One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kehamilan Aluna )


__ADS_3

Dua bulan berlalu semenjak Daffa dan Aluna melakukan second honeymoon mereka. Semenjak itu pula Aluna tidak pernah mendapatkan haid nya lagi. Awalnya, Aluna mencoba untuk tidak memikirkan kemungkinan yang kini bersarang di benaknya. Dia terlalu takut untuk mengambil kesimpulan sendiri dan akhirnya berujung pada kekecewaan. Tapi lama kelamaan dia merasa bahwa sesuatu yang aneh telah menyergap nya.


Aluna tidak suka dengan pengharum ruangan yang menguarkan aroma lavender. Dia tidak betah berlama-lama di dapur karena bau rempah yang terasa menusuk indra penciumannya. Aluna juga memprotes jenis deterjen pencuci baju yang digunakan oleh asisten rumahnya karena dirasa memiliki aroma terlalu menyengat.


Hingga akhirnya, Aluna tidak tahan dengan segala keanehan ini. Rasa penasarannya semakin membuncah dan bergejolak meminta untuk dituntaskan.


"Lina, kalau kamu ke supermarket nanti sekalian beli testpack, ya. Beli dari semua merek yang ada," ujar Aluna pada asisten rumahnya.


"Baik, nyonya," jawab Lina sambil mengangguk.


Paginya, Aluna sengaja mengunakan kamar mandi di lantai bawah dan membuka 10 testpack dari berbagai merek. Dengan perasaan berdebar, dicelupkan nya ujung benda itu ke dalam wadah kecil berisi urin miliknya.


Aluna memejamkan mata selama beberapa saat sambil berdoa agar dia tidak terluka atas apapun hasil yang di dapatkan nya. Saat Aluna membuka mata dan menatap benda pipih di tangannya, dia merasakan tubuhnya bergetar. Aluna mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali, lalu menghela nafas dalam-dalam.


Aluna tidak percaya dengan hasil yang ditunjukkan oleh alat pengetes kehamilan itu. Tangannya meraih satu merek lain dan mencoba kemungkinan lain. Begitu terus sampai sepuluh kali pengujian dan testpack miliknya terpakai semua.


Aluna menyandar ke dinding dan menahan diri untuk tidak berteriak histeris. Kelima testpack itu menampilkan hasil yang sama, dan semuanya terlihat sangat jelas.


"Astaga..." desah Aluna sambil mengigit bibirnya.


Aluna berusaha untuk menguasai diri dengan baik. Dibuangnya beberapa benda itu ke dalam tong sampah dan keluar dari kamar mandi dengan ekspresi yang telah diaturnya sedemikian rupa.


Aluna tidak membuka suara atas apa yang dilakukannya ini pada Daffa. Biarlah segala riuh perasaannya ini ditanggungnya sendirian. Dia akan memberitahukan tentang kehamilan nya ini pada suaminya pada saat dia sudah pulang ke mansion mereka. Dia masih tidak percaya bisa diberikan kepercayaan secepat ini oleh Tuhan.


Padahal dulu dia pernah memiliki niat yang sangat jahat dengan mengugurkan kandungan nya gara-gara membenci pada ayah dari bayinya. Tetapi sekarang dia merasa bahagia sekaligus merasa menyesal karena pernah bicara seperti itu. Dia ingin menebus semua kesalahannya ini dengan merawat dan menjaga calon anaknya dengan baik sampai dia melahirkan.



__ADS_1



Beberapa jam kemudian, saat ini Daffa baru pulang ke mansion mereka dengan raut wajah lelah akibat pekerjaannya yang sangat menumpuk. Tetapi dia sudah berjanji akan bekerja sangat keras demi istri dan calon anak mereka nanti. Apalagi sejak mereka menikah Daffa tidak memperbolehkan istrinya bekerja lagi di perusahaan nya itu karena dia ingin istrinya ada di mansion.


Dan dia ingin istrinya menyambut kepulangannya, dengan begitu dia akan merasa senang sehingga lelah saat bekerja akan hilang saat melihat kehadiran istrinya seperti saat ini. Saat melihat istrinya yang sedang menyambut dirinya dengan tersenyum seperti itu sudah membuat hatinya senang dan bahagia.


"Sini, aku bawain tasnya," ujar Aluna dengan tersenyum.


"Kenapa istriku yang cantik ini kelihatannya sedang bahagia? Apa yang menyebabkan kamu bahagia seperti ini?" tanya Daffa dengan penasaran seraya merangkul istrinya dengan lembut.


"Aku punya hadiah untuk mu," ujar Aluna dengan tersenyum.


"Apa itu?" tanya Daffa dengan penasaran.


"Coba tebak, apa kira-kira hadiah yang ingin aku perlihatkan padamu?" tanya Aluna yang ingin membuat suaminya semakin penasaran.


"Jangan buat aku penasaran sayang, sebaiknya kamu kasih tahu aku sekarang apa hadiah yang ingin kamu perlihatkan padaku." Daffa sangat malas harus menebak isi pikiran istrinya.


"Sekarang mas Daffa bisa melihat hadiahnya," ujar Aluna seraya memberikan kotak pada Daffa yang langsung di terima olehnya.


"Apa ini?" tanya Daffa seraya memperlihatkan testpack pada Aluna. Karena dia benar-benar tidak mengerti dengan benda semacam begitu.


"Itu testpack mas, dan di situ terlihat garis dua, yang artinya aku sedang hamil anak kamu," jelas Aluna dengan wajah kesal. Dia sudah berharap mendapatkan pelukan dan ciuman dari suaminya saat membuka kota hadiah yang dia persiapan untuk suaminya. Tetapi sekarang, expetasinya malah tidak sesuai bayangannya tadi gara-gara ketidaktahuan suaminya tentang testpack.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa langsung terdiam seperti patung. Dia masih mencerna perkataan istrinya, setelah sadar baru dia memeluk istrinya karena merasa bahagia saat mengetahui kalau istrinya saat ini sedang hamil anak kandung nya.


Inilah keinginan nya sejak dia melakukan itu dengan Aluna, yaitu memiliki anak dari wanita yang sangat dia cintai. Dan sekarang keinginan nya sudah terkabul, dia tidak perlu merasa takut lagi jika sewaktu-waktu Aluna pergi meninggalkan dirinya karena mereka sekarang sudah terikat dengan anak yang sedang di kandung oleh istrinya.


"Kamu serius sayang sedang hamil anakku?" tanya Daffa yang masih tidak percaya kalau dia akan menjadi seorang ayah.

__ADS_1


"Benar mas," jawab Aluna dengan anggukkan.


"Oh Tuhan, terima kasih sayang," ujar Daffa seraya memeluk istrinya dengan erat serta mencium seluruh wajah istrinya dengan sayang sedangkan Aluna hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Apa mas Daffa bahagia?" tanya Aluna dengan penasaran.


"Tentu saja aku bahagia, kenapa kamu menanyakan pertanyaan seperti itu?" Daffa merasa aneh dengan pertanyaan istrinya. Bagaimana dia tidak bahagia saat mendengar istrinya sedang hamil anaknya.


Padahal dia sudah sangat menantikan kehadiran buah hatinya di dalam rahim istrinya. Kenapa sekarang istrinya justru menayangkan pertanyaan yang sudah jelas terlihat di raut wajahnya kalau dia sangat bahagia saat mendengar berita kehamilan Aluna.


"Tidak ada, aku cuman berpikir mungkin mas Daffa belum siap memiliki anak. Makanya aku menanyakan ini padamu," ujar Aluna.


"Aku benar-benar sangat bahagia saat tahu kamu hamil, karena dengan kehamilan ini maka hubungan kita akan semakin terikat karena ada anak kita di dalam rahimmu," ujar Daffa seraya mengelus perut istrinya dengan lembut.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna merasa lega dan bahagia. Dia sangat takut jika suaminya tidak bahagia saat mendengar kehamilan dirinya. Sekarang dia bisa tenang karena ketakutan nya tidak pernah terjadi, buktinya suaminya sangat bahagia dengan berita kehamilan ini.


"Terima kasih, karena mau menerima aku sebagai istri mu. Padahal di luar sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan seksi di bandingkan aku," ujar Aluna.


"Berhenti bicara seperti itu, karena bagiku hanya kamu wanita yang pantas untuk Daffa Roberto," ujar Daffa.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna merasa bahagia. Dia tidak percaya bisa mencintai laki-laki lain, padahal selama ini dia sangat ingin menikah dengan Alexander Lemos, tetapi sekarang dia malah menikah dan mencintai laki-laki yang dulu pernah melecehkannya.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2