One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Sah Menjadi Milik Arrabella )


__ADS_3

Di Kamar Arrabella


"Hooam"


"Ara... Kamu sudah bangun?" tanya Alex dengan perasaan lega saat melihat anaknya yang sudah bangun dari pingsannya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa kalian semua ada di kamal Ala?" tanya Ara dengan penasaran.


"Tadi kamu pingsan, makanya kami ada di sini," sahut Angelina.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tenapa Ala bisa pingsan?" tanya Ara dengan penasaran.


"Itu karena kamu tidak makan sejak kemarin makanya kamu pingsan." Jelas Angelina.


"Kenapa kamu tidak mau makan?" tanya Alex dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana Ala bisa makan, saat tahu kalian sebental lagi akan ada anak lain selain Ala. Ala yakin sekalang kalian pasti tidak akan sayang cama Ala lagi kalena kasih sayang kalian akan teltuju pada anak balu itu," ujar Ara dengan wajah sendu.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka terdiam seperti patung. Ternyata benar apa yang di katakan oleh Claudia kalau Ara sangat takut jika ada anak lain di rumah ini maka kasih sayang mereka tidak akan ada lagi untuk dia. Padahal apa yang di pikirkan oleh Ara tidak akan pernah terjadi.


"Kenapa kamu berpikir begitu? Mana mungkin daddy tidak sayang lagi pada kamu, bagaimana pun kamu tetap anak daddy. Tentu saja daddy akan selalu sayang sama kamu maupun sama adik kamu nanti," ujar Alex.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Baiklah. Jika daddy benelan sayang cama Ala. Apa daddy mau mengalihkan semua halta na daddy menjadi milik Ala? Jika daddy mau melakukan apa yang Ala inginkan balu Ala akan pelcaya kalau daddy benal-benal sayang cama Ala," ujar Ara.


"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Lihat cucu kesayangannya mama. Demi bisa melancarkan rencananya untuk bisa menguasai harta orang tuanya dia rela mengorbankan nyawanya sendiri. Ini semua gara-gara pengaruh anak kecil itu yang mengatakan kalau Ara akan mengalami nasib seperti dia jika seandainya Ara memiliki adik. Itu sebabnya dia meminta harta orang tuanya agar posisi dia selalu aman di rumah ini. Ternyata cucu kesayangan mama sangat pintar dan juga licik," ujar Alice seraya berbisik pada Ariana.


"Siapa anak kecil yang memberikan pengaruh buruk seperti ini pada Ara?" tanya Ariana dengan penasaran.


"Dia anak kecil yang dulu bertentangan dengan rumah kita yang ada di negara London. Jika bukan karena hasutan anak itu, Ara tidak mungkin memiliki pemikiran seperti ini terhadap orang tuanya." Jelas Alice.


"Dari mana kamu tahu, kalau anak itu yang memberikan pengaruh buruk pada Ara?" tanya Ariana dengan penasaran.


"Tentu saja dari Ara," jawab Alice.


Mendengar perkataan Alice membuat Ariana terdiam seperti patung. Jika dia tahu, anak itu memberikan pengaruh buruk pada cucunya, maka dia tidak akan membiarkan cucunya berteman dengan anak itu.


"Kenapa Ara menyuruh daddy mengalihkan harta daddy menjadi milik Ara? Tanpa Ara minta pun daddy pasti akan memberikan harta daddy untuk Ara dan juga adik Ara nanti. Karena kalian berdua anak-anak daddy," ujar Alex.

__ADS_1


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ala ndak telima jika daddy membelikan halta itu pada adik Ala. Kelena yang boleh menikmati halta itu cuman Ala. Jika daddy masih membelikan halta itu pada adik Ala, maka Ala ndak akan memaafkan daddy dan adik Ala seumul hidup," ujar Ara seraya mengancam ayahnya.


"Lex... kasih saja apa yang di inginkan oleh anak kamu. Apa kamu mau anak kamu membenci kamu seumur hidup," ujar Angelina.


"Tapi, ma. Jika aku memberikan semua harta aku pada Ara. Bagaimana dengan nasib anak kedua kami. Bukannya itu tidak adil jika aku hanya memberikan harta ini pada Ara sedangkan anak kedua kami tidak mendapatkan apapun," ujar Alex dengan perasaan bimbang.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Jika daddy tetap ndak mau membelikan apa yang Ala mau, jangan salahkan Ala jika Ala akan pelgi dali hidup daddy untuk selama na," ujar Ara seraya mengancam ayahnya.


Deg


Mendengar perkataan Ara membuat mereka semua merasakan ketakutan. Mereka sangat takut jika sampai Ara nekat melakukan hal yang lebih parah dari pada ini.


"Lex... Cepat telpon pengacara kamu agar datang ke sini secepatnya. Apa kamu mau kehilangan anak kamu hanya demi mempertahankan harta kamu itu," ujar Angelina dengan wajah kesal.


"Oke. Alex akan menelpon pengacara sekarang juga," ujar Alex seraya menelpon pengacara keluarga nya.


Dreet... Dreet... Dreet...


📞 "Hallo... apa ada yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya Kevin pengacara keluarga Lemos.


📞 "Siapkan surat pengalihan seluruh harta saya atas nama Arrabella Anastasya Lemos sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


📞 "Jika sudah siap, antar kan ke mansion saya hari ini juga. Apa kamu mengerti," titah Alex dengan tegas.


📞 "Mengerti tuan muda," jawab Kevin pengacara keluarga Lemos seraya mematikan smartphone nya.


Beberapa Jam Kemudian


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam. ruangan itu.


Cklek


"Ada apa bi?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Itu, nyonya besar. Di luar ada tuan Kevin," ujar pembantu itu dengan sopan.


"Suruh dia masuk," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan muda," jawab pembantu itu seraya pergi dari sana.


Cklek

__ADS_1


"Di mana suratnya?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Ini tuan muda. Anda hanya perlu tanda tangan saja di bawah surat ini," ujar Kevin seraya memberikan surat itu pada Alexander.


Setelah membacanya dengan teliti tanpa pikir panjang langsung saja Alex menandatangani surat itu. Yang artinya seluruh harta kekayaan Alexander Lemos sah menjadi milik Arrabella.


"Sekarang giliran nona kecil yang tanda tangan surat itu," ujar Kevin seraya memberikan surat itu pada Ara.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Bagaimana cala na Ala tanda tangan sulat itu? Ala kan belum bisa membaca dan menulis," ujar Ara dengan polos.


Hahahaha


Mendengar perkataan polos Ara membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Dia yang menginginkan harta itu giliran di suruh tanda tangan malah tidak bisa. Kalau dia tidak bisa tanda tangan untuk apa juga dia menyuruh ayahnya membuat surat pengalihan harta itu. Bukannya itu sama saja zonk.


"Jika nona kecil tidak tanda tangan surat itu. Maka nona kecil tidak berhak mendapatkan harta itu. Itu sebabnya nona harus bisa tanda tangan surat itu agar harta itu bisa menjadi milik nona." Jelas Kevin pengacara keluarga Lemos.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudah Ala bilang. Kalau Ala ndak bisa tanda tangan. Tenapa om ini malah memaksa Ala tanda tangan juga? Lagian sulat ini sudah sah menjadi milik Ala kalena daddy sudah tanda tangan di sulat itu. Jadi, walaupun Ala ndak tanda tangan sulat itu bukan na itu ndak akan menjadi masalah," ujar Ara.


"Kalau begitu, nona harus memberikan surat itu pada saya. Jika nona sudah bisa tanda tangan maka saya akan memberikan surat itu lagi pada nona nanti," ujar Kevin.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Enak saja om mau mengambil sulat ini kembali. Ala ndak pelcaya cama om, bisa saja om mengubah isi di dalam sulat itu gala-gala tahu, Ala ndak bisa membaca. Sulat ini sudah menjadi milik Ala, itu alti na Ala yang belhak menyimpan sulat ini. Ala akan tanda tangan sulat ini pada saat Ala sudah besal nanti," ujar Ara.


"Tapi nona..."


"Biarkan saja dia yang menyimpan surat itu," potong Alexander.


"Baik tuan muda. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu," ujar Kevin yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.


"Yes... ahlil na. Ala sudah mendapatkan halta daddy menjadi milik Ala seutuh na. Sekalang Ala pemilik lumah ini dan juga halta daddy yang lain," batin Ara.


"Ternyata putri ku lebih licik dari pada aku. Lihat saja, aku tidak bisa berbuat apa-apa di saat putri ku menyuruh aku mengalihkan harta kekayaan yang aku miliki menjadi milik dia sepenuhnya. Semoga saja Ara tidak mempergunakan kekuasaan yang dia miliki untuk bisa menindas adik kandungnya sendiri gara-gara dia membencinya," batin Alex.





Bersambung....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2