
Di Restoran CASA VEGA
Casa Vega terletak di Ventura Boulevard, Sherman Oaks, Los Angeles, California. Konsep restoran yang diusung cukup unik, yakni pencahayaan yang agak redup dan sungguh terasa romantis. Makanan yang disajikan selalu dalam porsi besar. Seperti kepiting dan udang empanada klasik, rib eye Vega dan molcajete, dan bir Meksiko cukup populer di restoran ini.
Restoran ini merupakan salah satu restoran dengan konsep glamor dan mewah. Mulai dari teras, ruang makan berlantai marmer, atau ruang Butterfly yang semi-private room dengan dominasi oranye terang nan mewah bisa digunakan untuk bersantap.
Restoran ini memiliki ruang makan yang nyaman untuk bersantap setiap tamu yang berkunjung. Setiap tamu yang berkunjung ke restoran ini selalu diperlakukan dengan baik dan ramah sehingga para tamu merasa nyaman untuk makan di restoran ini.
Berbagai kelezatan khas Italia ditawarkan oleh Chef Andrew Knight. Aneka hidangan tersebut mencakup sarapan, makan siang dan makan malam. Misalnya pasta ravioli dengan truffle hitam, salmon panggang dengan rapini, dan Italian Tapas.
Setelah kepergian Alexander dari restoran tersebut datanglah Daffa Roberto ke sana dengan terburu-buru. Tanpa kata dia langsung menuju ke ruangan VIP tempat janjian mereka.
Cklek
"Sorry telat bro," ujar Daffa dengan wajah ngogosan karena habis berlari menuju ke restoran tempat mereka janjian tadi.
Tapi sayang, orang yang ingin dia kunjungi justru malah tidak ada di sana. Sehingga membuat dia merasa cemas takut rencana dia yang ingin melakukan kerjasama malah menjadi gagal gara-gara ulahnya yang datang terlambat.
"Di mana Alex? Apa dia sudah pulang dari sini?" tanya Daffa dengan penasaran.
"Sial, seperti nya aku datang sangat terlambat, pantas saja Alex sudah pergi dari sini. Ini semua gara-gara wanita ****** itu yang menggoda ku sehingga aku tidak bisa menahan nafsu dan akhirnya malah melakukan itu dengannya sampai beberapa ronde."
"Dan sekarang Alex sudah pulang bagaimana kalau dia tidak mau bekerjasama dengan perusahaan ku? Padahal aku sudah bersusah payah membujuk Alex agar mau bertemu dengan ku, tapi gara-gara ulah wanita itu aku malah terancam gagal untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan Alexander."
"Ah... sudahlah. Nanti saja aku pikirkan lagi bagaimana cara membujuk Alex agar mau memaafkan aku dan dia mau bekerjasama dengan perusahaan ku. dari pada stres mikirin masalah ini lebih baik aku makan saja," ujar Daffa.
Karena merasa lapar tanpa pikir panjang dia langsung memakan makanan yang belum sempat di makan oleh Alex tadi. Tanpa tahu makanan yang dia makan sudah di masukan obat perangsang oleh pelayan yang sudah di pecat tadi gara-gara menjebak Alexander Lemos.
Tak Lama Kemudian
"Ahhhh... Ada apa ini? Kenapa tubuh ku bisa panas seperti ini?" tanya Daffa seraya menggaruk tubuhnya hingga memerah.
Saat Daffa masih asyik menggaruk tubuhnya tiba-tiba datanglah beberapa orang dan langsung menopang Daffa untuk di bawa ke luar.
__ADS_1
"Hey, siapa kalian? Mau kalian bawa kemana saya?" Daffa yang sedang terkenak obat perangsang tidak bisa melawan mereka karena merasa tubuhnya sedang lemas tak berdaya.
"Diam kamu," bentak orang itu dengan suara keras.
Mendengar bentakan dari orang itu membuat Daffa langsung terdiam seperti patung. Dia bukannya takut dengan mereka hanya saja saat ini tubuhnya tidak berdaya untuk melawan mereka sehingga dia lebih memilih terdiam dari pada mereka melukai dia.
β’
β’
β’
Di Perjalanan
π "Hallo bos! Target sudah berada di tangan kami," ujar anak buah orang itu seraya melaporkan pada atasan mereka.
π "Bawa dia ke hotel sekarang juga," titah atasan mereka dengan tegas.
π "Baik bos," jawab anak buah orang itu seraya mematikan smartphone nya.
Uniknya, beberapa kamar di Auberg du Soleil seperti Deluxe Room, Deluxe Suites, dan Private Maisons menyediakan bathtub di area terbuka sehingga kita bisa berendam sambil menikmati suasana alam sekitar. Selain memanjakan tamu lewat dekorasi kamar yang cantik, Auberge du Soleil juga punya restoran bintang Michelin di dalamnya. Hotel Auberge du Soleil juga menyediakan kamar yang sangat luas dan mewah siapapun yang menginap di hotel ini pasti akan sangat puas.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Permisi bos, kami sudah membawa laki-laki itu ke mari," ujar anak buah orang itu.
"Bawa dia masuk," titah atasan mereka dengan tegas.
"Baik bos," jawab anak buahnya seraya meletakkan laki-laki itu di atas ranjang.
__ADS_1
"Kalian bisa pergi, dan ini uang yang saya janjikan pada kalian tadi," ujar atasan mereka seraya memberikan uang pada anak buahnya.
"Oke, kami pergi dulu," ujar anak buahnya seraya pergi dari sana yang di jawab anggukan kepala oleh atasan mereka.
Pada saat dia membalikkan tubuhnya langsung saja dia terkejut karena bukan orang yang dia inginkan yang di bawa ke sini melainkan orang lain. Dia tidak menyangka malah menculik orang yang salah padahal yang dia inginkan laki-laki yang sangat dia cintai tetapi sekarang malah laki-laki lain yang ada di kamar yang sama dengannya.
Yah, orang yang menyuruh membawa laki-laki ini ke kamarnya adalah Aluna Arkatama dan laki-laki yang dia inginkan adalah Alexander Lemos. Tetapi yang di bawa oleh anak buahnya justru malah laki-laki lain dia adalah Daffa Roberto teman Alexander Lemos.
"Kenapa malah laki-laki ini yang di bawa ke kamar ku? Di mana kak Alex? Bukannya dia yang ada di ruangan itu? Kenapa malah laki-laki lain yang ada di sini?" tanya Aluna dengan penasaran.
Di saat Aluna sedang melamun Daffa yang sudah di kuasai oleh obat perangsang merasa panas. Saat dia melihat ada wanita yang berada satu kamar dengan nya langsung saja dia turun dari ranjang menuju ke arah Aluna.
Tanpa kata dia langsung menggendong Aluna menuju ke arah ranjang yang ada di kamar hotel tersebut. Aluna yang baru sadar apa yang telah di lakukan oleh laki-laki ini langsung berusaha melepaskan diri dari kungkungan Daffa tapi sayang tenaganya tidak sebanding dengan Daffa.
Dia berdoa agar laki-laki ini tidak melakukan apapun padanya. Karena dia tidak mau harta yang selama ini dia jaga malah di rusak oleh orang yang tak di kenal. Tapi apa yang bisa dia lakukan walaupun dia sudah berusaha kabur dari Daffa tetap saja dia tidak bisa melakukan apapun selain pasrah. Sungguh, dia sangat menyesal karena sudah merencanakan hal buruk pada Alexander sekarang malah dia yang terkenak dampak dari perbuatan nya sendiri.
"Lepaskan aku," teriak Aluna seraya menendang serta memberontak tapi langsung di tahan oleh Daffa. Dia yang sudah di selimuti oleh nafsu tidak peduli dengan teriakan Aluna karena yang dia pedulikan hanyalah melampiaskan nafsu yang sedari tadi dia tahan akibat pengaruh obat perangsang.
"Tenanglah sayang! Jangan berteriak nanti saja kamu teriak saat kita sudah melakukan itu," ujar Daffa dengan tatapan penuh nafsu.
"Lepaskan aku, aku tidak sudi melakukan itu dengan kamu," ujar Aluna yang masih memberontak.
"Kita lakukan itu dulu baru aku lepaskan, oke cantik," ujar Daffa dengan tatapan menggoda.
"Lepaskan aku bajingan," ujar Aluna dengan penuh emosi.
"Kamu cukup diam saja, biar aku yang akan bergerak." Tanpa peduli teriakan Aluna Daffa tetap melakukan apa yang seharusnya dia lakukan karena dia sama sekali tidak tahan dengan obat perangsang yang di masukan oleh pelayan suruhan Aluna.
β’
β’
β’
__ADS_1
Bersambung...
πΏπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΏ