
Di Mansion Andre Dan Nabila
Di kediaman Andre dan Nabila, sepasang suami istri itu sedang duduk berhimpitan di sofa. Andre mengusap tengkuk istrinya dengan minyak kayu putih karena Nabila baru saja muntah.
Nabila merasa nyaman saat mencium aroma tubuh suaminya. Itu membuat Andre selalu ingin pulang cepat agar segera menuntaskan rasa manja sang istri tercinta. Kadang dia merasa tidak enak hati karena sering meminta pulang cepat pada atasannya. Karena dia sangat tahu sebagai seorang asisten pribadinya Alexander Lemos dia memiliki kewajiban untuk selalu mendampingi atasannya kemana pun dia berada.
Tetapi semenjak istrinya hamil dia terpaksa kadang meminta izin pulang cepat di saat mendengar keadaan istrinya yang sakit akibat muntah hingga menyebabkan dia lemas tak bertenaga.
Jika Andre pulang telat, maka Nabila akan tidur sambil memeluk baju bekas suaminya. Jelas saja itu akan membuat Andre merasa bersalah. Sebagai asisten pribadinya Alexander dia tidak bisa sering meminta izin untuk selalu menemani istrinya karena dia memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap atasannya.
"Apa mas Andre sudah pikirkan mau memegang jabatan kepemimpinan di perusahaan cabang milik kak Maxim?" Nabila sangat berharap suaminya mau berhenti bekerja di perusahaan Alexander Lemos.
Jika suaminya bekerja di cabang perusahaan kak Maxim maka suaminya bisa bebas tanpa terikat. Jika dia mau pergi saat dia butuhkan maka suaminya bisa langsung pulang tanpa takut di pecat oleh atasannya.
"Maaf sayang! Aku sudah berjanji akan selalu setia pada tuan Alex dan juga keluarga nya. Karena selama ini keluarga mereka lah yang telah menampung ku dan menyekolahkan aku sampai menjadi orang sukses seperti ini. Tanpa bantuan mereka aku bukan siapa-siapa, itu sebabnya aku sudah bersumpah akan selalu setia pada mereka sampai kapanpun," ujar Andre yang sudah sekian kalinya menolak tawaran dari istrinya.
Bukannya dia tidak menghargai niat baik istrinya hanya saja dia tidak mau meninggalkan keluarga Lemos yang selama ini sudah banyak membantu dirinya. Selain itu dia tidak mau sampai orang-orang merendahkan dirinya karena menumpang hidup pada istri dan kakak iparnya.
Sebagai kepala keluarga dia memiliki tanggung jawab untuk menghidupi istri dan calon anaknya. Dia rela berkerja keras agar istri dan anaknya bisa hidup dengan layak tidak seperti dirinya dulu yang hidup dalam kemiskinan sebelum bertemu dengan keluarga Lemos.
Sejak dia di angkat sebagai anak kandung keluarga Lemos Andre langsung berubah menjadi lebih baik. Dari yang dulu hidup dalam keadaan pas-pasan sekarang dia malah hidup dalam kemewahan.
Itu semua berkat doa dan kesabarannya selama ini sehingga Tuhan mengirimkan seseorang untuk membantu dirinya yang sedang mengalami kesusahan sehingga dia bisa menjadi orang sukses seperti sekarang ini.
"Kenapa kamu tidak meminta izin pada tuan Alex? Siapa tahu dia mengizinkan mas untuk bekerja di perusahaan lain?" Nabila tidak berhenti membujuk suaminya agar mau bekerja di cabang perusahaan milik kakaknya.
__ADS_1
Bukannya dia tidak menghargai kebaikan keluarga Lemos yang sudah banyak membantu suaminya hingga bisa menjadi orang sukses seperti ini. Tetapi dia ingin suaminya bisa memiliki banyak waktu untuk dirinya jika dia bekerja di cabang perusahaan kakaknya.
Karena di sana suaminya yang berkuasa jadi jika suaminya mau pulang lebih awal tidak akan ada yang melarangnya di karenakan dia yang menjadi bos di perusahaan tersebut.
"Tidak sayang! Aku tidak akan berhenti menjadi asisten pribadinya tuan Alex karena itu sudah menjadi tujuan hidupku sebelum aku bertemu kamu. Bahkan aku dulu tidak ada keinginan untuk menikah karena aku tidak ingin jika istri ku nanti menuntut aku untuk meluangkan waktu untuk nya. Sedangkan aku sama sekali tidak bisa mewujudkan keinginan istriku di karenakan aku akan selalu sibuk mendampingi atasan aku kemanapun dia pergi karena itu sudah menjadi tugas seorang asisten pribadi.
"Sekarang ke khawatiran aku terbukti adanya, walaupun tuan Alex memberikan aku waktu untuk kamu tetap saja sebagai bawahan aku merasa tidak enak hati padanya. Bagaimana pun aku hanyalah bawahan yang seharusnya meringankan beban atasannya bukannya malah membiarkan tuan Alex semakin sibuk karena harus mengerjakan pekerjaan nya sendiri tanpa bantuan aku," jelas Andre.
Mendengar perkataan suaminya membuat Nabila terdiam seperti patung. Dia merasa bersalah karena sudah menyuruh suaminya untuk meninggalkan keluarga yang selama ini sudah banyak membantunya hingga menjadi orang sukses seperti ini.
Dia berjanji tidak akan membujuk suaminya lagi untuk memimpin cabang perusahaan kakaknya. Dia akan terima apapun yang di berikan oleh suaminya walaupun barang yang di berikan bukan barang branded tetapi dia tetap merasa bersyukur karena dia sangat menghargai kerja keras suaminya yang bekerja keras untuk bisa menghidupi dirinya dan calon anak mereka.
"Ya, sudah. Jika mas masih bersikeras untuk tetap bekerja di perusahaan tuan Alexander tidak masalah. Aku akan menghargai apapun keputusan kamu karena aku sudah menerima kamu apa adanya. Aku tidak masalah jika harus hidup pas-pasan dengan kamu asal kamu selalu setia pada ku dan tidak ada keinginan untuk selingkuh seperti mantan pacar aku dulu," ujar Nabila.
Dia sadar berasal dari kalangan bawah, jadi mana mungkin dia memiliki keberanian untuk mengajak Nabila untuk menjadi istrinya. Dia sangat takut jika cintanya di tolak oleh wanita ini, itu sebabnya dia lebih baik menyerah sebelum hatinya semakin sakit jika mendengar penolakan dari wanita itu ataupun penolakan keluarga wanita itu.
Tetapi lihat sekarang tanpa dia sangka-sangka malah di jodohkan dengan wanita ini hingga mereka sekarang bisa hidup bahagia bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki anak yang selama ini dia inginkan.
Selama ini dia hanya bisa bermimpi bisa menikah dan memiliki anak seperti atasannya karena dia tahu pasti akan sulit menemukan wanita yang mau menerima kesibukannya dalam bekerja sehingga dia sulit meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya di karenakan kesibukan dia. Tetapi sekarang kekhawatiran dia tidak terjadi karena dia memiliki seorang istri yang sangat baik dan memaklumi kesibukan suaminya.
"Maaf sayang! Bukannya aku tidak menghargai niat baik kamu hanya saja aku sudah terikat sumpah dengan tuan Alex kalau aku akan selalu ada di sisinya dan juga akan setia seumur hidupku," ujar Andre.
"Tidak apa-apa mas, aku bisa mengerti keadaan kamu. Jika kamu tidak bisa memimpin cabang perusahaan kak Maxim maka aku akan menunggu anak kita lahir. Setelah dia lahir ke dunia ini maka aku akan menyuruh anakku untuk memimpin cabang perusahaan kak Maxim. Bagaimana pun dia berhak atas harta orang tua kami," ujar Nabila.
Mendengar perkataan Nabila membuat Andre geleng-geleng kepala. Dia tidak habis pikir saat melihat tingkah istrinya yang sungguh di luar nalar. Bahkan anak mereka belum lahir ke dunia ini tetapi istrinya sudah berpikir soal harta yang akan di wariskan padanya.
__ADS_1
"Jangan pikirkan itu dulu karena itu tidak bagus untuk pertumbuhan calon anak kita, lagian anak kita masih berada dalam kandungan mana tahu dia masalah bisnis sehingga kamu mau memberikan cabang perusahaan kak Maxim pada calon anak kita," ujar Maxim.
"Bukannya ada kamu dan kak Maxim? Aku yakin anak kita pasti akan cepat belajar karena ada kalian yang bisa mengajari anak kita agar bisa dalam berbisnis. Aku sangat yakin anak kita pasti akan menjadi orang yang sukses seperti ayah dan om nya," ujar Nabila dengan penuh keyakinan kalau anaknya akan menjadi orang yang sukses.
"Jangan memaksa anak kita untuk memimpin cabang perusahaan kak Maxim. Biarkan anak kita memilih keinginan dia sendiri mau melakukan apa, aku tidak mau gara-gara kita memaksa dia untuk memimpin cabang perusahaan kak Maxim malah membuat anak kita tertekan dan akhirnya malah benci pada kita," ujar Andre seraya mengingatkan istrinya agar tidak memaksa anak mereka untuk mengikuti keinginan istrinya.
"Oke, mas. Aku janji tidak akan memaksa anak kita, aku akan ikuti apapun keinginan anak kita asal keinginan dia tidak membahayakan nyawanya," ujar Nabila dengan pasrah.
"Bagus sayang, aku semakin cinta padamu," ujar Andre seraya mencium kening istrinya dengan lembut.
"Aku juga sangat mencintai kamu mas, dan aku berharap mas Andre tidak pernah ada kepikiran untuk menduakan aku karena aku tidak mau suaminya yang aku cintai di miliki oleh wanita lain," ujar Nabila.
"Itu tidak akan pernah terjadi karena cintaku hanya untukmu," ujar Andre dengan penuh keyakinan.
"Terima kasih sayang," ujar Nabila yang di jawab anggukan kepala oleh Andre.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿
__ADS_1