
Di Mansion Keluarga Roberto
"Palingan kak Daffa sudah DP dulu dan wanita itu sudah hamil duluan makanya kak Daffa mau menikah dengan nya. Jika bukan karena wanita itu sudah hamil mana mau kak Daffa menikahi wanita itu," ujar Jingga seraya mempengaruhi orang tuanya agar memarahi kakaknya.
Jujur saja dia masih kesal dengan kakaknya makanya dia sengaja mengatakan itu agar kakaknya mendapatkan hukuman dari orang tuanya.
"Apa benar yang di katakan oleh Jingga kalau kamu sudah menghamili seorang wanita sehingga kamu ingin menikah dengan nya?" tanya ibunya Daffa dengan tatapan tajam.
Glek
"Dasar bocil kurang ajar, awas saja nanti aku balas kamu lebih dari pada yang kamu lakukan padaku. Aku tahu pasti kamu sengaja mempengaruhi mereka agar mama dan papa marah pada ku. Sekarang apa yang aku katakan pada mereka? Tidak mungkin aku berkata jujur pada mereka kalau aku sudah mengambil kesucian Aluna walaupun aku belum tahu apa sekarang benih ku sudah tumbuh di dalam rahimnya apa belum. Bisa saja apa yang di katakan oleh Jingga benar adanya kalau Aluna saat ini sudah hamil anak kami," ujar Daffa dengan suara lirih sehingga mereka tidak bisa mendengar perkataan Daffa.
"Apa yang kamu katakan?" tanya ibunya Daftar dengan tatapan tajam.
"Bukan apa-apa ma," jawab Daffa seraya mengelak.
"Awas saja jika kamu terbukti bersalah mama pastikan akan memberikan kamu pelajaran yang tidak pernah kamu bayangkan," ujar ibunya Daffa seraya mengancam anaknya sehingga Daffa hanya bisa berdoa semoga apa yang telah dia lakukan tidak terbongkar.
Jika sampai itu terjadi dia tidak akan tahu apa yang akan di lakukan oleh orang tuanya terhadap dirinya, sedangkan Jingga justru merasa bahagia saat melihat wajah ketakutan kakaknya.
"Hahahaha... Rasain tuh. Aku tidak sabar melihat kak Daffa mendapatkan hukuman dari papa dan mama," batin Jingga seraya tersenyum penuh kemenangan.
"Jangan percaya perkataan Jingga ma, mana mungkin aku menghamili anak gadis orang. Bukannya mama selama ini sudah tahu kalau aku selalu main aman," ujar Daffa seraya menyakinkan ibunya agar jangan mempercayai perkataan adiknya walaupun dia sendiri merasa ragu apa wanitanya akan hamil anaknya atau tidak.
Mendengar perkataan anaknya membuat ibunya Daffa merasa lega. Dia mempercayai perkataan anaknya karena selama ini tidak ada satu wanita pun yang mengaku hamil anaknya Daffa makanya dia percaya kalau anaknya tidak mungkin ceroboh seperti itu.
__ADS_1
"Oke, untuk saat ini mama percaya padamu tetapi jika sampai kamu benar menghamili anak gadis orang, awas saja mama pastikan burung kamu itu akan habis mama potong biar kamu tidak bisa lagi melakukan itu dengan para ****** mu itu," ujar ibunya Daffa seraya mengancam anaknya.
Mendengar perkataan ibunya membuat Daffa menelan ludahnya sendiri. Dia tidak bisa membanyangkan bagaimana nasibnya jika burung kebanggaan nya di potong oleh ibunya. Bagaimana dia bisa enak-enak lagi dengan wanita yang sangat dia cintai jika sampai burung kebanggaannya di potong? Apalagi dia baru sekali merasakan milik wanita nya, itu sebabnya dia ingin bisa secepatnya menghalalkan wanita itu agar dia bisa melakukan itu dengan istrinya tanpa takut akan dosa.
Yah, setelah dia bertemu dengan Aluna Daffa ingin berubah menjadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Dia ingin membina rumah tangga dengan Aluna, itu sebabnya dia meninggalkan kebiasaan buruknya demi wanita yang sangat dia cintai.
"Aku bisa pastikan tidak akan pernah menghamili satu perempuan pun di luar sana," ujar Daffa penuh keyakinan agar orang tua percaya dengan nya.
"Kecuali Aluna," batin Daffa.
"Kapan rencananya kamu melamar wanita itu?" tanya ayahnya Daffa yang sedari tadi mendengarkan perkataan mereka.
"Secepatnya pa," jawab Daffa dengan penuh semangat.
Mendengar perkataan Daffa membuat mereka geleng-geleng kepala. Baru kali ini mereka melihat anaknya semangat seperti ini saat membahas masalah wanita. Biasanya anaknya selalu cuek jika akan di kenalkan dengan perempuan pilihan mereka. Tetapi di saat mereka sudah menyerah untuk menjodohkan anaknya malah sekarang anaknya yang ingin menikah secepatnya.
"Iya, kapan, biar mama bisa mempersiapkan barang serahan pada calon istri kamu?" tanya ibunya Daffa dengan penasaran.
"Nanti aku tanyakan dulu pada calon istri ku kapan dia siap untuk menikah dengan ku," balas Daffa yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
Di Perusahaan Intel Group
Seperti biasanya Jika Daffa sudah datang ke perusahaan miliknya akan selalu mendapatkan sapaan dari para karyawan nya. Bahkan ada wanita yang terang-terangnya menggoda Daffa agar mau melirik ke arah mereka karena mereka sangat tahu jika atasannya adalah laki-laki Casanova yang suka celap-celup hingga para wanita yang menyukai ke tampanan atasannya hingga rela menjadi pemuas nafsu atasan mereka.
"Selamat pagi tuan Daffa," sapa Aluna dengan ramah seraya membungkukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ikut aku," titah Daffa dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Aluna dengan seraya mengikuti Daffa masuk ke dalam ruangannya.
"Bagaimana keadaan kamu dan juga keluarga kamu?" tanya Daffa setelah duduk di kursi kebesarannya.
"Baik tuan," jawab Aluna dengan singkat.
"Bukannya aku sudah katakan padamu jika kita berdua jangan pernah sebutkan aku dengan panggilan tuan," ujar Daffa seraya mengingatkan Aluna agar jangan memanggil dirinya sebagai tuan.
"Baik honey," jawab Aluna seraya mengubah panggilan tuan menjadi honey.
"Kapan kamu siap untuk menikah dengan ku?" tanya Daffa dengan penasaran.
Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna merasa terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dia pikir laki-laki ini sudah lupa dengan keinginan nya untuk menikahi dia tetapi ternyata dia masih ingat dan menginginkan dirinya agar bisa menikah secepatnya.
"Kapanpun anda siap aku pun akan siap untuk menikah," jawab Aluna yang sudah pasrah dan menerima nasibnya untuk menikah dengan laki-laki ini. Mungkin saja laki-laki ini jodohnya sehingga mereka di pertemukan walaupun dengan cara yang salah.
Tetapi yang penting dia mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya walaupun itu semua atas kesalahan dia sendiri yang tega menjebak Alexander malah berakhir bersama dengan laki-laki yang sama sekali tidak dia kenal.
"Oke, aku dan juga keluarga ku akan datang ke Apartemen mu secepatnya untuk melamar kamu," ujar Daffa dengan hati bahagia. Dia tidak menyangka sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang sangat dia cintai.
"Iya, aku tunggu kedatangan mu," jawab Aluna dengan tersenyum agar dia tidak tahu kalau sebenarnya dia tidak bahagia dengan pernikahan ini tetapi dia akan berusaha untuk menerima laki-laki ini untuk dijadikan suaminya.
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿