One Night Stand With Baby Sang Ceo

One Night Stand With Baby Sang Ceo
( Ungkapan Cinta )


__ADS_3

Di Kamar Hotel



"Oh Tuhan... Kapan Ara datang kesini? Apa dia tidak tahu, aku takut banget berduaan dengan serigala ini," batin Nabila yang sedari tadi ketakutan.


"Apa kamu bisa diam tidak? Aku pusing melihat kamu mondar-mandir sedari tadi," ujar Alex dengan wajah kesal.


"Kapan istri kak Alex datang ke sini? Aku tidak nyaman satu kamar sama kak Alex," ujar Nabila dengan hati-hati takut menyinggung Alexander.


"Apa kamu pikir aku akan tertarik sama wanita jelek seperti kamu? Aku hanya tertarik sama istri aku saja, bukan wanita ondel-ondel seperti kamu," ujar Alex seraya menghina Nabila.


"Kenapa kak Alex tidak tahu terima kasih sama orang yang sudah membantu kakak sih? Dasar laki-laki tidak punya perasaan," ujar Nabila dengan wajah kesal.


"Apa kamu pikir aku tidak tahu kenapa kamu mau membantu kami?" tanya Alex seraya mengejek.


Glekk


"Apa Ara sudah membongkar rahasia aku sama kak Alex? Habis lah aku kalau sampai kak Maxim tahu rahasia yang selama ini aku simpan rapat-rapat di bocorkan oleh laki-laki kejam ini," batin Nabila dengan wajah cemas.


"Aku mohon, kak Alex jangan membocorkan rahasia aku sama kak Maxim. Aku janji akan membantu kak Alex sampai kalian bersatu," ujar Nabila dengan wajah cemas.


"Apa kamu pikir aku kurang kerjaan mau mengurusi urusan kamu yang tidak penting itu? Dari pada kamu banyak bicara seperti ini. Lebih baik kamu diam saja. Karena aku sudah pusing mendengar suara jelek kamu itu," ujar Alex dengan wajah datar.


"Baik. Aku akan diam," ujar Nabila dengan pasrah.


Tak Lama Kemudian


Tok... Tok... Tok...


Cklek


"Maaf anda mau cari siapa nona?" tanya Nabila pura-pura polos.


"Dasar wanita pelakor. Berani sekali kamu mendekati suami aku," ujar Claudia seraya menahan emosi.


"Apa maksud anda nona? Aku tidak mengerti," ujar Nabila dengan wajah pura-pura polos.


"Minggir kamu," ujar Claudia seraya mendorong Nabila agar dia bisa masuk ke dalam kamar Alex.


"Sayang!" Siapa yang datang?" tanya Alex dengan mesra.


"Kenapa mas Alex tega selingkuh di belakang aku... Hiks... Hiks... apa yang sudah mas Alex lakukan sama wanita jelek itu?" tanya Claudia seraya terisak.


"Sayang!" Sedang apa kamu di sini?" tanya Alex pura-pura terkejut saat melihat istrinya ada di depannya. Apalagi dengan berpenampilan aneh seperti ini. Ingin rasanya Alex tertawa saat melihat penampilan istrinya yang super aneh ini. Tapi dia berusaha menahannya agar tidak keluar. Dia sangat yakin kalau ini pasti ulah anak nakalnya itu.


"Apa aku mengganggu pembuatan bayi kalian? Itu sebabnya mas Alex tidak suka aku ada di sini," ujar Claudia seraya menatap Alex dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan istrinya ingin sekali Alex tertawa terbahak-bahak. Tapi dia berusaha menahannya agar tidak keluar.


"Apa maksud kamu sayang? Aku tidak mengerti," ujar Alex pura-pura polos.


"Berhenti pura-pura polos di depan aku. Aku tahu kalian pasti habis memproduksi bayi seperti Ara. Kenapa mas Alex tega sama aku? Jika, mas Alex ingin punya bayi. Kenapa mas Alex tidak minta sama aku saja, aku masih mampu memberikan mas Alex bayi yang jelas lebih cantik dari pada anak dari wanita jelek itu," ujar Claudia seraya menghina Nabila.


Hahahaha


"Kamu lucu banget sih sayang. Ternyata kamu sangat beda dengan wanita lain. Sudah tahu suami kamu sedang satu kamar dengan wanita lain tapi kamu malah tidak melakukan apapun pada dia," batin Alex.


"Aku tidak butuh anak dari wanita yang tidak mencintai aku. Yang aku inginkan anak dari wanita yang mau mencintai aku seutuhnya. Jika aku ingin memiliki anak tanpa perlu perasaan cinta. tanpa adanya kamu pun aku masih bisa mencari wanita lain yang mau menampung benih premium ku ini," ujar Alex dengan cuek seraya membelakangi Claudia.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia kelimpungan. Tanpa aba-aba langsung saja dia memeluk tubuh Alex yang sedang membelakangi dia.


"Tolong mas Alex jangan tinggalkan aku demi wanita jelek itu. Aku janji akan mengikuti semua keinginan mas Alex asal mas Alex mau meninggalkan wanita jelek itu demi aku," ujar Claudia.


"Dasar manusia tidak punya hati. Suami dan istri sama saja, tidak tahu terima kasih. Berani sekali mereka menyebut aku wanita jelek. Apa mata mereka sudah buta tidak bisa membedakan mana wanita jelek dan mana wanita cantik," batin Nabila dengan wajah kesal.


"Maaf. Aku tidak bisa meninggalkan Amira hanya demi kamu. Karena Amira sangat mencintai aku sedangkan kamu sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada ku jadi sudah aku putuskan akan memilih...


"I Love you mas Alex. Aku sangat mencintai kamu. Tolong jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu," potong Claudia seraya mengungkapkan isi hatinya.


Mendengar perkataan istrinya membuat hati Alex berbunga-bunga. Inilah kata yang selama ini dia tunggu dari istrinya. Sekarang dia bisa tenang saat mendengar ungkapan cinta dari wanita yang sangat dia cintai.


"Untuk apa kamu bicara omong kosong seperti ini. Apa kamu takut aku meninggalkan kamu dan lebih memilih Amira dari pada kamu. Itu sebabnya kamu pura-pura mencintai aku, agar aku tidak meninggalkan kamu?" tanya Alex dengan cuek padahal dalam hati dia sangat senang saat mendengar perkataan cinta dari istrinya.


"Sejak kapan kamu mencintai aku?" tanya Alex dengan penasaran.


"Saat kamu dekat dengan wanita jelek itu. Aku tidak rela kamu dekat dengan wanita lain selain aku." Claudia berucap dengan jujur.


"Jika kamu mencintai aku. Kenapa kamu tidak mencegah agar aku tidak pergi dengan wanita itu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Aku malu kalau sampai mencegah kepergian mas Alex. Sementara aku sendiri yang menyuruh mas Alex agar pergi dengan wanita jelek itu." Claudia menjawab dengan perasaan malu.


"Kamu terlambat mengungkapkan perasaan kamu ini padaku. Karena aku sekarang sudah mencintai wanita lain yang mau menerima aku apa adanya," ujar Alex dengan tegas.


"Ada apa dengan laki-laki ini. Bukannya dia sangat mencintai istrinya. Kenapa sekarang malah bilang mencintai wanita lain. Dasar laki-laki brengsek," batin Nabila dengan wajah kesal.


"Kenapa kamu tega sama aku mas... Hiks... Hiks...? Disaat aku mulai mencintai kamu. Justru kamu ingin meninggalkan aku seperti sampah... Hiks... Hiks... Apa kamu tidak kasihan sama anak kita karena memiliki ibu tiri? Bagaimana kalau wanita yang kamu nikahi itu tidak memperlakukan anak kita dengan baik?" tanya Claudia seraya menangis terisak.


"Aku yakin dia wanita baik dan mau mengurus anak kita dengan baik," ujar Alex.


"Jika dia wanita baik-baik tidak mungkin mau merusak pernikahan orang lain seperti ini. Aku tidak akan rela wanita itu mengurus anak kandung aku. Jika mas Alex ingin menikah dengan wanita itu, silahkan. Tapi Ara akan ikut dengan aku," ujar Claudia seraya menahan emosi agar tidak meledak.


"Apa kamu yakin Ara mau ikut dengan kamu?" tanya Alex seraya mengejek.


Glekk

__ADS_1


"Mas Alex benar. Ara tidak mungkin mau ikut bersama dengan aku. Sedangkan daddy nya laki-laki yang sangat kaya raya. Aku hanya memiliki satu cara agar tidak kehilangan mereka," batin Claudia.


"Jika mas Alex lebih memilih wanita pelakor itu dari pada aku. Maka aku akan loncat dari atas gedung ini. Karena aku lebih baik mati dari pada kehilangan kalian berdua," ancam Claudia.


"Apa kamu yakin ingin melompat dari gedung ini?" tanya Alex dengan wajah mengejek.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia terdiam seperti patung. Mana berani dia melompat dari atas gedung ini.


"Iya. Apa mas Alex pikir aku bercanda yang mengatakan mau melompat dari atas gedung ini?" tanya Claudia dengan cepat. Walaupun dalam hati sedang merasakan ketakutan jika seandainya Alex tidak mencegah dia melompat dari atas gedung ini, otomatis dia akan meninggal dunia.


"Jika kamu mau melompat dari atas gedung ini, silahkan. Aku justru merasa sedang, dengan begitu aku akan lebih cepat menikah dengan wanita lain tanpa adanya rintangan dari kamu lagi." Alex berucap dengan santai.


"Kalau begitu aku tidak jadi melompat dari gedung ini. Karena aku tidak rela kalian bahagia di atas penderitaan aku," ujar Claudia dengan cepat.


Mendengar perkataan istrinya membuat Alex bisa bernafas lega. Sungguh, dia sangat takut, jika seandainya istrinya melakukan apa yang dia katakan tadi. Jika sampai itu terjadi, dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


"Oh Tuhan... kapan aku bisa pergi dari sini? Aku sudah muak melihat drama pasangan suami istri yang sama-sama gila ini," batin Nabila dengan wajah kesal.





Bersambung....



( Nabila Almero )


Adik kandung Maxim Almero: Usia 25 tahun.



( Andre Villas )


Asisten Pribadinya Alexander Lemos: Usia 31 tahun.



( Dian Andini )


Baby Sister Arrabella Anastasya: Usia 26


Ini visual menurut author ya, jika menurut kalian ini kurang cocok. Kalian bisa bayangkan idola kalian sendiri. Terima kasih.


Selamat Membaca

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2