One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mencari Pekerjaan )


__ADS_3

Di Apartemen Aluna


"Mau kemana kamu Luna?" Maura penasaran saat melihat penampilan anaknya yang sudah cantik dan rapi.


"Mau mencari pekerjaan ma, doakan Luna agar bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya," balas Aluna yang berharap bisa mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu keuangan keluarga nya.


Mendengar perkataan Aluna membuat Maura merasa terharu ternyata anaknya sekarang sudah dewasa dan dia rela mencari pekerjaan demi membantu keuangan keluarga mereka walaupun yang menyebabkan mereka hidup menderita seperti ini gara-gara ulah anaknya setidaknya anaknya sekarang mau berusaha membuat mereka agar bisa hidup lebih layak seperti dulu lagi.


"Mama akan selalu mendoakan kamu agar di mudahkan rezeki oleh Tuhan dan kamu bisa mendapatkan pekerjaan dengan segera," ujar Maura dengan tulus.


"Iya, ma, kalau begitu aku pergi dulu," ujar Aluna.


"Iya, hati-hati di jalan," ujar Maura yang di jawab anggukan kepala oleh Aluna seraya pergi dari sana.


"Mau kemana dia?" tanya Felix saat melihat anaknya yang sudah pergi dari Apartemen dengan penampilan rapi seperti itu sehingga membuat dia penasaran.


"Dia mau mencari pekerjaan pa," jawab Maura.


"Apa dia pikir mencari pekerjaan itu mudah?. Ck! Aku sangat yakin pasti akan sulit buat dia mencari pekerjaan setelah dia menyinggung tuan Alexander Lemos. Dan aku sangat yakin pasti tuan Alexander sudah memasukkan dia ke dalam daftar hitam sehingga perusahaan lain pasti akan menolak anak kita di karenakan takut dengan tuan Alexander," ujar Felix yang tidak yakin anaknya bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah setelah membuat masalah dengan sang penguasa negara ini.


Mendengar perkataan Felix membuat Maura merasa cemas dan khawatir karena apa yang di katakan oleh suaminya semua nya benar. Dia sangat tahu apa akibatnya mencari masalah dengan sang penguasa negara ini pasti hidup mereka tidak akan tenang. Walaupun begitu dia tetap yakin dan berharap anaknya bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya agar hidup mereka tidak lagi menderita seperti ini.


"Bagaimana kalau anak kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan itu pa? Itu artinya kita akan mati perlahan karena kelaparan," ujar Maura dengan wajah ketakutan.


"Papa juga tidak tahu, kita berdoa saja semoga ada seseorang yang mau membantu kita keluar dari kemiskinan ini," ujar Felix.


"Iya, pa. Semoga saja ada seseorang yang mau membantu anak kita dan memberikan dia pekerjaan agar kita tidak lagi menderita seperti ini," ujar Maura dengan penuh harap anaknya bisa berhasil mendapatkan pekerjaan dan mengeluarkan mereka dari kemiskinan ini.


"Iya, semoga saja anak kita berhasil mendapatkan pekerjaan di tempat bagus karena cuma dia satu-satunya harapan kita untuk mengubah nasib kita menjadi lebih baik dari pada ini," ujar Felix yang di tanggapi anggukan kepala oleh Maura.


__ADS_1




Saat ini Aluna sedang berada di perusahaan pertama untuk melamar pekerjaan di sana. Dia sangat berharap mereka mau menerima dia bekerja di sana. Dengan ijazah dan prestasi yang dia dapatkan pasti akan mudah dia mendapatkan pekerjaan walaupun dia belum berpengalaman dalam bekerja bukan berarti dia tidak bisa bekerja hanya saja selama ini dia sudah terbiasa hidup dalam kemewahan dan selalu di manja oleh ke dua orang tuanya sehingga dia menjadi anak yang malas untuk belajar bisnis di perusahaan ayahnya.


Tetapi sekarang karena mereka sudah jatuh miskin mau tidak mau dia terpaksa mencari pekerjaan demi bisa membantu orang tuanya. Jika saja dia tidak mencari masalah dengan Alexander Lemos maka keluarga nya pasti akan baik-baik saja.


Dan dia tidak perlu capek-capek mencari pekerjaan di tempat orang lain karena dia memiliki perusahaan orang tuanya sendiri yang nantinya akan menjadi miliknya di saat ayahnya sudah menyerahkan perusahaan itu di tangannya. Tetapi karena kesalahan yang dia dapatkan perusahaan orang tuanya malah bangkrut di tangan Alexander.


Timbul dendam dalam hatinya ingin membalas perbuatan Alexander karena sudah menyebabkan keluarga nya jatuh miskin tetapi dia langsung sadar jika dia membalaskan dendam pada Alexander maka bisa saja Alexander akan membalaskan dia dan keluarga nya lebih dari pada ini sehingga dia lebih baik diam dan berusaha memperbaiki diri untuk lebih baik lagi dari pada dulu.


Mungkin ini karma untuknya karena dulu sudah menjadi orang sombong dan selalu menghina orang yang berada di bawahnya tetapi sekarang dia juga merasakan apa yang orang lain rasakan yang harus hidup dalam kemiskinan.


Di Lobby Perusahaan


"Permisi nona? Aku lihat di internet ada lowongan pekerjaan di sini, kalau boleh tahu di mana ruangan interview?" tanya Aluna dengan sopan pada resepsionis.


"Siapa nama kamu?" tanya resepsionis itu dengan ramah.


Mendengar nama Aluna membuat resepsionis itu langsung teringat dengan perkataan atasannya untuk menolak dirinya di di karenakan perintah langsung dari sang penguasa negara ini yaitu Alexander Lemos.


Entah apa yang telah di lakukan oleh wanita ini sehingga tuan Alexander menyuruh atasan mereka untuk tidak menerima wanita ini bekerja di perusahaan ini.


"Maaf nona Aluna, di sini tidak ada lowongan pekerjaan sebaiknya anda mencari pekerjaan di tempat lain saja," ujar resepsionis itu dengan penuh keyakinan agar Aluna percaya padanya.


Mendengar perkataan resepsionis itu membuat Aluna merasa heran karena dia sangat tahu kalau perusahaan ini sedang membutuhkan seorang sekretaris makanya dia ingin melamar di perusahaan ini. Kenapa resepsionis ini mengatakan tidak ada lowongan pekerjaan? Apa dia salah tempat? Tetapi dia sangat yakin tidak salah tempat ataupun salah lihat, sudah jelas di internet yang sudah di baca olehnya kalau perusahaan ini sedang membutuhkan seorang sekretaris.


"Tapi saya lihat di internet perusahaan ini sedang membutuhkan seorang sekretaris? Kenapa anda malah mengatakan tidak ada lowongan pekerjaan?" tanya Aluna bingung.


"Memang benar kami sedang membutuhkan seorang sekretaris tetapi sekarang kami sudah menemukan seseorang yang ingin di jadikan seorang sekretaris di perusahaan ini makanya saya bilang tidak ada lowongan pekerjaan lagi karena posisi sekretaris sudah ada yang menempati," ujar resepsionis itu seraya menyakinkan Aluna apa yang dia katakan semua nya benar adanya.

__ADS_1


Mendengar perkataan resepsionis itu membuat Aluna merasa kecewa. Dia pikir hari ini akan mendapatkan pekerjaan tetapi setelah sampai di sini malah di tolak sebelum dia melamar pekerjaan. Ternyata mencari pekerjaan sangat tidak semudah yang dia pikirkan, dia selama ini selalu menghamburkan uang orang tuanya tanpa tahu bagaimana susahnya orang tuanya mencari uang.


Karena yang dia pikirkan hanyalah kesenangan sehingga dia sering menghina dan mengejek orang-orang yang berada di bawahnya karena menganggap mereka tidak sepadan dengan nya yang berasal dari keluarga kaya.


"Kalau begitu saya pergi dulu permisi," ujar Aluna seraya pergi dari sana sedangkan resepsionis itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Apa benar dia orang yang di blacklist oleh tuan muda Alexander?" tanya teman yang sama yang berprofesi sebagai resepsionis dengan penasaran saat setelah melihat Aluna yang sudah pergi dari perusahaan ini.


"Iya, dia orang yang sudah di tandai oleh tuan muda Alexander Lemos untuk menolak lamaran pekerjaannya jika dia sampai melamar pekerjaan di perusahaan ini," balas resepsionis yang tadi bicara dengan Aluna.


"Kira-kira apa yang sudah wanita itu lakukan sehingga tuan muda Alexander Lemos membenci wanita itu hingga memblacklist dia agar tidak ada yang mau menerima dia bekerja di manapun," ujar temannya dengan penasaran.


"Mana aku tahu, kalau kamu penasaran lebih baik tanyakan saja langsung pada tuan muda Alexander Lemos," ujar resepsionis itu.


Mendengar perkataan resepsionis itu membuat temannya menelan ludahnya sendiri. Mana berani dia menanyakan langsung pada tuan Alexander Lemos yang ada dia bisa gemetaran saat berhadapan langsung dengan nya. Dan yang lebih parah lagi bisa-bisa dia kencing di celana gara-gara takut dengan Alexander Lemos.


"Kamu saja yang bertanya padanya, lebih baik aku penasaran dari pada harus menanyakan pada tuan muda Alexander Lemos," ujar temannya.


"Untuk apa aku menanyakan pada tuan muda Alexander Lemos sedangkan aku tidak penasaran dengan urusan wanita itu yang tadi penasaran kan kamu makanya aku memberikan saran biar kamu tidak kepo lagi dengan urusan orang lain," ujar resepsionis itu.


"Dari pada aku menanyakan pada tuan muda Alexander Lemos lebih baik aku penasaran seumur hidup," ujar temannya.


Mendengar perkataan temannya membuat resepsionis itu menahan tawanya agar tidak keluar. Dia sangat tahu untuk membungkam mulut temannya yang tukang kepo itu cukup sebutkan saja nama sang penguasa negara ini pasti dia akan diam seperti patung.


Dia sangat tahu temannya ini sangat takut jika berhadapan dengan sang penguasa negara ini. Jangankan temannya dia sendiri juga merasa takut jika berhadapan langsung dengan sang penguasa negara ini. Lebih baik dia di suruh lembur ataupun di suruh mengerjakan pekerjaan lain dari pada di suruh berhadapan dengan tuan muda Alexander Lemos.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2