One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Ruang Bawah Tanah )


__ADS_3

Di Ruang Bawah Tanah


Saat ini Alex dan juga asisten pribadinya sedang berada di ruang bawah tanah tempat penyingkapan mantan pacar Nabila Almero. Sebenarnya Alex ingin membawa laki-laki ini ke markasnya sendiri yang ada di kota California Amerika Serikat.


Tapi karena anaknya di culik di negara ini sehingga terpaksa dia membawa laki-laki ini ke tempat ini.


"Selamat datang tuan Alex." Sapa anak buah Alex dengan sopan yang di tanggapi dengan anggukan kepala.


"Di mana dia?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Ada di ruang bawah tanah tuan. Mari saya antar ke sana tuan." Anak buah Alex berucap dengan sopan seraya membawa tuan nya menuju ruangan di mana tempat penyingkapan mantan pacar Nabila.


"Buka," titah Alex dengan tegas saat sudah sampai di depan ruangan penyingkapan mantan pacar Nabila.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan cepat.


Cklek


Saat mendengar suara orang buka pintu membuat orang yang ada di dalam ruangan itu langsung melihat ke asal suara. Saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan ini langsung saja membuat mereka memberi hormat pada tuan nya.


"Selamat datang tuan Alex." Sapa anak buah Alex dengan sopan yang di tanggapi dengan anggukan kepala.


"Apa dia sudah buka mulut?" tanya Alex seraya melihat ke arah laki-laki yang saat ini terlihat lemas dan tak berdaya akibat di siksa oleh anak buah Alexander.


"Belum tuan. Padahal kami sudah melakukan berbagai macam cara, tapi laki-laki ini tidak mau buka mulut." Anak buah Alex berucap dengan wajah menyesal karena tidak bisa membuka mulut laki-laki yang di duga dalang penculikan anak tuan nya.


Plok


Plok


Plok


"Sungguh laki-laki tangguh dan pemberani. Kenapa kamu lebih suka menutup mulutmu padahal nyawa kamu ada di ujung tanduk?" tanya Alex dengan penasaran.


"Untuk apa aku menjawab pertanyaan kalian sedangkan aku sendiri tidak mengerti maksud kalian," sahut Devan dengan berani padahal dalam hati sudah ketakutan sedari tadi.


Dia tidak menyangka anak kecil yang dia kira hanyalah anak angkat yang tidak berguna tapi ternyata dia adalah anak sang penguasa di negara California Amerika Serikat.


Jika dia tahu anak itu anak penguasa di negara California maka dia tidak akan berani menculik dia. Lebih baik dia menculik mantan pacarnya dari pada anak itu. Dia sengaja menutup mulutnya agar mereka tidak membunuh dia di sini. Tapi pemikiran itu justru malah menjadi bumeran untuk nya, lihat saja sekarang dia hampir saja mati di siksa oleh anak buah Alexander.


"Benarkah kamu tidak tahu?" tanya Alex dengan wajah pura-pura polos.


"Be... benar tuan. Aku tidak tahu," sahut Devan dengan terbata-bata.


"Baiklah. Jika dengan cara menyiksa kamu tetap menutup mulut, bagaimana kalau saya memberikan kamu hadiah yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidup?" tanya Alex dengan seringai liciknya.


"A... apa maksud kamu?" tanya Devan dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


Dia sungguh takut jika sampai di siksa lagi, luka kemarin saja belum kering. Kalau di tambah siksaan hari ini lagi, maka perlahan-lahan dia akan mati menganaskan.


"Ndre... tunjukkan padanya hadiah yang ingin aku berikan pada laki-laki ini," ujar Alex dengan seringai liciknya.


"Baik tuan," jawab Andre seraya menelpon anak buah Alex yang sedang berada di rumah laki-laki ini.


Tak berapa lama muncullah wajah orang-orang yang sangat di sayangkan oleh laki-laki ini sedang terikat di kursi yang ada di rumahnya dengan mulut yang di lakban sehingga kita tidak bisa mendengar apa yang ingin mereka bicarakan.


"Ibu... Saras... " panggil Devan pada dua orang penting dalam hidupnya yang sedang ketakutan.


"Tolong lepaskan ibu dan adik saya." Mohon Devan dengan wajah ketakutan saat melihat anak buah Alex yang sedang menyandra keluarganya.


"Apa sekarang kamu takut? Bukannya kemarin kamu sangat berani menculik anak saya?" tanya Alex dengan wajah menakutkan.


"Tolong lepaskan keluarga saya." Mohon Devan dengan wajah memelas.


"Ndre... kita apakan mereka? Bagaimana kalau ibunya kita buang ke curang. Sedangkan adiknya yang cantik itu kita jual ke club malam, apa kamu setuju?" tanya Alex dengan seringai liciknya.


"Setuju tuan," jawab Andre.


"Tidak?" teriak Devan yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.


"Tolong lepaskan mereka. Saya janji akan memberitahu di mana tempat anak kamu berada," ujar Devan.


"Di mana kamu sembunyikan putri ku?" tanya Alex tanpa basa-basi.


Hahahaha


"Kenapa sekarang kamu buka mulut? Apa kamu takut saya melakukan itu pada keluarga kamu?" tanya Alex seraya tertawa terbahak-bahak.


Mendengar perkataan Alex membuat Devan lebih memilih diam dari pada dia salah bicara yang akhirnya malah berimbas pada keluarganya.


"Kalian sebagian ikut dengan saya ke tempat putriku di sekap. Sementara yang lain jaga laki-laki ini agar dia tidak bisa kabur dari tempat ini. Karena saya tidak percaya pada perkataan nya bisa saja dia menipu saya dengan memberikan alamat palsu."


"Apa kalian mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan Alex," jawab anak buah Alex dengan serentak.


Saat di luar ruangan


"Ternyata tuan Alex sangat pintar membuat laki-laki itu buka mulut. Padahal anak buah kita sudah kualahan menyiksa laki-laki itu tapi dia tetap tidak mau bicara. Tapi tuan Alex hanya mengancam laki-laki itu langsung saja dia buka mulut," ujar Andre yang merasa kagum dengan atasannya hanya dengan ancaman langsung membuat musuhnya ketakutan.


"Aku belajar hal licik seperti ini dari Ara," ujar Alex.


"Apa maksud tuan?" tanya Andre yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.


"Selama ini kita berpikir kalau Claudia lah yang memasukkan ibu tirinya itu ke penjara, padahal sebenarnya Ara lah yang membuat mereka masuk penjara.

__ADS_1


"Tidak hanya mereka saja pengacara keluarga Abraham yang terkenal licik, juga kalah dengan putriku. Entah apa yang dia katakan padanya sehingga pengacara itu tunduk pada putriku. Padahal Ara hanya mengunakan otak liciknya tapi mereka justru kalah dengan nya," jelas Alex yang bangga dengan putrinya.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre shock dan juga terkejut. Dia tidak menyangka anak sekecil Ara bisa melawan para manusia licik dan serakah seperti mereka.


"Ternyata darah tuan lebih kuat mengalir dalam tubuh nona kecil di bandingkan dengan nona Claudia yang terkenal baik dan lembut," ujar Andre.


"Bukannya bagus kalau Ara mengikuti sifat dari ku. Dengan begitu dia tidak akan mudah di kalahkan. Dan aku sangat yakin Ara pasti bisa mengatasi penjahat yang menculik dia, tapi kita tetap akan mencari Ara sampai ketemu. Bagaimana pun Ara masih kecil, aku takut musuh kali ini lebih menakutkan dari sebelumnya," ujar Alex.


"Tuan benar. Kita harus mencari nona kecil sampai ketemu sebelum terjadi sesuai padanya," ujar Andre.


"Kalian semua ikut aku sekarang juga. Jangan lupa bawa perlengkapan yang kita butuhkan. Karena kita tidak tahu musuh kita kali ini seperti apa. Ingat, jangan sampai lengah apa kalian mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex dengan serentak seraya pergi dari sana.


Beberapa Jam kemudian


Sampailah mereka di gudang tua tempat mereka menyandra Ara. Tapi sayang, setelah sampai di sana mereka malah tidak menemukan siapapun hingga membuat Alex sangat murka karena berpikir telah di tipu oleh Devan.


Bruk


Bruk


"Yo... Ada suara apa di luar, kenapa sangat berisik sekali?" tanya Joni anak buah Devan.


"Aku juga tidak tahu," jawab Mario.


"Coba kamu lihat dulu siapa yang datang," ujar Joni.


Tanpa membantah Mario langsung pergi dari sana untuk melihat suara siapa yang berisik hingga mengganggu ketenangan mereka di dalam. Saat dia melihat lewat jendela kaca siapa yang datang ke tempat ini langsung saja membuat dia ketakutan. Tanpa berpikir dua kali, langsung saja dia lari ke tempat Ara berada dengan wajah ketakutan.


"Kenapa kamu lari seperti orang di kejar anjing saja?" tanya Joni dengan penasaran.


"Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan pada kamu apa yang terjadi. Lebih baik kita bawa anak ini sekarang juga lewat pintu belakang sebelum terlambat," ujar Mario seraya mengendong Ara yang sedang tertidur.


Mendengar perkataan temannya membuat dia penasaran. Mau bertanya lebih lanjut seperti nya tidak ada waktu saat melihat temannya yang ketakutan seperti itu.


Karena melihat temannya sudah membawa Ara keluar dari tempat ini melalui pintu belakang maka dia juga ikut pergi dari tempat ini. Soal dia yang penasaran bisa dia tanyakan nanti saat mereka sudah jauh dari tempat ini.


Akhirnya mereka berhasil keluar dari tempat itu tanpa ketahuan oleh siapapun termasuk Alex dan juga anak buahnya.





Bersambung....

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2