One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Menghentikan Pencarian )


__ADS_3

Di Mansion David Lemos


"Apa kamu masih ingin tinggal di mansion mama Clau?" tanya Angelina dengan penasaran.


"Tidak, aku tidak mau tinggal terpisah dengan istri ku lagi ma." Bukan Claudia yang menjawab melainkan Alexander suaminya Claudia.


"Apa kalian tidak mau tinggal bersama dengan mama satu hari lagi? Mama pasti akan kesepian karena tidak memiliki teman di sini," ujar Angelina dengan wajah memelas.


"Tidak bisa ma, kami tidak bisa meninggalkan Ara sendiri di sana," sahut Alex sedangkan Claudia hanya bisa terdiam karena dia tidak di perbolehkan bicara oleh suaminya.


"Kenapa dari tadi kamu yang terus menjawab pertanyaan mama? Mama bertanya pada Claudia kenapa malah kamu yang menjawab?" tanya Angelina dengan wajah kesal.


"Apa bedanya, baik aku maupun Claudia jawabannya tetap sama," ujar Alex dengan wajah tanpa dosa.


"Kau... Mama menyesal mempertemukan kamu sama Claudia. Jika mama tahu kamu akan menjauhkan Claudia dari mama maka mama tidak akan mempertemukan kalian." Angelina benar-benar kesal pada anaknya. Bukannya anaknya berterima kasih padanya karena sudah mempertemukan mereka, ini anaknya justru ingin menjauhkan Claudia darinya.


"Mas Alex benar ma, kami tidak mungkin tinggal di mansion mama sedangkan anak kami ada di mansion mas Alex." Claudia yang sedari tadi mendengarkan perdebatan mereka akhirnya angkat bicara. Dia tidak ingin suami dan ibu mertuanya bertengkar gara-gara masalah ini.


"Kita bisa menjemput Ara ke sini, lagian mama sudah kangen banget sama cucu cantik mama karena sudah lama mama tidak bertemu dengan nya," ujar Angelina.


"Sudahlah ma, biarkan mereka pulang ke mansion mereka sendiri. Mereka perlu waktu berdua untuk bisa menyelesaikan masalah yang menimpa mereka kemarin," sahut David yang baru datang ke tempat mereka duduk saat ini.


"Tapi pa..."


"Sudahlah ma, kasih waktu buat mereka melepaskan rindu karena sudah terpisah selama satu bulan ini," potong David dengan segera.


Dia tidak ingin istrinya menganggu momen bahagia antara anak dan menantunya. Sudah cukup mereka terpisah selama satu bulan ini sekarang waktunya mereka melepaskan rindu. Jika mereka tinggal di mansion ini bisa di pastikan istrinya akan terus menganggu mereka.


"Oke, kalian bisa pulang ke mansion kalian jika ada waktu datanglah ke mansion ini sekalian bawa Ara juga," ujar Angelina dengan pasrah.


"Baik ma," jawab Claudia dengan singkat.


"Kalian boleh pulang sekarang," titah David dengan tegas.


"Baik pa," jawab Alex dengan singkat.


β€’


β€’


β€’


Di Mansion Alexander Lemos


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di mansion Alexander Lemos. Dia tidak menyangka setelah satu bulan pergi meninggalkan mansion ini pada akhirnya malah kembali ke tempat ini lagi.


"Ayo masuk sayang," ajak Alex dengan lembut.


"Iya, mas," jawab Claudia dengan singkat.


"Bi... Bibi," panggil Alex dengan suara keras.


"Iya, tuan muda," jawab pembantu itu dengan sopan.


"Bawa koper istri saya ke dalam kamar kami segera," titah Alex dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan muda," jawab pembantu itu seraya menjalankan perintah Alexander.


"Mas? Di mana Ara?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Mungkin dia lagi ada di kamarnya bersama dengan Dian," balas Alex.


"Apa anak kita baik-baik saja selama aku pergi dari sini?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Iya, dia baik-baik saja," balas Alex.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia menghela nafas lega saat mengetahui anaknya baik-baik saja.


"Antar aku ke kamar mas, aku lelah ingin istirahat di kamar kita," ujar Claudia dengan lembut.


"Baik sayang," jawab Alex seraya menuntun istrinya menuju kamar mereka.


"Terima kasih," ujar Claudia dengan tersenyum.


"Sama-sama sayang. Istirahat lah di sini aku keluar dulu sebentar," ujar Alex.


"Mas Alex mau pergi ke mana?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Ke ruang kerja. Jika urusan aku sudah selesai aku akan kembali ke sini lagi," ujar Alex dengan lembut yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia.


Di Ruang Kerja Alexander Lemos


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa tuan? Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya seseorang yang ada di sebrang sana.


πŸ“ž "Kenapa tuan menghentikan pencarian nyonya Claudia? Apa tuan sudah menemukan pengganti nyonya Claudia, itu sebabnya tuan menyuruh anak buah tuan agar tidak mencari keberadaan nyonya Claudia lagi?" tanya orang itu dengan penasaran.


πŸ“ž "Tutup mulut mu itu Ndre? Sebelum aku merobek mulut kurang ajar kamu itu yang sudah berani menuduh ku yang macam-macam," ujar Alex dengan kesal saat mendengar perkataan Andre asisten pribadinya itu.


πŸ“ž "Kenapa tuan menyuruh aku menutup mulut? Jika aku menutup mulut bagaimana cara aku bicara dengan tuan nanti?" tanya Andre seraya menahan tawanya.


Dia sangat yakin atasannya sekarang pasti sedang emosi saat mendengar perkataan nya tadi. Jika saja dia berada di depan atasannya sekarang bisa habis dia di gebukin gara-gara bikin dia emosi seperti ini.


πŸ“ž "Kau... Apa kamu mau mati, hah?" tanya Alex seraya menahan emosi.


πŸ“ž "Tidak tuan," jawab Andre yang merasa ketakutan saat tahu kalau atasannya sedang emosi.


πŸ“ž "Jika kamu tidak ingin mati di tangan ku, cepat hubungi anak buah kita dan perintahkan pada mereka untuk berhenti mencari keberadaan Claudia, mengerti," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Kenapa tuan menghentikan pencarian nyonya Claudia?" tanya Andre dengan penasaran.


πŸ“ž "Itu karena dia sekarang ada bersama dengan ku," balas Alex.


πŸ“ž "Apa?" teriak Andre yang terkejut saat mendengar perkataan Alex.


πŸ“ž "Beraninya kamu teriak pada ku, apa kamu mau aku lempar ke tempat terpencil?" tanya Alex seraya mengancam.


πŸ“ž "Jangan tuan, aku tidak sengaja tadi gara-gara terkejut saat mendengar perkataan tuan," ujar Andre dengan perasaan cemas. Dia sangat takut jika atasannya melakukan apa yang dia katakan tadi. Dia bisa mati perlahan-lahan jika sampai di kirim ke tempat seperti itu.


πŸ“ž "Kali ini aku maafkan, tapi lain kali aku pastikan akan melakukan apa yang aku katakan tadi padamu," ujar Alex seraya mengancam asisten pribadinya itu.

__ADS_1


πŸ“ž Terima kasih tuan karena sudah mau memaafkan aku," ujar Andre dengan perasaan lega.


πŸ“ž "Di mana tuan menemukan keberadaan nyonya Claudia, tuan?" Andre sangat penasaran bagaimana atasannya itu bisa menemukan istrinya.


πŸ“ž "Ternyata selama ini Claudia tinggal bersama dengan orang tua ku. Bodohnya aku tidak pernah berpikir atau curiga pada mereka. Padahal mereka lah yang selama ini menyembunyikan keberadaan istri ku, sedangkan aku malah menyuruh bawahan ku mencari Claudia di negara-negara lain," jelas Alex.


πŸ“ž "Jadi, selama ini nyonya Claudia tinggal bersama dengan tuan besar dan nyonya besar? Ternyata orang yang sangat berpengaruh melebihi anda di negara ini tak lain dan tak bukan orang tua anda sendiri."


πŸ“ž "Pantas saja kita tidak bisa menemukan nyonya Claudia, ternyata nyonya Claudia berada di tangan orang yang sangat berpengaruh bahkan anda yang anaknya sendiri kalah jika tuan besar sudah turun tangan," ujar Andre seraya terkekeh geli saat mendengar perkataan nya sendiri.


πŸ“ž "Kau benar Ndre? Dari dulu sampai sekarang aku tidak bisa menandingi kehebatan papa ku," ujar Alex.


πŸ“ž "Terus bagaimana tuan bisa tahu kalau nyonya Claudia ada di mansion orang tua tuan?" tanya Andre dengan penasaran.


πŸ“ž "Dari papa, tapi dia tidak mengatakan kalau Claudia ada di sana melainkan dia sengaja menyuruh aku datang ke sana dengan alasan pekerjaan padahal dia ingin mempertemukan aku dengan Claudia."


πŸ“ž "Selama ini aku pura-pura baik-baik saja dengan istri ku saat mereka menanyakan keadaan kami. Padahal tanpa aku kasih tahu mereka sudah tahu masalah yang sedang menimpa pada kami, hanya saja mereka bersikap seolah-olah tidak tahu kalau hubungan kami sebenarnya sedang ada masalah," jelas Alex.


πŸ“ž "Bukannya anda sudah mengenal karakter tuan besar seperti apa? Tuan besar tidak akan ikut campur masalah anda jika anda bisa mengatasi nya sendiri. Tapi sekarang tuan besar terpaksa ikut campur karena nyonya Claudia sudah membenci tuan Alex bahkan dia pergi meninggalkan anda karena berpikir anda selingkuh di belakang dia."


πŸ“ž "Karena tidak mau terjadi sesuatu dalam hubungan anda makanya tuan besar bertindak agar nyonya Claudia bisa percaya bahwa anda tidak selingkuh di belakang nya seperti yang dia pikirkan selama ini."


πŸ“ž "Apa pada saat anda bertemu dengan nyonya Claudia anda sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara anda dan wanita itu?" tanya Andre dengan penasaran.


πŸ“ž "Tidak," jawab Alex dengan singkat.


πŸ“ž "Apa nyonya Claudia masih marah pada anda saat anda bertemu dengan nya?" tanya Andre.


πŸ“ž "Tidak, dia langsung memaafkan aku tanpa aku jelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi antara aku dengan wanita ondel-ondel itu," balas Alex.


πŸ“ž "Nah, seperti yang aku duga pasti tuan besar sudah mencari bukti dan menunjukkan pada nyonya Claudia kalau anda sama sekali tidak bersalah, itu sebabnya nyonya Claudia mau memaafkan anda tanpa perlu anda jelaskan lagi tentang kejadian yang terjadi kemarin," ujar Andre.


πŸ“ž "Apa yang kamu katakan semuanya benar, pasti papa yang sudah membantu ku mencari bukti dan menyakinkan Claudia kalau aku tidak bersalah makanya dia mau memaafkan aku dan menerima aku kembali menjadi suaminya," ujar Alex.


πŸ“ž "Aku turut bahagia melihat tuan dan nyonya Claudia sudah kembali bersama. Untuk kedepannya tuan harus lebih berhati-hati jangan sampai tuan membiarkan orang ke tiga masuk ke dalam rumah tangga tuan dan nyonya Claudia," ujar Andre.


πŸ“ž "Aku tidak akan membiarkan satu orang pun mengusik keluarga ku lagi. Kejadian kemarin sudah menyadarkan aku untuk lebih berhati-hati memilih teman karena teman yang terlihat baik tapi dia lah orang yang akan menghancurkan kita," ujar Alex.


πŸ“ž "Ya sudah tuan, aku akan menghubungi anak buah tuan untuk menghentikan pencarian nyonya Claudia," ujar Andre.


πŸ“ž "Iya, berikan mereka bonus, bagaimana pun mereka sudah bekerja keras selama ini dalam pencarian istri ku walaupun mereka tidak berhasil menemukan istri ku tetapi mereka sudah banyak berjasa dan setia pada keluarga Lemos," ujar Alex.


πŸ“ž "Baik tuan," jawab Andre seraya mematikan smartphone nya.


Dia sangat bersyukur istri atasannya sudah kembali pada tuan nya. Dan berharap hubungan mereka selalu bahagia sampai maut memisahkan mereka.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2