One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Dasar Wanita Licik )


__ADS_3

Di Kamar David Lemos



"Bagaimana Ma? Apa mama sudah mengatakan pada Claudia tentang rekaman CCTV itu?" tanya David dengan penasaran.


"Sudah pa," balas Angelina dengan singkat.


"Apa dia percaya?" tanya David lagi dengan penasaran.


"Tentu saja dia percaya. Apalagi di sana terlihat jelas bukan Alex yang salah melainkan wanita itu yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri agar Alex mau menolong dia."


"Dasar wanita licik. Mama tidak sudi memiliki menantu seperti dia, hanya Claudia yang pantas menjadi menantu di keluarga ini sedangkan yang lain mama tidak akan mau menerimanya," ujar Angelina dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan Angelina membuat David geleng-geleng kepala. Dia sudah tahu bagaimana watak istrinya, jika dia sudah menyukai seseorang maka dia akan selalu mempertahankan orang itu agar selalu ada di sisinya.


Begitupun dengan menantunya ini, walaupun ada yang lebih cantik dan kaya dia tetap tidak akan mau melepaskan menantu kesayangannya ini. Kecuali menantunya melakukan kesalahan besar seperti berkhianat maka dia tidak akan pernah memaafkan perbuatan dia walaupun bersujud di bawah kakinya.


"Apa Claudia sudah pulang ke mansion nya sendiri?" tanya David dengan penasaran.


"Dia meminta waktu untuk tinggal di mansion kita. Katanya dia ingin memberikan pelajaran pada Alex karena sudah membiarkan wanita murahan itu ada di dalam ruangan nya tanpa di dampingi istrinya." Jelas Angelina seperti yang di ucapkan oleh Claudia tadi.


Hahahaha


"Biarkan Claudia tinggal di mansion kita ma. Papa sangat yakin Alex pasti tidak akan menyangka kalau istrinya berada di mansion kita. Pasti dia berpikir kalau istrinya itu pergi ke luar negeri seperti dulu," ujar David seraya tertawa terbahak-bahak.


Dia sangat yakin anaknya pasti sudah panik sekarang saat melihat istrinya tidak ada di mansion mereka. Ingin sekali dia melihat wajah anaknya yang sedang kacau sekarang. Tapi apalah daya dia sekarang ada di mansion nya sendiri. Jika dia masih ada di mansion Alex maka dia pasti bisa melihat keadaan anaknya yang frustasi gara-gara di tinggal istrinya.


"Itu karena dia sudah tahu kalau istrinya itu suka sekali kabur ke luar negeri. Tadi saja jika mama tidak menelepon Claudia pasti sekarang dia sudah pergi ke luar negeri," ujar Angelina.


"Iya, benar juga."


"Apa Claudia sudah mematikan smartphone nya? Jika dia menghidupkan ponselnya maka sangat mudah buat Alex melacak keberadaan dia," ujar David.

__ADS_1


"Papa tenang saja, tanpa kita kasih tahu. Claudia sudah lebih dulu mencabut kartu SIM nya," ujar Angelina.


"Kapan dia melakukan nya?" tanya David dengan penasaran.


"Tadi, di ruang kerja papa," balas Angelina.


"Itu artinya Alex tidak akan bisa melacak keberadaan Claudia lagi. Papa tidak sabar melihat keadaan Alex yang sedang kacau gara-gara di tinggal istrinya," ujar David seraya terkekeh geli saat mendengar perkataan nya sendiri.


"Papa ini senang sekali melihat orang lain menderita." Angelina tidak habis pikir dengan suaminya. Bukannya kasihan pada anaknya yang sedang mengalami masalah tapi dia justru bahagia.


"Biar ini menjadi pelajaran untuk nya agar jangan mudah percaya sama orang lain. Jika kita terlalu percaya pada orang lain maka sewaktu-waktu bisa menusuk kita dari belakang. Papa sudah banyak menemui berbagai macam manusia, mereka baik hanya pada orang yang dia anggap berguna untuk mereka. Jika tidak berguna untuk apa mereka mau dekat dengan kita, menurut mereka itu buang-buang waktu saja."


"Contohnya seperti teman arisan mama dulu. Mereka mau berteman dengan mama karena mama salah satu istri pengusaha. Jika mama orang biasa apa mereka mau berteman dengan mama?" tanya David yang di jawab gelengan kepala oleh Angelina.


"Apa sekarang mama sudah mengerti apa maksud perkataan papa?" David sengaja menjelaskan ini agar istrinya lebih berhati-hati dalam memilih teman.


Jangan sampai kejadian dulu terulang lagi. Begitupun anaknya, dia berharap anaknya bisa segera tahu kalau perempuan yang sedang mendekati anaknya bukan orang baik dan sudah sepatutnya di jauhi agar dia tidak menjadi duri dalam rumah tangga anaknya.


"Ternyata cucu kita benar-benar keturunan keluarga Lemos. Sifatnya tidak bisa di ragukan lagi, persis seperti Alex yang terkenal kejam dan licik. Bahkan dia lebih licik dari pada putra kita. Bukti nya dia dengan mudah menguasai seluruh harta kekayaan anak kita... Hahahaha..." David berucap seraya tertawa terbahak-bahak.


"Papa benar sekali, mama bahkan sangat kaget saat tahu keinginan Ara yang ingin memiliki seluruh harta Alex. Padahal cucu kita masih sangat kecil tapi dia sudah tahu masalah harta." Angelina geleng-geleng saat mengingat kelakuan cucunya yang matre itu.


"Bukannya papa sudah mengatakan kalau cucu kita sama seperti Alex yang pandai mengelabui para musuhnya. Sekarang Alex malah di kelabui oleh anaknya sendiri. Padahal papa sangat yakin kalau Ara pasti pura-pura sakit agar keinginan dia untuk menguasai harta Alex terkabul. Dan sekarang dia sudah berhasil menguasai harta itu untuk dirinya sendiri. Dulu sebelum ada calon adiknya dia tidak pernah meminta harta Alex."


"Tapi saat Ara tahu kalau orang tuanya akan memiliki anak lagi, dia langsung bergerak cepat menguasai harta itu untuk di nikmati dirinya sendiri tanpa peduli pada adiknya yang juga memiliki hak untuk memiliki harta itu," ujar David geleng-geleng kepala saat mengetahui betapa liciknya cucunya itu.


"Biarkan saja Ara menguasai harta Alex biar anak kita tidak bisa berbuat macam-macam di luar sana. Jika sampai Alex berkhianat pada istrinya mama sangat yakin orang pertama yang bertindak pasti Ara," ujar Angelina.


"Mama benar sekali. Papa sangat tahu bagaimana sifat cucu kita. Dia tidak akan tinggal diam jika ada orang yang berani mengusik keluarga nya. Terutama pada wanita itu. Dan papa sangat yakin sebentar lagi wanita itu akan menyesal karena sudah berani menganggu rumah tangga anak dan menantu kita," ujar David penuh keyakinan.


"Wanita itu belum tahu saja bagaimana sifat cucu kita. Jika dia tahu mungkin dia tidak akan berani menganggu rumah tangga anak dan menantu kita," ujar Angelina seraya terkekeh geli saat membayangkan cucunya memberi pelajaran pada wanita murahan itu.


Dia tidak sabar melihat wanita itu hancur di tangan cucunya. Itu salah dia sendiri karena sudah berani mengusik rumah tangga anak dan menantunya.

__ADS_1


"Ara di mana ma? Kenapa dari tadi papa tidak melihat keberadaan cucu kita?" tanya David dengan penasaran.


"Dia ada di mansion Alex pa sama Dian," balas Angelina.


"Kenapa dia ada di mansion Alex? Apa Claudia berencana meninggalkan anaknya bersama Alex?" tanya David dengan bingung.


"Bukan Claudia yang meninggalkan Ara tapi dia yang tidak mau pergi bersama menantu kita." Jelas Angelina yang tidak mau suaminya salah paham.


"Kenapa Ara tidak mau ikut dengan Claudia ma?" Kening David mengkerut saat mendengar perkataan istrinya yang mengatakan kalau cucunya sendiri yang tidak mau ikut bersama Claudia.


"Huff... Apalagi kalau bukan karena harta," balas Angelina membuat David bingung apa maksud perkataan istrinya.


"Maksud mama apa?" tanya David dengan penasaran.


"Ara bilang dia tidak mau ikut sama Claudia. Dia berpikir jika ikut dengan Claudia maka dia akan menjadi miskin. Bukan hanya itu saja, dia juga tidak mau kehilangan harta yang sudah susah payah dia dapatkan dari Alex. Dia tidak akan rela jika harta yang sudah menjadi miliknya di kuasai oleh wanita murahan itu." Jelas Angelina.


Hahahaha


"Ternyata cucu kita selain licik dia juga sangat cerdik. Dia tidak mau melepaskan tambang emas yang sudah jelas ada di depan matanya," ujar David seraya terkekeh geli.


"Jika dia tidak cerdik mana bisa mengelabui Alex untuk menyerahkan seluruh hartanya pada Ara. Dan sekarang anak kita sudah jatuh miskin. Walaupun orang di luar tahu nya Alex yang masih berkuasa di negara ini, tapi nyatanya malah cucu kita yang berkuasa di negara ini," ujar Angelina.


"Iya, mama benar sekali," balas David Lemos.





Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2