One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Bertemu Kembali )


__ADS_3

Di Mansion David Lemos


"Bi... Bibi," panggil seseorang dengan suara keras.


"Iya, tuan muda. Apa ada yang bisa bibi bantu?" tanya pembantu itu dengan sopan.


"Di mana orang tua saya?" tanya Alex dengan penasaran.


"Nyonya besar lagi pergi arisan sedangkan tuan besar ada di ruang kerja, tuan muda," balas pembantu itu dengan sopan. Sementara Alex hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Siapkan makan siang untuk ku," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan muda," jawab pembantu itu seraya pergi dari sana.


Di Ruang Makan


Tak


Tak


Tak


Terdengar suara langkah kaki yang sedang berjalan ke arah meja makan. Alex yang sedang makan siang langsung mendongak untuk melihat siapa orang yang sedang berdiri di depannya.


Alex yang melihat siapa orang yang berdiri di depannya langsung terkejut dan juga shock seraya mengucek ke dua matanya karena berpikir dia sedang berhalusinasi. Dia tidak menyangka bisa di pertemuan lagi dengan wanita yang sangat dia cintai.


Begitu juga dengan seseorang yang saat ini berdiri di depan Alex. Dia juga merasa terkejut saat melihat seseorang yang sangat dia rindukan ada di depannya. Setelah itu dia bersikap biasa saja untuk menutupi kegugupan nya saat bertemu kembali dengan laki-laki yang sangat dia cintai.


"Sa... Sayang? Apa benar ini kamu? Aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Alex dengan terbata-bata.


Yah, orang yang di lihat oleh Alex adalah Claudia Henry Abraham istri yang sangat dia cintai sekaligus ibu dari anak-anak nya. Dia tidak menyangka ternyata istrinya ada di mansion orang tuanya.


Padahal dia sudah mencari istrinya mulai dari negara ini sampai ke negara lain tapi tetap saja tidak ada petunjuk apapun. Di saat dia mulai putus asa istrinya justru berada di mansion orang tuanya. Dia harus menanyakan pada istri dan orang tuanya kenapa istrinya bisa ada di mansion ini.


"Bukan," jawab Claudia dengan ketus seraya duduk di meja makan.


Mendengar perkataan Claudia bukannya Alex marah. Dia justru terlihat bahagia karena bisa bertemu kembali dengan wanita yang sangat dia cintai.

__ADS_1


"Sayang? Kenapa kamu ada di mansion ini?" tanya Alex seraya menghampiri istrinya.


"Berhenti di sana," teriak Claudia dengan suara keras.


"Kenapa sayang? Apa kamu masih marah pada ku? Aku bisa jelaskan padamu kalau aku sama sekali tidak selingkuh. Tolong maafkan aku sayang? Aku seperti orang gila saat melihat kamu pergi meninggalkan aku. Dan saat aku menemukan kamu, justru kamu tidak mau dekat dengan ku."


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku?" tanya Alex dengan mata berkaca-kaca.


"Bagaimana aku mau dekat dengan kamu saat melihat penampilan kamu saja bikin aku takut? Jika kamu mau aku dekat dengan kamu maka kamu harus pergi ke salon dan cukur brewok kamu hingga bersih jangan lupa potong rambut kamu seperti dulu. Karena aku tidak mau memiliki suami seperti preman pasar," ujar Claudia yang masih bersikap ketus.


"Baik sayang? Aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan." Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dari sana dengan hati bahagia.


Sedangkan Claudia hanya bisa melongo dan geleng-geleng kepala saat melihat suaminya yang begitu antusias saat dia menyuruh suaminya pergi ke salon. Entah apa yang merasuki suaminya sampai dia mau pergi ke tempat yang sangat dia benci.


"Apa yang terjadi pada mas Alex? Kenapa dia mau mendengarkan aku untuk pergi ke salon? Bukannya mas Alex paling benci pergi ke salon? Tapi tadi, dia malah ingin pergi ke sana. Apa telinga ku bermasalah? Tidak mungkin mas Alex mau pergi ke tempat itu," ujar Claudia yang merasa bingung dengan perubahan suaminya.





Saat ini Alex sudah sampai di tempat salon kecantikan. Seumur hidupnya belum pernah dia pergi ke tempat seperti ini tapi demi istrinya dia rela masuk ke tempat ini.


Orang-orang yang berada di sana merasa heran saat melihat seorang laki-laki memasuki tempat ini pasalnya ini tempat khusus perempuan tapi kenapa laki-laki ini tanpa merasa malu malah masuk ke tempat ini.


Apalagi laki-laki yang masuk ke tempat ini adalah sang penguasa negara ini sehingga mereka merasa ketakutan takut menyinggung orang yang sangat berpengaruh di negara ini.


Mereka sangat tahu jika sampai menyinggung penguasa negara ini, bisa di pastikan hidup mereka tidak akan bisa tenang. Itu sebabnya walaupun mereka ingin tertawa saat melihat Alex memasuki tempat ini tapi mereka lebih memilih menahannya dari pada hidup mereka di hancurkan oleh penguasa negara ini.


"Selamat siang tuan muda..."


"Selamat siang tuan muda..."


"Selamat siang tuan muda..."


Itulah sapaan dari para pegawai dan orang-orang yang ada di sana. Sedangkan Alex hanya menganggukkan kepala nya saja.

__ADS_1


Saat melihat siapa yang datang ke salon tempat mereka kerja langsung saja pegawai di sana memanggil pemilik tempat salon ini untuk melayaninya. Mereka tidak berani melayani orang berpengaruh di negara ini takut melakukan kesalahan dan akhirnya malah berakibat fatal untuk mereka. Lebih baik mereka memanggil pemilik salon ini dan menyerahkan padanya untuk melayani sang penguasa negara ini.


"Selamat siang tuan muda! Apa ada yang bisa kami bantu?" tanya pemilik salon itu dengan sopan. Walaupun dalam hati sangat takut untuk berhadapan dengan orang yang sangat berpengaruh di negara ini.


"Panggil pegawai laki-laki ke sini. Saya tidak mau di layani oleh perempuan. Karena yang boleh memegang anggota tubuh saya hanyalah istri saya saja, mengerti," titah Alex dengan tegas.


"Ta... Tapi tuan muda. Di sini tidak ada pegawai laki-laki yang ada di sini hanyalah pegawai wanita semua." Walaupun takut dia tetap mengatakan yang sebenarnya dari pada dia berbohong yang ada salon nya di ratakan seperti tanah.


"Saya tidak mau tahu. Saya hanya ingin pegawai laki-laki yang boleh melayani saya jika kamu masih bersikeras menyuruh pegawai wanita yang melayani saya maka saya akan menghancurkan salon kamu detik ini juga," ujar Alex seraya mengancam.


"Ba... Baik tuan muda," jawab pemilik salon itu seraya pergi dari sana.


Di Ruang Kerjanya


"Di mana kita bisa menemukan pegawai laki-laki? Di tempat salon kecantikan manapun tidak ada pegawai laki-laki, kalau banci baru ada. Tapi mana berani kita menyuruh banci untuk melayani tuan muda Alex yang ada hidup kita akan tamat saat ini juga," ujar pemilik salon itu dengan wajah cemas.


"Bagaimana kalau salah satu dari kita menyamar menjadi laki-laki bu?" tanya salah satu pegawai yang bekerja di salon itu.


"Apa kamu sudah gila? Bagaimana kalau sampai ketahuan? Bisa habis kita di tangan tuan muda Alex," sahut pemilik salon itu dengan wajah kesal


"Tapi bu, kita tidak memiliki cara lain lagi. Jika kita tidak segera membawa pegawai laki-laki untuk melayani tuan muda Alex bukannya kita akan tamat juga di tangan tuan muda?" tanya pegawai itu.


Mendengar perkataan pegawai nya membuat pemilik salon itu menghela nafas pasrah. Dia tidak memiliki cara lain lagi. Mau tidak mau dia terpaksa mengikuti saran dari pegawai nya. Dia hanya bisa berdoa semoga mereka tidak ketahuan karena sudah menipu orang yang sangat berpengaruh di negara ini.


"Baiklah. Aku ikuti saran dari kamu, berdoa saja semoga kita tidak ketahuan oleh tuan muda Alex," ujar pemilik salon itu dengan perasaan cemas.


"Iya bu," jawab mereka dengan serentak.





Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2