One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Pura-Pura Bodoh )


__ADS_3

Di Ruangan Kerja Alexander Lemos


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Maaf tuan, saya mau mengatakan tuan muda Daffa sudah berada di dalam ruangan meeting," ujar Laura sekretaris Alexander.


"Suruh Andre menyusul saya ke sana," titah Alex seraya merapikan jas mahalnya setelah itu dia pergi ke ruangan meeting. Sedangkan Laura langsung memanggil Andre untuk menyusul atasannya ke dalam ruangan meeting.


Di Dalam Ruangan Meeting


Cklek


"Bagaimana bro? Apa kamu sudah memiliki jawaban atas tawaran kerjasama dengan perusahaan ku?" Daffa langsung mempertanyakan masalah kemarin setelah melihat Alex sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruang meeting beserta dengan Andre asisten pribadinya Alexander Lemos.


"Apa kamu pikir kita sedang bersantai sekarang sehingga kamu memanggilku dengan panggilan seperti itu?" Bukannya menjawab pertanyaan Daffa, Alex justru menegur temannya agar bisa membedakan di mana seharusnya memanggil dirinya dengan panggilan seperti itu dan memanggil dirinya jika sedang berada di kantor.


Mendengar perkataan Alex membuat Daffa mengubah nama panggilan untuk temannya bagaimana pun apa yang di katakan oleh temannya benar adanya. Sekarang mereka berada di kantor dan sedang mengadakan meeting jadi wajar kalau temannya menegur dirinya seperti ini.


Jujur saja dia belum terlalu mengerti mengenai perusahaan karena selama ini dia sama sekali tidak terlibat apapun mengenai perusahaan orang tuanya. Dan sekarang dia di percayakan perusahaan padanya sehingga dia berusaha belajar agar bisa mengembangkan perusahaan orang tuanya agar bisa menjadi sukses seperti perusahaan Alexander Lemos.


"Maaf tuan, bagaimana dengan tawaran kerjasama dengan perusahaan ku?" tanya Daffa dengan penasaran.


"Ck! Kau ini dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Melihat wanita cantik langsung matamu melotot dan kamu tanpa pikir panjang langsung mengancamnya agar mau menjadi milikmu." Alex bukannya menjawab pertanyaan Daffa tetapi dia malah bicara di luar pekerjaan sehingga Daffa merasa bingung apa maksud dari perkataan Alexander.


"Apa maksud tuan?" tanya Daffa masih memanggil temannya dengan sebutan tuan sesuai keinginan Alexander.


"Ck! Kau pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakang ku?" tanya Alex dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Glek


Melihat tatapan tajam Alex membuat Daffa menelan ludahnya sendiri. Sekarang dia sudah paham apa maksud dari temannya, dia sudah menduga cepat atau lambat temannya pasti akan tahu apa yang sedang dia lakukan di belakang Alexander Lemos. Dia berdoa semoga saja temannya tidak murka padanya dan mau memaafkan dirinya karena sudah melawan Alexander Lemos sang penguasa negara ini.


"Apa maksud kamu? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu katakan?" Daffa masih sempatnya mengelak untuk menutupi ketakutan nya.


Mendengar perkataan Daffa membuat Alex emosi. Dia sudah begitu baik bicara baik-baik pada temannya tetapi dia malah berani membodohi dirinya dengan pura-pura tidak tahu. Padahal dia sangat yakin temannya pasti mengerti maksud pertanyaan nya itu.


Brak


"Apa kamu masih ingin pura-pura bodoh jika aku menghancurkan perusahaan orang tua kamu itu detik ini juga." Alex paling benci melihat orang yang pura-pura bodoh di depannya padahal orang itu pasti mengerti apa maksud perkataannya.


Mendengar ancaman Alex membuat Daffa langsung ketakutan. Dia tidak habis pikir temannya bisa bicara seperti itu padahal dia teman dekatnya. Sekarang dia mengerti kalau temannya tidak akan tinggal diam siapapun yang berani melawannya maka dia akan menghancurkan orang itu sampai ke akarnya.


"Maaf Lex, jangan lakukan apapun pada perusahaan orang tua ku. Kamu tahu sendiri jika kamu menghancurkan perusahaan orang tua ku kami bisa menjadi gembel saat ini juga," ujar Daffa seraya memohon pada Alexander agar tidak menghancurkan perusahaan orang tuanya.


"Jika kamu takut aku hancurkan perusahaan orang tuamu kenapa kamu masih berani memperkerjakan wanita ondel-ondel itu di perusahaan kamu?" tanya Alex dengan tatapan tajam.


"Jangan sebut wanita ku sebagai wanita ondel-ondel." Daffa yang emosi saat mendengar wanita nya di sebut seperti itu tanpa sadar bicara dengan Alex dengan nada keras sehingga membuat mereka terkejut saat mendengar suara Daffa yang sangat keras.


Brak


"Kurang ajar, beraninya kamu bicara keras di depanku? Kau tahu aku kan Daffa, aku tidak peduli kau siapa jika sudah menyinggung ku maka siap-siap menjadi pengemis," ujar Alex dengan emosi.


Mendengar perkataan Alex membuat Daffa lagi-lagi menelan ludahnya sendiri. Dia sungguh bodoh karena keceplosan bicara dengan suara keras di depan Alexander.


"Maafkan aku Lex, aku tidak bermaksud bicara seperti itu padamu tadi." Lagi-lagi Daffa meminta maaf pada Alex demi kelangsungan hidupnya dan juga keluarga nya agar tetap aman.


"Sekarang jawab kenapa kamu mempekerjakan wanita ondel-ondel itu di perusahaan kamu? Tidak mungkin kamu tidak tahu kalau wanita itu sudah aku blacklist dia di perusahaan manapun, kenapa kamu malah berani mempekerjakan dia? Bukannya itu sama saja kamu melawan ku?"


"Kau tahu siapapun yang berani melawan perintah dariku maka orang itu sudah siap menjadi gembel ataupun meninggalkan dunia ini," ujar Alex dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Glek


"Maaf Lex, aku tidak bermaksud melawan kamu tetapi aku sudah melakukan kesalahan besar pada wanita itu hingga aku harus bertanggung jawab padanya karena aku sudah melecehkan dirinya padahal saat itu dia masih perawan."


"Kau tahu sendiri kan, selama ini aku tidak pernah mau melakukan dengan wanita perawan karena aku tidak mau di sebut sebagai laki-laki brengsek yang merusak anak gadis orang setelah itu malah mencampakkan nya seperti sampah."


"Makanya selama ini aku selalu bermain dengan wanita yang sudah tidak perawan itupun atas dasar suka sama suka, jadi jika terjadi sesuatu pada nya bukan sepenuhnya salahku karena kami melakukan itu atas keinginan mereka sendiri," jelas Daffa.


"Apa itu artinya waktu kami pulang dari restoran itu kamu datang ke sana? Dan kamu malah meminum minuman yang sudah di campurkan obat perangsang?" Walaupun Alex sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada temannya dia tetap saja berpura-pura di depan Daffa.


Setelah dia keluar dari restoran itu dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Aluna. Dan ingin tahu apa lagi yang ingin di lakukan oleh Aluna jika ada seseorang yang meminum minuman yang telah di campurkan obat perangsang.


Awalnya Alex ingin menyuruh anak buahnya yang meminum minuman yang telah di campurkan obat perangsang tetapi belum sempat anak buahnya meminum minuman itu sudah lebih dulu datang temannya dan akhirnya malah berakhir di kamar hotel bersama dengan Aluna.


Dia tahu semua itu tetapi dia tidak mencegahnya karena dia tahu bagaimana sifat temannya yang tidak pernah mau bermain dengan wanita perawan kalau bukan pengaruh obat perangsang. Dia juga ingin setelah kejadian itu temannya mau berubah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab baik terhadap perusahaan maupun terhadap wanita yang sudah di rusak olehnya.


Dia mengetahui Aluna masih perawan karena sudah menyelidiki bagaimana kelakuan wanita itu selama berada di prancis. Dan saat anak buahnya melaporkan informasi tentang Aluna membuat dia terkejut karena dari informasi di sana dia tidak pernah menjadi wanita nakal seperti kebanyakan wanita lain yang ada di luar sana.


Dan mengenai perusahaan Aluna yang dia hancurkan itu juga sebagian dari rencananya. Dia sengaja menghancurkan perusahaan mereka selain karena ingin memberi pelajaran pada wanita itu karena sudah berani menjebak dirinya dan juga untuk mendekatkan Aluna dengan temannya yang dikenal casanova.


Tetapi walaupun niat dia ingin mendekatkan mereka berdua Alex juga ingin mengambil keuntungan dari Daffa. Bukan Alex namanya jika tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, makanya dia di sebut laki-laki kejam dan licik.





Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2