One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menguras Uang Aluna )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Alexander Lemos


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sekalang gililan aunty yang jawab peltanyaan Ala. Siapa kau? Tenapa kamu ada di dalam luangan daddy na Ala?" tanya Ara dengan penasaran.


"Aku teman masa kecil daddy kamu," jawab Aluna dengan lembut. Dia sengaja bicara lembut di depan Ara agar bisa mengambil hati Ara agar mau berpihak padanya. Dengan begitu dia akan lebih mudah menyingkirkan istri sah Alexander Lemos.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sejak kapan daddy memiliki teman wanita? Apa jangan-jangan dia wanita yang sudah mengahanculkan hubungan daddy dan mommy? Jika benal pelempuan ini yang sudah menghanculkan hubungan daddy dan mommy akan Ala balas nanti," batin Ara seraya menahan emosi.


"Apa aunty suka cama daddy Ala?" Ara sengaja menanyakan itu untuk melihat apa benar perempuan ini yang sudah menghancurkan hubungan kedua orang tuanya.


"Ke... kenapa kamu bertanya seperti itu pada ku?" tanya Aluna dengan terbata-bata.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Jawab saja peltanyaan Ala, bukan na malah beltanya balik," ujar Ara dengan wajah kesal.


"Iya, aku suka sama daddy kamu," jawab Aluna dengan jujur.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sudah Ala duga, pasti siluman ini yang sudah membuat hubungan daddy dan mommy menjadi hancul. Lihat saja apa yang akan Ala lakukan pada siluman ini, Ala sangat yakin dia pasti akan di usil dali pelusahaan daddy," batin Ara dengan seringai liciknya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Aunty Dian?" panggil Ara dengan suara keras.


"Iya, nona kecil," jawab Dian baby sister Ara seraya berjalan ke arah Ara duduk saat ini.


Aluna yang melihat ada orang lain di ruangan ini membuat dia penasaran. Dia berpikir cuman ada Ara dan dirinya saja di dalam ruangan Alexander. Tapi, nyatanya ada orang lain di dalam ruangan Alex sehingga dia bertanya-tanya siapa perempuan yang ada di depannya saat ini.


"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa ada di dalam ruangan kak Alex?" tanya Aluna dengan penasaran.


"Saya Dian baby sister nona kecil, nona," balas Dian dengan sopan.


"Ck! Ternyata hanya perempuan rendahan. Aku pikir dia kerabat atau saingan baru untuk ku. Tapi nyatanya dia cuman rakyat miskin yang tidak berguna," batin Aluna seraya melihat ke arah Dian dengan tatapan menghina.


Ara yang melihat tatapan Aluna bisa menyimpulkan kalau wanita ini pasti sedang menghina Dian baby sisternya. Dia sangat yakin wanita ini bukan orang baik dan dia ingin menyingkirkan wanita ini dari hidup ayahnya agar dia tidak lagi menganggu hubungan orang tuanya.

__ADS_1


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Dasal siluman ulal. Apa dia pikil Ala mau memiliki mommy sepelti dia? Mommy tenang saja, Ala akan membalas siluman ulal ini kalena sudah membuat mommy menangis kemalin," batin Ara seraya mengepalkan tangannya di bawah meja.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Kenapa Ara sedari tadi selalu mengatakan ihhh, pucing pala Ala? Apa kepala Ara sedang sakit?" tanya Aluna dengan penuh perhatian.


Dia ingin mengambil hati anak ini agar mau mendukung dia untuk menjadi ibu sambungnya. Sedangkan ibu kandung nya akan dia singkirkan sejauh mungkin agar tidak lagi menganggu kebahagiaan dia dengan laki-laki yang sangat dia cintai.


"Ck! Siapa yang lagi sakit? Jika Ala sedang sakit maka Ala ndak akan belada di pelusahaan daddy melainkan ada di lumah sakit."


"Tenapa aunty ini jadi olang bodoh sekali?" tanya Ara dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan Ara membuat Aluna kesel setengah mati. Dia tidak menyangka anak sekecil Ara bisa berbicara seperti itu pada orang yang lebih tua darinya.


Jika bukan karena anak ini anak dari laki-laki yang sangat dia cintai, sudah dari tadi dia melempar anak ini dari atas gedung ini.


"Maafkan aunty jika salah bicara," ujar Aluna yang lebih mengalah dari pada membuat Ara marah padanya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sekalang aunty sudah mengeltikan kalau pelmintaan maaf aunty itu ndak akan belguna buat Ala. Jika aunty mau Ala maafkan maka aunty halus membelikan Ala uang sebesal selatus juta. Dengan begitu Ala pasti akan langsung memaafkan aunty." Ara yang memiliki otak licik tidak mau melepaskan kesempatan menguras uang Aluna.


Sementara Aluna yang mendengar perkataan Ara sangat terkejut. Dia tidak menyangka anak sekecil Ara bisa tahu masalah uang sebanyak itu dan yang lebih parah lagi anak ini justru ingin memeras uang dia.


Tapi karena dia ingin mengambil hati anak ini mau tidak mau dia terpaksa merelakan uangnya untuk mendapatkan simpati dari anak ini agar mau menerima dia sebagai ibu sambung nya nanti.


"Oke, aku akan memberikan kamu uang asal kamu mau memaafkan aunty," ujar Aluna dengan pasrah.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Tentu saja Ala akan memaafkan aunty," jawab Ara dengan antusias.


"Kenapa nona kecil malah memaafkan wanita pelakor ini? Bukannya nona kecil ingin memberikan pelajaran pada wanita pelakor ini saat nona kecil bertemu dengan nya?" tanya Dian seraya berbisik.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Aunty Dian tenang saja, Ala ndak mungkin memaafkan siluman ulal ini. Ala akan membelikan siluman ulal ini pelajalan agal dia ndak lagi menganggu hubungan olang tua Ala."


"Sekalang aunty Dian kilim pesan cama daddy jika dia mau masuk ke dalam luangan ini maka dia halus mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Jika daddy beltanya untuk apa dia lakukan itu, bilang saja Ala yang suluh," titah Ara dengan tegas.

__ADS_1


Mendengar perkataan anak majikannya membuat Dian merasa bingung. Walaupun dia penasaran apa maksud anak majikannya menyuruh dia mengirim pesan itu pada tuan Alex tapi dia tidak berani bertanya pada Ara. Lebih baik dia mengikuti perintah anak majikannya dari pada dia di pecat gara-gara mencampuri urusan Ara.


"Baik nona kecil," jawab Dian seraya mengirim pesan pada Alexander.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Aluna dengan penasaran.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ini masalah plibadi Ala jadi aunty ndak pelu tahu. Lebih baik aunty membelikan Ala uang agal Ala mau memaafkan aunty Luna," ujar Ara dengan tegas.


"Dasar anak matre. Masih kecil sudah pandai memanfaatkan orang. Jika tidak ingat kamu anak kak Alex sudah aku bunuh kamu biar tidak menyusahkan orang lain seperti ini," batin Aluna dengan wajah kesal.


Tanpa kata Aluna langsung saja menuliskan uang sebesar seratus juta dan memberikan cek itu pada Ara. Sementara Ara yang melihat Aluna memberikan dia cek malah bingung dan tidak mengerti apa maksud Aluna.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Apa ini?" tanya Ara dengan bingung.


"Ini cek sebesar seratus juta. Bukannya tadi Ara menginginkan uang dari aunty? Karena aunty tidak membawa uang cash makanya aunty memberikan kamu cek ini," jelas Aluna seraya memberikan cek pada Ara.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Emang na keltas ini ada uang na?" tanya Ara dengan penasaran.


"Tentu saja ada," jawab Aluna.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Oke, Ala telima keltas ini. Jika sampai aunty menipu Ala, awas saja nanti," ujar Ara seraya mengancam Aluna dengan tatapan tajam.


"Kenapa anak ini sangat mirip seperti kak Alex? Masih kecil sudah pandai mengancam orang," batin Aluna dengan wajah kesal.





Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2