One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Bulan Madu Daffa Dan Aluna )


__ADS_3

Di Mansion Daffa Roberto


"Sayang, bagaimana kalau kita pergi berbulan madu?" tanya Daffa yang sangat berharap istrinya mau pergi berbulan madu dengan nya.


"Kapan mas Daffa ingin pergi bulan madu?" tanya Aluna.


"Bagaimana kalau hari ini? Berhubung kita lagi cuti kerja. Bukannya lebih baik kita pergi bulan madu?" Daffa sangat ingin bisa menghabiskan waktu hanya berdua dengan istrinya. Dia ingin mereka bisa lebih dekat dan saling terbuka satu sama lain.


"Oke, aku mau mas," jawab Aluna.


"Sekarang kamu siapkan barang apa saja yang ingin kamu bawa sedangkan yang lain biar aku yang urus. Dan satu lagi jangan bawa baju terlalu banyak karena kita bisa membeli di sana nanti," ujar Daffa seraya memperingati istrinya.


"Iya, mas," jawab Aluna dengan singkat.





Setelah menempuh beberapa jam di udara, akhirnya Daffa dan Aluna mendarat di Male Airport. Di sana, keduanya sudah di tunggu oleh pemandu yang disediakan oleh pihak resort. Mereka langsung diarahkan ke sebuah privat boot untuk dibawa ke Alimatha Island.


"Pantainya bagus banget," seru Aluna saat keduanya menginjakkan kaki di pulau yang indah itu. Dia sangat suka pergi ke pantai tetapi orang tuanya justru melarang dirinya pergi ke sana di karenakan takut terjadi sesuatu pada anaknya. Tetapi sekarang berhubung dirinya pergi bersama Daffa maka dia bisa melakukan apapun sesuka hatinya tanpa ada lagi yang melarangnya.


"Kita istirahat dulu, sayang. Nanti baru main ke pantai," ujar Daffa dengan lembut.


Aluna mengangguk dan mereka memasuki resort pribadi yang telah di sewa khusus untuk acara bulan madu Daffa dan Aluna. Pihak resort menjelaskan beberapa aturan yang harus mereka patuhi selama berlibur disini. Terutama tentang bikini yang boleh di pakai di tempat privat saja.


Mereka di suguhi makanan terbaik dan benar-benar di berikan pelayanan yang memuaskan. Sesuai dengan harga selangit yang di keluarkan Daffa demi menyenangkan istrinya. Dia sangat tahu istrinya terlahir di keluar kaya raya pasti dia tidak akan terasa nyaman jika mereka menginap di tempat biasa.


"Bikini ini pasti sangat cantik saat kamu pakai," ujar Daffa sambil menunjukkan bikini model two picces yang cukup seksi.

__ADS_1


"Tapi aku malu jika memakai bikini di depan mas Daffa," ujar Aluna merasa malu jika harus memakai bikini di depan suaminya.


"Untuk apa malu? Aku bahkan sudah melihat dan merasakan bagaimana nikmatnya tubuhmu saat kita menyatu. Dan kamu bahkan merasakan keenakan sampai meminta lagi dan lagi hingga kamu puas dan kelelahan," ujar Daffa seraya menggoda istrinya.


Mendengar perkataan Daffa membuat Aluna merasa malu dan wajahnya sekarang seperti kepiting rebus. Dia tidak menyangka bisa mendengar perkataan seperti itu dari mulut suaminya.


"Dasar mesum," ujar Aluna dengan wajah malu.


"Bukannya kamu suka suami mesum? Buktinya kamu sangat suka saat melakukan itu sama aku hingga kamu selalu meminta lebih dalam mas Daffa, ini enak sekali... Ahh... aduh sakit," ujar Daffa saat pinggangnya di cubit oleh Aluna sehingga menyebabkan dia kesakitan.


Mendengar teriakan Daffa bukannya Aluna merasa kasihan tetapi dia malah semakin mencubit suaminya karena kesal saat mendengar perkataan fulgal suaminya tadi.


"Kenapa kamu mencubit ku?" tanya Daffa seraya mengelus pinggangnya yang di cubit oleh Aluna tadi.


"Biar kamu bisa diam, dan tidak lagi bicara fulgar seperti itu," ujar Aluna dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa geleng-geleng kepala setelah itu dia menuntun Aluna untuk duduk di sebuah kursi beludru tanpa sandaran yang ada di walk ini closet. Daffa meminta istrinya untuk menatap ke cermin besar yang ada di dinding. Dibukanya dress floral yang melekat di tubuh Aluna hingga tersisa hanya bra dan ce la na da lam nya saja.


Daffa duduk di belakang Aluna dan mendekap tubuh perempuan itu merapat ke dadanya yang juga tidak memakai baju.


Telapak tangan Daffa mengelus baju Aluna, kemudian merambat turun hingga ke perut dan pinggul istrinya yang bertekuk sempurna.


"Tidak perlu mempertanyakan apakah kamu cantik di mataku atau tidak. Bagiku, kamu adalah satu-satunya perempuan yang sangat kucintai dan kehadiranmu harus kusyukuri," ujar Daffa.


Dia sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya. Jika saja dia tidak di pertemukan dengan wanita ini maka sampai saat ini dia pasti masih menjadi laki-laki brengsek yang kerjaannya mempermainkan perasaan wanita.


Aluna menatap pantulan dirinya yang kini ada di dalam dekapan Daffa. Tubuhnya yang mungil dengan lekukan sempurna dilengkapi kulit putih bersih tampak kontras dengan Daffa yang tinggi kekar dan kulit sedikit coklat.


"Look at us," bisik Daffa tepat di telinga Aluna." We're complete each other.


"Yeah," balas Aluna pelan. Mereka bertukar pandangan melalui cermin yang ada di hadapan mereka." Kita... saling melengkapi satu sama lain."

__ADS_1


"Jadi, tidak salah kalau aku menganggap nya sebagai bidadariku. Karena kamu memang sesempurna itu, sayang. Kamu membuatku jatuh cinta dan tergila-gila setiap saat," bisik Daffa kemudian.


Aluna memejamkan mata sejenak saat merasakan bibir hangat Daffa menjelajahi lehernya dari arah belakang. Lalu Daffa me le pas kan pengait bra dan membuang benda itu ke lantai. Saat Aluna menatap kembali pantulan dirinya di cermin, matanya di isi oleh kekaguman dan juga kebanggaan.


Tangan Daffa tanpa permisi menangkap buah melon Aluna dari belakang dan menambah keindahan yang memancarkan gairah. Dia tidak percaya bahwa perempuan di dalam cermin itu adalah dirinya.


"Kita belum pernah mencoba mirror ***, kan?" tanya Daffa sedangkan Aluna menanggapi dengan geleng-geleng kepala, bahkan wajahnya terlihat memerah karena malu saat mendengar perkataan suaminya yang sangat mesum.


"Rasanya sangat canggung melihatmu menyentuhku seperti ini," ujar Aluna dengan wajah malu.


"Tapi sensasinya cukup menggairahkan," balas Daffa." Coba lihat..."


Daffa memeluk Aluna dari belakang dan meraba setiap inci tubuh istrinya dengan perlahan namun penuh godaan. Setelah itu Daffa me le bar kan paha istrinya dan menampilkan area sensitif istrinya yang semakin membuai gairah keduanya.


"Mas," panggil Aluna lirih matanya terus menatap pantulan mereka di cermin.


"Ya, sayang?" jawab Daffa dengan suara sedikit serak.


Aluna ingin bersuara tapi dia mengurungkan niatnya itu. Daffa menghentikan foreplay yang sedang dilakukannya, dan dia menatap Aluna melalui cermin yang sama.


"I Love You," ujar Aluna dengan tersenyum.


Mendengar perkataan Aluna membuat Daffa bahagia dan hatinya berbunga-bunga. Bagaimana tidak, dia sudah menantikan balasan cinta dari istrinya dan sekarang istrinya membalas cintanya sehingga membuat Daffa tidak hentinya mencium, serta memeluk istrinya dengan erat karena senang saat cintanya terbalaskan.


"I Love You so much," balas Daffa. Dielusnya perut Aluna dengan pelan." Semoga setelah ini kita segera punya anak yang akan menambah rasa cinta dan kebahagiaan kita," ujar Daffa yang ditanggapi anggukan kepala oleh Aluna.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2