One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Periksa Ke Dokter )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


Hari ini, mereka berdua akan mengunjungi dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Claudia mengingat jika mereka telah melakukan percintaan panas tadi malam.


Claudia yang sudah bangun, ia asyik menatap wajah tampan suaminya yang masih terpejam. Jemarinya menelusuri wajah tampan Alex mulai dari matanya hidung, pipi, hingga jemarinya terjatuh pada bibir kenyal yang sangat sexy.


Claudia sangat mengagumi keindahan di depan matanya, ia ingin sekali mengecup bibir sexy di depannya ini. Ia menggelengkan kepalanya saat pikirannya kemana-mana.


"Sudah puas memandangi wajah tampan ku, Honey?" Dengan mata yang masih terpejam, Alex menanyakan nya.


Claudia yang tersentak dengan pertanyaan Alex, wajahnya langsung merona ketika menyadari jika Alex sudah bangun dan mengetahui kelakuan nya.


Bughh


"Awwsstt, kenapa kamu memukul aku Honey?" tanya Alex dan langsung membuka matanya menatap Claudia.


"Mas sudah bangun dari tadi? Sejak kapan? Bukannya menjawab pertanyaan Alex, Claudia justru bertanya balik.


"Sudah sejak kamu terus memandangi ku dan jemari mu yang nakal itu mengitari seluruh wajahku. Dan ketika kamu ingin mengecup bibirku." Jelas Alex dengan tersenyum smirk.


Wajah Claudia langsung merona, ia malu dan terkejut ketika Alex, menyadari dirinya mengagumi dan mengecup bibir pria ini.


"Kenapa ia bisa tahu? Apakah dia bisa membaca isi pikiran ku?" batin Claudia.


"Sudah, tidak usah malu. Aku milikmu, jadi kamu boleh memandang ku dan mencium ku sesukamu." Claudia yang tersadar dari lamunannya karena mendengar kalimat narsis dari Alex, sontak memutar bola matanya malas.


"Ck! Percaya diri sekali kamu! Sejak kapan mas Alex jadi narsis seperti ini?" tanya Claudia penasaran.


"Sejak dulu. Tapi, benarkan kalau aku ini tampan?" tanya Alex seraya menggoda istrinya.


"Sudahlah. Singkirkan tangan kamu. Aku ingin mandi," ujar Claudia.


"Mau mandi bersama, Honey?" tanya Alex seraya menaik turunkan alisnya.


"Tidak, yang ada kamu akan mengulangi kegiatan seperti tadi malam," ujar Claudia, ia tahu jika mandi bersama Alex akan memakan waktu yang lama.


Alex, sontak terkekeh mendengar penolakan Claudia. Claudia yang melihat jika Alex menertawakannya, membuat dia kesal setengah mati.


Claudia turun dari ranjang dan berdiri di samping ranjang menghadap Alex dengan berkacak pinggang.


"Kau, singa mesum!" pekik Claudia dengan kesal, ia langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya agar singa mesum itu tidak bisa menerobos masuk ke dalam kamar mandi.


Hahahaha


Alex yang melihat tingkah mengemaskan Claudia sampai tertawa terbahak-bahak. Ia segera beranjak turun dari ranjang dan menjangkau ponselnya, dan langsung menghubungi Andre untuk melakukan janji temu dengan dokter kandungan.


πŸ“ž "Hallo, ada apa tuan?" tanya Andre penasaran.


πŸ“ž "Atur janjiku bertemu dengan dokter kandungan hari ini," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Apakah tuan sedang hamil? Sungguh luar biasa. Laki-laki mana yang menghamili mu tuan?" tanya Andre seraya terkekeh geli saat membayangkan wajah merah padam Alex yang sedang kesal karena ulahnya.


πŸ“ž "Apa kau mau mati? Awas saja jika bertemu dengan ku nanti," ujar Alex seraya mematikan smartphone nya.


Andre di sebrang sana semakin tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan Alex.


Alex sendiri merasa geram terhadap Andre, ia menaruh ponselnya dan membuka pintu balkon kamarnya. Ia melangkah keluar dan berdiri di dekat pagar sambil menunggu Claudia.


Cklek

__ADS_1


Alex menoleh ke belakang saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, di sana menampakkan tubuh Claudia yang sedang di lilit oleh handuk. Sangat sexy dan membuat miliknya di bawah sana sedikit mengeras.


"Astaga, tahan Jony! Kita belum periksa apakah ia baik-baik saja setelah kemarin kau hujan, hentak dengan kuat," batin Alex sembari membenarkan posisi miliknya di dalam boxer.


Alex melangkah masuk ke dalam kamar dan menghampiri Claudia.


"Sudah?" tanya Alex.


"Sudah, mas Alex bisa mandi sekarang," ujar Claudia, ia segera melangkah menjauh dari bahaya terkaman singa lapar. Karena ia tahu jika di bawah sana milik Alex sedikit mengembung di balik boxer nya.


Alex menurut, ia langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dengan air dingin.


Claudia sendiri langsung menuju walk in closet dan mengambil beberapa pakaian untuk ia kenakan, wanita itu juga mengambil pakaian untuk Alex.


Setelah mengganti bajunya, ia segera memoles wajahnya dan mengeringkan rambutnya. Alex sendiri sudah selesai dari ritual mandinya.


Alex langsung melangkah masuk ke walk in closet, ia melihat Claudia yang sedang mengeringkan rambut di meja rias. Ia berjalan mendekat.


Tubuhnya menunduk dan berkumpul untuk mensejajarkan dengan Claudia, ia memeluk perut istrinya yang mulai terlihat membuncit dari belakang. Dagunya di taruh di atas bahu Claudia.


Claudia tersentak kaget dengan kehadiran Alex." Pakai baju dulu, mas," titah Claudia dengan tegas.


"Tidak! Biarkan aku seperti ini, kau tahu. Aku sangat suka mencium aroma tubuhmu, dan itu tidak membuat tubuhku mual.


"Baiklah, jangan lama-lama. Karena kita harus segera turun! Mereka pasti sedang menunggu kita di ruang makan," ujar Claudia.


"Baiklah," jawab Alex dengan pasrah.


Di Ruang Makan


"Apa tidur mu sangat nyenyak sayang?" Goda Angelina saat melihat Claudia dan Alex baru turun dari kamarnya.


Mereka segera menyantap sarapan pagi dan bernafas lega saat tidak ada drama dari Alex seperti kemarin pagi.


"Apa kamu mau berangkat ke kantor, Lex?" tanya Angelina ketika mereka sudah selesai menyantap sarapan.


"Tidak mom! Aku pagi ini akan mengajak Claudia untuk periksa ke dokter kandungan," ujar Alex sembari melirik Claudia.


"Kalau begitu, mama dan papa ikut," ujar Angelina.


"Bagaimana dengan Ara, jika kalian ikut dengan kami?" tanya Alex.


"Ara biar di jaga sama Dian saja. Karena itu sudah menjadi tugas dia mengurus cucu mama," ujar Angelina.


"Baiklah ayo ma, pa," ajak Alex. Mereka semua langsung melangkah meninggalkan mansion dan pergi ke rumah sakit.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Mereka langsung saja masuk dan menuju ruangan dokter kandungan yang sudah di pesan oleh Andre.


Ruangan Dokter Kandungan


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Selamat pagi tuan muda, nyonya muda, tuan besar dan nyonya besar," sapa dokter Anya dengan sopan.


"Cepat periksa istri saya segera," titah Alex dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah, kita bisa langsung memeriksa keadaannya. Boleh di bantu istrinya untuk tidur di brankar sebelah situ tuan," ujar Dokter Anya.


"Baik," jawab Alex seraya menuntun istrinya agar bisa berbaring di atas brankar yang ada di rumah sakit.


Akhirnya Claudia berbaring di atas ranjang, suster yang sedari tadi berada di situ segera membantu dokter Anya untuk menyingkap baju Claudia. Belum juga di singkap Alex menahannya.


"Tunggu, tunggu sebentar." Alex langsung berbalik menatap ayah nya yang ada di belakang tubuhnya.


"Papa, bisakah kau berbalik sebentar?" Dahi David mengernyit ketika mendengar permintaan putranya.


"Kenapa papa harus berbalik, Lex?" tanya David dengan bingung.


"Karena aku tidak mau papa melihat perut wanita ku," jawab Alex dengan tegas.


Claudia dan Angelina yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya pelan, sedangkan David hanya mampu menghela nafasnya kasar. Namun, ia tetap menuruti permintaan putranya.


"Ck! Posesif sekali beruang kutub satu ini," batin David.


Alex yang sudah melihat ayahnya berbalik, ia segera berbalik ke arah Claudia." Sudah, lanjutkan pemeriksaan nya," titah Alex dengan tegas.


Tidak ingin lama, akhirnya suster tadi menyingkap sedikit baju Claudia dan mengoleskan gellnya di perut Claudia.


"Baiklah, di sini tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kondisi janin anda sangat baik. Namun perlu di ingat jika ibu hamil tidak boleh stres, dan juga tidak boleh terlalu capek. Karena akan mempengaruhi kehamilan. Lalu untuk makanan tolong hindari makanan mentah. Dan saya akan meresepkan beberapa vitamin, kalsium dan penguat kandungan." Jelas dokter Anya.


Claudia mendengarkan semua yang di katakan oleh dokter Anya, dia akan selalu menjaga pola makan dan pikiran nya. Ia akan selalu menjaga bayi yang masih berada di dalam kandungan nya itu.


"Apa ada keluhan lagi nyonya? Seperti mual, pusing atau bagaimana?" tanya dokter Anya.


"Tidak dokter, saya hanya mual di awal bulan saja kemarin. Sekarang yang mual suami saya." Jelas Claudia dengan tersenyum.


"Ah, itu wajar nyonya. Kemungkinan sang ayah sedang merasakan kehamilan simpatik," ujar dokter Anya dengan senyum. Claudia hanya mengangguk.


"Wah, jadi aku begini karena anak ku? Kenapa kamu malah menyiksa daddy sih nak," batin Alex.


"Apa ada yang di tanyakan kembali nyonya? Tuan? tanya dokter Anya.


"Ehmmm..." Claudia nampak ragu dan berpikir dengan pertanyaan nya, ia sedikit malu untuk mengungkapkan.


"Soal hubungan suami istri." Sela Alex dengan cepat dan menatap semua orang di ruangan tersebut dengan wajah datar.


Dokter Anya tersenyum." Seperti yang saya bilang kemarin. Kalian masih bisa melakukanya asal dengan cara yang baik dan tidak terlalu agresif, agar tidak menyakiti bayi kalian." Jelas dokter Anya.


David dan Angelina langsung menahan tawanya melihat putranya yang bertanya perihal hubungan suami istri, rupanya sang putra sudah menggempur istrinya dengan sangat nganas.


"Kalau begitu terima kasih dokter, kami izin permisi." Pamit Claudia karena semua pernyataan nya sudah terjawab, dan melihat kondisi bayinya sehat.


"Sama-sama, nyonya. Kalau ada keluhan anda bisa langsung menghubungi saya," ujar dokter Anya.


"Baik dokter, terima kasih," ujar Claudia.


Mereka semua meninggalkan ruangan dokter Anya, setelah itu mereka langsung pulang ke mansion Alexander Lemos.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2