One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Membayar Hutang Pada Rentenir )


__ADS_3

Di Ruangan VIP


"Cepat ceritakan pada saya bagaimana kamu bisa bertemu dengan wanita ondel-ondel itu?" tanya Alex.


"Siapa maksud anda wanita ondel-ondel tuan muda?" tanya pelayan itu dengan penasaran.


Brak


"Dasar bodoh, siapa lagi wanita ondel-ondel jika bukan wanita yang menyuruh mu menjebak saya dengan obat sialan itu." Ingin sekali Alex membunuh wanita ini karena sudah membuat dia kesal seperti ini.


Tapi dia langsung tersadar saat mengingat istrinya yang sedang hamil besar. Dia tidak ingin anaknya menjadi pembunuh mengikuti jejaknya, sudah cukup anak pertama nya mengikuti sifat dari nya. Itu sebabnya dia berdoa agar anak kedua nya mengikuti sifat istrinya yang sangat lembut dan baik hati tidak seperti dirinya yang kejam dan licik.


"Baik tuan muda," jawab pelayan itu dengan wajah ketakutan.


Setelah itu dia mulai menceritakan bagaimana pertemuan dirinya dengan Aluna sehingga dia mau bekerjasama dengan Aluna untuk menjebak Alexander dengan obat perangsang.


Flash Back ON


Saat itu Aluna sedang berkumpul dengan teman lamanya yang kebetulan mereka sudah lebih dulu pindah ke negara ini. Pada saat tahu Aluna juga pindah ke negara ini Akhirnya temannya Aluna mengajak bertemu di restoran ini yang kebetulan Alexander juga berada di restoran ini untuk menemui klien sekaligus temannya dulu.


"Lihat siapa yang datang! Bukannya itu tuan muda Alexander Lemos?" tanya Zona teman Aluna dengan antusias.


Mendengar perkataan temannya membuat Aluna langsung memalingkan wajahnya ke arah Alex. Saat dia melihat Alexander sedang berada di restoran yang sama dengan nya langsung saja membuat Aluna bahagia.


Dia tidak menyangka bisa di pertemukan lagi dengan laki-laki yang sangat dia cintai. Karena setelah kejadian di usir oleh Alexander dia sama sekali tidak berani datang ke perusahaan Alex maupun di mansion nya.


Dia sangat tahu bagaimana sifat Alex kalau sedang marah maka hidupnya dan keluarga nya akan hancur saat itu juga. Tetapi sekarang seperti nya keberuntungan sedang berpihak padanya saat melihat Alex sedang berada di restoran yang sama dengan nya dengan begitu dia mempunyai kesempatan untuk menjebak Alexander agar menjadi milik dia seutuhnya.


"Sedang apa tuan muda ada di restoran ini? Aku tidak menyangka bisa melihat sang penguasa negara ini ada di restoran yang sama dengan kita." Zona tidak henti-hentinya mengoceh saat melihat Alexander ada di restoran yang sama dengan mereka sehingga membuat dia sangat senang dan antusias karena bisa melihat orang terkaya di negara ini ada di tempat yang sama dengan nya.


"Mungkin dia ada pertemuan dengan klien nya maka nya dia berada di restoran ini," jelas Aluna.


"Iya, kamu benar juga," balas Zona dengan singkat.


"Aku mau ke toilet dulu sebentar," ujar Aluna yang di jawab anggukan kepala oleh Zona.


Di Lobby Restoran


"Permisi nona! Saya mau menemui Alexander Lemos, kalau boleh tahu, ada di ruang mana dia?" tanya Aluna dengan penasaran.


"Maaf nona saya tidak bisa memberikan informasi pelanggan kami karena itu sudah kewajiban kami menutup indentitas mereka," balas resepsionis itu dengan ramah.


"Apa sekarang kamu mau memberitahukan pada saya di mana keberadaan Alexander Lemos?" tanya Aluna seraya memberikan uang suap pada resepsionis itu agar mau membuka mulut dan memberitahukan padanya di mana keberadaan Alexander.


"Maaf nona, saya bukan orang yang suka makan uang suap seperti itu jika anda melakukan ini lagi saya tidak segan-segan menyuruh petugas di sini untuk mengusir anda dari restoran ini," ujar resepsionis itu seraya mengancam Aluna.


"Dasar wanita rendahan, baru menjadi karyawan rendahan saja sudah sombong. Apa kamu tidak tahu siapa saya? Jika saya mau hari ini juga kamu bisa di pecat dari sini. Lihat saja aku akan adukan kamu pada atasan kamu karena kamu sudah menghina pelanggan di sini," ujar Aluna seraya mengancam balik resepsionis itu.


Mendengar perkataan Aluna membuat resepsionis itu ketakutan. Apa yang di katakan oleh wanita ini benar adanya. Dia cuma karyawan rendahan jika ada pelanggan yang protes ataupun mengadukan keluhan pada atasan mereka maka dia bisa langsung di pecat saat ini juga. Dengan terpaksa dia memberitahukan di mana keberadaan Alexander Lemos pada Aluna.


"Baik, aku akan kasih tahu di mana keberadaan tuan muda saat ini berada. Tapi nona jangan beritahukan kalau saya yang kasih tahu keberadaan tuan muda pada anda," ujar resepsionis itu dengan pasrah.


"Oke," jawab Aluna dengan singkat.


"Anda bisa menemui tuan muda di ruang VIP no 44," ujar resepsionis itu yang terpaksa memberitahukan pada Aluna.


"Oke, ini untuk kamu," ujar Aluna seraya memberikan uang pada resepsionis itu.

__ADS_1


"Maaf nona saya tidak bisa menerima uang ini, anda bisa simpan uang anda kembali. Saya hanya ingin anda jangan laporkan saya pada atasan saya karena saya tidak mau sampai di pecat dari pekerjaan ini," ujar resepsionis itu.


"Oke," jawab Aluna seraya pergi dari sana.


"Dasar wanita sombong, jika saya tidak takut di pecat dari sini mana mau saya kasih tahu padanya di mana keberadaan tuan muda," batin resepsionis itu dengan kesal.


Di Toilet Wanita


"Bagaimana caranya aku menjebak kak Alex agar bisa menjadi milik ku? Oh ya, bukannya aku membawa obat perangsang, tapi bagaimana caranya memberikan obat perangsang ini pada kak Alex? Jika aku yang memberikan obat ini pada kak Alex otomatis akan ketahuan olehnya."


"Ayo Luna, berpikir. Kamu pasti bisa menjebak kak Alex, cuma ini satu-satunya cara agar kak Alex bisa menjadi milik kamu seutuhnya," ujar Aluna seraya berpikir untuk menjebak Alexander agar jatuh ke dalam pelukannya.


Pada saat Aluna sedang berpikir untuk menjebak Alexander tidak sengaja dia menguping pembicaraan seseorang yang ada di sebelah toilet dia berada sehingga dia berhenti bicara dan langsung saja dia memasang telinganya baik-baik untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh orang yang ada di sebelah dia.


πŸ“ž "Hallo, ada apa bu? Apa ada sesuatu yang terjadi di sana? Kenapa di rumah seperti ada seseorang yang sedang mengamuk?" tanya seseorang yang ada di sebelah toilet Aluna sehingga Aluna bisa mendengar percakapan mereka.


πŸ“ž "Hallo, nak! Di rumah kita sekarang kedatangan rentenir yang ingin menagih hutang yang belum sempat ibu bayar karena tidak memiliki uang. Sekarang mereka sedang mengamuk dan menghancurkan barang-barang yang ada di rumah kita karena ibu tidak bisa membayar hutang pada mereka," jelas ibu itu pada anaknya yang ada di sebrang sana.


πŸ“ž "Kenapa ibu harus berhutang pada rentenir? Bukannya aku selalu mengirim uang pada ibu? Apa uang yang aku kirim tidak cukup untuk kebutuhan kalian di sana?" tanya anaknya dengan penasaran.


πŸ“ž "Ibu terpaksa berhutang pada mereka karena pada saat itu adik kamu sedang membutuhkan banyak uang buat operasi karena habis kecelakaan sehingga ibu terpaksa berhutang pada rentenir untuk bisa menjalani operasi secepat mungkin jika di biarkan kelamaan maka nyawa adik kamu dalam bahaya."


πŸ“ž "Awalnya ibu ingin meminta uang pada kamu tapi ibu tidak berani meminta karena uang itu sangat banyak pasti kamu tidak memiliki uang sebanyak itu sehingga ibu meminta pinjaman pada rentenir karena ibu berpikir bisa menyicil sedikit demi sedikit tapi nyatanya bukannya hutang ibu berkurang melainkan hutang nya malah bertambah banyak," jelas ibunya dengan perasaan bersalah.


πŸ“ž "Berapa hutang pada rentenir itu bu?" tanya anaknya dengan penasaran.


πŸ“ž "Hutangnya sebanyak 50 juta," balas ibunya dengan cepat.


πŸ“ž "Oh Tuhan... Kenapa banyak sekali bu? Ibu tahu sendiri aku di kota cuma kerja sebagai pelayan mana ada uang sebanyak itu untuk membayar hutang pada rentenir itu," ujar anaknya dengan wajah frustasi.


πŸ“ž "Kenapa ibu bicara seperti itu? Aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu. Jadi ibu jangan pernah merasa kalau ibu menyusahkan aku. Mengenai masalah hutang itu biar aku pikirkan caranya nanti. Aku akan berusaha meminjam uang pada atasan aku nanti. Semoga saja dia mau meminjamkan uang pada kita," ujar anaknya seraya menenangkan ibunya.


πŸ“ž "Iya, nak. Semoga atasan kamu mau meminjamkan uang pada kamu agar ibu bisa membayar hutang pada rentenir itu dengan segera," ujar ibunya.


πŸ“ž "Iya, Bu. Ya sudah aku mau lanjut kerja dulu nanti aku hubungi ibu lagi jika sudah memiliki uang untuk membayar para rentenir itu," ujar anaknya.


πŸ“ž "Iya, nak, jaga kesehatan kamu di sana jangan banyak begadang ibu tidak mau sampai kamu sakit di sana nanti," ujar ibunya dengan penuh perhatian.


πŸ“ž "Baik Bu," jawab anaknya seraya mematikan smartphone nya.


Pada saat orang itu keluar dari toilet itu tidak sengaja dia bertemu dengan Aluna yang sudah berdiri di depan pintu masuk. Sehingga membuat dia terkejut dan juga shock, karena tidak menyangka ada orang lain yang mendengar pembicaraan dia dengan ibunya.


"Apa kamu lagi butuh uang?" tanya Aluna tanpa basa-basi.


"Siapa kamu?" tanya orang itu dengan penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu siapa saya, jika kamu mau membayar hutang para rentenir itu saya bisa memberikan pada kamu hari ini juga asal kamu mau melakukan apa yang saya suruh nanti."


"Bagaimana? Apa kamu mau menerima tawaran dari saya?" tanya Aluna yang berharap dia mau menerima tawaran dari dia.


Mendengar perkataan Aluna membuat orang itu merasa bimbang di satu sisi dia sangat membutuhkan uang itu untuk membayar hutang pada rentenir itu. Dan di satu sisi dia sangat takut jika wanita ini menyuruh dirinya melakukan sesuatu yang berbahaya sehingga bisa menyebabkan nyawanya dalam bahaya.


Tapi dia tidak memiliki cara lain untuk bisa mendapatkan uang dengan segera. Jika dia tidak segera membayar hutang pada rentenir itu maka keluarga nya dalam bahaya.


"Aku harus melakukan apa nona?" tanya orang itu dengan penasaran.


"Kamu hanya perlu memasukkan obat ini pada makanan yang akan di makan oleh orang yang berada di ruang VIP no 44 dan pastikan orang yang ada di dalam sana memakan makanan itu sampai habis," ujar Aluna seraya memberikan obat perangsang pada orang itu.

__ADS_1


"Obat apa ini nona? Saya tidak mau menjadi pembunuh," ujar orang itu dengan wajah ketakutan.


"Kamu tenang saja itu bukan racun jadi kamu bisa tenang," ujar Aluna.


"Jika bukan racun terus obat apa ini nona?" tanya orang itu lagi dengan penasaran.


"Obat perangsang," jawab Aluna dengan singkat.


"Apa?" teriak orang itu yang terkejut saat mendengar perkataan Aluna.


"Saya tidak mau nona, bagaimana jika saya ketahuan? Saya takut di pecat dari sini jika sampai ketahuan memberikan obat perangsang pada pelanggan," ujar orang itu dengan wajah ketakutan.


Mana berani dia memberikan obat itu pada pelanggan jika sampai ketahuan bisa di pecat dia dari restoran ini. Dia tidak mau mengambil resiko karena menerima tawaran kerjasama dengan wanita yang tidak di kenal dan ujungnya malah dia yang terkenak imbasnya.


"Kamu tenang saja, aku sangat yakin orang itu tidak akan tahu jika kamu memasukkan obat perangsang ke dalam makanan yang akan dia makan. Lagian bukannya kamu sedang membutuhkan uang untuk membayar pada rentenir itu? Ini satu-satunya cara agar kamu bisa mendapatkan uang dengan cara lebih cepat," ujar Aluna seraya membujuk orang itu agar mau melakukan apa yang dia perintahkan.


Cukup lama berpikir akhirnya dia mau melakukan apa yang di perintahkan oleh Aluna. "Baik, aku mau melakukan nya," balas orang itu dengan pasrah.


"Oke, kamu hanya perlu antarkan makanan itu ke dalam ruangan VIP nomor 44 masalah lainnya biar aku yang urus," titah Aluna dengan tegas.


"Baik nona," jawab orang itu dengan singkat.


Beberapa menit kemudian, setelah semuanya sudah siap pelayan itu langsung melaksanakan perintah Aluna untuk mengantar makanan yang sudah di campurkan obat perangsang olehnya menuju ruangan VIP no 44 sesuai arahan Aluna tadi.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


Deg


Saat melihat siapa orang yang berada di dalam ruangan VIP itu membuat pelayan itu langsung ketakutan. Dia tidak menyangka orang yang menjadi target Aluna adalah sang penguasa negara ini.


Jika dia tahu siapa orang yang ingin wanita itu jebak maka dia tidak akan mau melakukan nya. Tapi sekarang dia sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan ini mau tidak mau dia terpaksa menjalankan perintah dari Aluna.


"Permisi tuan muda, saya mau mengantar makanan untuk tuan muda," ujar pelayan itu dengan wajah ketakutan. Bahkan tangannya sekarang sudah berkeringat karena takut jika aksinya yang ingin menjebak Alexander akan ketahuan.


"Taruh saja di atas sini." Bukan Alex yang menjawab melainkan Andre asisten pribadinya Alexander.


"Baik tuan," jawab pelayan itu seraya meletakkan makanan itu di atas meja masih dengan wajah ketakutan.


Alex yang sedari tadi memperhatikan sikap pelayan ini langsung curiga. Dia yang sudah lama mengetahui gerak-gerik musuh pasti sudah paham pasti ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh pelayan ini hingga dia ingin menangkap basah pelayan ini dengan cara menjebak dia dengan tuduhan memberikan racun pada makanan nya. Dia ingin tahu apa jawaban dari pelayan ini, jika dia mengancam pelayan ini pasti akan ketakutan dan akhirnya mau membuka suara.


Setelah di ancam akhirnya pelayan itu mau membuka suara kalau ia menjebak Alexander atas suruhan dari seseorang yang tak lain adalah Aluna Arkatama wanita yang tergila-gila pada Alexander Lemos. Dia sengaja menjebak Alex agar Alexander menjadi milik dia seutuhnya


Flash Back Off


β€’


β€’


β€’


Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2