One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Hotel Auberge du Soleil )


__ADS_3

Di Kamar Hotel Auberge du Soleil



Saat ini Daffa masih berada di kamar hotel Auberge du Soleil bersama dengan Aluna. Walaupun dia sudah tergoda dari pertama kali melihat Aluna di club malam dan di tambah sekarang mereka hanya tinggal berdua di kamar ini tidak membuat Daffa berniat melakukan sesuatu pada Aluna.


Dia tidak ingin mencari kesempatan dalam kesempitan apalagi sampai menodai wanita yang sedang terpengaruh minuman alkohol. Walaupun dia laki-laki brengsek yang suka melakukan hubungan suami istri bersama wanita di luar sana bukan berarti dia akan melakukan itu dengan Aluna.


Dia hanya melakukan itu suka sama suka bukan dengan cara pemaksaan. Itu sebabnya dia tidak ingin merusak anak gadis orang dalam keadaan terpengaruh minuman alkohol.


Jika dia mau maka saat ini pun dia bisa melecehkan Aluna apalagi wanita ini dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tapi dia tidak mau melakukan itu karena merasa kasihan pada wanita ini.


"Kenapa aku sangat bernafsu pada wanita ini? Padahal dia sama sekali tidak menggoda ku tapi tubuh ku langsung saja beraksi saat melihat lekuk tubuhnya yang sangat cantik dan sexy."


"Tahan Daff... Kamu tidak boleh melakukan itu pada wanita yang tidak sadarkan diri, lebih baik aku pergi saja dari kamar hotel ini dari pada aku khilaf dan akhirnya malah merusak anak gadis orang." Daffa yang sudah merasakan surga dunia tidak bisa menahan nafsunya saat melihat wanita cantik yang sedang berada di depannya, dia ingin sekali melakukan itu pada wanita ini tapi dia masih bisa menahannya agar tidak menerkam wanita ini.


Karena tidak bisa menahannya lagi akhirnya dia lebih memilih pergi dari sana dari pada dia melakukan kesalahan yang akhirnya membuat dia menyesal di kemudian hari.


"Aku tidak menyangka bisa menahan nafsu ku untuk tidak melecehkan wanita ini padahal di depan ku ada wanita cantik yang sedang terbaring lemah di atas kasur, bukannya aku bisa melakukan itu dengan nya? Tapi entah kenapa aku merasa tidak tega melakukan itu dengan wanita ini? Ada sesuatu dorongan dari ku untuk tidak melakukan itu pada wanita ini, dari pada aku gila karena menahan nafsu yang tidak bisa aku salurkan pada wanita ini lebih baik aku pergi saja dari kamar ini sebelum aku berubah pikiran dan akhirnya malah menerkam wanita ini." Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’


Pagi ini begitu terik sinarnya masuk melalui celah-celah pintu seakan mengajak untuk segera beranjak untuk segera bergerak untuk bangun dan melakukan aktivasi seperti biasanya.

__ADS_1


Berbeda dengan Aluna yang masih menikmati tidurnya seakan-akan tidak terjadi apapun pada dirinya. Padahal tadi malam dia hampir saja di lecehkan oleh laki-laki hidung belang jika saja tidak ada laki-laki lain yang menyelamatkannya.


Jika saja tidak ada laki-laki itu semalam pasti sekarang dia sudah menyesal karena pergi ke club malam untuk melepaskan stres malah berakhir menjadi mala petaka untuknya.


Egggghh


Terlihat Aluna membuka matanya dan dia melihat sekelilingnya seperti bukan kamarnya membuat dia terkejut dan langsung saja dia bangun dan berusaha untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Setelah beberapa lama mengingat kejadian demi kejadian yang terjadi padanya langsung membuat dia cemas dan sangat takut apa yang dia pikirkan malah terjadi padanya.


"Di... Dimana ini? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa ada di tempat ini?" Banyak pertanyaan yang ingin Aluna tanyakan tapi dia tidak tahu harus menanyakan pada siapa.


Sehingga dia merasa bingung dan penasaran saat melihat ada di tempat asing seperti ini. Dia sangat takut jika ada orang jahat yang memanfaatkan ketidaksadaran dirinya untuk melecehkan dia dan setelah puas malah di tinggal seperti wanita panggilan.


"Apa aku baru saja di lecehkan oleh seseorang?" tanya Aluna seraya memeriksa tubuhnya.


"Tapi aku masih berpakaian lengkap, bukannya jika ada orang yang ingin melecehkan aku kita pasti akan bangun dalam keadaan tidak berbusana? Tapi siapa yang membawa aku ke kesini?" tanya Aluna dengan penasaran.


πŸ“ž "Hallo? Ada apa ma? tanya Aluna pada ibunya yang sedang berada di sebrang sana.


πŸ“ž "Hallo sayang? Di mana kamu? Kenapa semalam kamu tidak pulang ke mansion? Kamu baik-baik saja kan? tanya Maura dengan perasaan khawatir.


Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna merasa cemas takut ketahuan oleh orang tuanya karena pergi ke club malam dan lebih parah lagi dia tidak tahu siapa yang sudah membawa dia ke tempat asing seperti ini.


Dia sangat takut jika ke dua orang tuanya mengusir dia dari mansion orang tuanya jika sampai dia hamil di luar nikah. Mungkin saja kemungkinan itu bisa terjadi karena dia tidak sadarkan diri tadi malam bisa saja dia sudah melakukan hubungan suami istri dengan laki-laki yang tidak di kenal.


πŸ“ž "Hallo? Aku baik-baik saja ma, jadi mama tidak perlu khawatir padaku," balas Aluna dengan tenang agar ibunya tidak curiga kalau dia sekarang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


πŸ“ž "Syukurlah jika kamu baik-baik saja. Sekarang kamu ada di mana?" tanya Maura dengan penasaran.


πŸ“ž "Aku lagi di tempat teman ma," balas Aluna yang terpaksa membohongi ibunya agar percaya kalau dia benar-benar ada di rumah temannya. Padahal kenyataan nya dia sendiri tidak tahu ada di mana sekarang dan siapa yang telah membawanya ke tempat ini.


πŸ“ž "Teman yang mana? Bukannya kita belum lama tinggal di negara ini? Bagaimana kamu bisa memiliki teman dan bahkan kamu menginap di rumahnya? tanya Maura dengan penasaran.


Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna menelan ludahnya sendiri. Dia sangat bingung bagaimana cara menjelaskan pada ibunya agar percaya padanya.


πŸ“ž "Teman di Prancis ma, kebetulan dia sudah lebih dulu menetap di negara ini. Itu sebabnya aku menemuinya dan akhirnya dia menyuruh aku menginap di rumahnya," jelas Aluna dengan perasaan cemas takut ibunya mengetahui kalau dia sedang berbohong pada ibunya.


πŸ“ž "Lain kali jika kamu ingin menginap di rumah teman kamu jangan lupa kabari mama agar mama tidak khawatir pada kamu," ujar Maura seraya mengomeli anaknya agar tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi yang menyebabkan dia khawatir takut terjadi sesuatu pada anaknya.


Bagaimana tidak takut mereka hanya memiliki satu orang anak saja. Siapapun pasti akan khawatir jika terjadi sesuatu pada anaknya apalagi anaknya seorang perempuan besar kemungkinan anaknya akan di perlakuan tidak baik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Itu sebabnya dia selalu mengingatkan anaknya agar jangan sampai terpengaruh dengan pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan anaknya.


πŸ“ž "Baik ma, lain kali aku akan memberi kabar pada mama jika aku menginap di sini," ujar Aluna yang merasa lega saat tahu ibunya percaya dengan perkataan nya. Untuk saat ini dia merasa lega karena ibunya masih percaya padanya lain kali dia akan lebih berhati-hati agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.


πŸ“ž "Jaga diri kamu baik-baik jangan sampai kamu melakukan sesuatu yang dapat merugikan diri kamu," ujar Maura seraya mengingatkan anaknya.


"Terlambat ma, sekarang aku sudah kotor. Aku benar-benar bodoh karena tidak mendengarkan perkataan mama untuk tidak pergi ke club malam. Sekarang hidupku sudah hancur aku sangat takut jika hamil di luar nikah tanpa tahu siapa ayah dari bayi yang akan aku kandung nanti," batin Aluna dengan perasaan bersalah karena tidak mau mendengarkan perkataan ibunya untuk tidak menginjakkan kakinya di club malam tapi dia sama sekali tidak mengindahkan nasehat orang tuanya dan akhirnya dia malah berakhir seperti ini.


πŸ“ž "Baik ma," jawab Aluna seraya mematikan smartphone nya. Dia belum tahu kalau Daffa belum melakukan apapun padanya, jika saja dia tahu mungkin dia tidak akan ketakutan seperti ini.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2