One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Misi Pertama Di Jalankan)


__ADS_3

Di mansion Henry Abraham


"Sedang apa nyonya Barbara di sana, dan Apa yang nyonya Barbara lakukan dengan minuman itu? Jangan-jangan nyonya Barbara sedang memasukkan racun ke dalam minuman itu. Aduh gawat. Aku harus melakukan sesuatu agar nyonya tidak memberikan minuman itu kepada tuan Henry," batin bibi Ani saat melihat Barbara memasukan sesuatu ke dalam minuman itu.


"Tapi apa yang bisa aku lakukan untuk mencegahnya agar dia bisa pergi dari sana? Aduh bi... coba berpikir sebelum dia membawa minuman itu ke dalam kamar mereka," sambung bibi Ani lagi dengan suara lirih.


Saat Barbara sudah selesai membuat minuman itu, dan ingin pergi dari sana. Bibi Ani yang panik, dan takut ketahuan oleh barbara tak sengaja menjatuhkan barang yang ada di dekat dapur itu dan.


Bruk


"Siapa disitu?" tanya Barbara yang mendengar ada sesuatu yang jatuh. Hingga dia pergi dari dapur untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Bibi Ani yang melihat Barbara mau pergi ke tempat dia berdiri sejak tadi langsung saja bersembunyi yang tak jauh dari dapur itu berada.


Setelah melihat Barbara sudah keluar dari dapur. Bibi Ani langsung saja masuk ke dapur, dan menggantikan minuman yang dibuat oleh Barbara tadi dengan buatannya sendiri yang pasti lebih aman dari pada minuman yang dibuat oleh barbara tadi, dan setelah itu dia buru-buru pergi dari dapur agar tidak ketahuan oleh barbara.


"Hufff... syukurlah hampir saja ketahuan. Untung saja nona Clau mengingatkan aku untuk mengawasi pergerakan nenek lampir itu.


"Kalau tidak, pasti tuan Henry sudah meminum minuman yang pasti sudah di masukkan racun di dalamnya. Dan untungnya aku sudah memfoto obat yang nenek lampir itu kasih untuk tuan Henry. Hingga menjadikan tuan Henry lumpuh seperti itu," ujar bibi Ani seraya mengelus dadanya yang sejak tadi dedekan.


"Aku harus memberitahukan masalah ini sama nona Claudia sekarang juga," sambungnya lagi seraya mencari tempat aman untuk menelpon Claudia agar dia tidak ketahuan.


📞 "Hallo... Ada Bi Ani?" tanya seseorang di sebrang sana.


📞 "Hallo nona Clau. Bibi punya kabar penting untuk nona," ujar bibi Ani yang sedang menghubungi Claudia yang ada di sana.


📞 "Kabar penting apa yang ingin bibi Ani sampaikan sama aku?" tanya Claudia yang penasaran dengan kabar yang akan di sampaikan untuknya.


📞 "Ini mengenai nyonya Barbara nona Clau. Tadi bibi tak sengaja melihat nyonya Barbara memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang ingin nyonya berikan kepada tuan Henry.


📞 "Tapi nona tenang saja. Bibi sudah menggantinya dengan minuman buatan bibi sendiri yang pastinya aman untuk dikonsumsi," ujar bibi Ani bangga karena misinya berhasil.

__ADS_1


📞 "Bagus. Bibi Ani emang pintar. Tak salah aku percayakan untuk menjalankan misi pertama ini sama bibi," kata Claudia dengan senang karena misi pertama berhasil di jalankan oleh bibi Ani.


📞 "Terima kasih atas pujiannya nona Clau. Tidak hanya itu saja, nona Clau. Bibi juga sudah memfoto obat racun yang nyonya Barbara kasih pada tuan Henry," ujar bibi Ani.


📞 "Bibi kirim foto obat itu kepada aku sekarang juga. Biar aku yang mengurus masalah obat racun itu. dan ingat, bibi Ani harus hati-hati dalam menjalankan misi ini. Aku tidak mau mereka mencelakai bibi Ani nanti," ujar Claudia yang merasa khawatir dengan pembantunya.


📞 "Baik nona Clau. Ya, sudah bibi tutup dulu telponnya, takut ketahuan mereka nanti," ujar bibi Ani.


📞 "Oke. Bibi harus usahakan agar mereka jangan sampai memberikan racun itu lagi sama daddy. Ya, sudah aku tutup dulu telponnya," ujar Claudia seraya menutup smartphone nya.


Henry yang sedang terbaring di atas kasur melihat ke arah istrinya yang sedang membawakan sarapan untuk nya.


"Daddy makan dulu ya. Mama sudah buatkan sarapan, dan minuman segar untuk daddy," ujar Barbara yang berharap suaminya bisa menghabiskan minuman yang sudah dia kasih racun tadi.


"Maafkan daddy ma... gara-gara kelumpuhan daddy mama jadi repot-repot mengurus daddy.


"Daddy sekarang sudah tidak berguna lagi menjadi suami untuk mama. Tapi mama masih saja mau mengurus daddy yang cacat ini," kata Henry dengan wajah sendu karena memikirkan keadaan nya yang sekarang sudah cacat.


"Daddy bicara apa. Tentu saja mama akan selalu mengurus daddy bagaimana pun daddy masih menjadi suaminya mama.


"Ini sudah menjadi tugas seorang istri untuk selalu membantu suaminya yang sedang sakit seperti ini. Jadi jangan berpikir kalau Daddy sekarang malah menjadi beban untuk mama, oke," ujar Barbara dengan senyum palsunya.


"Terima kasih ma... kamu memang istri yang baik, dan setia. Tidak salah daddy memilih mama menjadi istrinya daddy," kata Henry dengan senyum tulus.


"Oh Tuhan... Apa tuan Henry buta, tidak bisa membedakan mana yang berlian, dan mana yang siluman ular. Jika dulu nyonya Miranda masih hidup benar-benar seperti berlian. Tapi sekarang tuan malah menikah dengan siluman ular.


"Apa tuan berpikir semua wanita mempunyai sifat baik seperti nyonya Miranda dulu. Makanya tuan tidak bisa melihat, kalau dia sedang memelihara siluman ular, dan anak ular," ujar bibi Ani pada dirinya sendiri, yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka sejak tadi.


"Apa mama... sudah tahu keberadaan Claudia sekarang ini berada?" tanya Henry yang berharap anaknya cepat di temukan.


Barbara yang mendengar perkataan suaminya sudah geram dan mengepalkan tangannya dibawah sana. Karena lagi-lagi laki-laki tua Bangka ini memikirkan anak sial itu.

__ADS_1


"Maaf Dad. Mama belum bisa menemukan keberadaan Claudia. Dia hilang bagai di telan bumi, mungkin saja Claudia sudah meninggal Dad. Jika dia masih hidup pasti sekarang dia sudah pulang ke rumah ini. Bukannya Claudia tidak memiliki tempat tinggal lain selain di sini," ujar Barbara dengan wajah sedih palsunya.


"Daddy tidak percaya Claudia sudah meninggal ma. Daddy yakin Claudia pasti masih hidup. Hanya saja dia mungkin marah dengan daddy karena selama ini Daddy sudah berbuat kasar padanya," kata Henry yang sudah sadar perbuatannya dulu sudah keterlaluan karena dengan tega dia menyakiti anak kandungnya sendiri.


"Kurang ajar. Dasar tua Bangka tak berguna. Kenapa sekarang dia susah sekali dipengaruhi agar dia membenci anaknya lagi seperti dulu," batin Barbara dengan wajah emosi.


"Bagus tuan. Jangan mau di pengaruhi lagi oleh siluman ular itu. Aku berharap tuan secepatnya sadar kalau istri yang dia banggakan ternyata hanyalah wanita bermuka dua yang sangat licik, dan berbahaya," ujar bibi Ani yang masih menguping mereka sejak tadi.


"Mama juga berharap Claudia masih hidup. Dan dia bisa bahagia dimana pun dia berada," ujar Barbara dengan senyum palsunya.


"Terima kasih ma. Karena mama sudah begitu perhatian sama Claudia. Padahal selama ini Claudia selalu berkata kasar sama mama. Tapi mama tidak pernah menaruh dendam kepada nya.


"Mama memang wanita yang sangat baik. Beruntung Claudia bisa memiliki ibu sambung seperti mama. Tapi sayang, Claudia malah tak suka dengan mama dan malah mengganggap mama sebagai musuhnya," kata Henry.


"Dasar bodoh. Siapa juga yang peduli dengan anak sial mu itu. Jika bukan karena ingin mencari simpati dari kamu. Aku malas memuji anak kamu itu. Semoga saja dia mati, dan tidak pernah kembali lagi ke sini," batin Barbara yang sangat membenci Claudia.


"Tuan... tuan... aku benar-benar merasa kasihan dengan nasib mu. Kenapa tuan masih mau saja di bodohi oleh siluman ular bermuka dua itu. Mudah-mudahan tuan bisa terbuka hatinya, dan bisa sadar kalau istrinya bukan wanita baik-baik," ujar bibi Ani seraya pergi dari sana. Setelah melihat Barbara yang ingin keluar dari kamar mereka.





Bersambung......


Hai guys...


Sesuai keinginan kalian semua ya. Hari ini author doubel up. Bagi kalian yang kangen sama Ara. Ditahan dulu ya. Karena author mau membahas konflik dulu. Tenang saja, Ara akan muncul lagi nantik oke.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2