One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Di Blacklist )


__ADS_3

Setelah menerima penolakan dari perusahaan yang tadi dia lamar sekarang Aluna sedang berusaha mencari pekerjaan di perusahaan lain dengan bantuan internet dia bisa tahu kalau di perusahaan kedua ini ada lowongan pekerjaan.


Tetapi lagi-lagi sebuah penolakan yang dia terima, sehingga dia hampir putus asa untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain. Bagaimana tidak, sudah beberapa perusahaan dia coba lamar tetapi semuanya di tolak dengan alasan yang menurutnya sangat aneh sehingga timbul kecurigaan pada dirinya.


Mungkin saja mereka menolak dirinya bekerja di tempat mereka ada campur tangan dari Alexander Lemos sehingga mereka terpaksa menolak mempekerjakan dia di perusahaan mereka karena takut pada sang penguasa negara ini yaitu Alexander Lemos.


"Oh Tuhan... Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan? Kenapa semua perusahaan menolak untuk mempekerjakan aku? Apa jangan-jangan aku sekarang sudah di blacklist oleh kak Alex karena masalah kemarin?" Aluna sungguh menyesal karena sudah mencari masalah dengan Alexander Lemos. Jika saja waktu bisa di putar maka dia tidak akan kembali ke negara ini dan dia akan menetap di Prancis bersama keluarga nya dan mereka pasti akan hidup bahagia tanpa perlu merasakan penderitaan seperti ini.


Dia benar-benar anak yang tidak berguna kerjaan nya selalu menyusahkan orang tuanya. Gara-gara ulahnya yang mencari masalah dengan Alexander Lemos sekarang dia dan keluarga nya malah hidup menderita.


Saat dia hampir putus asa dia teringat dengan seseorang yang sudah melecehkan dirinya. Tanpa kata dia langsung pergi ke perusahaan laki-laki itu untuk meminta pertolongan padanya. Sebenarnya dia ragu untuk datang ke sana karena kemarin dia dengan sombongnya mengatakan tidak akan pernah datang padanya untuk meminta pertolongan tetapi sekarang dengan tidak tahu malunya malah datang padanya untuk meminta pertolongan setelah menghina dan mencaci maki laki-laki itu.


Tetapi dia tidak memiliki pilihan lain selain meminta pertolongan pada laki-laki itu. Karena dia tidak yakin bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain setelah di blacklist oleh Alexander Lemos. Hanya laki-laki itu satu-satunya harapan dan mau menerima dia bekerja di perusahaan itu terserah dia mau di tempatkan di mana yang penting dia bisa bekerja di perusahaan itu. Dia sudah membuang semua gengsi dan sifat sombongnya setelah keluarga nya di nyatakan bangkrut.


"Oh ya, aku baru ingat sekarang kemarin laki-laki itu memberitahukan kalau aku sedang mengalami masalah maka aku di suruh datang ke perusahaan miliknya. Sebaiknya aku datang saja ke sana siapa tahu aku akan mendapatkan pekerjaan di sana," ujar Aluna seraya pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’


Di Perjalanan


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo ma? Ada apa?" tanya Aluna dengan penasaran.


πŸ“ž "Bagaimana interview nya? Apa kamu di terima bekerja di sana?" Maura sangat khawatir pada anaknya sudah lama anaknya pergi untuk mencari pekerjaan tetapi sampai sekarang belum pulang juga. Dia sangat takut apa yang di katakan oleh suaminya semuanya benar kalau anaknya tidak bisa mendapatkan pekerjaan di karenakan ada campur tangan Alexander Lemos.


Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna terdiam seperti patung. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan pada ibunya, apa dia harus jujur atau berbohong? Tetapi dia sudah berjanji apapun yang terjadi maka dia harus berkata jujur pada orang tuanya siapa tahu dengan bicara jujur maka orang tuanya memiliki cara keluar untuk mengahadapi masalah ini.

__ADS_1


πŸ“ž "Tidak ada ma, aku sudah mencari pekerjaan bahkan sudah beberapa perusahaan yang aku lamar tetapi yang aku dapatkan hanyalah penolakan," jelas Aluna.


Mendengar perkataan anaknya membuat Maura menghela nafas panjang. Dia sudah tahu kalau anaknya pasti tidak akan mudah mendapatkan pekerjaan setelah membuat masalah dengan Alexander Lemos.


πŸ“ž "Sayang? Sebaiknya kamu pulang saja ke Apartemen karena percuma kamu mencari pekerjaan karena sekarang kamu sudah di blacklist oleh tuan muda Alexander Lemos. Walaupun kamu keliling negara ini tetap saja kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan karena mereka sudah di perintahkan sang penguasa negara ini untuk menolak lamaran pekerjaan kamu," ujar Maura.


πŸ“ž "Tidak ma, masih ada satu perusahaan lagi yang belum aku coba, jika perusahaan ini tetap menolak lamaran pekerjaan aku maka aku akan menyerah untuk mencari pekerjaan. Dan mau tidak mau kita terpaksa kembali ke negara prancis untuk memulai hidup baru di sana," ujar Aluna.


πŸ“ž "Oke, mama berdoa semoga perusahaan itu mau menerima kamu bekerja di sana. Jika kamu sudah mendapatkan pekerjaan di sana maka kita tidak perlu kembali ke negara prancis karena kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang artinya keluarga kita tidak akan menderita lagi. Walaupun kita tidak bisa hidup dalam kemewahan seperti dulu lagi setidaknya kita tidak merasakan kelaparan," ujar Maura.


Mendengar perkataan ibunya membuat Aluna merasa semakin bersalah. Dia yang telah menyebabkan keluarga nya menderita seperti ini maka dia pula yang akan mengembalikan kehidupan keluarga nya menjadi seperti dulu lagi.


"Iya, ma," jawab Aluna seraya mematikan smartphone nya.


β€’


β€’


β€’


Setelah melihat perusahaan ini membuat Aluna merasakan keraguan antara masuk ataupun tidak. Jujur saja dia sangat malu jika harus berhadapan langsung dengan laki-laki yang sempat dia caci maki sekarang malah datang padanya untuk meminta pertolongan. Dia sangat takut jika laki-laki ini malah menolak untuk membantu dirinya karena sakit hati gara-gara perkataan dia kemarin.


Tetapi sekarang dia sudah berada di perusahaan Inter Group mau tidak mau dia terpaksa masuk ke dalam karena hanya perusahaan ini harapan dia jika perusahaan ini juga menolak lamarannya maka dia terpaksa mengajak kedua orang tuanya untuk pindah ke negara prancis untuk memulai hidup baru di sana.


Di Perusahaan Intel Group


Perusahaan Intel Group adalah perusahaan yang sangat terkenal di dunia yang memproduksi mikroprosesor. Perusahaan ini memiliki area ramah pengunjung yang disebut Museum Intel. Di Museum Intel seluas 10.000 kaki persegi, kita dapat melihat langsung bagaimana perusahaan memproduksi chip silikon mereka. kita juga dapat membawa pulang souvenir pena, kemeja, dan mainan Intel dari toko suvenir museum.


Di Lobby perusahaan


"Permisi nona? Apa saya bisa bertemu dengan tuan Daffa Roberto?" tanya Aluna dengan sopan.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Aluna banyak mengalami perubahan di mulai dari dia yang mau bersusah patah mencari pekerjaan hingga di tolak dari perusahaan satu sampai perusahaan lain tetapi dia masih bisa bersabar.


Dan perubahan lainnya adalah cara bicaranya yang sekarang sudah sangat sopan tidak seperti dulu yang suka membentak orang lain dengan kata-kata yang tidak pantas untuk di dengar. Tetapi sekarang kata-kata kasar seperti itu susah hilang entah kemana.


"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan muda Daffa?" tanya balik resepsionis itu dengan ramah.


"Tidak," jawab Aluna dengan singkat


"Maaf nona, jika anda belum membuat janji dengan tuan muda Daffa maka anda tidak bisa menemui beliau karena siapapun yang ingin menemui beliau maka harus membuat janji temu dulu," jelas resepsionis itu dengan sopan.


Mendengar perkataan resepsionis itu membuat Aluna merasa kecewa karena harapan satu-satunya untuk mendapatkan pekerjaan pupus sudah.


"Tapi kata tuan Daffa jika saya ingin mengunjungi dia maka saya langsung di suruh masuk saja ke dalam ruangannya yang ada di atas," ujar Aluna.


"Siapa nama nona? Biar saya tanyakan dulu pada sekretaris tuan muda Daffa apa benar jika nona ini salah satu orang yang di tunggu oleh tuan muda Daffa?" Saat mendengar perkataan Aluna membuat resepsionis itu merasa perlu mengkonfirmasi pada atasan mereka siapa tahu wanita ini salah satu wanita yang pernah di pakai oleh atasan mereka.


Yah, seluruh karyawan di sana sudah tahu bagaimana sifat asli atasan mereka. Karena hampir setiap hari mereka di datangi wanita yang berbeda-beda hanya untuk menemui atasan mereka sehingga dia sangat kualahan melayani wanita-wanita atasan mereka yang di kenal Casanova.


"Nama saya Aluna Arkatama, nona," jawab Aluna dengan singkat yang di tanggapi anggukan kepala oleh resepsionis itu seraya menelpon sekretaris Daffa Roberto.


Setelah menunggu beberapa menit kemudian akhirnya resepsionis itu selesai bicara, entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat dia penasaran.


"Nona bisa naik lift khusus yang ada di perusahaan ini setelah itu nona naik saja ke lantai 20 setelah itu nona bisa langsung masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan nama Ceo yang ada di sana," jelas resepsionis itu dengan sopan.


"Baik nona, terima kasih," ujar Aluna dengan antusias seraya pergi dari sana yang di tanggapi anggukan kepala oleh resepsionis itu.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung....


🌿🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌿


__ADS_2