nona Claudia?" tanya Andre seraya tertawa terbahak-bahak.
π "Bagaimana kami bisa melakukan hubungan suami istri jika ada bocah di tengah-tengah kami. Yang lebih parah lagi, saat aku ingin tidur di samping dia tetap tidak di bolehin. Alasannya dia tidak ingin mereka membawa anak kami jika membiarkan Ara tidur di pinggiran.
"Bukannya itu tidak masuk akal. Mana mungkin mereka berani masuk ke kandang singa. Jika mereka berani itu tandanya mereka sudah siap meninggalkan dunia ini. Ini semua gara-gara mereka yang telah menculik Ara hingga membuat Claudia trauma seperti ini." Jelas Alex dengan wajah kesal.
Hahahaha
Mendengar perkataan Alex membuat Andre tertawa semakin keras. Dia tidak menyangka gara-gara kejadian ini membuat istri atasannya trauma. Tidak hanya itu atasannya ikut merasakan penderitaan karena tidak bisa lagi bebas ingin melakukan hubungan suami istri.
Padahal niat atasannya membawa istrinya pergi ke negara ini untuk berbulan madu tapi sekarang bulan madu mereka malah berantakan gara-gara kejadian yang tak terduga ini.
π "Yang sabar tuan. Siapa tahu setelah tuan pulang ke negara kita istri tuan tidak akan takut lagi jika membiarkan anak tuan tidur terpisah," ujar Andre.
π "Semoga sampai di negara kita, Claudia bisa lebih tenang dan membiarkan Ara tidur di kamarnya sendiri. Jika dia masih membiarkan Ara tidur dengan kami. Yang ada punya ku bisa berkarat dan tidak berfungsi lagi," ujar Alex.
Hahahaha
π "Tuan ada-ada saja. Bukannya dulu sebelum tuan bertemu dengan nona Claudia tuan baik-baik saja jika tidak melakukan itu? Kenapa sekarang tuan terlihat frustasi seperti ini?" tanya Andre seraya tertawa terbahak-bahak.
π "Kamu belum menikah mana tahu masalah begini. Makanya kamu cepat menikah biar kamu paham apa yang menyebabkan aku frustasi saat tidak bisa menuntaskan hasrat ku," ujar Alex dengan wajah kesal.
π "Saya belum menemukan orang yang cocok untuk di ajak menikah. Jika sudah ada maka saya akan secepatnya menikahi dia," ujar Andre.
Mendengar perkataan Andre membuat Alex terdiam. Dia tidak mau mencampuri urusan pribadi asisten pribadinya itu. Terserah dia mau menikah apa tidak. Dia hanya berdoa semoga asisten pribadinya itu secepatnya di pertemuan dengan wanita baik-baik yang mau menerima dia apa adanya.
π "Apa kamu menghubungi aku hanya untuk menanyakan masalah ini?" tanya Alex dengan penasaran.
π "Tidak tuan. Saya ingin melaporkan anak buah tuan sudah mengirim penculik itu ke kantor polisi sesuai perintah tuan. Dan sekarang mereka sudah di masukan ke dalam tahanan." Jelas Andre.
π "Kerja bagus. Sekarang kamu bersiap-siap karena sebentar lagi kita akan kembali ke negara kita," titah Alex dengan tegas.
__ADS_1
π "Baik tuan," jawab Andre seraya mematikan smartphone nya.
"Sayang!" Ayo bangun. Apa kamu tidak mau pulang ke negara kita?" tanya Alex seraya membangunkan istrinya yang masih tidur sejak tadi.
"Hooam"
"Apa sudah pagi?" tanya Claudia.
"Iya sayang. Ini sudah pagi. Ayo cepat bersiap-siap agar kita bisa pulang ke negara kita," ujar Alex dengan lembut.
"Aku mau mandi dulu. Mas suruh Dian mempersiapkan Ara biar kita bisa segera pulang ke California," ujar Claudia.
"Baik sayang," jawab Alex dengan lembut seraya membawa anaknya ke kamar sebelah yang sedang di tempati oleh Dian baby sister anaknya.
β’
β’
β’
California
Beberapa Jam Kemudian
Setelah beberapa jam mengudara akhirnya mereka sampai juga di California Amerika Serikat. Claudia yang tahu mereka sudah sampai di negara kelahirannya bisa bernafas lega. Jujur saja, selama dia masih ada di negara paris membuat dia tidak tenang dan selalu terbayang-bayang tentang penculikan anaknya.
"Ndre... antar Nabila ke rumahnya," titah Alex dengan tegas seraya memberikan kunci mobil yang di bawakan oleh anak buahnya.
"Tentu saja dengan pak Arman. Apa kamu pikir aku cuman punya satu mobil. Sehingga kamu bertanya seperti itu," ujar Alex dengan tatapan tajamnya.
"Maaf tuan," ujar Andre seraya menundukkan kepalanya dengan wajah ketakutan.
"Cepat pergi sana," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Andre.
"Ayo nona kita pergi dari sini," ajak Andre dengan sopan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Nabila seraya pergi dari sana.
"Ayo sayang kita pulang," ajak Alex dengan lembut yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia.
Sementara anak buah Alex pulang menggunakan mobil lain yang jauh lebih besar dari pada mobil yang sedang di pakai oleh Alex dan keluarga nya.
Beberapa Jam Kemudian
Saat ini mereka baru saja sampai di mansion Alexander Lemos. Mansion yang sangat mewah nan megah yang hanya dapat di miliki oleh orang dari kalangan atas saja.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam," ajak Alex pada istrinya dengan suara lembut.
"Aku bisa turun sendiri. Sebaiknya mas Alex bantu Ara turun saja," ujar Claudia seraya turun dari mobil.
"Ok. Ayo princess nya daddy kita masuk ke dalam," ajak Alex seraya menggendong anaknya.
__ADS_1
"Selamat datang kembali tuan." Sapa para pembantu yang bekerja di rumah Alexander seraya menundukkan kepala.
"Bawa koper kami ke dalam," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan muda," jawab pembantu itu dengan sopan seraya pergi dari sana.
"Dian bawa Ara ke kamarnya sekarang juga," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan muda," jawab Dian baby sister anaknya.
"Ayo kita pergi ke kamar nona kecil," ajak Dian dengan sopan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa boleh Ala makan dulu dad?" tanya Ara dengan wajah imut.
"Lebih baik Ara mandi dulu setelah itu baru boleh makan," ujar Alex dengan tegas.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tapi Ala sudah lapal dad. Dali kemalin Ala belum makan apa-apa. Apa daddy ndak kasihan cama Ala yang lagi kelapalan ini," ujar Ara.
"Bukannya tadi di pesawat Ara sudah makan. Kenapa sekarang Ara bilang seolah-olah belum makan sama sekali?" tanya Alex dengan penasaran.
"Sudah mas. Biarkan saja Ara makan dulu baru setelah itu dia mandi," sahut Claudia.
"Tidak. Ara tetap harus mandi dulu baru boleh makan," ujar Alex dengan tegas.
"Tapi mas...
" Sayang!" Apa kamu lupa kita baru saja pulang dari perjalanan jauh. Jadi biarkan anak kita membersihkan tubuhnya dulu baru setelah itu dia makan," ujar Alex yang tidak ingin di bantah.
"Baiklah. Sekarang Ara pergi mandi dulu setelah itu baru boleh makan," ujar Claudia yang setuju dengan suaminya.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Ok. Ayo aunty Dian kita ke kamal Ala," ujar Ara dengan pasrah.
"Baik nona kecil," jawab Dian seraya pergi dari sana.
"Ayo sayang kita masuk ke kamar," ajak Alex seraya menggandeng tangan istrinya untuk pergi ke kamar mereka yang ada di atas.
β’
β’
β’
Bersambung....
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1