
Di Mansion David Lemos
"Mama mau pergi ke mana sudah rapi begitu?" tanya David dengan penasaran.
"Mama mau pergi ke Mansion Alex pa. Mama sudah kangen banget sama cucu mama," ujar Angelina dengan antusias.
"Papa juga mau ikut mama ke sana," ujar David.
"Bukannya papa mau berangkat ke kantor? Kenapa sekarang papa mau ikut mama pergi ke Mansion Alex?" tanya Angelina dengan kening mengkerut.
"Sekarang Alex sudah pulang dari paris. Biarkan saja dia yang mengurus perusahaan. Karena itu sudah menjadi tugas dia bukan lagi tugas papa," ujar David.
"Terserah papa saja," ujar Angelina dengan pasrah percuma berdebat dengan suaminya yang akhirnya malah dia yang kalah.
•
•
•
Beberapa Jam Kemudian
Mansion Alexander Lemos
Tok... Tok... Tok...
Cklek
"Selamat pagi tuan besar..."
"Selamat pagi nyonya besar..."
"Silahkan masuk tuan, nyonya," ujar pembantu yang ada di Mansion Alex.
"Di mana mereka?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Tuan muda, nyonya muda, dan nona kecil ada di ruang makan," jawab pembantu itu dengan sopan.
"Ya, sudah. Bibi bisa lanjutkan pekerjaannya," ujar Angelina.
"Baik nyonya besar," jawab pembantu itu seraya pergi dari sana.
"Ayo pa kita pergi ke ruang makan," ajak Angelina yang di tanggapi anggukan kepala oleh David.
Di Ruang makan
"Ara... lihat oma bawa apa untuk kamu," ujar Angelina dengan antusias.
"Kenapa mama ke sini?" tanya Alex dengan wajah tanpa dosa.
Bug
"Awwsstt! Kenapa mama pukul aku?" tanya Alex seraya mengelus kepalanya yang habis di pukuli oleh ibunya.
"Dasar anak kurang ajar. Mamanya datang bukannya di sambut dengan hangat ini kamu justru menanyakan kenapa mama ke sini."
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa mama tidak boleh datang ke Mansion anaknya sendiri?" tanya Angelina dengan wajah kesal.
"Tentu saja boleh ma. Ayo ma kita makan bareng kami," sahut Claudia dengan lembut.
__ADS_1
"Terima kasih sayang. Kamu emang menantu mama yang paling baik, tidak seperti suami kamu yang kejam itu," ujar Angelina seraya menyindir anaknya.
"Sama-sama ma. Papa juga bisa duduk bareng kami," ujar Claudia dengan sopan yang di tanggapi anggukan kepala oleh David seraya duduk bersama dengan mereka.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa yang oma bawakan untuk Ala?" tanya Ara dengan penasaran.
"Nanti saja Ara lihat hadiah dari oma. Lebih baik kita makan saja dulu baru setelah itu Ara buka hadiah dari oma," ujar Angelina yang di jawab anggukan kepala oleh Ara.
Di Ruang keluarga
Setelah sarapan pagi sekarang mereka bersantai di ruang keluarga yang ada di Mansion Alexander Lemos.
"Kenapa papa tidak pergi ke kantor?" tanya Alex dengan penasaran.
"Untuk apa papa pergi ke kantor jika kamu sudah kembali ke negara ini," ujar David.
"Apa papa tidak bisa mengantikan aku satu hari lagi?" tanya Alex yang berharap papanya mau mengantikan dia di perusahaan.
"Tidak," jawab David dengan tegas.
Mendengar perkataan ayahnya terpaksa dia menyuruh asisten pribadinya untuk mengantikan dia yang tidak bisa pergi ke perusahaan.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Apa cekalang Ala sudah bisa membuka hadiah na?" tanya Ara dengan antusias saat melihat hadiah yang di bawakan oleh Angelina.
"Tentu saja boleh sayang. Hadiah ini emang oma beli untuk kamu," ujar Angelina.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Telima kasih oma," ujar Ara.
"Buka hadiahnya di kamar Ara saja," titah Alex dengan tegas.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Tenapa daddy ndak bolehin Ala buka hadiah na di sini?" tanya Ara dengan penasaran.
"Nurut saja apa perkataan daddy. Sekarang Ara pergi ke kamar biarkan mereka yang membawakan hadiah dari oma ke kamar Ara," ujar Alex yang tidak ingin di bantah.
"Ihhh, pucing pala Ala..."
"Telselah daddy saja. Ayo aunty Dian kita ke kamal Ala," ujar Ara dengan pasrah.
"Baik nona kecil," jawab Dian seraya pergi dari sana.
"Kenapa kamu menyuruh Ara pergi ke kamarnya? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu sama kami?" tanya David dengan penasaran.
"Iya. Ini tentang Ara," ujar Alex.
"Apa maksud kamu?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Sebenarnya waktu kami pergi berbulan madu ke negara paris Ara di culik oleh laki-laki yang tidak kami kenal." Jelas Alex.
"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya.
"Bagaimana Ara bisa di culik? Dan kenapa kamu tidak memberitahukan pada kami kalau Ara di culik?" tanya Angelina dengan wajah kesal.
__ADS_1
"Maaf ma. Aku terpaksa menutupi masalah ini dari kalian karena aku tidak mau mama sama papa sampai sakit gara-gara memikirkan keadaan Ara yang di culik oleh orang-orang yang tidak kita kenal." Jelas Alex dengan perasaan bersalah karena sudah membohongi orang tuanya.
"Siapa yang menculik Ara?" tanya David dengan penasaran.
"Dia adalah mantan pacar Nabila Almero." Jelas Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Claudia terkejut dan juga bingung kenapa mantan pacar Nabila bisa menculik anaknya. Apa anaknya pernah menyinggung mantan pacar Nabila sehingga dia dendam dan akhirnya menculik anaknya.
Sementara orang tua Alex merasa bingung dan juga penasaran dengan orang yang di sebutkan oleh anaknya tadi.
"Kenapa mantan pacar dia menculik Ara?" tanya David dengan penasaran.
"Itu karena dia dendam sama Nabila gara-gara tidak terima di putusin olehnya." Jawab Alex.
"Terus hubungan nya dengan cucu mama apa? Kenapa dia malah menculik Ara bukannya seharusnya dia menculik mantan pacarnya itu?"
"Dan Nabila itu siapanya kalian? Kenapa dia ada di negara paris bersama dengan kalian? Bukannya kalian pergi berbulan madu cuman berempat dengan Dian? tanya Angelina dengan kening mengkerut.
Glek
"Sial. Kenapa aku menceritakan masalah Ara sama mereka. Sekarang aku harus menjawab apa sama mereka. Tidak mungkin aku menceritakan pada mereka kalau Nabila pacar sewaan aku. Jika sampai aku menceritakan pada mereka itu sama saja aku membongkar aib aku sendiri," batin Alex dengan wajah khawatir.
"Kak Nabila itu adik dari kak Maxim Almero laki-laki yang dulu pernah menyelamatkan Ara saat mengalami kecelakaan sebelum aku bertemu dengan mas Alex."
"Kenapa kak Nabila ada di negara paris, itu karena dia sedang berlibur bersama dengan temannya. Tanpa sengaja dia malah melihat pacarnya sedang berselingkuh dengan wanita lain. Sehingga dia sangat marah dan akhirnya memutuskan dia saat itu juga. Karena tidak terima di putusin akhirnya laki-laki itu menculik Ara yang dia pikir keponakan kak Nabila untuk meminta uang tebusan padanya," sahut Claudia yang sengaja membela suaminya agar tidak di marahi oleh orang tuanya.
Mendengar perkataan Claudia membuat Alex terharu karena lagi-lagi istrinya membela dia di depan orang tuanya maupun di depan orang tua istrinya. Padahal dia sudah berbuat salah pada istrinya karena sudah mengajak perempuan lain untuk pergi berbulan madu bersama dengan nya. Tapi istrinya tetap mau membela dia di depan orang tuanya.
"Apa kamu sudah membawa mereka ke kantor polisi?" tanya David dengan penasaran.
"Sudah pa," jawab Alex.
"Baguslah. Mereka pantas masuk penjara karena sudah berani menculik cucu kesayangan keluarga Lemos," ujar David.
"Apa Ara mengalami trauma?" tanya Angelina dengan perasaan khawatir.
"Tidak. Mama bisa lihat sendiri Ara baik-baik saja. Jika Ara mengalami trauma maka dia pasti tidak akan bisa tidur dengan tenang setiap malam," sahut Claudia dengan lembut.
"Oh syukurlah Ara baik-baik saja," ujar Angelina dengan perasaan lega.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu," sahut David.
"Iya pa. Hati-hati di jalan," ujar Claudia yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Terima kasih sayang. Karena kamu sudah menyelamatkan aku tadi. Seandainya kamu tidak menjelaskan pada mereka tentang siapa Nabila pada mereka. Pasti aku keceplosan bicara yang akhirnya mama sama papa akan marah pada ku," ujar Alex.
"Sama-sama mas. Aku sengaja bicara seperti itu karena aku tidak mau masalah rumah tangga kita di ketahui oleh lain. Selama kita masih bisa selesaikan sendiri kenapa kita harus melibatkan orang lain," ujar Claudia dengan lembut.
Mendengar perkataan Claudia membuat Alex terharu dan dia sangat beruntung bisa mendapat wanita yang berhati bersih dan baik seperti istrinya ini. Jika perempuan lain mungkin sudah mengadu pada orang tuanya tentang apa yang telah dia lakukan pada istrinya selama ada di negara paris.
"Kamu wanita yang sangat baik sayang. Aku beruntung bisa memiliki kamu seutuhnya. Tetaplah bersama dengan ku sampai kita tua," ujar Alex seraya memeluk istrinya dengan erat.
"Aku juga beruntung bisa memiliki suami yang baik seperti kamu," ujar Claudia seraya membalas pelukan Alex.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung.....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷