One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menonton Drama Korea )


__ADS_3

Di Kamar Arrabella



Alex yang dulu tidak pernah memperdulikan yang namanya film ataupun bersikap romantis dengan perempuan. Tapi sekarang karena bujuk rayuan anaknya yang nakal itu dia justru malah berada dikamar anaknya yang saat ini sedang fokus menonton drama Korea.


"Daddy pelhatikan baik-baik cala oppa tampan Ala saat dia belsikap lomantis cepelti itu," ujar Ara yang sedang fokus melihat pemeran utama laki-laki yang sedang menyuapi wanitanya.


"Kenapa kamu menyebut laki-laki itu dengan sebutan oppa? Bukannya oppa orang yang sudah tua alias kakek-kakek seperti Ara yang menyebut oppa David selama ini.


"Dan kenapa laki-laki yang wajahnya mirip perempuan itu harus menyuapi wanita itu? Apa dia tidak bisa makan pakek tangan sendiri?"


"Dasar wanita manja bisanya merepotkan orang saja. Kalau dia ada didepan daddy, bukannya daddy menyuapi dia makanan tapi daddy pasti sudah memberi dia racun agar cepat mati biar dia tidak bisa merepotkan daddy lagi," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar perkataan ayahnya membuat Ara menepuk jidatnya sendiri. Dia bingung dengan ayahnya ini, apa yang selama ini ayahnya kerjakan sampai masalah ini saja dia tidak tahu.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Daddy?" Maksud oppa di negala kolea itu bukan kakek-kakek. Tapi kata oppa itu bisa disebut sebagai kakak laki-laki, atau olang yang lebih tua dali pada kita."


"Enak saja daddy menyebut oppa na Ala milip pelempuan. Olang dia tampan cepelti itu malah di katai milip pelempuan."


"Apa daddy tahu? Tenapa oppa na Ala menyuapi pelempuan itu makanan?" tanya Ara yang di jawab gelengan kepala oleh Alex.


"Itu kalena laki-laki itu sayang cama pelempuan itu. Maka na dia belsikap lomantis agal pelempuan itu ndak belpikil kalau pacal na itu suka dengan pelempuan lain di lual sana."


"Apa daddy sekalang sudah mengelti?" tanya Ara dengan penasaran yang di jawab anggukan kepala oleh Alex


"Apa itu artinya daddy harus melakukan seperti yang di lakukan oleh laki-laki yang mirip perempuan itu?" tanya Alex dengan wajah polos.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Belhenti menyebut oppa tampan Ala milip pelempuan. Jika daddy masih menyebut dia milip pelempuan ladi. Ala ndak akan mau membantu daddy nanti," ancam Ara dengan tatapan tajamnya.


"Oke. Daddy tidak akan menyebut dia mirip perempuan lagi. Walaupun pada kenyataan nya wajah dia emang mirip perempuan," ujar Alex yang lebih mengalah, dari pada anaknya tidak mau membantu dia nanti.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Sekalang daddy pelhatikan adegan selanjut na. Bial daddy mengelti," titah Ara seraya memfokuskan pada drama yang sedang mereka tonton saat ini.


Tak Lama Kemudian


Saat melihat adegan ini membuat mereka berdua melongo dan menelan saliva nya sendiri. Alex yang sadar anaknya ini masih di bawah umur, langsung saja dia menutup mata anaknya agar dia tidak bisa melihat yang belum pantas di lihat oleh anak kecil.

__ADS_1


"Tenapa daddy menutup mata Ala sih?" Ala duga mau melihat film na," ujar Ara dengan wajah kesal.


"Ara jangan menonton adegan ini karena ini hanya boleh di lihat oleh orang dewasa. Sebaiknya kita sudahi menonton film ini. Gara-gara film ini otak polos Ara akan tercemar," ujar Alex seraya mematikan laptop yang tadi habis di pakai buat menonton drama Korea.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Untuk apa daddy melalang Ala agal ndak melihat adegan ini. Olang Ala sudah melihat adegan ini setiap Ala menonton film ini saat ada aunty Dian," ujar Ara yang keceplosan bicara.


"Apa?" teriak Alex saat mendengar perkataan anaknya.


"Apa yang Dian bilang tentang adegan yang tadi kita tonton?" tanya Alex dengan penasaran.


"Awas saja kamu Dian. Jika sampai kamu mengajari anak aku yang polos ini tentang masalah yang belum pantas dia tahu," batin Alex dengan wajah kesal.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Aunty Dian bilang kalau meleka beldua itu hanya menempel bibil meleka untuk melihat apa ukulan bibil meleka cama apa ndak. Bukan na meleka sangat aneh dad.


"Jika meleka mau mengukul bibil meleka itu. Tenapa ndak mengambil metelan saja agal kita bisa tahu siapa di antala meleka yang lebih besal bibil na.


"Jadi meleka ndak pelu menempel bibil cepelti itu hingga ail ludah meleka campai mengotoli mulut kita. Ala yang melihat itu melasa sangat jijik," ujar Ara dengan wajah polos.


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex melongo dan juga terkejut. Dia tidak habis pikir dengan anak nakal nya ini. Ada-ada saja tingkahnya.


"Tenapa daddy diam saja sejak tadi? Apa daddy sedang membayangkan hal yang jolok?" tanya Ara dengan wajah curiga.


Mendengar perkataan anaknya membuat Alex kelimpungan. Mana mungkin dia berkata jujur kalau dia sedang membayangkan berciuman bersama dengan istrinya itu.


"Tidak Ara sayang. Mana mungkin daddy membayangkan hal yang jorok seperti itu," ujar Alex dengan penuh keyakinan agar anaknya itu percaya pada nya.


"Ihhh, pucing pala Ala..."


"Ya, sudah. Sebaik na daddy kelual dali kamal Ala. Kalena Ala sudah mengantuk," ujar Ara seraya mengusir ayahnya dari kamarnya.


"Baiklah. Daddy keluar dulu. Selamat malam," ujar Alex seraya mencium kening anaknya dengan sayang.


"Oke. Daddy," ujar Ara dengan lembut.




__ADS_1


Di Dalam Ruangan Kerja Pribadinya


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Permisi tuan muda. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang saat ini ada di dalam ruangan kerja pribadi Alex yang ada di mansion nya.


"Apa yang selama ini kamu ajarkan pada anak saya? Kamu saya bayar untuk mengurus keperluan anak saya bukan untuk mengajak dia menonton film orang dewasa."


"Anak saya itu masih empat tahun tapi kamu malah membiarkan anak saya menonton film seperti itu. Seharusnya kamu menyuruh anak saya menonton film kartun sesuai usia dia yang masih kecil," ujar Alex seraya menatap ke arah Dian baby sister anaknya itu dengan wajah datar.


"Maaf tuan muda. Saya sama sekali tidak menyuruh nona kecil menonton drama Korea. Saat itu saya sedang menonton drama Korea kesukaan saya di kamar pembantu tapi tiba-tiba nona kecil masuk ke dalam kamar saya yang kebetulan tidak terkunci.


"Karena saya terlalu fokus menonton drama Korea hingga tidak menyadari kalau nona kecil sedang melihat film itu. Dan dia langsung tertarik untuk menonton nya.


"Saya sudah melarang agar nona kecil tidak menonton film itu. Tapi nona kecil malah mengancam saya agar tuan muda memecat saya dari rumah ini. Sementara saya sangat membutuhkan pekerjaan ini.


"Karena takut dengan ancaman nona kecil. Akhirnya saya membiarkan nona kecil menonton film itu bersama dengan saya. Tolong maafkan saya tuan muda," jelas Dian Baby sister anaknya itu dengan wajah ketakutan.


Mendengar perkataan baby sister anaknya membuat Alex menghela nafas pasrah. Ternyata anaknya lah yang lagi-lagi biang masalah.


Entah kapan anaknya ini bisa berubah menjadi anak yang baik, dan tidak nakal lagi. Karena jujur saja dia sudah pusing saat memikirkan tingkah laku anaknya itu.


"Kamu bisa kembali ke kamar kamu. Karena Ara sudah tidur saat ini. Dan satu lagi mulai saat ini, kamu jangan pernah membiarkan anak saya menonton film laki-laki yang wajahnya mirip perempuan itu. Apa kamu mengerti," titah Alex dengan tegas.


Mendengar perkataan majikannya membuat Dian menahan tawanya agar tidak keluar. Bisa-bisanya dia menyebut oppa-oppa Korea mirip perempuan.


"Baik tuan muda." Dian menjawab dengan sopan.


"Kamu bisa keluar sekarang juga," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan muda. Saya permisi," ujar Dian seraya pergi dari sana.





Bersambung...

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2