One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kecurigaan Anggelina )


__ADS_3

Saat ini Ara sudah memborong semua barang-barang branded yang dia sukai. Dari pakaian, sepatu, jam tangan, tas dan masih banyak lagi barang yang di beli oleh Ara hingga membuat semua orang melongo dan juga terkejut saat melihat nya.


"Apa kata anak ini tadi. Dia tidak suka memanfaatkan orang lain. Dan dia tidak enak menerima barang pemberian orang lain. Tapi apa yang dilakukan anak ini. Bukannya ini sudah membuktikan kalau ucapan anak ini tidak bisa di percaya," batin Alya Putri yang terkejut saat melihat barang belanjaan Ara yang sangat banyak.


"Bagaimana Ara sayang? Kamu sudah puas belanja nya? Apa Ara masih ada barang lain yang ingin Ara beli?" tanya Anggelina yang senang karena cita-cita dia yang ingin memiliki cucu terkabul sekarang.


Walaupun dia belum tahu apa Ara cucu kandung nya apa bukan. Dia tidak peduli yang penting dia bisa memanjakan Ara dengan sepenuh hati.


"Tentu saja Ala senang oma. Olang ini balang-balang yang selama ini Ala sukai. Tapi sayang balu cekalang Ala bisa Belina," ujar Ara dengan wajah sendu.


"Ara jangan sedih lagi oke. Sekarang Ara bisa belanja sepuasnya. Dan satu lagi jika Ara ingin sesuatu lagi. Ara tinggal hubungi oma dengan no ini. Pasti dengan senang hati oma membelikan nya untuk Ara," ujar Anggelina dengan wajah bahagia.


"Ah... Senangna Ala mendapatkan lezeki nomplok. Telnyata ada gunana juga nenek sihil itu membuat masalah dengan Ala. Cekalang Ala bisa dengan senang hati membelikan balang-balang mahal tanpa takut dengan halga na. Dan satu lagi Ala tak pelu mendengal omelan mommy yang celewet itu," batin Ara.


"Ya ampun... tamat sudah riwayat mu nyonya. Anda sudah salah besar memberikan no hp anda sama anak ini. Dan juga menawarkan akan membelikan apa saja barang yang di minta anak ini. Aku yakin sekali anda lama-kelamaan akan bangkrut. Sungguh malang sekali nasib mu harus bertemu dengan anak matre ini," batin Alice.


"Ya, sudah sebaiknya kita makan saja dulu. Ara tadi pergi kesini dengan siapa?" tanya Anggelina yang baru sadar kalau Ara hanya sendiri sejak tadi.


"Tentu saja dengan mommy oma," jawab Ara dengan cepat.


"Dimana mommy Ara berada sayang?" tanya Anggelina.


"Itu mommy Ala yang pakek baju putih yang paling antik. Ya, walaupun Ala jauh lebih antik dali siapa pun oma," ujar Ara seraya menunjuk dimana Claudia berada saat ini.


Melihat arah yang di tunjuk oleh Ara. Membuat Anggelina terkejut. Karena dia tidak menyangka kalau ibu kandungnya ternyata masih sangat muda.


"Apa benar dia mommy kandung Ara? Tapi melihat cara berpakaian dia seperti orang dari kalangan atas. Apa mungkin Ara membohongi aku," batin Anggelina yang curiga terhadap Ara.


"Ara kamu yakin itu mommy kamu? Menurut oma, mommy kamu tidak seperti orang miskin. Lihat saja baju yang dia pakai seperti baju branded?" tanya Anggelina dengan perasaan curiga.

__ADS_1


"Gawat. Apa oma sudah culiga cama Ala, kalena dia melihat baju mommy yang mahal dan ndak cepelti yang Ala bilang kalau Ala cuman olang miskin. Tenapa mommy halus memakai baju mahal segala sih. Bikin pala Ala pucing saja," batin Ara dengan perasaan cemas.


"Oma Salah besal. Itu bukan baju asli, tapi itu cuman baju mulah kok oma. Mana mungkin mommy sanggup beli baju mahal. Jika Ala olang kaya. Tenapa Ala halus di hina tadi sampai Ala di usil cama aunty tadi," ujar Ara dengan wajah sendu.


Melihat Ara yang ingin menangis membuat Anggelina merasakan perasaan bersalah. Gara-gara dia yang curiga terhadap Ara. Malah membuat anak ini jadi sedih.


"Oma minta maaf ya sayang. Karena Oma sudah salah tadi menuduh Ara berbohong sama Oma," ujar Anggelina.


"Tidak apa-apa oma. Ala mengelti," ujar Ara dengan cepat.


"Ya, sudah sebaiknya kita pergi ke tempat mommy Ara duduk sekarang. Sepertinya dari tadi mommy Ara selalu memperhatikan kita saat belanja tadi," ujar Anggelina.


"Mungkin saja mommy malu gala-gala kami di hina cama aunty tadi. Apalagi beltemu cama oma, membuat mommy melasa tidak enak. Kalena oma sudah membelikan Ala balang yang banyak, dan pasti halga na sangat mahal," ujar Ara.


"Oke, tidak masalah. Biar oma yang memberikan pengertian sama mommy kamu nanti. Sekarang kita pergi ke tempat mommy kamu saja oke," ujar Anggelina.


"Oke oma," jawab Ara seraya berjalan ke arah Claudia duduk saat ini.


*


*


"Iya, saya mommy kandung Ara nyonya," jawab Claudia.


"Oh... kenalin nona... nama saya Angelina. Kamu bisa panggil saya tante Angel. Kalau boleh tahu nama kamu siapa?" tanya Anggelina seraya mengulurkan tangannya untuk jabat tangan.


"Saya Claudia Henry Abraham nyonya. Dan ini kakak saya namanya Alice Norin. Dan yang lagi sama anda dia putri tunggal saya namanya Arrabella Anastasya," jawab Claudia seraya menerima uluran tangan Anggelina.


"Bagaimana kalau kita makan siang dulu di sini? Sekalian berbincang agar kita bisa akrab, siapa tahu kita bisa menjadi keluarga nanti," ujar Anggelina dengan antusias.

__ADS_1


"Baiklah tante Angel," jawab Claudia dengan pasrah.


"Ya, sudah kita duduk disana saja gimana?" tanya Angelina seraya menunjuk restoran yang tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.


"Baiklah. Tante pergi saja duluan tidak apa-apa. Nanti kami menyusul tante di belakang," ujar Claudia sementara Angelina hanya menganggukkan kepalanya seraya pergi dari sana.


"Clau! Apa kamu yakin mau bicara dengan orang asing? Bagaimana kalau dia menanyakan Daddynya Ara? Apa kamu sudah siap membongkar aib yang selama ini kamu tutupi?" tanya Alice.


"Kita tidak bisa menolaknya. Apa kak Al... tidak melihat orang itu sudah begitu baik sama Ara. Sampai semua barang yang di minta oleh Ara dibeli oleh dia.


"Aku yakin sekali kalau barang yang di pilih oleh Ara pasti semuanya barang branded. Karena Ara anak yang pintar. Dia bisa tahu mana barang yang mahal, dan mana barang yang murah.


"Itu sebabnya aku malas mengajak Ara pergi ke moll. Bisa-bisa semua tabungan aku selama ini akan habis sama Ara. Ini semua gara-gara kak Maxim yang sudah memanjakan Ara. Hingga membuat dia suka sekali morotin uang orang.


"Kak Al... bisa lihat sendiri. Barang yang di beli oleh kak Maxim selama ini semua barang branded. Itu sebabnya Ara tidak mau membeli barang yang murah lagi. Karena dia sudah terbiasa di manjakan oleh kak Maxim," ujar Claudia.


"Kamu benar sekali Clau... ini semua gara-gara kak Maxim. Kita harus menasehatinya agar dia tidak memanjakan Ara lagi. Dan kita juga harus menasehati Ara agar dia tidak boros lagi nanti," ujar Alice.


"Kak Al... seperti tidak tahu sifat Ara saja yang suka bikin masalah. Bukannya dia mendengarkan kita. Justru kita yang akan di salahkan sama Ara," ujar Claudia dengan wajah frustasi.


"Lebih baik kita menyerah saja. Aku capek menghadapi anak kamu yang nakal itu. Ya, sudah lebih baik kita menyusul mereka saja yang sedari tadi sudah masuk ke dalam restoran itu," ujar Alice seraya pergi dari sana yang di ikuti oleh Claudia.





Bersambung....

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2