One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Malam Pertama Daffa Dan Aluna )


__ADS_3

Di Kamar Pengganti


Setelah acaranya selesai mereka langsung masuk ke dalam kamar yang telah di persiapkan untuk pengantin baru. Karena ini malam pertama Daffa dan Aluna setelah sah menjadi sepasang suami istri. Walaupun mereka sudah lebih dulu melakukan itu sebelum menikah tetap membuat Aluna merasa canggung saat berada satu kamar dengan Daffa. Berbeda dengan Daffa yang tampak biasa saja saat berada satu kamar dengan Aluna justru dia merasa bahagia dan tidak sabar ingin melakukan itu lagi dengan wanita yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.


"Sayang, sedang apa kamu di kamar mandi? Kenapa kamu lama banget keluarnya? Apa kamu mau tidur di kamar mandi?" tanya Daffa dengan wajah kesal. Bagaimana tidak kesal, karena istrinya sudah sangat lama berada di kamar mandi dan sampai sekarang belum keluar juga. Sedangkan dirinya tidak sabar menunggu ingin melakukan itu lagi dengan Aluna.


Aluna yang mendengar suara Daffa membuat dia cemas, seraya mondar-mandir di kamar mandi." Aduh... kenapa mas Daffa belum tidur juga. Bagaimana aku bisa keluar dari sini," ujar Aluna dengan wajah cemas. Jujur saja dia sebenarnya belum siap jika suaminya meminta haknya malam ini.


Karena dia belum sepenuhnya mencintai laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya. Dia akan menyerahkan tubuhnya jika dia sudah mencintai suaminya tetapi jika suaminya meminta malam ini maka, mau tidak mau dia tetap melakukan nya agar suaminya tidak kecewa.


"Sayang, cepat keluar. Kalau tidak, aku dobrak pintu kamar mandi nya," ancam Daffa dengan tegas.


Aluna yang mendengar ancaman Daffa mau tidak mau, terpaksa dia harus keluar dari dalam kamar mandi. Dia sangat takut jika sampai Daffa melakukan itu di kamar mandi, karena dia sangat tahu kalau suaminya itu seorang Casanova pasti dia sudah terbiasa melakukan itu dengan para mantannya di luar sana.


Cklek


Keluarlah Aluna dengan baju yang kekurangan bahan yang bisa memperlihat lekuk tubuhnya yang sangat seksi. Siapa saja yang melihatnya ingin sekali menerkamnya. Dia memakai baju ini bukan untuk menggoda suaminya melainkan dia terpaksa karena di dalam kamar hotel ini hanya baju ini saja yang ada sehingga dia tidak memiliki pilihan lain selain memakai lingerie.


Daffa yang melihat penampilan Aluna yang sangat cantik dan seksi tiba-tiba tidak bisa menahan nafsunya. Sehingga tanpa sadar dia berjalan mendekati Aluna yang dari tadi berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terlihat. Walaupun tidak bisa sepenuhnya tertutup.


"Kamu sangat cantik dan seksi," ujar Daffa yang sudah di selimuti oleh nafsu.


Setelah itu Daffa langsung mencium bibir Aluna dengan penuh nafsu. Aluna yang melihat Daffa mencium bibirnya hanya bisa melotot. Tapi, lama kelamaan dia ikut membalas ciuman Daffa.


Daffa yang melihat Aluna membalas ciuman nya, hanya dapat tersenyum dan dia langsung me lu mat bibir Aluna dengan penuh semangat. Disela-sela ciuman mereka. Tangan Daffa tidak mau menganggur, dia me re mas dada Aluna dengan keras. Hingga mengeluarkan suara de sa han yang tidak jelas karena mereka masih berciuman.


Karena tidak sanggup menahan nafasnya. Daffa melepaskan ciuman mereka agar bisa menghirup udara.


Tapi itu tidak bertahan lama, karena selanjutnya Daffa menggendong Aluna seperti bayi koala sambil berciuman untuk ditidurkan di ranjang mereka.


Karena tidak sanggup lagi menahan nafsunya. Daffa langsung melepaskan baju yang melekat ditubuh Aluna hingga telanjang.

__ADS_1


Aluna yang melihat Daffa memandangi tubuh telanjang nya. Merasa sangat malu dan berusaha menutupi tubuhnya, tapi tidak dibiarkan oleh Daffa.


"Jangan ditutupi sayang, aku suka melihat kamu seperti ini," ujar Daffa dengan wajah kagum saat melihat tubuh istrinya yang sangat menggoda.


Aluna yang ingin menjawab tidak dibiarkan oleh Daffa. Karena Daffa langsung mencium bibirnya dan me lu mat habis bibirnya sampai bengkak.


Tidak hanya itu saja, tangan Daffa berada pada dada Aluna sambil me re mas dan me me ling ting nya dengan sesuka hati.


Dan selanjutnya Daffa beralih pada leher Aluna. Dia mencium dan me ng gi git nya hingga menimbulkan bintik-bintik mereh.


Setelah puas dengan leher Aluna. Daffa beralih pada dadanya dan dia langsung saja me ng hi sap nya hingga terdengar suara de sa han nya Aluna.


Daffa yang mendengar de sa han Aluna semakin bernafsu. Satu tangan nya berada pada dada Aluna, dan satu tangganya lagi berada dibawah itunya Aluna. Daffa sengaja me mi ling ting nya hingga terdengar suara de sa han Aluna semakin keras.


Kaki Aluna mulai pegal karena terus me le bar sementara bagian itunya sangat terasa perih dan kesakitan.


Daffa yang melihat milik istrinya sudah merah dan menanjangkan milik Aluna setelah terluka karena miliknya yang masuk dan keluar dengan konsisten.


"Mas Daffa?" Aku mau keluar," ujar Claudia meringis menahan perih dan sakit saat Daffa memasukkan burungnya ke dalam sarangnya Aluna.


Daffa juga mengalami hal yang sama. Aluna tahu, kalau sebentar lagi Daffa akan mendapatkan kenikmatan nya.


"Akkhhh..." Bergetar dengan sangat hebat saat Daffa me mun tah kan laharnya pada rahim Aluna membuat dia merasakan lega. Dia sangat berharap istrinya bisa secepatnya hamil darah dagingnya agar istrinya tidak memiliki alasan lagi untuk meninggalkan dirinya.


Begitupun Aluna yang juga merasakan hal yang sama seperti Daffa hingga membuat dia merasakan sesuatu yang hangat mengalir dalam rahimnya. Daffa senang sekali, Mereka begitu bergairah dan menghabiskan malam panas penuh kepuasan. Senang rasanya Daffa bisa mendapatkan Aluna seutuhnya.


Daffa yang sudah puas menikmati tubuh istrinya, langsung saja mencabut miliknya. Sementara bi bir ba wah nya Aluna terasa kebas dan tebal.


Cairan kental yang Daffa keluarkan me le leh di bawah tubuhnya. Dia juga melihat burungnya Daffa yang penuh dengan cairan milik mereka. Jujur saja, walaupun dia sudah pernah melakukan itu dengan Daffa tetap saja dia masih merasakan perih dan pedih sekali pada bagian itunya.


Hanya saja, Aluna menikmati sentuhan suaminya malam ini, meski Daffa meminta berkali-kali. Dia seperti melayani lima orang laki-laki sekaligus dengan burungnya yang berukuran besar. Oh... Itu sangat menyakitkan dan tidak akan pernah Aluna lupakan malam kedua ini.

__ADS_1


"Terima kasih honey. Karena sudah mau menjadi bagian penting dalam hidupku. Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, dan aku berjanji akan selalu setia kepada mu.


"Semoga benihku cepat menjadi bayi yang mengemaskan. I love you Aluna Arkatama, aku sangat mencintaimu... Cuuup." Daffa berucap seraya mencium kening Aluna.


Aluna yang mendengarkan perkataan Daffa hanya menanggapi dengan tersenyum karena dia sangat kelelahan gara-gara di gempur oleh suaminya berkali-kali.


Tak Lama Kemudian


"Sudah cukup mas... aku benar-benar lelah, ingin istirahat," ujar Aluna yang kesal dengan suaminya yang tidak mau berhenti. Padahal dia sudah sangat lelah sejak tadi.


Daffa yang mendengar perkataan istrinya hanya bisa terkekeh, sekaligus gemas dengan istrinya yang mengatakan lelah. Tetapi dia malah suka saat dia melakukan itu dengan nya. Sungguh, perkataan nya tidak sesuai dengan reaksi tubuhnya yang selalu minta untuk di puaskan.


"Baiklah. Kita bersihkan dulu tubuh kita yang berkeringat. Biar kamu bisa tidur dengan tenang nanti," ujar Daffa dengan lembut.


"Mas saja yang pergi. Aku sudah ngantuk banget sejak tadi," ujar Aluna yang tidak mau mendengarkan perkataan Daffa untuk membersihkan tubuhnya dulu.


Daffa yang mendengar perkataan Aluna langsung mengendong nya ke dalam kamar mandi sehingga membuat Aluna terkejut dengan tingkah suaminya.


"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku," ujar Aluna seraya berontak dalam gengdongan suaminya.


"Diam, jika tidak. Aku jatuhkan kamu nanti," ujar Daffa seraya mengancam Aluna.


Mendengar ancaman Daffa membuat Aluna langsung terdiam seperti patung. Dia tidak mau sampai Daffa benar-benar menjatuhkan dirinya di lantai, yang ada bisa patah tulangnya gara-gara di lempar di atas lantai oleh Daffa.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka selesai juga membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah itu mereka langsung tertidur di ranjang sambil berpelukan.




__ADS_1


Bersambung.....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2