
Pergi Ke Rumah Sakit
Hari-hari Yang di tunggu oleh David dan juga Angelina akhirnya datang juga. Hari ini mereka akan ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA yang sudah keluar.
Biasanya hasil tes DNA akan keluar satu Minggu atau paling cepat tiga hari. Tapi karena dokter Austin takut mendengar ancaman David lemos mau tidak mau dokter Austin harus bergadang siang dan malam agar hasil tes DNA yang di minta oleh David bisa keluar hanya waktu satu hari.
"Ayo pa... mama sudah siap mau pergi ke rumah sakit," ujar Anggelina yang sudah siap mau pergi ke rumah sakit.
"Tumben mama hari ini tidak ribet? Biasanya Selalu dandannya lama sekali kayak orang mau ke pesta aja lama banget," ujar David seraya menyindir istrinya.
"Papa jangan ajak mama berdebat bisa tidak. Karena mama lagi malas layani papa hari ini buang-buang waktu saja," ujar Anggelina seraya pergi dari sana yang di ikuti oleh David di belakang nya.
"Mama sama papa mau pergi kemana?" tanya Alex yang melihat orang tuanya sudah rapi begitu.
"Astaga... sejak kapan kamu ada di sini Lex? kamu mau buat mama serangan jantung mendadak. Dasar anak nakal, siapa yang menyuruh kamu pulang ke sini? Giliran mama suruh pulang malah banyak alasan," ujar Anggelina dengan kesal.
"Aduh kenapa Alex harus pulang ke rumah segala sih. Bagaimana kalau dia sampai tahu kalau kami mau ke rumah sakit hari ini," batin Anggelina dengan wajah gelisah.
"Itu karena Alex tidak mau berurusan sama wanita ondel-ondel yang mama kenalkan sama Alex. Sekarang mama sudah insaf bahwa selama ini mama sudah salah memilih calon mantu yang aneh dan mirip singa betina seperti mama ini makanya Alex mau pulang ke rumah," ujar Alex seraya kabur dari sana sebelum terkenak pukulan mamanya itu.
"Dasar anak kurang ajar. Kenapa dia samakan mama sama singa betina. Emang mama mirip singa betina pa?" tanya Angelina dengan kening mengkerut.
"Sangat mirip ma... bahkan mama lebih buas dari pada singa betina itu sendiri," batin David.
"Tidak sayang. Sudah jangan dengarkan apa kata Alex. Lebih baik kita pergi ke rumah sakit sekarang juga. Papa sudah tidak sabar melihat hasilnya," ujar David dengan antusias.
"Papa benar sekali. Lebih baik kita berangkat sekarang juga biar kita tidak telat nanti," ujar Angelina seraya pergi dari sana.
•
•
•
Beberapa Jam Kemudian
Saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit
Ronald Reagan UCLA Medical Center. Rumah sakit terbesar yang ada di kota California Amerika serikat.
"Ayo pa buruan kita masuk ke dalam ruangan dokter Austin. Mama sudah tidak sabar mengetahui hasilnya," ujar Anggelina seraya berjalan terburu-buru.
"Sabar ma... papa juga ingin segera melihat hasilnya. Bukan cuman mama saja yang ingin cepat melihat hasilnya. Itu sebabnya mama tidak perlu jalan buru-buru begitu. Jika mama jatuh bagaimana," ujar David seraya mengomeli istrinya.
Sementara Anggelina merasa bodoh amat. Karena dia emang tidak sabaran untuk bisa melihat hasil tes DNA itu dengan segera.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan itu.
Cklek
Masuklah Angelina dan juga David Lemos ke dalam ruangan dokter austin yang saat ini sedang menunggu kedatangan mereka sejak tadi.
"Silahkan duduk. Tuan David dan juga Nyonya Angel," ujar Dokter Austin dengan sopan.
"Baik dok," jawab Angelina dengan cepat.
"Apa hasilnya sudah keluar?" tanya David tanpa basa-basi.
"Sudah tuan David," jawab dokter Austin seraya memberikan amplop bukti hasil tes DNA yang langsung di terima oleh David Lemos.
David yang tak sabaran langsung saja merobek amplop, dan mengeluarkan kertas yang berisi bukti hasil tes DNA tersebut. Pada saat David melihat isi yang ada di dalam amplop itu. Dia sangat syok dan juga terkejut, hingga dia hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.
Sementara Angelina yang ikut penasaran langsung merebut kertas yang ada di tangan suaminya. Tak beda jauh dari suaminya dia pun ikut terkejut dan syok saat membaca hasil tes DNA tersebut.
"Ini beneran Dok?" tanya Angelina yang masih syok saat membaca hasil tes DNA nya.
"Benar nyonya Angel. Itu bukti akurat yang menyatakan bahwa 99.99% positif cocok ayah dan anak kandung." Jelas dokter Austin dengan penuh keyakinan.
"Jadi artinya Alex adalah ayah biologis dari Arrabella. Dia beneran cucu saya Dok?" tanya Angelina lagi yang masih tak menyangka kalau Ara ternyata benar-benar cucu kandungnya.
"Tentu saja benar Nyonya Angel saya sudah melakukan itu berkali-kali. Dan hasilnya tetap sama kalau mereka positif ayah dan anak kandung." Jelas dokter Austin dengan sopan.
"Sama-sama Nyonya Angel," jawab Dokter Austin dengan sopan.
"Jika kamu sampai ketahuan memberikan kami hasil tes DNA palsu. Aku pastikan hidup kamu dan juga keluarga kamu akan hancur tak tersisa," ancam David dengan tatapan tajamnya.
"Anda bisa mengetes ulang jika hasil tes DNA itu masih membuat anda ragu tuan david," ujar dokter Austin dengan sopan. Walaupun dalam hati dia sudah takut setengah mati saat mendengar ancaman darinya.
"Tidak perlu. Tanpa tes DNA pun sebenarnya saya sudah curiga kalau Ara adalah cucu kandung kami," sahut Anggelina dengan cepat.
"Kalau sudah yakin dia cucu kandung anda kenapa malah kalian melakukan tes DNA. Sampai mengancam saya lagi. Dasar orang kaya kejam. Apa mereka tidak tahu saya tidak bisa tidur siang dan malam hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang mereka perintahkan," batin dokter Austin dengan wajah kesal.
"Ya sudah. Kami pamit pulang dulu. Sekali lagi terima kasih Dok, atas bantuannya," ujar Anggelina dengan sopan.
"Sama-sama Nyonya Angel," ujar dokter Austin seraya melihat mereka pergi dari ruangan kerjanya.
•
•
•
Beberapa Jam Kemudian
__ADS_1
Saat ini mereka baru sampai di mansion keluarga Lemos yang sangat mewah nan megah.
"Bi... bibi," panggil Anggelina setelah dia masuk ke dalam mansionnya itu.
"Iya nyonya," jawab Astri pembantu di rumah itu.
"Apa Alex masih ada di sini?" tanya Angelina dengan penasaran.
"Tidak nyonya. Tuan muda sudah pergi dari sini." Jelas Astri dengan sopan.
"Ya, sudah kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu," titah Anggelina dengan sopan.
"Baik nyonya besar," jawab Astri seraya pergi dari sana.
"Kenapa mama mencari keberadaan Alex?" tanya David dengan penasaran.
"Tentu saja untuk memberitahu kan sama Alex kalau dia sudah memiliki anak kandung yang sangat cantik," jawab Anggelina dengan antusias.
"Sebaiknya mama mengurungkan niat mama untuk memberitahukan sama Alex tentang masalah ini," ujar David.
"Kenapa Alex tidak boleh tahu masalah anak kandungnya sendiri pa?" tanya Angelina dengan kening mengkerut.
"Ini hukuman untuk Alex karena dia sudah menghancurkan anak gadis orang tanpa mau bertanggung jawab. Setidaknya kita sudah tahu kalau kita sudah memiliki cucu itu sudah cukup. Sedangkan Alex biarkan dia mencari sendiri tentang gadis yang di lecehkan nya itu." Jelas David.
"Papa benar juga. Untung mama belum memberitahukan sama Alex," ujar Anggelina yang membenarkan perkataan suaminya.
"Itu sebabnya papa mau ikut sama mama ke rumah sakit. Karena papa tahu mama pasti tidak akan bisa menjaga rahasia," ujar David seraya menyindir istrinya.
"Papa kejam sekali sih menjelekan mama di depan mama sendiri. Mulai malam ini papa tidur di luar," ancam Angelina seraya pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya karena kesal dengan perkataan suaminya.
David yang mendengar perkataan Angelina langsung kelimpungan. Mana mungkin dia sanggup tidur terpisah dari istrinya itu.
"Papa minta maaf ma. Papa janji tidak akan mengulanginya lagi," ujar David saat dia sudah berhasil mengejar istrinya.
"Mama tidak peduli. Itu akibatnya karena papa sudah menjelekkan mama tadi," ujar Angelina seraya menutup pintu kamar tidurnya itu.
David yang melihat kemarahan istrinya hanya bisa pasrah. Karena bagaimanapun ini salahnya sendiri yang tidak bisa menahan mulutnya itu.
"Oh Tuhan... kenapa nasib aku bisa sial begini sih. Sabar David, hanya itu yang bisa kamu lakukan," batin David.
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁