One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Kelicikan Alexander )


__ADS_3

Di Ruangan Meeting


"Ini proposal proyek yang kami tawarkan untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan anda pak Alex," ujar Akas seraya memberikan berkas proposal proyek perusahaan mereka.


"Kenapa anda hanya memberikan kami keuntungan sedikit sekali? Anda tahu perusahaan kami yang memberikan kalian modal. Sementara keuntungan yang kami dapatkan cuman sedikit. Bukannya ini tidak adil pak Akas," ujar Alex dengan seringai liciknya.


"Kurang ajar. Ternyata orang ini tidak hanya mesum tapi juga sangat licik. Padahal keuntungan yang kami tawarkan untuk perusahaan mereka sangat banyak. Tapi dia masih tidak puas juga. Jika bukan dalam keadaan mendesak aku tidak mungkin meminta tolong sama orang ini," batin Claudia dengan wajah kesal.


"Maaf pak Alex. Bukannya keuntungan yang kami tawarkan sudah termasuk sangat banyak. Jika kami memberikan lebih dari pada ini. Bukannya yang rugi di sini perusahaan kami. Sementara perusahaan anda mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat," sahut Claudia.


"Wah... ternyata kucing liar ku sudah beraksi. Aku mau lihat seberapa pandai dia dalam hal berdebat dengan ku. Jika kamu marah wajah kamu malah semakin cantik dan imut," batin Alex dengan bahagia.


"Jika kalian tidak mau memberikan kami 5% saham perusahaan kalian tidak masalah. Bukannya kalian yang lagi membutuhkan modal dari kami untuk menstabilkan perusahaan kalian yang sedang mengalami masalah," ujar Alex dengan seringai liciknya.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia terkejut. Karena dia tidak menyangka ternyata pemilik perusahaan ini tahu apa yang sedang menimpa perusahaan nya saat ini.


"Baiklah. Kami akan memberikan 5% saham perusahaan kami untuk perusahaan anda pak Alex. Tapi dengan syarat anda harus membantu perusahaan kami agar perusahaan kami bisa berjalan seperti dulu lagi," ujar Claudia dengan pasrah dari pada mereka tidak jadi membantu perusahaan nya.


"Akhirnya kamu masuk perangkap ku juga kucing liar. Sedikit demi sedikit aku akan mengambil ahli perusahaan kamu itu. Dengan begitu aku bisa menjerat kamu agar mau menikah dengan ku.


"Tapi jika ada cara lain yang lebih cepat untuk mengancam kamu. Maka aku akan mengunakan cara itu agar kita bisa secepatnya menikah. Tak sabar rasanya bisa memiliki kamu seutuhnya kucing liar ku," batin Alex dengan seringai liciknya.


"Ternyata tuan Alex sangat licik sekali. Pantas saja semua orang takut mencari masalah dengan nya. Dia pandai sekali menjebak orang yang sedang mengalami masalah seperti ini untuk kepentingan nya sendiri," batin Andre Villas.


"Jika semuanya sudah sepakat mari kita tanda tangan kontrak kerjasama ini dengan segera," ujar Claudia seraya memberikan berkas kerjasama itu sama Alex.


"Baik nona Claudia," jawab Alex seraya menandatangani berkas kerjasama perusahaan mereka.


"Terima kasih tuan Alex. Semoga proyek ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun," ujar Claudia.


"Saya yakin proyek ini pasti akan berhasil dijalankan, dan anda tidak perlu takut lagi dengan masalah perusahaan anda. Seperti kesepakatan kita tadi. Kalau perusahaan kami akan memberikan kalian modal dan anda memberikan kami keuntungan yang lebih besar dari pada kalian," ujar Alex.

__ADS_1


"Baik pak Alex. Sekali lagi terima kasih, karena anda sudah mau membantu perusahaan kami yang sedang mengalami masalah ini," ujar Claudia.


"Sama-sama nona Claudia. Saya tidak membantu anda tapi kita disini saling menguntungkan. Anda bisa menstabilkan perusahaan anda seperti dulu lagi, dan kami memiliki saham di perusahaan anda sebesar 5% di tambah dengan keuntungan lain lagi," ujar Alex dengan senyum bahagia.


"Baiklah kami permisi dulu pak Alex," ujar Claudia yang tidak mau berbasa-basi lagi dengan orang licik ini.


"Ok. Hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan," ujar Alex dengan senyum bahagia.


Setelah melihat Claudia sudah keluar dari ruangan meeting itu Alex langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kamu lihat wajah kucing liar ku ndre... dia sangat imut sekali. Aku sangat yakin dia pasti ingin sekali mencakar wajah ku saat aku meminta saham perusahaan dia sebesar 5%.


"Kamu tahu Ndre... saham 5% sebenarnya tidak ada apa-apanya buat aku. Tapi itu sangat berharga bagi perusahaan kecil mereka. Apalagi disaat perusahaan mereka sedang mengalami masalah seperti ini," ujar Alex seraya tertawa terbahak-bahak.


"Anda benar-benar licik sekali tuan Alex. Anda pandai sekali menjebak seseorang yang sedang mengalami masalah demi keuntungan anda sendiri," ujar Andre yang tak habis pikir dengan kelakuan bosnya itu.


"Jika aku tidak licik. Maka perusahaan ini pasti sudah lama bangkrut. Dunia bisnis sangat kejam Ndre!" Siapa yang berkuasa maka kita akan selamat. Jika kita bodoh dan terlalu baik sama orang maka kita akan di manfaatkan sama orang hingga kita bangkrut." Jelas Alex.


"Pantas saja tuan tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Ternyata tuan sangat cerdik dan juga licik."


"Aku sengaja melakukan itu agar aku bisa mengambil ahli perusahaan dia sedikit demi sedikit. Dengan begitu aku bisa mengancam dia untuk mau menikah dengan ku," Jelas Alex dengan senyum bahagia.


"Bukannya tuan bisa langsung mengambil ahli perusahaan itu dengan mudah? Kenapa tuan harus melakukan cara yang sangat lambat seperti ini?" tanya Andre dengan kening mengkerut.


"Jika aku langsung mengambil ahli perusahaan itu. Aku sangat yakin dia pasti akan benci pada ku. Tapi jika aku melakukan cara ini bukannya dia tidak bisa menyalahkan aku jika sewaktu-waktu aku mengambil ahli perusahaan dia.


"Karena kita sudah membuat kesepakatan di surat perjanjian tadi. Jika seandainya terjadi sesuatu dengan perusahaan mereka, Maka aku akan membantu perusahaan dia dengan syarat mereka harus menjual seluruh saham dia pada perusahaan ini.


"Dengan begitu saya bisa menggambil ahli perusahaan itu sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan seluruh karyawan mereka di ambang kebangkrutan," Jelas Alex dengan seringai liciknya.


Plok

__ADS_1


Plok


Plok


"Wah... wah... ternyata tuan benar-benar sangat pintar sekali. Pantas saja perusahaan tuan selalu berada di peringkat teratas. Ternyata tuan benar-benar hebat dan luar biasa," ujar Andre yang sangat bangga memiliki atasan seperti Alexander yang cerdik dan pintar.


Hahahaha


"Apa kamu baru tahu kalau aku ini sangat pintar ndre? Emangnya kamu selama ini ada di mana?" tanya Alex dengan sombong.


"Saya pikir tuan Alex sudah berubah saat bertemu nona Claudia. Ternyata tuan Alex masih saja sombong. Entah kapan sifat sombong itu bisa hilang dalam dirinya. Jika tidak ingat dia bos perusahaan tempat aku bekerja. Sudah aku buang dia ke curang biar mati di makan binatang buas," batin Andre dengan wajah kesal.


"Saya tahu tuan Alex sangat pintar. Itu sebabnya tuan sangat mudah menghancurkan lawan bisnis yang ingin berbuat curang dengan perusahaan anda," ujar Andre yang lain di mulut dan lain di hati.


Mana berani dia menghina Alex. Yang ada bisa tamat riwayatnya. Apalagi dia tahu kalau Alex bukanlah lawan yang mudah untuk di kalahkan.


"Apa kamu sengaja memuji ku agar aku memberikan kamu bonus Ndre?" tanya Alex penuh curiga.


"Tidak tuan Alex. Aku memuji tuan emang tulus dari hati. Jadi, mana mungkin aku mengharapkan imbalan dari tuan," ujar Alex dengan cepat.


"Baguslah jika kamu benar-benar tulus memuji aku. Tapi kamu tenang saja, karena hari ini aku sedang bahagia. Maka aku akan memberikan kamu bonus yang sangat besar," ujar Alex dengan senyum bahagia saat membayangkan calon istrinya.


"Terima kasih tuan," ujar Andre dengan antusias saat dia mendengar atasannya itu memberikan dia bonus yang sangat besar.


"Mimpi apa aku semalam. Bisa mendapatkan bonus sebesar ini dari tuan Alex. Kehadiran nona Claudia membawa keberuntungan untuk aku," batin Andre dengan senyum bahagia.




__ADS_1


Bersambung....


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2