
Di Rumah Professor Antonio
Saat ini Claudia dan yang lainnya masih berada di rumah Professor Antonio. Sementara bibi Ani tidak mengikuti mereka agar Barbara dan Audrey tidak curiga atas perginya Henry dari mansion itu.
"Bagaimana keadaan pak Henry saat ini?" tanya Antonio seraya duduk di samping tempat tidur Henry saat ini.
"Apa Kamu Professor Antonio yang pernah menolong putri saya dulu?" tanya Henry.
"Benar aku Professor Antonio yang dulu pernah menyelamatkan putri anda pak Henry," jawab Antonio.
"Oh syukurlah jika anda benar Professor Antonio. Aku sudah lama mencari anda selama ini, tapi anda malah sudah pindah dari rumah itu," ujar Henry merasa senang.
"Kenapa anda mencari saya pak Henry?" tanya Antonio dengan kening mengkerut.
"Karena saya ingin meminta tolong sama anda Professor Antonio. Untuk membantu saya agar saya bisa berjalan seperti dulu lagi," ujar Henry dengan antusias.
"Bukannya anda sudah memiliki no HP saya dulu? Kenapa anda tidak menelpon saya saja?" tanya Antonio dengan penasaran.
"Justru itu masalah nya. No HP anda tiba-tiba terhapus di HP saya. Saya sendiri merasa heran kenapa no anda bisa hilang," ujar Henry.
"Tentu saja bisa hilang. Orang di rumah daddy ada siluman ular dan anak ular. Pasti mereka pelakunya, jika bukan mereka siapa lagi," sahut Claudia yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Sudah cukup kamu menjelekkan mama kamu Clau. Dia tidak mungkin melakukan itu," ujar Henry yang masih tidak percaya dengan perkataan anaknya.
"Wah... apa daddy sudah termakan rayuan maut dari siluman ular. Hingga daddy tidak bisa membedakan orang yang tulus mana yang tidak," kata Claudia dengan sindiran pedas.
"Apa yang kamu katakan Clau? Sekali lagi daddy ingatkan jangan pernah memfitnah mama kamu, mengerti," ujar Henry dengan tegas.
"Daddy juga harus ingat. Dia bukan mama aku. Jadi jangan pernah sekali-kali daddy menyebut dia mama aku, karena sampai mati pun aku tidak akan pernah menganggap siluman ular itu menjadi mama aku," kata Claudia seraya menahan emosi.
"Apa yang di katakan oleh Claudia benar pak Henry? Istri anda bukanlah wanita baik-baik. Dia hanya lah wanita yang bermuka dua. Dan apa anda tahu kenapa anda bisa lumpuh dan cacat seperti ini?" tanya Antonio.
"Emang apa yang terjadi dengan saya Professor Antonio? Emang benar saya seperti ini gara-gara istri saya?" tanya Henry.
"Benar sekali pak Henry. Anda menjadi seperti ini karena perbuatan mereka. Mereka sengaja memberikan anda racun agar anda bisa lumpuh seperti ini. Jika racun di dalam tubuh anda tidak mendapatkan penawarnya. Maka tubuh anda lama kelamaan akan melemah dan akhirnya meninggal dunia," ujar Professor Antonio.
"Apa?" teriak Henry yang terkejut saat mendengar perkataan Antonio.
"Jadi benar apa yang di katakan Claudia, kalau aku terkenak racun? Dan apa anda punya bukti kalau istri saya yang melakukan ini?" tanya Henry yang merasa terkejut saat mendengar fakta kalau selama ini istrinya yang sudah mencelakakan dia hingga lumpuh seperti ini.
"Jika daddy tidak percaya dengan kami. Daddy bisa tanyakan sama bibi Ani pembantu yang selama ini bekerja dengan daddy.
"Aku akan menelpon bibi Ani sekarang biar daddy bisa tahu sendiri. Istri yang selama ini daddy sayangi dan percaya ternyata tidak lebih dari pada siluman ular yang kapan saja bisa membunuh daddy dengan bisa ularnya itu," sahut Claudia dengan cepat.
__ADS_1
Mendengar perkataan anaknya yang menyebut istrinya siluman ular hanya bisa menghela nafas pasrah.
"Ya, ampun Clau... kenapa kamu selalu menyebut dia wanita ular. Jika kamu menyebut dia siluman ular. Berarti selama ini daddy tidur dengan ular," batin Henry.
Dreet... Dreet... Dreet...
"Siapa sih yang menelpon? Tidak tahu apa aku lagi menguping mereka. Bagaimana kalau aku ketahuan," gomel bibi Ani dengan wajah kesal.
"Oh... ya ampun. Ternyata nona Claudia yang menelpon aku. Untung saja aku tidak marah-marah tadi," sambungnya lagi seraya menerima telpon.
📞 "Hallo." Sapa bibi Ani.
📞 "Hallo... Ini aku Claudia bi. Apa bibi bisa bantu aku buat menjelaskan sama daddy penyebab dia lumpuh seperti ini? Ini aku sedang ada bersama daddy sekarang," ujar.
"Bisa nona Claudia," ujar bibi Ani.
"Hallo Bi... ini saya Henry Daddy nya Claudia. Apa benar istri saya yang menyebabkan saya lumpuh seperti ini?" tanya Henry.
"Benar tuan Henry. Istri tuan lah yang melakukan itu hingga menyebabkan tuan Henry lumpuh seperti saat ini," ujar bibi Ani.
"Apa bibi Ani punya bukti kalau istri saya pelakunya?" tanya Henry yang tak mau percaya sebelum adanya bukti nyata kalau istrinya lah pelakunya.
"Ada tuan Henry. Bibi kirimkan saja Vidio percakapan mereka pada tuan Henry, biar tuan Henry bisa melihat dan mendengar sendiri. Kalau istri tuan selama ini bukanlah wanita baik-baik," ujar bibi Ani seraya mengirimkan Vidio sewaktu dia menguping tadi.
Tak Lama Kemudian
Mereka semua mendengar Vidio bukti kejahatan Barbara dan Audrey selama ini.
( Bukti Rekaman )
"Apa isi surat dari daddy ma?" tanya Audrey dengan wajah penasaran.
"Itu daddy kamu cuman mau pamit pada kita dia selama ini merasa malu dan tak enak hati sudah merepotkan kita," ujar Barbara.
"Oh... baguslah kalau daddy sudah pergi dari sini. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi menyingkirkan daddy dari rumah ini. Karena dia sendiri yang sudah pergi. Sekarang kita bisa tenang karena dua hama dalam rumah ini sudah tak ada lagi. Jadi kita bisa bersenang-senang dengan harta kekayaan keluarga ini," ujar Audrey dengan senyum bahagia.
"Kamu benar sayang. Sekarang kita sudah benar-benar menjadi orang kaya dan tidak perlu takut lagi hidup di jalanan seperti dulu lagi," kata barbara.
"Ternyata rencana mama yang membuat daddy lumpuh ada gunanya juga sekarang. Tidak salah mama memberikan racun kepada daddy. Dan sekarang kita yang mendapatkan hasilnya, mama sangat hebat... Hahahaha..." Audrey berucap seraya tertawa terbahak-bahak.
"Tentu saja mama hebat. Jika bukan karena mama yang membuat Henry lumpuh. Maka kita tidak akan bisa memiliki kekayaan keluarga ini. Dia mau saja dibodohi oleh kita selama ini dan bahkan rela menyiksa anak kandungnya sendiri hanya demi membela kita.
"Padahal sudah jelas sekali anaknya selama ini tidak pernah salah. Tapi kerena hasutan mama. Laki-laki bodoh itu malah termakan perkataan, dan rayuan mama... Hahahaha..." Barbara berucap seraya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Benar apa kata mama. Dia memang laki-laki bodoh," sahut Audrey seraya tertawa terbahak-bahak.
*******
"Apa sekarang daddy sudah percaya. Kalau istri dan anak kesayangan daddy bukanlah wanita baik-baik selama ini?" tanya Claudia.
"Kenapa mereka melakukan itu sama daddy Clau? Bukannya selama ini daddy sangat sayang dan selalu memberikan apapun yang mereka minta?" tanya Henry dengan wajah terkejut saat mendengar fakta kejahatan mereka selama ini.
"Tentu saja karena harta. Emangnya apalagi. Mereka itu orang yang sudah lama hidup di jalanan. Tentu saja saat mereka merasakan hidup enak dan nyaman.
"Mereka tidak akan melepaskan begitu saja. Bahkan mereka rela mencelakakan orang yang selama ini sudah berjasa terhadapnya. Hanya untuk mengamankan agar harta yang selama ini mereka nikmati tidak berpindah tangan untuk aku, anak kandung daddy yaitu ahli waris yang sah dibandingkan mereka yang hanya orang luar." Jelas Claudia.
"Ternyata kamu benar Clau. Daddy sudah salah memilih istri dan ibu pengganti untuk kamu. Ternyata mommy kamu tidak bisa di gantikan oleh siapapun. Daddy minta maaf sama kamu, karena selama ini sudah salah terhadap kamu. Bahkan dengan kejamnya Daddy menyiksa kamu hanya untuk membela mereka," ujar Henry seraya terisak saat mengingat perlakuan dia dulu terhadap anak kandungnya sendiri.
"Sudahlah Dad. Lupakan saja soal itu. Sekarang aku bertanya, apa daddy sudah mengalihkan harta kita pada siluman ular itu?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Daddy tidak tahu Clau. Mungkin saja mereka sudah mengambil harta kita," ujar Henry.
"Apa daddy pernah menandatangani berkas yang di kasih oleh wanita siluman ular itu?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Pernah Clau. Tapi daddy tidak tahu apa itu surat pengalihan harta atau bukan," ujar Henry seraya menunduk.
"Oh... sial. Itu berarti mereka sudah berhasil merebut harta kita Dad. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka senang diatas penderitaan kita Dad. Bagaimana pun caranya aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita," kata Claudia seraya menahan emosi.
"Maafkan Daddy Clau, gara-gara kecerobohan Daddy kita sekarang sudah menjadi orang miskin," ujar Henry dengan perasaan menyesal.
"Daddy tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Urusan mereka biar aku yang hadapi. Sekarang Daddy hanya perlu fokus untuk terapi agar Daddy bisa sembuh dan berjalan lagi seperti dulu," ujar Claudia.
"Terima kasih banyak Clau. Walaupun Daddy sudah jahat sama kamu. Tapi kamu masih mau memaafkan Daddy dan bahkan kamu mau mengurus Daddy yang cacat ini," ujar Henry.
"Apa yang daddy katakan? Walau bagaimana pun perlakuan Daddy terhadap aku dulu. Aku akan tetap tidak akan dendam sama Daddy. Karena hanya Daddy keluarga kandung yang aku punya," ujar Claudia.
Sementara Henry yang mendengar perkataan anaknya merasa terharu. Dia tidak menyangka anak yang dulu dia sia-siakan malah dia yang membantunya. Sementara anak yang dia sayangi dan belaian dulu. Malah dia yang ingin membunuhnya.
•
•
•
Bersambung....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1