One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Mencari Keberadaan Ara )


__ADS_3

Di Kamar Alexander Lemos


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo tuan Alex!" Apa bisa saya bantu?" tanya seseorang di sebrang sana.


πŸ“ž "Kirim anak buah kita sebanyak mungkin ke negara ini sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Kenapa tuan Alex tiba-tiba ingin saya mengirim anak buah kita ke negara paris? Apa terjadi sesuatu di sana?" tanya orang itu dengan penasaran.


πŸ“ž "Jangan banyak tanyak Ndre... kirim saja anak buah kita ke negara ini. Dan kamu harus ikut dengan mereka, beritahu sama papa saya untuk mengantikan kamu di perusahaan selama saya ada di negara paris. Apa kamu mengerti," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Baik tuan Alex," jawab Andre seraya mematikan smartphone nya.


Di Kota California


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo... ada apa Ndre?" tanya David dengan penasaran.


πŸ“ž "Tadi tuan Alex memerintahkan saya agar memberitahukan kepada tuan besar untuk mengantikan dia di perusahaannya sementara waktu selama tuan Alex ada di negara paris," ujar Andre dengan cepat.


πŸ“ž "Bukannya sudah ada kamu di perusahaan? Kenapa tiba-tiba Alex menyuruh saya mengantikan dia di perusahaan kami?" tanya David dengan penasaran.


πŸ“ž "Tuan Alex menyuruh saya ke negara paris sekarang juga. Itu sebabnya tuan Alex menyuruh tuan besar untuk mengantikan dia sementara waktu selama dia ada di negara paris," ujar Andre.


πŸ“ž "Apa ada masalah di sana? Kenapa Alex menyuruh kamu datang ke negara paris?" tanya David dengan penasaran.


πŸ“ž "Saya juga tidak tahu tuan. Saya hanya di suruh datang ke negara paris sekarang juga," jawab Andre dengan cepat.


πŸ“ž "Baiklah. Kamu bisa pergi ke sana, soal perusahaan biar saya yang urus nanti," ujar David.


πŸ“ž "Terima kasih tuan besar," ujar Andre.


πŸ“ž "Sama-sama," jawab David seraya mematikan smartphone nya.


"Ada apa Andre menghubungi papa?" tanya Angelina dengan kening mengkerut.


"Andre bilang papa di suruh sama Alex untuk mengantikan dia di perusahaan selama Alex ada di negara paris," ujar David.


"Kenapa Alex menyuruh papa mengantikan dia di perusahaan? Bukannya Alex sudah mempercayakan perusahaan sama Andre?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Papa juga tidak tahu ma. Alex menyuruh Andre pergi menyusul dia ke negara paris, itu sebabnya dia menyuruh papa mengurus perusahaan selama mereka ada di sana," ujar David dengan cepat.


"Apa mereka ada masalah di sana?" tanya Angelina dengan perasaan cemas.


"Mama jangan berpikir yang macam-macam papa yakin mereka pasti baik-baik saja di sana," ujar David seraya menenangkan istrinya.


"Semoga mereka baik-baik saja di sana," ujar Angelina.


Di Negara Paris


"Hiks... Hiks..."

__ADS_1


Claudia sejak tadi tidak berhenti menangis saat mendengar jika anaknya di culik oleh orang yang tidak di kenal. Bahkan Alex sudah capek membujuk istrinya agar berhenti menangis tapi tetap saja istrinya tidak mau berhenti menangis.


"Sayang!" Jangan menangis lagi, aku sangat yakin anak kita pasti baik-baik saja di manapun dia berada," ujar Alex seraya menenangkan istrinya yang sedang sedih.


"Bagaimana aku tidak menangis, di saat anak kita belum di temukan sampai sekarang. Sementara mas Alex bukannya mencari Ara tapi mas Alex hanya duduk manis di kamar hotel ini seolah-olah tidak terjadi apapun, padahal anak kita sampai sekarang belum kita ketahui keberadaan nya."


"Apa mas Alex tidak peduli pada Ara?" tanya Claudia dengan wajah kesal saat melihat suaminya yang hanya diam saja sejak tadi.


"Kenapa kamu bicara seperti itu sayang? Mana mungkin aku tidak peduli pada anak kandung aku sendiri. Ingat sayang, sekarang kita ada di negara lain bukan di negara kita sendiri. Itu sebabnya aku tidak bisa bertindak sesuka hati aku, di karenakan kita lagi ada di wilayah orang lain."


"Kamu jangan khawatir aku sudah menyuruh Andre dan anak buah aku untuk datang ke negara ini untuk membantu kita mencari keberadaan Ara anak kita," ujar Alex dengan lembut.


Beberapa jam kemudian saat ini Andre beserta anak buahnya sudah sampai di negara Paris. Setelah itu mereka langsung menuju ke hotel tempat Alexander menginap saat ini.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan itu.


Cklek


"Apa kamu sudah membawa mereka ke negara ini?" tanya Alex tanpa basa-basi.


"Sudah tuan," jawab Andre dengan cepat.


"Dimana mereka?" tanya Alex dengan penasaran.


"Mereka ada di luar tuan," jawab Andre dengan cepat.


"Ikut aku ke restoran sekarang," titah Alex dengan tegas.


"Biarkan Claudia tidur di sini. Aku kasihan sama dia yang sejak tadi menangis sampai tertidur," ujar Alex yang merasa sedih saat melihat istrinya yang kelelahan karena habis menangisi anaknya yang entah ada di mana sekarang.


"Kenapa nona Claudia menangis tuan?" tanya Andre dengan penasaran.


"Dia menangis karena Ara anak kami di culik oleh orang yang tidak kami kenal. Hingga sampai sekarang kami belum mendapatkan kabar apapun dari penculik itu."


"Jika mereka penculik yang ingin mendapatkan uang tebusan dari aku maka dengan senang hati aku akan mengeluarkan uang sebanyak yang mereka minta asal anak aku bisa kembali kesini," jelas Alex dengan perasaan cemas.


Mendengar perkataan Alex membuat Andre terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka anak atasannya bisa di culik oleh orang yang tidak di kenal. Mungkin karena di negara orang lain sehingga mereka berani menculik anak dari atasannya itu, karena di sini bukan atasannya yang berkuasa melainkan orang lain.


Berbeda jika mereka berada di negara sendiri maka bisa di pastikan tak akan ada seorangpun yang berani berbuat macam-macam sama keluarga Lemos apalagi sampai menculik cucu satu-satunya keluarga Lemos.


"Sebaiknya kita bicara di ruangan VIP yang ada di restoran saja tuan, biar kita bisa bebas bicara di sana. Dan ajaklah orang yang terakhir kali bersama dengan nona kecil sebelum dia di culik," ujar Andre.


"Baik," jawab Alex.


β€’


β€’


β€’


Paris bagaikan surga bagi traveler yang hobi belanja dan kuliner, khusus nya dalam hal kemewahan. Kota ini terkenal dengan masakan yang sangat lezat dan beberapa restoran terbaik di dunia. Tak heran jika paris melahirkan koki hebat kelas dunia.

__ADS_1


Para koki juga mengelola beberapa restoran di Paris yang terkenal dengan harga menu yang sangat fantasis. Traveler yang ingin mencoba hidangan termahal di restoran Paris ini harus siap merogoh kocek ratusan dolar setiap orang.


Di sana traveler bisa mengunjungi menara Eiffel supaya momen liburan ke Paris jadi lebih istimewa. Traveler bisa icip hidangan disalah satu restoran yang tak jauh dari menara Eiffel.


Restoran yang paling terkenal adalah Le Pre Catelan. Le pre Catelan hanya berjarak lima menit dari Champs Elisse yang mewah, daerah wisata paling mewah di Paris.


Restoran ini di buat pada tahun 1856,dan sejak saat itu pada 2007, Chef Frederel Anton mengambil alih restoran Le Pre Catelan, dan restoran itu menjadi salah satu restoran michelin bintang tiga yang Eksklusif. Tidak heran kalau Le Pre Catelan di anggap sebagai restoran terbaik di kota Paris. Restoran ini menu yang harganya sekitar $ 344 per orang ( Rp 4,8 juta ).


Di Ruangan VIP Restoran Le Pre Catelan



Saat ini mereka semua sudah berkumpul di dalam ruangan VIP yang ada di restoran Le Pre Catelan. Restoran yang sangat mewah yang ada di negara Paris.


"Cepat jelaskan pada kami bagaimana nona kecil bisa di culik," ujar Andre pada Dian dan juga Nabila.


"Sebelum Ara di culik aku baru saja bertengkar dengan manta pacar aku yang ketahuan selingkuh. Ternyata dia selama ini hanya memanfaatkan uang aku saja."


"Saat aku mengetahui kebenaran itu, aku langsung saja mutusin dia. Mungkin saja dia tidak terima aku putusin sehingga dia menculik Ara agar aku mau kembali sama dia." Jelas Nabila yang menduga mungkin saja mantan pacarnya yang telah menculik Arrabella.


"Siapa nama mantan pacar kamu itu?" tanya Alex seraya menatap ke arah Nabila dengan wajah datar.


"Namanya Devan, dia hanyalah orang dari kalangan bawah tapi semenjak dia pacaran sama aku hidup dia langsung berubah total apapun yang dia mau aku selalu menurutinya tanpa tahu, kalau dia hanya memanfaatkan uang aku saja."


"Padahal kak Maxim sudah melarang aku untuk menjauhi dia tapi aku malah tidak mau mendengarkan perkataan kak Maxim hingga aku melihat dan mendengar sendiri perkataan laki-laki brengsek itu yang mengatakan kalau aku hanyalah perempuan bodoh yang mudah tertipu dengan rayuan nya itu." Jelas Nabila dengan wajah menyesal karena tidak mau mendengarkan perkataan kakaknya padahal kakaknya sudah sering mengingatkan dia untuk menjauhi laki-laki brengsek itu tapi dia malah tidak pernah peduli pada larangan kakaknya akhirnya dia malah menyesal sekarang.


"Kirim foto laki-laki itu ke anak buah aku sekarang juga. Biar aku yang mengurus laki-laki itu nanti. Jika sampai terbukti dia pelaku yang menculik putriku maka aku pastikan akan membuat dia menerima hukuman yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya," ujar Alex seraya menahan emosi.


"Baik kak Alex," jawab Nabila.


Ting


"Aku sudah kirim foto kak Devan. Emangnya apa yang akan kak Alex lakukan sama dia?" tanya Nabila dengan penasaran.


"Lebih baik kamu diam saja jangan banyak bertingkah apalagi mengurusi urusan yang ingin aku lakukan pada laki-laki brengsek itu," ujar Alex seraya menatap ke arah Nabila dengan tatapan tajamnya.


Glek


"Selalu saja begitu. Yang bisa dia lakukan hanyalah mengancam orang yang lemah seperti aku. Lihat saja wajahnya itu benar-benar sangat menakutkan. Entah kenapa Claudia bisa bertahan dengan laki-laki kejam ini," batin Nabila dengan wajah kesal.


"Bawa laki-laki itu ke tempat yang sudah aku persiapkan. Apa kalian mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Baik bos," jawab anak buah Alex dengan serentak seraya pergi dari sana.


"Apa yang akan di lakukan oleh kak Alex sama kak Devan? Sepertinya kak Alex tidak akan mengampuni kak Devan jika sampai terbukti kalau dia yang menculik Ara. Sudahlah, ngapain aku memikirkan laki-laki brengsek itu, biarkan saja kak Alex memberikan pelajaran pada laki-laki brengsek itu karena sudah membuat aku sakit hati atas kebohongan dia selama ini," batin Nabila.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2