
Di Ruang VIP
Setelah mendengar cerita dari pelayan itu membuat Alexander semakin emosi dan dia ingin sekali membunuh wanita itu agar tidak lagi menganggu hubungan dia dan sang istri tercinta.
"Ndre... Panggil dia ke sini," titah Alex dengan tegas.
Mendengar perkataan Alex membuat pelayan itu merasa bingung karena dia sama sekali tidak tahu apa maksud perkataan Alex. Berbeda dengan Andre yang sudah paham apa yang di maksud oleh atasannya itu sehingga dia langsung melakukan perintah dari atasannya dengan segera.
"Baik tuan Alex," jawab Andre dengan cepat.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Ada apa tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang dengan sopan.
"Pecat pelayan ini sekarang juga," titah Alex tanpa basa-basi.
Deg
Mendengar perkataan Alex membuat pelayan itu terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka ketakutan nya akhirnya terjadi juga. Jika dia di pecat dari pekerjaan ini bagaimana cara dia membantu orang tuanya yang ada di kampung.
"Apa kesalahan dia sehingga tuan muda menyuruh saya memecat pelayan ini?" tanya orang itu dengan penasaran.
"Apa saya harus menjelaskan kesalahan dia baru kamu pecat dia di restoran kamu ini? Jika kamu ingin mendengarkan kesalahan dia saya akan jelaskan sekarang juga pada kamu tapi setelah saya menjelaskan kesalahan dia maka saya pastikan hari ini juga restoran yang kamu bangun ini akan saya ratakan menjadi tanah," ujar Alex penuh ancaman.
Mendengar perkataan Alex membuat orang itu langsung kelimpungan. Dia baru sadar sedang berhadapan dengan sang penguasa negara ini. Dia sangat tahu Alexander bukan orang yang suka basa-basi, jadi apapun keinginan dia harus segera di laksanakan jika ada yang membantah keinginan dia maka orang itu akan langsung di hancurkan saat itu juga.
Yah, orang yang saat ini sedang berdiri di depan Alexander Lemos adalah pemilik restoran. Alex sengaja menyuruh asisten pribadinya memanggil pemilik restoran ini untuk memecat pelayan yang sudah berani menjebak dia dengan obat perangsang. Bagi Alexander tidak ada kata pengampunan bagi orang yang sudah berani mencari masalah dengan nya. Itu sebabnya siapapun orang yang sudah berani menjebak dia maka akan dia hancurkan sampai ke akarnya agar mereka tidak bisa bangkit lagi untuk membalaskan dendam baik padanya maupun pada keluarga nya.
"Maafkan saya tuan muda, saya akan melaksanakan perintah tuan muda," ujar pemilik restoran itu dengan wajah ketakutan.
"Hey kamu, mulai hari ini kamu saya pecat," ujar pemilik restoran itu dengan tegas.
"Maafkan saya tuan, tolong beri saya satu kesempatan lagi saya berjanji akan berubah," ujar pelayan itu seraya memohon.
"Tidak ada kesempatan bagi orang yang sudah mencari masalah dengan tuan muda. Siapapun yang bermasalah dengan tuan muda akan mengalami hal seperti ini," ujar pemilik restoran itu yang tidak mau memberikan kesempatan pada karyawan nya. Lebih baik dia kehilangan karyawan dari pada restoran yang susah payah dia bangun malah di hancurkan oleh Alexander Lemos.
"Saya mohon tuan jangan pecat saya dari sini," ujar pelayan itu seraya berlutut di bawah kaki pemilik restoran itu.
__ADS_1
"Kamu lebih pilih pergi sendiri dari restoran saya atau pilih saya jebloskan ke dalam penjara," ujar pemilik restoran itu seraya mengancam.
Mendengar perkataan pemilik restoran itu membuat pelayan itu ketakutan akhirnya dia lebih memilih pergi dari restoran ini dari pada dia di masukan ke dalam penjara.
"Saya pilih pergi dari sini tuan dari pada masuk penjara," balas pelayan itu dengan pasrah.
"Pilihan yang bagus, sekarang pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan wajah kamu lagi di depan saya," ujar pemilik restoran itu dengan tegas.
"Baik tuan," jawab pelayan itu seraya pergi dari sana.
"Apa ada lagi yang ingin tuan muda inginkan?" tanya pemilik restoran itu dengan penasaran.
"Saya ingin nyawamu, apa kamu mau berikan?" tanya Alex dengan tatapan tajam.
"Jangan lakukan itu tuan muda, saya masih muda belum menikah. Saya ingin merasakan surga dunia yang sering orang katakan hanya saja saya belum menemukan orang yang tepat untuk saya ajak menikah. Jadi saya mohon tolong jangan bunuh saya." Dia sangat takut jika sampai Alex melakukan apa yang dia katakan tadi. Itu sebabnya dia lebih baik meminta ampun dari pada di bunuh oleh Alexander Lemos.
"Jika kamu tidak mau saya bunuh lebih baik pergi dari hadapan saya," titah Alex dengan tatapan tajam.
Mendengar perkataan Alex membuat pemilik restoran itu langsung pergi dari sana sebelum Alex berubah pikiran dan malah melakukan apa yang dia katakan tadi.
"Baik tuan muda," jawab pemilik restoran itu seraya pergi dari sana.
"Untuk apa aku membunuh orang yang tidak bersalah, aku hanya membunuh orang yang mencari masalah dengan ku maupun keluarga ku," balas Alex.
"Lalu, kenapa tadi tuan Alex ingin membunuh pemilik restoran ini?" Andre penasaran apa alasan atasannya mengancam pemilik restoran ini sampai dia ketakutan seperti itu.
"Itu karena dia terlalu banyak bicara, kamu sangat tahu aku bukan orang yang suka basa-basi sedangkan dia tadi terlalu banyak bicara sehingga membuat aku emosi dan ingin sekali membunuh dia biar dia tidak lagi banyak bicara," jelas Alex dengan wajah tanpa dosa.
"Bagaimana dia bisa bicara jika dia sudah mati? Ada-ada saja tingkah tuan Alex," batin Andre seraya geleng-geleng kepala.
"Apa tuan Alex masih ingin menunggu tuan Daffa? tanya Andre dengan penasaran.
"Kita pulang saja, ngapain menunggu orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu," ujar Alex dengan wajah kesal.
"Baik tuan," jawab Andre seraya pergi dari sana yang di ikuti oleh Alexander Lemos.
β’
β’
β’
__ADS_1
Di Mansion Alexander Lemos
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo! Ada apa kak Al?" tanya Claudia dengan penasaran.
π "Hallo Clau! Bagaimana kabar kamu? Apa kamu masih tinggal di mansion tante Angel?" tanya Alice dengan penasaran.
π "Tidak lagi kak," jawab Claudia dengan singkat.
π "Jika kamu tidak lagi tinggal di mansion tante Angel terus kamu tinggal di mana? Jangan bilang kalau kamu kabur dari negara ini?" Alice sangat takut jika adik angkatnya pergi dari negara ini tanpa memberitahukan padanya.
π "Aku sekarang ada di mansion mas Alex kak," balas Claudia.
π "Apa?" teriak Alice yang terkejut saat mendengar perkataan Claudia.
π "Kenapa kamu bisa ada di mansion tuan Alex? Apa dia sudah tahu tempat persembunyian kamu?" tanya Alice dengan penasaran.
π "Iya, sekarang aku kembali padanya karena dia terbukti tidak bersalah. Ternyata apa yang kak Al katakan semua nya benar kalau mas Alex tidak pernah selingkuh. Untung aku tidak pergi dari negara ini kalau sampai aku melakukan itu pasti sekarang aku sudah menyesal karena sudah meninggalkan laki-laki yang sangat tulus mencintaiku," ujar Claudia.
π "Makanya lain kali dengarkan dulu penjelasan suami kamu jangan ada masalah sedikit langsung kabur," ujar Alice seraya menyindir Claudia.
π "Aku berjanji lain kali jika ada masalah tidak akan kabur lagi seperti ini. Aku akan mendengarkan penjelasan mas Alex dulu jika terbukti dia bersalah baru aku akan mengambil tindakan pergi dari hidup dia selamanya," ujar Claudia.
π "Jaga diri kamu baik-baik, jika ada waktu aku akan pergi ke sana untuk melihat keadaan kamu," ujar Alice.
π "Iya, aku pasti akan menjaga diri aku baik-baik apalagi sekarang sudah ada mas Alex yang selalu memperhatikan aku walaupun dia tidak ada di mansion dia sudah menempatkan beberapa orang untuk menjaga aku dan bayi yang ada di dalam kandungan ku," ujar Claudia.
π "Syukurlah, jika ada apa-apa jangan lupa hubungi aku, mengerti," titah Alice dengan tegas.
π "Oke," jawab Claudia seraya mematikan smartphone nya.
β’
β’
β’
Bersambung...
πΏπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΏ
__ADS_1